HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
6.1. Hasil Analisis
6.1.4. Hasil Pengujian Teknik Analisis Data
Dalam menguji apakah semua variabel independen atau bebas mempunyai pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen/terikat dilakukanlah pengujian statistik F. Uji ini dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel, atau menentukan signifikansinya pada alpha 5%. Apabila Fhitung lebih besar daripada Ftabel atau signifikan, maka hipotesis diterima artinya secara bersama-sama variabel kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil.
Untuk menjawab hipotesis tersebut, maka digunakan analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah regresi yang memiliki satu variabel dependen dan lebih dari satu variabel independen. Hasil analisis regresi berganda tersebut akan menghasilkan nilai koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis simultan (F) dan parsial (t) yang diolah melalui SPSS versi 22.0.
6.1.4.1 Pengujian Asumsi Klasik
Hasil uji asumsi klasik pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Uji ini digunakan untuk melihat tingkat kenormalan data yang akan digunakan dan dimasukkan ke dalam model penelitian. Hasil uji normalitas dengan menggunakan histogram dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini:
Gambar 6.1
Uji Normalitas Histogram
Gambar 6.1 menunjukkan kurva telah membentuk lonceng yang sempurna pada titik 0. Hal tersebut memberikan arti bahwa data – data residual penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas data, sehingga dapat dilakukan pengujian lainnya. Namun untuk memberikan keyakinan, maka akan disajikan uji normalitas dengan menggunakan Normal P-Plot sebagai berikut:
Gambar 6.2
Gambar 6.2 menunjukkan bahwa titik – titik pada gambar telah mengikuti garis diagonalnya pada titik 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi secara normal.
2. Multikolinearitas
Uji ini dilakukan untuk melihat dan menyakinkan bahwa variabel – variabel bebas dalam penelitian ini terbebas dari saling mempengaruhi. Uji ini dinyatakan terkena multikolinearitas atau tidak dilihat dari nilai Tolerance yang ada pada kolom Collinearity Statistic menunjukkan nilainya lebih kecil dari 1, atau dapat juga dilihat dari nilai VIF yang bernilai harus lebih kecil dari 5 (Suliyanto, 2011:82). Untuk mengetahui uji ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6.15. Uji Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics
kesimpulan Tolerance VIF
1 (Constant)
Kesetiaan .729 1.373 Tidak ada multikolinearitas
Prestasi_Kerja .155 6.441 Tidak ada multikolinearitas
Tanggung_jawab .422 2.369 Tidak ada multikolinearitas
Ketaatan .638 1.567 Tidak ada multikolinearitas
Kejujuran .218 4.592 Tidak ada multikolinearitas
Kerjasama .670 1.493 Tidak ada multikolinearitas
Prakarsa .804 1.243 Tidak ada multikolinearitas
Kepemimpinan .549 1.822 Tidak ada multikolinearitas
Berdasarkan hasil uji multikolinieritas pada Tabel 6.15, diketahui bahwa seluruh variabel independen (bebas) memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF yang lebih kecil dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinieritas dalam model regresi.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah di dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.
Berdasarkan grafik scatter plot pada Gambar 6.3, terlihat bahwa plot dalam grafik tidak membentuk suatu pola atau tersebar secara random. Hal ini menunjukkan bahwa residual telah homokedastisitas.
Gambar 6.3
Uji ini akan dinyatakan terbebas dari heteroskedastisitas jika titik-titik yang terdapat pada gambar tersebar secara merata. Meratanya titik-titik ini diketahui bahwa titik-titik tersebar diantara titik 0. Melihat pada gambar 6.3 diketahui bahwa titik-titik tersebar merata mengikuti diantara titik 0. Ini dapat dikatakan bahwa data telah terbebas dari masalah heterokedastisitas.
6.1.4.2Uji Regresi Linear Berganda
Berdasarkan olahan data yang telah dilakukan melalui hasil perhitungan SPSS pada kolom Unstandardized Coefficient maka dapat diketahui bahwa hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 6.16 berikut.
Tabel 6.16. Koefisien Hasil Penelitian
Model Unstandardized Coefficients B Std. Error T Sig. 1 (Constant) 2.700 1.767 1.528 .131 Kesetiaan .353 .101 3.511 .001 Prestasi_Kerja .468 .195 2.405 .019 Tanggung_jawab .287 .115 2.504 .015 Ketaatan .255 .117 2.171 .033 Kejujuran .787 .232 3.394 .001 Kerjasama .052 .153 .341 .734 Prakarsa -.308 .128 -2.411 .018 Kepemimpinan .129 .146 .886 .379
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan pada Tabel 6.16 maka diperoleh hasil persaman regresi adalah sebagai berikut:
Y = 0.353X1 + 0.468X2 + 0.287X3 + 0.255X4 + 0,787 X5 + 0.052X6 - 3,08X7 + 0.129X8
Dilihat dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan bahwa:
1. Jika kesetiaan meningkat, dengan asumsi prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
2. Jika prestasi kerja meningkat, dengan asumsi kesetiaan, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
3. Jika tanggungjawab meningkat, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
4. Jika ketaatan meningkat, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
5. Jika kejujuran meningkat, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
6. Jika kerjasama meningkat, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, prakarsa dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
7. Jika prakarsa menurun, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, dan kepemimpinan nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan menurun
8. Jika kepemimpinan meningkat, dengan asumsi kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, dan prakarsa nilainya tetap, maka kinerja PNS juga akan meningkat.
6.1.4.3 Koefisien Determinasi
Uji determinasi ini untuk melihat seberapa besar variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Nilai dari Koefisein Determinasi dilihat dari
Adjusted R Square pada tabel Model Summaryb, yang berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 1 maka model dapat dikatakan baik, karena variabel dependen dijelaskan oleh variabel independennya. Sedangkan Koefisien Korelasi (R) merupakan kuatnya hubungan dan arah dari hubungan antar dua variabel (Sinulingga, 2013). Untuk dapat mengetahui besarnya determinasi variabel bebas menjelaskan variabel terikat dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6.17. Nilai Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .914a .836 .817 1.32303
a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Prakarsa, Kesetiaan, Ketaatan, Kejujuran, Kerjasama, Tanggung_jawab, Prestasi_Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan pada Tabel 6.17 diketahui bahwa nilai RSquare sebesar 0,836 atau sama dengan 83,6%. Artinya bahwa kesetiaan, prestasi kerja, dan tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan
mampu untuk menjelaskan Kinerja pegawai di Sekretariat Pemerintah Kota Medan adalah sebesar 83,6% sisanya 16,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini.
6.1.4.4 Uji F (Simultan)
Uji serempak dilakukan untuk melihat tingkat pengaruh variabel bebas secara Simultan terhadap variabel terikat. Hasil uji secara simultan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 6.18 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 632.609 8 79.076 45.176 .000a
Residual 124.278 71 1.750
Total 756.887 79
a. Predictors: (Constant), Kepemimpinan, Prakarsa, Kesetiaan, Ketaatan, Kejujuran, Kerjasama, Tanggung_jawab, Prestasi_Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja
Sumber: Hasil Output SPSS, 2015
Tabel 6.18 menunjukkan bahwa hasil nilai Fhitung sebesar 45,176 dengan nilai probabilitas pada kolom sig sebesar 0.000. Karena nilai sig lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha (0,000 < 0,05), maka hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positf dan signifikan antara kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan secara bersama-sama atau simultan terhadap
kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
6.1.4.5 Uji t (Parsial)
Uji t dilakukan untuk melihat apakah variabel independen secara individu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 6.16 di atas dan dijelaskan sebagai berikut:
H1: Kesetiaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas kesetiaan lebih kecil dari nilai alpha (0,001 < 0,05), maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesetiaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
H2 : Prestasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas prestasi kerja lebih kecil dari nilai alpha (0,019 < 0,05), maka Ho ditolak dan H2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
H3 : Tanggung jawab berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas tanggung jawab lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha yaitu (0,015 < 0,05), maka Ho ditolak
dan H3 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
H4 : Ketaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas ketaatan lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha (0.033 < 0,05), maka Ho ditolak dan H4
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
H5 : Kejujuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas kejujuran lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha (0.001 < 0,05), maka Ho ditolak dan H5
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejujuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kota Medan.
H6 : Kerjasama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas kerja sama lebih besar dibandingkan dengan nilai alpha (0,734 > 0,05), maka Ho diterima dan H6
ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kerja sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan daerah Pemerintah Kota Medan.
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas Prakarsa lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha (0.018 < 0,05), maka Ho ditolak dan H7
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prakarsa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan daerah Pemerintah Kota Medan.
H8 : Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
Pada Tabel 6.16 diketahui bahwa nilai probabilitas kepemimpinan lebih besar dibandingkan dengan nilai alpha (0.379 > 0,05), maka Ho diterima dan H8 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Badan Pengelola Keuangan daerah Pemerintah Kota Medan.
6.2. PEMBAHASAN