• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Pengujian Hipotesis

1. Pengaruh Penerapan Model Proyek dan Direct instruction terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa

Pengujian hipotesis untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa dilihat dari nilai pretest dan posttest siswa di dua kelas . Nilai pretest dan posttest pada kedua kelas tersebut dianalisis

47

dengan menggunakan analisis Anava General Linear Model Mixed Design. Adapun rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

Ho :Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Ha :Ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Secara ringkas hasil analisis uji hipotesisnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Dari tabel di atas pada Mauchly’s Test of Sphericity didapatkan hasil yang signifikan karena sig. < 0,055 sehingga didapatkan nilai F pada Greenhouse-Geisser yaitu F=5,681 (p<0,00) artinya bahwa terdapat interaksi antara time (pre-post test) dan group ( 1- 2). Interaksi menunjukkan bahwa perubahan skor pada kedua kelompok berbeda secara signifikan.

48

Tabel di atas menunjukkan bahwa perubahan hasil belajar fisika siswa pada kelompok 1 (group 1) adalah signifikan (MD=-20,386; p<0,05) dan pada kelompok 2 (group 2) juga signifikan (MD=-12,798; p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa dibandingkan dengan model pembelajaran direct instruction.

Dari tabel di atas diperoleh nilai Partial Eta Squared pada kelas 1 sebesar 0,569 sedangkan pada kelas 2 sebesar 0,343. Dari nilai partial eta squared tersebut terlihat peningkatan hasil belajar siswa pada kelas dengan model pembelajaran proyek sebesar 57% sedangkan kelas yang menggunakan model

49

pembelajaran direct instruction peningkatan hasil belajarnya sebesar 34 %.

Grafik di atas menunjukkan nilai Estimated Marginal Means dari kelompok 1 (group 1) lebih tinggi dari pada kelompok 2 (group 2), sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan model pembelajaran direct instruction. Hasil uji analisis Anava GLM Mixed Design secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10.

1. Pengaruh Penerapan Model Proyek dan Direct instruction terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa

Pengujian hipotesis untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa dilihat dari nilai pretest dan posttest siswa di dua kelas . Nilai pretest dan posttest pada kedua kelas tersebut dianalisis

50

dengan menggunakan analisis Anava General Linear Model Mixed Design. Adapun rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

Ho :Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Ha :Ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Secara ringkas hasil analisis uji hipotesisnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Dari tabel di atas pada Mauchly’s Test of Sphericity didapatkan hasil yang signifikan karena sig. < 0,055 sehingga didapatkan nilai F pada Greenhouse-Geisser yaitu F=5,681 (p<0,00) artinya bahwa terdapat interaksi antara time (pre-post test) dan group ( 1- 2). Interaksi menunjukkan bahwa perubahan skor pada kedua kelompok berbeda secara signifikan.

51

Tabel di atas menunjukkan bahwa perubahan hasil belajar fisika siswa pada kelompok 1 (group 1) adalah signifikan (MD=-20,386; p<0,05) dan pada kelompok 2 (group 2) juga signifikan (MD=-12,798; p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa dibandingkan dengan model pembelajaran direct instruction.

Dari tabel di atas diperoleh nilai Partial Eta Squared pada kelas 1 sebesar 0,569 sedangkan pada kelas 2 sebesar 0,343. Dari nilai partial eta squared tersebut terlihat peningkatan hasil belajar siswa pada kelas dengan model pembelajaran proyek sebesar 57% sedangkan kelas yang menggunakan model

52

pembelajaran direct instruction peningkatan hasil belajarnya sebesar 34 %.

Gambar 9. Grafik Hasil Belajar Siswa

Grafik di atas menunjukkan nilai Estimated Marginal Means dari kelompok 1 (group 1) lebih tinggi dari pada kelompok 2 (group 2), sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan model pembelajaran direct instruction. Hasil uji analisis Anava GLM Mixed Design secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 10.

2. Pengaruh Penerapan Model Proyek dan Direct instruction terhadap Peningkatan motivasi Belajar Fisika Siswa

Pengujian hipotesis untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar fisika siswa dilihat dari skor angket awal dan angket akhir motivasi belajar fisika siswa di dua kelas . Skor angket awal dan

53

angket akhir pada kedua kelas tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis Anava General Linear Model Mixed Design. Adapun rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

Ho : Tidak ada perbedaan peningkatan motivasi belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Ha : Ada perbedaan peningkatan motivasi belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Secara ringkas hasil analisis uji hipotesisnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Dari tabel di atas pada Mauchly’s Test of Sphericity didapatkan hasil yang signifikan karena sig.<0,05 sehingga didapatkan nilai F pada Greenhouse-Geisser yaitu F=3,710(p<0,00) artinya bahwa terdapat interaksi antara time (pre-post angket) dan

54

group ( 1- 2). Interaksi menunjukkan bahwa perubahan skor pada kedua kelompok berbeda secara signifikan.

Tabel di atas menunjukkan bahwa perubahan hasil belajar fisika siswa pada kelompok 1 (group 1) adalah signifikan (MD=-3,022; p<0,05) sedangkan pada kelompok 2 (group 2) tidak signifikan (MD=3,536; p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar fisika siswa dibandingkan dengan model pembelajaran direct instruction.

Dari tabel di atas diperoleh nilai Partial Eta Squared pada kelas 1 naik sebesar 2,5% sedangkan pada kelas 2 turun sebesar 3,4%. Dari nilai partial eta squared tersebut terlihat peningkatan motivasi

55

belajar fisika siswa pada kelas dengan model pembelajaran proyek lebih besar daripada kelas yang menggunakan model pembelajaran direct instruction.

Gambar 10. Grafik Motivasi Belajar Siswa

Grafik di atas menunjukkan nilai Estimated Marginal Means dari kelompok 1 (group 1) lebih tinggi dari pada kelompok 2 (group 2), sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan peningkatan motivasi belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan model pembelajaran direct instruction. Hasil uji analisis Anava GLM Mixed Design secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 11.

3. Pengaruh Penerapan Model Proyek dan Direct instruction Terhadap Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Siswa

Pengujian hipotesis untuk mengetahui perbedaan pengaruh peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa dilihat dari nilai pretest, nilai posttest, skor angket awal, dan skor angket akhir

56

motivasi belajar fisika siswa di dua kelas . Nilai pretest, posttest, skor angket awal, dan angket akhir pada kedua kelas tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis Manova. Adapun rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:

Ho : Tidak ada perbedaan pengaruh peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Ha : Ada perbedaan pengaruh peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan direct instruction.

Secara ringkas hasil analisis uji hipotesisnya dapat dilihat pada tabel berikut :

a) Sebelum Perlakuan

57

Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa nilai sig.<0,05 sehingga Ho ditolak atau Ha diterima. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan peningkatan motivasi dan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan model pembelajaran proyek dengan model pembelajaran direct instruction. Hasil uji analisis Manova secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 12 dan 13.

Dokumen terkait