BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Hasil Pengujian Sifat Mekanis Tanah Gambut
Dalam pengujian ini diperoleh hubungan antara kadar air optimum dan berat isi kering maksimum. Peneliti menggunakan metode pengujian dengan uji pemadatan Proctor Standar. Hasil uji pemadatan Proctor Standar sampel tanah gambut ditampilkan pada Tabel 4.4 dan kurva pemadatan ditampilkan pada Gambar 4.1.
Tabel 4.4 Hasil pengujian pemadatan tanah gambut
Data Pengujian Hasil
Kadar air optimum (wopt) 98%
Berat isi kering maksimum (๐พ๐) 0,419 gr/cm3
36 Gambar 4.1 Grafik hasil uji pemadatan tanah gambut
Berdasarkan Gambar 4.1 diatas kadar air optimum tanah gambut sebesar 98% sedangkan untuk berat isi kering maksimum didapat 0,419 gr/cm3. Pembuatan sampel untuk direct shear test yang telah dipadatkan menggunakan data berat isi kering maksimum pada hasil pengujian Proctor Standar sebelumnya yaitu 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ, 106% ๐พ๐๐๐๐ฅ dan 103% ๐พ๐๐๐๐ฅ.
4.5.2 Direct shear test
Hasil pengujian direct shear terhadap sampel tanah gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ disajikan dalam Tabel 4.5 kemudian dilakukan analisis perhitungan untuk mengetahui nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (ฯ).
Data Sampel
Nama Sampel = 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Diameter = 60 mm Tinggi = 20 mm Luas = 2826 mm2 Kalibrasi = 0,5
y = -0,0002x2+ 0,0450x - 1,7788
0,35 0,4 0,45 0,5 0,55 0,6 0,65
85 90 95 100 105 110
Berat Isi Kering (gr/cm3)
Kadar Air (%)
Berat Isi Kering ZAVL Regresi Berat Isi Kering
37 Tabel 4.5 Data hasil pengujian geser langsung tanah gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ
Gaya
38
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
Setelah hasil tegangan geser pada setiap pergesaran horizontal di setiap pembebanan diketahui maka dibuat grafik hubungan antara pergesaran horizontal dengan tegangan geser yang ditampilkan dalam Gambar 4.2.
Gambar 4.2 Grafik hubungan horizontal displacement dengan shear stress pada tanah gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ
39 Perhitungan regresi linear
Untuk mendapatkan perhitungan regresi linear, data-data tegangan normal dan tegangan geser dirangkum ke dalam Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Data perhitungan regresi linear tanah gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ
No. x y xy x2
1 0,007 0,024 0,000 0,000
2 0,014 0,026 0,000 0,000
3 0,028 0,027 0,001 0,001
ฦฉ 0,049 0,078 0,001 0,001
Persamaan regresi ( y = Ax + B )
A= ๐ โ ๐ฅ๐ฆโโ ๐ฅ โ ๐ฆ
๐ โ ๐ฅ2โ(โ ๐ฅ)2
=
3(0,001)โ(0,049)(0,078)3(0,001)โ(0,049)2 = 0,092 ๐ต =โ ๐ฆ โ ๐ด โ ๐ฅ
๐ =(0,078) โ (0,092)(0,049)
3 = 0,024
y = 0,106x + 0,024
Maka, persamaan regresi yang telah diperoleh dirangkum ke dalam Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil perhitungan regresi linear tanah gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ
x (MPa) y1 (MPa)
0,000 0,024
0,007 0,025
0,014 0,026
0,028 0,027
40 Gambar 4.3 Grafik hubungan normal stress dengan shear stress pada tanah
gambut 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Dari Gambar 4.3 di dapat persamaan
๐f = ๐ + ๐๐ก๐๐๐
a. 0,025 = c + 0,007 tanษธ b. 0,026 = c + 0,014 tanษธ c. 0,027 = c + 0,028 tanษธ Eliminasi persamaan b dan persamaan a
0,025 = c + 0,007 tanษธ 0,026 = c + 0,014 tanษธ - -0,001 = 0,007 tanษธ tanษธ = 0,129
ษธ = 7,326 0 c = 0,024 MPa Eliminasi persamaan c dan persamaan a
0,025 = c + 0,007 tanษธ 0,027 = c + 0,028 tanษธ - -0,002 = -0,021 tanษธ
tanษธ = 0,090 ษธ = 5,170 0 c =0,024 Mpa
0,0240 0,0260 0,0280
0,0000 0,0300
Shear Stress (MPa)
Normal Stress (MPa) Sebelum regresi Sesudah regresi
41 Eliminasi persamaan c dan persamaan b
0,026 = c + 0,014 tanษธ 0,027 = c + 0,0128 tanษธ - 0,001 = -0,014 tanษธ tanษธ = 0,064 ษธ = 3,678 0 c = 0,025 MPa Maka,
ษธ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ =7,326 + 5,170 + 3,678
3 = 5,391O
๐ถ๐๐๐ก๐โ๐๐๐ก๐ = 0,024 + 0,024 + 0,025
3 = 0,024 MPa
Setelah melakukan perhitungan seperti diatas untuk setiap sampel diperoleh nilai sudut geser dalam dan kohesi yang disajikan dalam Tabel 4.9.
4.6 Variasi Nilai Berat Isi Kering Tanah Gambut
Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh nilai berat isi kering tertinggi adalah sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ yaitu sebesar 0,457 gr/cm3 dan nilai berat isi kering terendah adalah sampel undisturbed sebesar 0,126 gr/cm3.
Tabel 4.8 Variasi nilai berat isi kering tanah gambut.
No. Nama Sampel Berat Isi Kering (gr/cm3) Sampel 1 Sampel 2
1 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,451 0,457
2 106% ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,443 0,445
3 103% ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,432 0,434
4 Disturbed 0,138 0,139
5 Undisturbed 0,126 0,126
Dari Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa sampel yang dipadatkan memiliki nilai berat isi kering yang lebih tinggi dari sampel undisturbed dan sampel disturbed. Jenis sampel yang telah mengalami pemadatan memiliki nilai berat isi kering yang tinggi karena telah mengalami pengeringan sampel terlebih dahulu
42 hingga kadar air 0% dan kadar air yang lebih rendah daripada jenis sampel undisturbed dan disturbed.
Gambar 4.4 Grafik variasi nilai berat isi kering tanah gambut
4.7 Pengaruh Kepadatan Relatif Terhadap Nilai Sudut Geser Dalam dan Kohesi Tanah Gambut
Pada Tabel 4.9 dan Gambar 4.5 dengan jenis sampel yang berbeda dapat dilihat bahwa semakin rendah nilai dari berat isi kering tanah gambut maka semakin menurun nilai suatu kepadatan relatif tanah gambut tersebut.
Tabel 4.9 Pengaruh kepadatan relatif (Rc) terhadap sudut geser dalam dan nilai kohesi tanah gambut
43 0,000
20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000
0,000 0,100 0,200 0,300 0,400 0,500 0,600
Berat Isi Kering, ฮณd (gr/cm3)
Kepadatan Relatif, Rc (%)
Begitu juga sebaliknya dengan meningkatnya nilai berat isi kering tersebut maka semakin meningkat pula nilai kepadatan relatif tanah gambut. Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai berat isi kering dengan kepadatan relatif berbanding lurus.
Gambar 4.5 Grafik pengaruh berat volume kering tanah gambut terhadap kepadatan relatif (Rc)
Pada Tabel 4.9 diperoleh bahwa berat volume kering mempengaruhi nilai sudut geser dalam tanah gambut (ฯ). Nilai sudut geser dalam (ฯ) tertinggi adalah jenis sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ yaitu 5,391o. Hal tersebut dipengaruhi oleh pemadatan yang telah dilakukan terlebih dahulu dengan tujuan menaikkan nilai sudut geser dalam dan kohesi tanah gambut. Nilai sudut geser dalam tanah gambut tersebut sangat dipengaruhi oleh berat volume kering tanah gambut. Semakin tinggi nilai berat volume kering gambut tersebut maka semakin tinggi kepadatan relatifnya dan menyebabkan nilai sudut geser dalam tanah gambut semakin tinggi juga seperti di tunjukkan pada Gambar 4.6.
44 0
0,005 0,01 0,015 0,02 0,025 0,03
0,000 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000
Kohesi, C (MPa)
Kepadatan Relatif, Rc (%) 0,000
1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000
0,000 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 Sudut geser dalam ฯ(o)
Kepadatan Relatif, Rc (%)
Gambar 4.6 Grafik pengaruh kepadatan relatif (Rc) terhadap sudut geser dalam tanah gambut
Gambar 4.7 Grafik pengaruh kepadatan relatif (Rc)terhadap nilai kohesi tanah gambut
Berdasarkan Tabel 4.9 dan Gambar 4.7 nilai kohesi tanah gambut bervariasi dikarenakan berat volume kering diperoleh bervariasi. Dan nilai kohesi tertinggi adalah jenis sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ yaitu 0,024 MPa. Dari Gambar 4.6 dan Gambar 4.7 juga diketahui bahwa uji pemadatan yang dilakukan memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap nilai kohesi tanah gambut tetapi cukup berpengaruh untuk sudut geser dalam tanah gambut. Namun, nilai kohesi tanah gambut tetap rendah dan sudut geser dalamnya tetap rendah juga.
45 4.8 Normal Stress dan Shear Stress pada Jenis Sampel Tanah Gambut
Dari Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai shear stress mengalami peningkatan pada sampel yang dipadatkan dibandingkan dengan sampel yang tidak dipadatkan. Nilai shear stress tertinggi ada pada sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ yaitu sebesar 0,027 Mpa pada pembebanan 78,480 N.
Tabel 4.10 Rekapitulasi nilai normal stress dan shear stress pada jenis sampel tanah gambut
Beban (N)
Jenis Sampel Undisturbed(MPa) Disturbed(MPa) 103%
๐พ๐๐๐๐ฅ(MPa)
Gambar 4.8 Grafik hubungan antara normal stress dengan shear stress
4.9 Perbandingan Data Penelitian Tanah Gambut Desa Pohan Tonga dan Desa Nagasaribu
Tanah gambut memiliki karakteristik tanah yang bervariasi pada setiap daerah dipengaruhi oleh kematangan serat gambut tersebut serta kandungan unsur-unsur di dalamnya. Berikut ini data hasil penelitian tanah gambut dari Desa Pohan Tonga dan Desa Nagasaribu ditinjau dari beberapa parameter berikut :
0,015
0,002 0,007 0,012 0,017 0,022 0,027 0,032
Shear Stress, ฯ(MPa)
Normal Stress, ฯn(MPa)
Disturbed Undisturbed Disturbed 103%
Disturbed 106% Disturbed 108%
46 1. Index properties
Adapun data hasil penelitian tanah gambut Desa Pohan Tonga dan Desa Nagasaribu, ditampilkan pada Tabel 4.11.
2. Klasifikasi tanah gambut
Klasifikasi tanah gambut berdasarkan nilai kadar abu, kadar organik dan nilai pH ditunjukkan pada Tabel 4.12.
3. Unsur mineral tanah gambut
Unsur-unsur mineral tanah gambut ditampilkan pada Tabel 4.13.
4. Pengujian pemadatan tanah (compaction test)
Hasil pengujian pemadatan tanah gambut yang terdiri dari kadar air optimum dan berat isi kering maksimum ditampilkan pada Tabel 4.14.
5. Pengujian kuat geser tanah (direct shear test)
Pengujian kuat geser tanah gambut berguna untuk mencari parameter kuat geser tanah gambut yang terdiri dari kohesi dan sudut geser dalam, ditunjukkan pada Tabel 4.15.
Tabel 4.11 Hasil penelitian index properties tanah gambut Pohan Tonga dan Nagasaribu
No. Data pengujian Hasil penelitian
Pohan Tonga Nagasaribu
1 Kadar air(w)% 729,333 752,833
2 Specific gravity ( Gs) 1,364 1,533
3 Angka pori (e) 5,604 3,908
4 Berat volume basah (ฮณb)gr/cmยณ 1,044 0,760 5 Berat volume kering (ฮณd)gr/cmยณ 0,126 0,196
Tabel 4.12 Hasil penelitian klasifikasi tanah gambut Pohan Tonga dan Nagasaribu
No. Data pengujian Hasil penelitian
Pohan Tonga Nagasaribu
1 Kadar abu% 8,260 22,424
2 Kadar Organik% 91,740 77,576
3 Keasaman (pH) 5,5 6
47 Tabel 4.13 Hasil penelitian unsur mineral tanah gambut Pohan Tonga dan
Nagasaribu
No. Data pengujian Hasil penelitian
Pohan Tonga Nagasaribu
Tabel 4.14 Hasil pengujian pemadatan tanah gambut Pohan Tonga dan Nagasaribu
No. Data pengujian Pohan
Tonga
Nagasaribu
1 Kadar air optimum% 98 94
2 Berat volume kering maksimum gr/cmยณ 0,419 0,474 Tabel 4.15 Hasil pengujian geser lansung tanah gambut Pohan Tonga dan
Nagasaribu
Undisturbed 0,019 0,375
Nagasaribu
108 % ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,024 5,935
105% ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,023 4,942
103% ๐พ๐๐๐๐ฅ 0,024 4,279
Disturbed 0,019 0,813
Undisturbed 0,019 0,417
48 4.10 Perbandingan Daya Dukung Tanah Gambut Sebelum
Dipadatkan dan Sesudah Dipadatkan
Direncanakan sebuah pondasi bujur sangkar di lokasi pengambilan sampel sampel tanah gambut dengan kedalaman pondasi 1,4 m dan ukuran pondasi 2,0 m
ร 2,0 m. Kedudukan muka air tanah sama dengan muka tanah, seperti ditampilkan pada Gambar 4.8.
Data :
Dr = 140 cm B = 200 cm
Tabel 4.16 Rekapilutasi sudut geser dalam, kohesi dan berat volume tanah gambut sampel undisturbed dan 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ
Jenis sampel ฮฆ (แดผ)
c (kg/cmยฒ)
๐พsat
(kg/cmยณ) Nc Nq Nฮณ
Undisturbed 0,375 0,019 0,001044 5,823 1,048 0,0105 108%๐พ๐๐๐๐ฅ 5,391 0,024 0,00101 7,518 1,722 0,173
Gambar 4.9 Sketsa pondasi bujur sangkar 1. Sampel undisturbed
qu =1,3cNc + qNq + 0,4ฮณBNฮณ
qu=(1,3)(0,019)(5,823) + (0,001044-0,001)(140)(1,048) + (0,4)( 0,001044-0,001)(200)( 0,0105)
qu = 0,150 kg/cm2 2. Sampel 108%๐พ๐๐๐๐ฅ
qu = 1,3cNc + qNq + 0,4ฮณBNฮณ
qu = (1,3)( 0,024)( 7,518) + (0,00101-0,001)(140)( 1,722) + (0,4)( 0,00101-0,001)(200)( 0,173)
2,00 m
1,40 m
49 qu = 0,237 kg/cm2
Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa selain meningkatkan nilai kuat geser tanah gambut, pemadatan tanah juga dapat meningkatkan nilai daya dukung tanah gambut. Tanah gambut undisturbed mempunyai daya dukung ultimit sebesar 0,150 kg/cm
2
sedangkan nilai daya dukung tanah gambut ultimit setelah dipadatkan yaitu jenis sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ sebesar 0,237 kg/cm2.
50 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Dari data penelitian yang kemudian dianalisis dapat diambil kesimpulan diantaranya:
1. Tanah gambut Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara memiliki kadar air lapangan 729,333%
serta berat spesifik sebesar 1,364.
2. Berdasarkan ASTM D447-992 (2002) tanah gambut Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara diklasifikasikan sebagai tanah gambut berkadar abu medium (Medium ash) karena memiliki kadar abu 8,260% dan memiliki kadar organik sebesar 91,740%.
3. Berdasarkan ASTM D447-992 (2002) tanah gambut Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara termasuk dalam jenis Moderately acidic peat karena memiliki kadar keasaman (pH) 5,5.
4. Dari uji pemampatan Proctor Standar diperoleh kadar air optimum sebesar 98% dan berat isi kering maksimum sebesar 0,419 gr/cm3. Pengaruh pemampatan tanah gambut adalah menaikkan nilai berat isi kering sampel undisturbed 0,126 gr/cm3menjadi 0,454 gr/cm3 pada sampel108%๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar sehingga kepadatan relatif juga meningkat dari 30,048% menjadi 108% pada sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar.
5. Nilai sudut geser dalam tanah gambut tertinggi adalah jenis sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar yaitu 5,391o dengan kohesi 0,024 MPa dibandingkan jenis sampel undisturbed yang memiliki sudut geser dalam sebesar 0,375o dengan kohesi 0,019 MPa.
6. Pemampatan tanah gambut dengan Proctor Standar yang dilakukan tidak besar pengaruhnya terhadap nilai kohesi, tetapi berpengaruh besar dalam meningkatkan nilai sudut geser dalam yaitu dari
51 0,375opada sampel undisturbed menjadi 5,391o pada sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar.
7. Dari hasil penelitian tanah gambut Desa Pohan Tonga dan Desa Nagasaribu diperoleh bahwa nilai sudut geser tertinggi tanah gambut Desa Pohan Tonga pada sampel 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar yaitu 5,391o dengan kohesi 0,024 MPa dibandingkan dengan tanah gambut Desa Nagasaribu dengan nilai sudut geser tertinggi pada sampel 107%
๐พ๐๐๐๐ฅ Proctor Standar yaitu 5,935o dengan kohesi 0,024 MPa.
8. Hasil penelitian pemampatan tanah gambut Desa Pohan Tonga dan Desa Nagasaribu dengan Proctor Standar yang dilakukan tidak besar pengaruhnya terhadap nilai kohesi disebabkan tidak ada perubahan unsur-unsur mineral tanah gambut , sedangkan nilai sudut geser dalam tanah gambut meningkat dari sampel undisturbed ke disturbed Proctor Standar disebabkan kepadatan relatifnya meningkat.
9. Bahwasanya tanah gambut yang diteliti tidak layak dijadikan tanah dasar suatu konstruksi, karena setelah dimampatkan nilai sudut geser dalam tanah gambut tetap rendah dan nilai kohesinya tetap rendah.
Maka alternatif yang perlu dilakukan yaitu pergantian jenis tanah dasar atau hindari lokasi ini untuk bangunan konstruksi sipil.
5.2 Saran
1. Dalam pengambilan sampel hendaknya perlu diperhatikan lokasi pengambilan sampel yang akan diuji dan tujuan dari penelitian agar data- data yang diinginkan dapat diketahui.
2. Menjaga kestabilan kondisi tanah dalam tabung diperhatikan faktor suhu dan penempatan tabung agar menjaga kondisi tanah dalam tabung tidak berubah kadar airnya.
โ/
52 DAFTAR PUSTAKA
Adhi, W. (1988) โPhysical and Chemical Characteristics of Peat Soils of Indonesiaโ, Dalam Indonesian Agric. Res. And Dev. Jourโฏ: 59-64. AARD.
Bogor., 10 (3).
Andriesse, J. (1992) Tropical Lowland Peats in Southeast Asia. Amsterdam: Dept.
of. Agric. Res. Of the Royal Tropical Institute.
Annesirait (2016) โPeta Sebaran Gambut di Indonesiaโ. Available at:
http://www.greenpeace.org/.
ASTM D2974-87 (1993) Standard Test Methods for Moisture, Ash, and Organic Matter of Peat and Other Organic Soils. United Stateโฏ: ASTM International.
ASTM D4427-92 (2002) Standard Classification of Peat Samples by Laboratory Testing. International Journal of the Physical Sciences, United States of America: Annual Book of ASTM Standards sec 4.
Badan Standardisasi Nasional (1994) โSNI 03-3637-1994 Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus Dengan Cetakan Benda Ujiโ, pp. 2โ5.
Badan Standardisasi Nasional (2008) โSNI 1965:2008 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratoriumโ, p. 16.
Badan Standardisasi Nasional (2016) โSNI 3420:2016 Metode Uji Kuat Geser Langsung Tanah Tidak Terkonsolidasi dan Tidak Terdrainaseโ.
Bowles, J. E. (1991) Analisis dan desain pondasi. 4th edn. Erlangga, Jakarta.
Bowles, J. E. J. K. H. (1991) Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika
Driessen dan Sudjadi (1984) โProblem Soil In Indonesia And Their Menagement Centre For Soil Research Ministry, Of Agricultureโ, Dalam Pemberitaan dan penelitian tanah. No. 9. tahun 1990. Bogor.
Feriyansyah, H. (2013) โAnalisis Stabilitas Lereng (Studi Kasus di Kelurahan Sumur Batu Bandar Lampung)โ, Universitas Lampung, Lampung.
Firdaus, P. A., Setyanto, Herison, A. (2018) โPengaruh Derajat Kejenuhan pada Tanah Gambut Menggunakan Uji Kuat Geser Tanahโ, JRSDD,Edisi September 2018, 6.
53
Hardjowigeno, S. (1986) โGenesis dan Klasifikasi Tanahโ, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB: Bogor.
Hardjowigeno, S. (1996) โPengembangan Lahan Gambut untuk Pertanian Suatu Peluang dan Tantanganโ, Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Tanah Fak.Pert. IPB.
Head, K. H. (1982) โManual Of Soil Laboratory Testingโ, 2, pp. 509โ562.
Kazemian, S., Huat, B. B. K., Prasad, A. & Barghchi, M. (2011) โA State of an Art Review of Peat from General Perspectiveโ, International Journal of The Physical Sciences, pp. 1974-1981. ISSN 1992-1950, 6(8).
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2019) โPeta Kesatuan Hidrologi Gambutโ. Available at: [email protected].
Lea, F. M. (1956) โThe Chemestry of Cement and Concreteโ, London: Edward Arnold (Publishers) Ltd.
Limbong, E. L. Y. (2018) โPengaruh Pemadatan Terhadap Nilai Kohesi dan Sudut Geser Tanah Gambut Perkebunan IV Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utaraโ, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Mochtar, N. E. (2001) Pertanian Lahan Gambut: Potensi dan Kendala. Jakarta:
Penerbit Kanisius.
Mutalib, A.Aa, J.S. Lim, M. H. W. and L. K. (1991) โCharacterization, distribution and utilization of peat in Malaysiaโ, Proc. International Symposium on tropical peatland. 6-10 May 1991, Kuching, Serawak, Malaysia.
Nurdin, S. (2011) โAnalisis perubahan kadar air dan kuat geser tanah gambut Lalombi akibat pengaruh temperatur dan waktu pemanasanโ, Jurnal SMARTEK, 9(2), pp. 88โ108.
Nursanti, I., Rohim, A. M. (2013) โPengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Gambutโ, Fakultas Pertanian, Univ. Sriwijaya.
Panjaitan, S. R. . (2013) โKajian Terhadap Nilai Kuat Geser Tanah Gambut Muara Batang Toru Sumatera Utara Setelah Mengalami Pemampatan Awalโ, Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Medan, Medan.
Proctor, R. R. (1933) โFundamental Priciples of Soil Compactionโ, Engineering News-Record.
54 Rahayu, W., Lisdiyanti, P., & Pratama, E. R. (2015) โTanah Gambut Melalui Uji Triaksial Consolidated Undrained dan Unconsolidated Undrained. Jurnal Teknik Sipil, ISSN 2982โ, Jurnal Teknik Sipil, 201-208, ISSN 0853-2982 201-208, ISSN 0853-0853-2982, 22 (3), pp. 201โ208.
Roesyanto dan Putri, V. R. (2020) โEffect of Compaction and Direct Shear Test Values on Paet Soil of Batubara Regency, Sumatera Utara Provinceโ, Paper of 2nd Talenta Conference on Engineering Science and Technology October 17th 2019. Vol. 801, No. 14. Medan. Indonesia.
Roesyanto dan Ritonga, A. . (2020) โShear Strength Parameters of Peat Soil of District of Asahan by Direct Shear Testโ, Paper of 2nd Talenta Conference on Engineering Science and Technology October 17th 2019. Vol. 801, No.
13. Medan. Indonesia.
Sallberg, J. R. (1965) โShear Strength. In Methods of Soil Analysis, Eds. C.A.
Black. D. D. Evans, J. L. E. White, L. E. Ensminger, and F. E. Clark.โ, Agronomy 9: 431-447.
Siregar, H. A. (2018) โNilai Kuat Geser Tanah Gambut dengan Direct Shear Test Akibat Compaction Desa Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batuโ, Universitas Sumatera Utara. Medan.
SNI 03-1966-1990 (2005) โBatas plastis dan indeks plastisitas tanahโ.
Trisurya, A. (2008) โPerilaku Kuat Geser Tanah Gambut Dengan Uji Triaksial CU Akibat Pembasahan dan Pengeringan Setelah Dipadatkanโ, Universitas Indonesia. Depok.
Wesley, L. D. (1977) Mekanika Tanah. cetakan VI. Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
LAMPIRAN
SUMMARY TEST RESULT
Index Properties Summary of Laboratry Test Result Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Rata-rata Water Content 748,428 728,858 710,714 729,333
Specific Gravity 1,334 1,431 1,326 1,364
Void Ratio 5,326 5,883 - 5,604
Compaction Test
Summary of Laboratry Test Result Penambahan air (%)
Summary of Laboratry Test Result Undisturb Disturb Disturb
108%
LAMPIRAN A
INDEX PROPERTIES
KADAR AIR (WATER CONTENT)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal : 13 Maret 2020
Kadar Air Lapangan
No. Sampel 1 2 3
a Berat krus + tanah basah (gr) 51,270 52,160 51,660 b Berat krus + tanah kering (gr) 15,570 15,790 15,840 c Berat Air (gr) 35,700 36,370 35,820 d Berat krus (gr) 10,800 10,800 10,800
e Berat tanah kering (gr) 4,770 4,990 5,040
f Kadar air (w) (%) 748,428 728,858 710,714
g Kadar air rata-rata (%) 729,333
Kadar Air Mula-mula
No. Sampel 1 2 3
a Berat krus + tanah basah (gr) 50,200 50,130 50,220 b Berat krus + tanah kering (gr) 16,000 16,130 16,120 c Berat Air (gr) 34,200 34,000 34,100 d Berat krus (gr) 10,800 10,800 10,800 e Berat tanah kering (gr) 5,200 5,330 5,320 f Kadar air (w) (%) 657,692 637,899 640,977
g Kadar air rata-rata (%) 645,523
A-1
Kadar air rata-rata lapangan = 729,333%
Kadar air rata-rata mula-mula = 645,523%
BERAT SPESIFIK (SPECIFIC GRAVITY)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal : 13 Maret 2020
No. Piknometer 1 2 3
Berat Piknometer (W1) 58,400 58,400 58,400
Berat Piknometer + Tanah (W2) (gr) 67,770 67,520 68,930 Berat Tanah (W2-W1)(gr) (gr) 9,370 9,120 10,530 Berat Piknometer + Tanah + Air (W3) (gr) 110,970 112,320 111,670 Berat Piknometer + Air Sebelum Koreksi (W4) (gr) 109,620 110,570 110,080
Temperatur (TยฐC) 27,000 27,000 27,000
Faktor Koreksi 0,998 0,998 0,998
Berat Piknometer + Air Setelah Koreksi (W4') (gr) 108,622 109,572 109,082 Isi tanah (W2 - W1 + W4' - W3) (gr) 7,022 6,372 7,942
Berat Jenis 1,334 1,431 1,326
Berat Jenis Rata-rata 1,364
A-2
Berat jenis rata-rata = 1,364
ANGKA PORI (VOID RATIO)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal : 13 Maret 2020
No. Sampel 1 2
Berat Ring 70,000 70,000
Berat Ring + sampel kering 91,650 91,120
Berat sampel kering 21,650 21,120
Tinggi sampel 2,000 2,000
Diameter sampel 6,000 6,000
Luas sampel 28,286 28,286
Volume Sampel (V) 56,571 56,571
Specific gravity (Gs) 1,364 1,364
Volume butiran padat (Vs) 8,942 8,220
Volume pori (Vv) 47,629 48,352
Angka pori (e) 5,326 5,883
Rata-rata angka pori (e) 5,604
A-3
Angka pori rata-rata = 5,604
LAMPIRAN B
COMPACTION TEST
UJI PEMAMPATAN (COMPACTION TEST)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal : 13 Maret 2020
Berat tanah basah (gr) 2000 2000 2000 2000 2000
Kadar air mula-mula (%) 0 0 0 0 0
Penambahan air (%) 3 6 9 12 15
Penambahan air (cc) 60 120 180 240 300
Kepadatan :
Berat tanah + cetakan (gr) 5064 5092 5127 5132 5143 Berat cetakan (gr) 4365 4365 4365 4365 4365 Berat tanah basah (gr) 699 727 762 767 778 Isi cetakan (cm3) 934,430 934,430 934,430 934,430 934,430 Berat isi basah (gr/cm3) 0,748 0,778 0,815 0,821 0,833 Berat isi kering (gr/cm3) 0,397 0,407 0,418 0,414 0,408 Kadar air :
Tanah basah + cawan (gr) 30,250 30,320 31,330 31,350 31,250 Tanah kering + cawan(gr) 21,120 21,020 21,320 21,170 20,820 Berat air (gr) 9,130 9,300 10,010 10,180 10,430 Berat cawan (gr) 10,800 10,800 10,800 10,800 10,800 Berat tanah kering (gr) 10,320 10,220 10,520 10,370 10,020 Kadar air (%) 88,469 90,998 95,152 98,168 104,092
B-1
0.350 0.400 0.450 0.500 0.550 0.600 0.650
86 88 90 92 94 96 98 100 102 104
Berat isi kering (gr/cm3)
Kadar air (%)
Series1 ZAVL
GAMBAR GRAFIK HUBUNGAN ANTARA KADAR AIR DENGAN BERAT ISI KERING PADA
TANAH GAMBUT DESA POHAN TONGA KECAMATAN SIBORONGBORONG
KABUPATEN TAPANULI UTARA
0.560
Berat Isi Kering Regresi Berat Isi Kering Poly. (Berat Isi Kering)
y = -0.0002x2+ 0.0450x - 1.7788
Regresi Berat Isi Kering Linear (ZAVL)
Berat Isi Kering maksimum (gr/cm3) = 0,419 Kadar air optimum (%) = 98
LAMPIRAN C
DIRECT SHEAR TEST
UJI BERAT ISI (DENSITY TEST) (SAMPEL UNDISTURBED)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal :
1 Nomor Sampel 1 2
2 Massa tanah basah + ring (gr) 128,900 129,130 3 Massa ring (gr) 70,000 70,000 4 Massa tanah basah (2)-(3) (gr) 58,900 59,130 5 Tinggi contoh (cm) 2,000 2,000 6 Diameter contoh (cm) 6 6 7 Isi contoh 1/4 x ฯ x (6)2 x (5) (cm3) 56,520 56,520 8 Berat isi basah (4)/(7) (gr/cm3) 1,042 1,046 9 Kadar air (%) 729,333
10 Berat isi kering (100 x (8))/(100 + (9)) (gr/cm3) 0,126 0,126 11 Rata-rata berat isi kering (gr/cm3) 0,126
12 Rata-rata berat isi basah (gr/cm3) 1,044
C-1A
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL UNDISTURBED
0,0200 0,0220 0,0240
0,0000 0,0300
Shear Stress (MPa)
Normal Stress (MPa) Sebelum regresi Sesudah regresi
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL UNDISTURBED (DIRECT SHEAR TEST)
DATA SAMPEL
Diameter = 60,000 mm Tinggi = 20,000 mm Luas = 2826,000 mm2 Kalibrasi Alat = 0,5
Normal stress ฯn(Mpa) 0,007 0,014 0,028
Shear stress at failure ฯ (Mpa) 0,019 0,020 0,020
Horizontal displacement at failure ฮดH (mm) 8,000 7,500 8,500
0,000 0,005 0,010 0,015 0,020 0,025
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
Horizontal Displacement, ฮดH (mm) 19,62 N 39,24 N 78,48 N
Sudut Geser Dalam (ษธ) = 0,375o
Kohesi (c) = 0,019 Mpa
UJI BERAT ISI (DENSITY TEST) (SAMPEL DISTURBED)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal :
1 Nomor Sampel 1 2
2 Massa tanah basah + ring (gr) 126,920 127,020 3 Massa ring (gr) 70,000 70,000 4 Massa tanah basah (2)-(3) (gr) 56,920 57,020 5 Tinggi contoh (cm) 2,000 2,000 6 Diameter contoh (cm) 6,000 6,000 7 Isi contoh 1/4 x ฯ x (6)2 x (5) (cm3) 56,520 56,520 8 Berat isi basah (4)/(7) (gr/cm3) 1,007 1,009 9 Kadar air (%) 101,920
10 Berat isi kering (100 x (8))/(100 + (9)) (gr/cm3) 0,499 0,500 11 Rata-rata berat isi kering (gr/cm3) 0,499
12 Rata-rata berat isi basah (gr/cm3) 1,008
C-2A
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL DISTURBED
Reading Gaya Geser Teg.Geser (t1)
Dial
Reading Gaya Geser Teg.Geser (t2)
Dial
Reading Gaya Geser Teg.Geser (t3)
0,0194 Horizontal displacement at failure ฮดH (mm) 10,000 10,500 12,000
0,000
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
Horizontal Displacement, ฮดH (mm) 19,62 N 39,24 N 78,48 N
UJI BERAT ISI (DENSITY TEST) (SAMPEL 108% ๐พ๐๐๐๐ฅ)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal :
1 Nomor Sampel 1 2
2 Massa tanah basah + ring (gr) 119,520 120,100 3 Massa ring (gr) 70,000 70,000
4 Massa tanah basah (2)-(3) (gr) 49,520 50,100
5 Tinggi contoh (cm) 2,000 2,000 6 Diameter contoh (cm) 6 6 7 Isi contoh 1/4 x ฯ x (6)2 x (5) (cm3) 56,520 56,520 8 Berat isi basah (4)/(7) (gr/cm3) 0,876 0,886 9 Kadar air (%) 94,080
10 Berat isi kering (100 x (8))/(100 + (9)) (gr/cm3) 0,451 0,457 11 Rata-rata berat isi kering (gr/cm3) 0,454
12 Rata-rata berat isi basah (gr/cm3) 0,881
C-3A
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL 108% ๐ธ๐ ๐๐๐
Sudut Geser Dalam (ษธ) = 5,391o
Kohesi (c) = 0,024 Mpa
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL 108% ๐ธ๐ ๐๐๐ (DIRECT SHEAR TEST)
DATA SAMPEL
Diameter = 60,000 mm Tinggi = 20,000 mm Luas = 2826,000 mm2 Kalibrasi Alat = 0,5
Normal stress ฯn(Mpa) 0,007 0,014 0,028
Shear stress at failure ฯ (Mpa) 0,024 0,026 0,027
Horizontal displacement at failure ฮดH (mm) 8,000 9,500 10,500
0,000 0,005 0,010 0,015 0,020 0,025 0,030
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
Horizontal Displacement, ฮดH (mm) 19,62 N 39,24 N 78,48 N
0,0240 0,0260 0,0280
0,0000 0,0300
Shear Stress (MPa)
Normal Stress (MPa) Sebelum regresi Sesudah regresi
UJI BERAT ISI (DENSITY TEST)
(SAMPEL SAMPEL 106%/ ๐พ๐๐๐๐ฅ)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal :
1 Nomor Sampel 1 2
2 Massa tanah basah + ring (gr) 119,630 119,810 3 Massa ring (gr) 70,000 70,000 4 Massa tanah basah (2)-(3) (gr) 49,630 49,810 5 Tinggi contoh (cm) 2,000 2,000
6 Diameter contoh (cm) 6 6
7 Isi contoh 1/4 x ฯ x (6)2 x (5) (cm3) 56,520 56,520 8 Berat isi basah (4)/(7) (gr/cm3) 0,878 0,881 9 Kadar air (%) 98,000
10 Berat isi kering (100 x (8))/(100 + (9)) (gr/cm3) 0,443 0,445 11 Rata-rata berat isi kering (gr/cm3) 0,444
12 Rata-rata berat isi basah (gr/cm3) 0,880
C-1A
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL 106% ๐ธ๐ ๐๐๐
Reading Gaya Geser Teg.Geser (t1)
Dial
Reading Gaya Geser Teg.Geser (t1)
Sudut Geser Dalam (ษธ) = 4,393o
Kohesi (c) = 0,023 Mpa
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL 106% ๐ธ๐ ๐๐๐ (DIRECT SHEAR TEST)
Horizontal displacement at failure ฮดH (mm) 8,000 8,500 9,500
0,000
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
UJI BERAT ISI (DENSITY TEST) (SAMPEL 103% ๐พ๐๐๐๐ฅ)
Dikerjakan : Trivonia Br Tarigan NIM : 160404057
Lokasi : Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Tanggal :
1 Nomor Sampel 1 2
2 Massa tanah basah + ring (gr) 119,350 119,540 3 Massa ring (gr) 70,000 70,000 4 Massa tanah basah (2)-(3) (gr) 49,350 49,540 5 Tinggi contoh (cm) 2,000 2,000 6 Diameter contoh (cm) 6,000 6,000 7 Isi contoh 1/4 x ฯ x (6)2 x (5) (cm3) 56,520 56,520 8 Berat isi basah (4)/(7) (gr/cm3) 0,873 0,877 9 Kadar air (%) 101,920
10 Berat isi kering (100 x (8))/(100 + (9)) (gr/cm3) 0,432 0,434 11 Rata-rata berat isi kering (gr/cm3) 0,433
12 Rata-rata berat isi basah (gr/cm3) 0,875
C-1A
UJI GESER LANGSUNG SAMPEL 103% ๐ธ๐ ๐๐๐
Pergeseran (mm) Dial Reading Gaya Geser Teg.Geser
(t1) Dial Reading Gaya Geser Teg.Geser
(t1) Dial Reading Gaya Geser Teg.Geser (t1)
Sudut Geser Dalam (ษธ) = 3,157o
Kohesi (c) = 0,022 Mpa
UJI GESER LANGSUNGSAMPEL 103% ๐ธ๐ ๐๐๐ (DIRECT SHEAR TEST)
Horizontal displacement at failure ฮดH (mm) 10,500 11,000 11,000
0,0000
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
Shear Stress, ฯ(MPa)
LAMPIRAN D
ASTM DAN SNI
A5TM D 2974-87
Standard Test Methods for Moisture, Ash, and
Organic Matter of Peat and Other Organic Soils
American Society for Testing and Materials,
American Society for Testing and Materials,