BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengujian Kuesioner
Uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 18. Hasil dari uji validitas dapat dikatakan valid apabila nilai dari rhitung
lebih besar dari rtabel. Cara untuk mengetahui rtabel sebagai berikut: diketahui α = 5%, N = 30, maka rtabel = 0,361. Jadi, setiap pertanyaan dinyatakan valid jika lebih besar dari 0,361. Berikut ini adalah tabel V.1 hasil olah uji validitas:
Tabel V.1
Hasil Uji Validitas Variabel Persepsi Konsumen Pada Kualitas Produk
Pertanyaan Koefisien Korelasi rtabel Keterangan
1 0,731 0,361 VALID 2 0,829 0,361 VALID 3 0,649 0,361 VALID 4 0,623 0,361 VALID 5 0,639 0,361 VALID 6 0,731 0,361 VALID 7 0,843 0,361 VALID 8 0,759 0,361 VALID 9 0,768 0,361 VALID 10 0,843 0,361 VALID 11 0,619 0,361 VALID 12 0,623 0,361 VALID 13 0,757 0,361 VALID 14 0,582 0,361 VALID 15 0,790 0,361 VALID 16 0,804 0,361 VALID 17 0,788 0,361 VALID 18 0,559 0,361 VALID
Sumber : hasil olah data menggunakan SPSS 18
Berdasarkan dari tabel V.1 dapat dilihat lalu disimpulkan bahwa uji validitas variabel Persepsi Konsumen pada Kualitas Produk dinyatakan valid karena semua item rhitung lebih besar dari pada rtabel.
Tabel V.2
Hasil Uji Validitas Pada Variabel Minat Beli Ulang Pertanyaan Koefisien Korelasi rtabel Keterangan
1 0,828 0,361 VALID
2 0,696 0,361 VALID
3 0,820 0,361 VALID
4 0,732 0,361 VALID
5 0,590 0,361 VALID
Sumber : hasil olah data menggunakan SPSS 18
Berdasarkan dari tabel V.2 dapat dilihat lalu disimpulkan bahwa uji validitas variabel Minat Beli Ulang dinyatakan valid karena semua item rhitung
lebih besar dari pada rtabel. 2. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 18. Metode yang digunakan adalah cronbach alpha. Dapat dikatakan reliabel atau tidaknya suatu pertanyaan dari kuesinoer apabila hasil uji reliabilitasnya lebih besar dari 0,6. Berikut ini adalah tabel hasil olah uji reliabilitas:
Tabel V.3
Hasil Uji Reliabilitas Persepsi Konsumen Pada Kualitas Produk Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,944 18
Sumber:hasil olah data menggunakan SPSS 18
Berdasarkan dari tabel V.3 dapat dilihat lalu disimpulkan bahwa uji reliabilitas variabel Persepsi Konsumen pada Kualitas Produk dinyatakan valid karena nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,6.
Tabel V.4
Hasil uji reliabilitas minat beli ulang Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,786 5
Sumber: hasil olah data menggunakan SPSS 18
Berdasarkan dari tabel V.4 dapat dilihat lalu disimpulkan bahwa uji reliabilitas variabel Minat Beli Ulang dinyatakan valid karena nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,6.
B. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dibagi menjadi dua yaitu deskriptif responden dan deskriptif variabel.
a. Deskriptif Responden
Tujuan dari analisis deskriptif responden ini yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik responden yang diteliti, kemudian dilakukan pengolahan data statistik dengan menggunakan alat bantu berupa program SPSS. Karakteristik responden akan diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Jenis kelamin responden Tabel V.5 Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 68 68% Perempuan 32 32% Total 100 100%
Sumber : hasil olah data responden
Berdasarkan tabel V.5 dapat diketahui bahwa dari 100 responden, 68% atau 68 orang responden diantaranya adalah laki-laki,dan sisanya 32% atau 32 orang responden adalah perempuan.
2) Pekerjaan responden Tabel V.6
Pekerjaan Jumlah Persentase
Pelajar 37 37% PNS 6 6% Wiraswasta 22 22% Lain-lain 35 35%
Total 100 100%
Sumber : hasil olah data responden
Berdasarkan tabel V.6 dapat diketahui bahwa dari 100 responden, 37 orang responden atau 37% diantaranya adalah pelajar, diikuti 35 orang responden atau 35% adalah lain-lain, 22 orang responden atau 22% adalah wiraswasta, dan PNS 6 orang responden atau 6%. Dengan demikian, pelajar memiliki persentase paling tinggi dan PNS memiliki persentase yang paling rendah.
3) Jenis sepeda motor yang digunakan responden Tabel V.7 Jenis Sepeda Motor yang Digunakan Jumlah Persentase Matik 72 72% Bebek 17 17% Sport 150cc 10 10% Sport 250cc 1 1% Total 100 100%
Sumber : hasil olah data responden
Berdasarkan data V.7 dapat diketahui bahwa pengguna sepeda motor matik sebesar 72% atau 72 orang responden, 17% atau 17 orang responden menggunakan motor bebek, 10% atau 10 orang responden menggunakan motor sport 150cc, dan 1% atau 1 orang responden menggunakan motor sport 250cc. Dengan demikian, pengguna motor matik memiliki persentase dan jumlah yang paling tinggi sedangkan pengguna motor sport 250cc memiliki persentase dan jumlah pengguna yang paling rendah.
4) Lama memakai sepeda motor honda Tabel V.8 Lama Memakai Sepeda Motor Honda Jumlah Persentase ≤ 10 tahun 48 48% 11 tahun - 20 tahun 31 31% 21 - 30 tahun 16 16% > 31 tahun 5 5% Total 100 100%
Sumber : hasil olah data responden
Berdasarkan tabel V.8 dapat diketahui bahwa 48% atau 48 orang responden baru menggunakan sepeda motor honda kurang dari sama dengan 10 tahun, 31% atau 31 orang responden sudah menggunakan sepeda motor honda antara 11 – 20 tahun, 16% atau 16 orang responden sudah menggunakan sepeda motor honda antara 21 – 30 tahun, 5% atau 5 orang respondensudah menggunakan sepeda motor honda lebih dari 31 tahun. Dengan demikian, dari 100 responden yang penulis temui 48%
diantaranya adalah pengguna baru sepeda motor honda.
b. Deskriptif Variabel
Tujuan dari analisis deskriptif variabel ini yaitu untuk mengetahui rata-rata skor jawaban responden untuk setiap variabel. Pengolahan data jawaban responden akan dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel. Berikut adalah hasil dari pengolahan data jawaban responden :
1) Data skor rata – rata variabel Kualitas Produk Tabel V.9 Variabel Rata-rata Dimensi Kualitas Produk Rata-rata Item Rata-rata KUALITAS PRODUK 3,9994444 Kinerja (Performance) 4,0375 1 4,15 2 4,07 3 3,93 4 4 Fitur (Features) 3,905 5 3,75 6 4,06 Kehandalan (Reliability) 4,05 7 4,05 Kesesuaian (Conformance) 3,95 8 3,95 9 3,83 10 4,07
Ketahanan (Durability) 3,56 11 3,56 Serviceability 4,4 12 4,3 13 4,5 Estetika (Aesthetics) 3,93 14 3,93 Kesan Kualitas (Perceived Quality) 3,96 15 3,9 16 3,99 17 4,13 18 3,82
Sumber : hasil olah data responden
Pada Bab III, penulis telah memberikan pemaparan mengenai pengelompokan rentang skala skor sebagai berikut: rentang skala 0,8 dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi 5, sehingga diperoleh: apabila skor variabel 1 – 1,79 maka menunjukan persepsi kualitas produk yang sangat tidak baik (STB), apabila skor variabel 1,80 – 2,59 maka menunjukan persepsi kualitas produk yang tidak cukup baik (TCB), apabila skor variabel 2,60 – 3,39 maka menunjukan persepsi kualitas produk yang cukup (C), apabila skor variabel 3,40 – 4,19 maka menunjukan persepsi kualitas produk yang baik (B), apabila skor variabel 4,20 – 5 maka
menunjukan skor kualitas produk yang sangat baik (SB).
Berdasarkan tabel V.9 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan rata – rata dari kualitas produk baik adanya ini terbukti dengan rata – rata 3,99. Dalam dimensi kualitas produk dapat dilihat bahwa serviceability memiliki rata – rata yang sangat baik ini tercermin dengan skor rata – rata mencapai 4,4. Ketahanan (Durability) dapat menjadi sorotan sebab, mendapatkan skor rata – rata yang rendah jika dibandingkan dimensi kualitas produk yang lainnya meskipun masih baik adanya.
2) Data skor rata – rata variabel Minat Beli Ulang Tabel V.10
Variabel Rata-rata
Indikator Minat Beli Ulang Rata-rata Item Rata-rata MINAT BELI ULANG 3,764 Minat Transaksional 4,06 1 4,06 Minat Referensial 3,76 2 3,76 Minat Preferensial 3,685 3 3,98 4 3,39 Minat Eksploratif 3,63 5 3,63
Sumber : hasil olah data responden
Pengelompokan skor untuk variabel minat beli ulang sebagai berikut: apabila skor variabel 1 – 1,79 maka menunjukan bahwa minat beli ulang sangat rendah (SR), apabila skor variabel 1,8 – 2,59 maka menunjukan bahwa minat beli ulang rendah (R), apabila
skor variabel 2,6 –3,39 maka menunjukan bahwa minat beli ulang cukup (C), apabila skor variabel 3,4 – 4,19 maka menunjukan bahwa minat beli ulang tinggi (T), apabila skor variabel 4,2 – 5 maka menunjukan bahwa minat beli ulang sangat tinggi (ST).
Berdasarkan tabel V.10 dapat diketahui bahwa rata – rata minat beli ulang secara keseluruhan tinggi karena memiliki rata – rata 3,76. Dalam indikator minat beli ulang dapat diketahui bahwa minat transaksional memiliki rata – rata yang tertinggi dengan 4,06 dan minat eksploratif menjadi yang terendah dengan 3,63. Perusahaan perlu berbenah umtuk menutup segala kekurangan dan meningkatkan kekuatannya.
2. Analisis Regresi
Model regresi linier disebut sebagai model yang baik jika memenuhi uji asumsi klasik. Oleh karena itu, uji asumsi klasik sangat diperlukan sebelum melakukan analisis regresi.
a. Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu Uji Normalitas.
1) Uji Normalitas
Bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau
tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki residual yang terdistribusi secara normal. Dalam penelitian ini pengujian normalitas menggunakan rumus kolmogorov-smirnov, dalam hal ini untuk mengetahui apakah suatu data terdistribusi dengan normal adalah jika signifikan lebih dari 0,05 (sign > 0,05). Berikut adalah hasil uji normalitas data responden:
Tabel V.11 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 2,56474173 Most Extreme Differences Absolute ,056 Positive ,056 Negative -,041 Kolmogorov-Smirnov Z ,557
Asymp. Sig. (2-tailed) ,916
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Berdasarkan tabel V.11, pada Asymp. Sig. (2-tailed) terdapat nilai angka sebesar 0,916. Jika dimasukan kedalam rumus kolmogorov-smirnov hasilnya 0,916 > 0,05. Jadi, data responden dalam penelitian ini terdistribusi secara normal.
b. Persamaan Regresi
1) Analisis Regresi Linier Sederhana
Regresi linier merupakan sebuah prosedur hubungan matematis untuk mengukur ada tidaknya pengaruh dimensi – dimensi pada variabel independen dan variabel dependen. Berikut hasil analisis regresi sederhana dengan alat bantu SPSS:
Tabel V.12
Analisis Regresi Linier Sederhana
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 7,431 2,310 3,217 ,002 Kualitas Produk ,158 ,032 ,448 4,961 ,000
a. Dependent Variable: Minat Beli Ulang
Sumber : hasil olah data dengan SPSS
Berdasarkan hasil olah data tabel V.12, dapat dibentuk persamaan sebagai berikut: Y = 7,431 + 0,158X. Berdasarkan data diatas nilai koefisien regresinya sebesar 0,158 yang artinya, setiap penambahan satu nilai pada persepsi konsumen pada kualitas produk (variabel X) maka akan memberikan kenaikan sebesar 0,158. Jadi, dapat dikatakan bahwa persepsi konsumen pada kualitas produk mempunyai pengaruh terhadap minat beli ulang konsumen.
2) Uji Hipotesis (Uji t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada penelitian ini digunakan uji satu pihak kanan dengan tingkat kepercayaan 0,05 (5%).
a. Merumuskan Hipotesis
H0 ; β ≤ 0, persepsi konsumen pada kualitas produk tidak berpengaruh positif terhadap minat beli ulang. Ha ; β > 0, persepsi konsumen pada kualitas produk berpengaruh positif terhadap minat beli ulang.
b. Menentukan Level of Significance (α)
Level of Significance atau tingkat signifikansinya sebesar 0,05 (5%).
c. Menentukan nilai thitung dan ttabel
Nilai thitung pada penelitian ini yaitu 4,961 (dari tabel V.12). Tingkat kepercayaan yang digunakan 0,05 (5%). Kemudian derajat bebas (df) = n – k, (df) = 100 – 2 = 98. Lalu dicari pada tabel distribusi t, dan diperoleh 1,66055.
d. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis thitung ≤ ttabel = Ha ditolak
e. Membuat Kesimpulan
Berdasarkan tabel V.12 dapat dikatakan bahwa nilai t hitung variabel kualitas produk (X) sebesar 4,961 dan nilai signifikasinya 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 dan thitung lebih besar dari 1,66055 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya persepsi konsumen pada kualitas produk (X) berpengaruh terhadap minat beli ulang (Y).