BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4. Deskripsi Hasil Pengujian Hipotesis
4.4.1.3. Hasil Pengujian Uji F dan uji t
Uji F digunakan untuk menguji cocok atau tidaknya model regresi
yang dihasilkan dan uji t digunakan untuk menguji pengaruh
masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun hasil dari uji F
dan uji t adalah sebagai berikut :
Tabel 4.9 : Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2.531 3 .844 2.489 .073a
Residual 14.237 42 .339
Total 16.768 45
a. Predictors: (Constant), PERTUMB.LABA, UKU.PERUSH, PROFIT b. Dependent Variable: NILAI PERUSH
Sumber : Lampiran
Berdasarkan hasil pengujai dengan F test, menunjukkan bahwa nilai
signifikansi (Sig) = 0,073 lebih kecil dari 0,10, hal ini dapat disimpulkan
jika penggunaan model regresi dalam penelitian ini adalah tepat.
54
Tabel 4.10 : Hasil Uji t
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.231 .144 8.561 .000
UKU.PERUSH -3.024E-8 .000 -.298 -2.076 .044 .982 1.018
PROFIT -.027 .014 -.285 -1.975 .055 .972 1.028
PERTUMB.LABA .057 .098 .084 .587 .560 .988 1.012
a. Dependent Variable: NILAI PERUSH
Hasil uji t pada tabel di atas menunjukkan bahwa :
1. Ukuran Perusahaan (X1) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Y),
dapat diterima dengan tingkat [Sig. ,0,044 < 0,10 : signifikan [negatif].
2. Profitabilitas (X2) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Y), dapat
diterima dengan tingkat [Sig. 0,055 < 0,10 : signifikan [negatif].
3. Pertumbuhan Laba (X3) berpengaruh terhadap Nilai perusahaan (Y), tidak
dapat diterima dengan tingkat [Sig. 0,560 > 0,10 : Non signifikan
[positif].
4.5. Pembahasan
Berdasarkan uji secara simultan untuk variabel Ukuran Perusahaan
(X
1), Profitabiltas (X
2), Pertumbuhan Laba (X
3) berpengaruh terhadap Nilai
Perusahaan (Y). Sedangkan untuk variabel Ukuran Perusahaan (X
1) secara
parsial tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, variabel Profitabiltas
(X
2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, variabel
55
Pertumbuhan Laba (X
3) secara parsial berpengaruh terhadap Nilai
Perusahaan.
4.5.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Ukuran Perusahaan
secara parsial berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, hal ini mendukung
hasil penelitian Rahmawati, (2007:32) yang menyatakan ukuran perusahaan
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, karena pada
perusahaan‐perusahaan besar pemilik saham pada dasarnya terpisah dari
manajemen, sehingga kurang berdaya mengubah manajemen dan Karena
perusahaan tidak menjamin profitabilitas yang tinggi. Hal ini memberikan arti
bahwa ukuran perusahaan jasa tranportasi memiliki nilai total asset yang
besar sehingga memiliki kemampuan untuk menghasilkan keuntungan lebih
besar, namun modal yang digunakan juga besar, sehingga profitabilitasnya
bisa jadi tidak terlalu tinggi dan nilai yang cenderung direspon oleh investor
pemegang saham menganggap berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai
perusahaan tercermin dari harga saham yang stabil dan dalam jangka panjang
mengalami kenaikan. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula
nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para
pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan
kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Untuk mencapai hal tersebut,
perusahaan mengharapkan manajer keuangan akan melakukan tindakan
terbaik bagi perusahaan dengan memaksimalkan nilai perusahaan sehingga
kemakmuran (kesejahteraan) pemilik atau pemegang saham dapat tercapai.
56
4.5.2 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Profitabiltas secara
parsial berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa
Sejalan dengan peningkatan likuiditas, jika terjadi peningkatan laba sehingga
ROE meningkat, maka semakin baik kemampuan perusahaan dalam
mengelola modal untuk menghasilkan laba, sehingga nilai perusahaan yang
tercermin dalam PBV akan meningkat Dalam penelitian ini, rasio
profitabilitas diproksi dengan Return On Equity / ROE (Kania dan Bacon,
2005:103). Kenaikan profitabilitas kadang‐kadang diikuti kenaikan
pembayaran dividen karena kenaikan pembayaran dividen dianggap sebagai
sinyal optimisme manajer atas kinerja perusahaan. Hal ini menunjukkan
bahwa apabila terjadi peningkatan profitabilitas, apalagi jika disertai kenaikan
pertumbuhan laba memungkinkan perusahaan memiliki dana cukup besar
untuk membiayai operasinya (termasuk untuk membayar dividen pada
pemegang saham), sehingga hal ini akan mempengaruhi penilaian investor
terhadap perusahaan. Hal ini dapat tercermin dari harga saham. Selanjutnya,
kenaikan harga saham akan menyebabkan kenaikan Nilai Perusahaan. Profit
yang tinggi akan memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik
sehingga dapat memicu investor untuk ikut meningkatkan permintaan saham.
Selanjutnya dengan permintaan saham yang meningkat akan
menyebabkan nilai perusahaan akan meningkat. Profitabilitas menunjukkan
tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat
menjalankan operasinya. Keuntungan yang layak dibagikan kepada
pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Semakin
57
besar keuntungan yang diperoleh semakin besar kemampuan perusahaan
untuk membayarkan devidennya, sehingga dengan profitabilitas yang tinggi
dapat memberikan nilai tambah kepada nilai perusahaanya.
4.5.3 Pengaruh Pertumbuhan laba terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Pertumbuhan Laba
secara parsial tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, hal ini
menunjukkan bahwa menurut Pecking Order Theory, bahwa ”Perusahaan
dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah,
dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana
internal yang berlimpah.”. Suatu perusahaan yang mempunyai earnings yang
stabil akan selalu dapat memenuhi kewajiban finansialnya sebagai akibat dari
penggunaan modal asing. Sebaliknya, perusahaan yang mempunyai earnings
yang tidak stabil dan unpredictable akan menanggung resiko tidak dapat
membayar beban bunga pada tahun atau keadaan yang buruk.( Rakhmawati,
2008). Hal ini menunjukkan bahwa selama ini tidak mencerminkan laba
karena beban hutang yang tinggi sehingga meskipun perusahaan memiliki
pertumbuhan laba yang tinggi tetapi sumber dana internal masih rendah.
58
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil
penelitian tentang pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabiltas, Pertumbuhan
Laba berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan maka dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil pengujian diatas variabel Ukuran Perusahaan
memberikan kontribusi terhadap nilai perusahaan hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan‐perusahaan besar memiliki kemampuan dan sumber
dana lebih besar sehingga dapat memperoleh keuntungan lebih besar.
2. Variabel Profitabiltas memberikan kontribusi terhadap terhadap Nilai
Perusahaan, hal ini menunjukkan hal ini menunjukkan bahwa apabila
terjadi peningkatan profitabilitas, apalagi jika disertai kenaikan
pertumbuhan laba memungkinkan perusahaan memiliki dana cukup besar
untuk membiayai operasinya.
3. Variabel Pertumbuhan Laba tidak memberikan kontribusi terhadap
terhadap Nilai Perusahaan, hal ini menunjukkan hal ini menunjukkan
bahwa pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan likuiditas, jika
terjadi peningkatan laba sehingga growth of earning after tax meningkat,
59
maka semakin baik kinerja perusahaan, sehingga nilai perusahaan yang
tercermin dalam PBV akan meningkat.
5.2. Saran
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikemukakan beberapa saran
yang kiranya dapat dijadikan bahan bagi perusahaan, investor dan peneliti
selanjutnya dalam menentukan kebijaksanaan dimasa yang akan datang.
1. Perusahaan diharapkan meningkatkan efisiensi dan nilai perusahaan
yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan
nilai yang tinggi menunjukan kemakmuran pemegang saham juga
tinggi .
2. Variabel profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap nilai perusahaan, sehingga manajemen harus dapat
meningkatkan profit agar nilai perusahaan meningkat.
3. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan faktor lain
dalam menguji Nilai Perusahaan sehingga penelitian dapat
digeneralisasikan.
42
DAFTAR PUSTAKA
Ang, Robbert , 1997, Buku Pintar : Pasar Modal Indonesia, Mediasoft Indonesia.
Angkoso, Nandi, 2006. Akuntansi Lanjutan. Penerbit. FE Yogyakarta.
Baridwan, Zaki, 2004, Intermediate Accounting, Penerbit BPFE, Yogyakarta Belkaoui, Ahmed Riahi. 2001. Teori Akuntansi. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat Brigham, Eugene dan Houston, Joel F., 2001. Manajemen Keuangan. Alih
Bahasa: Ali Akbar Yulianto. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Dahlan, Siamat ; 1993, Manajemen Lembaga Keuangan, Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indinesia.
Ghozali,Imam. 2001. Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro:Semarang
Harahap, Syafri Sofyan , 2002, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Penerbit PT. Raja Garindo Persada, Jakarta.
Haryanti, 2007. Akuntansi dan Perbankan. Penerbit PT. Raja GRafindo Kasmir, 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Martono, Harjito, Agus, 2005, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit Ekonisia Fakultas Ekonomi UI, Yogyakarta
Munawir S, 2000 , Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogtakarta
Nasir. Mohammad, 2006, Metodologi Penelitian, Jakarta; Ghalia Indonesia. Rahmawati, 2007, Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Dan
Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan-Perusahaan Di Bej Periode 2000 – 2004, Jurnal Riset Akuntansi Volume 6 No. 1, Juni 2007
Riyanto, Bambang, 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE. Riyanto, Bambang. 2000. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
43
Standar Akuntansi Keuangan, 2007. Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian Laporan Keuangan.Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.
Santoso Singgih, 2001, SPSS Statistik Parametik, Komputindo, Jakarta.
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan ”Teori dan Aplikasi”. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Sudarsi, Sri 2000. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividen Payout Ratio pada Industri Perbankan yang Listed di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal bisnis dan ekonomi.
Sudrajat, 2001, Modul Teori Akuntansi, Cetakan Ketiga, Bandung,Alfabeta. Sumarsono, 2002, Metodologi Penelitian, Edisi Pertama, Fakultas Ekonomi, UPN
”Veteran” Jawa Timur.
Sumodiningrat, 2002, Metode Statistika, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta
Sumodiningrat, Gunawan. 2002. Ekonometrika Pengantar. Yogayakarta: BPFE Tandellin, Eduardus. 2001. Pengaruh Investasi dan Manajemen
Portofolio.Yogyakarta: BPFE UGM.
Taswan. 2003. Analisis Integrasi Strategis di LIK dan Dividen terhadap Nilai Perusahaan serta FaktorFaktor yang Mempengaruhinya.” 2005.
Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan. Yogyakarta: BPFE.
Weston, Jeston, Fred, 1990, Manajemen Keuangan, Jilid I Terjemahan, Penerbit Erlangga, Jakarta.