BAB 4 HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.9 Hasil Pengukuran dan Rekomendasi Tindakan Perbaikan
Setelah didapatkan bobot masing-masing indikator kinerjamenggunakan metode ANP dan scoring system menggunakan OMAX, dilakukan perkalian untuk mendapatkan nilai masing-masing indikator kinerja. Pada Tabel 4.8 Hasil Pengukuran Kinerja Supply chain, KPI yang memiliki nilai tertinggi adalah persentase realisasi program pelatihan (KPI 4) dan realisasi program kalibrasi (KPI 5) hal ini dikarenakan berada pada level 10 (optimal) dan harus dipertahankan, atau dapat ditingkatkan dengan menggali informasi pelatihan yang perlu diprogramkan untuk meningkatkan kompetensi.
Perbandingan proses pada SCOR didapatkan nilai tertinggi pada proses plan dan source berturut-turut 1.73 dan 1.47 hal ini selain dikarenakan pada kedua proses tersebut yang memiliki paling banyak indikator kinerja namun pada proses plan, source, make dan return memiliki indikator dengan level berwarna merah sehingga proses-proses tersebut perlu ditingkatkan kinerjanya. Perbandingan atribut pada SCOR didapatkan nilai tertinggi berturut-turut reliability, responsiveness dan asset dengan nilai 2.27, 1.08 dan 1.15 hal ini dikarenakan atribut reliability memiliki jumlah indikator 10 dari 18 indikator selain itu pada atribut reliability juga memiliki jumlah indikator dengan level merah terbanyak yaitu 3dari 6 indikator dengan level merah. Sehingga kehandalan dalam supply chain perlu mendapatkan perhatian lebih banyak. Atribut asset memiliki kinerja yang bagus dikarenakan 2 (dua) atributnya memiliki level maksimal (level 10), hal ini perlu dipertahankan.
66
Tabel 4.8 Hasil Pengukuran Kinerja Supply Chain
Proses Atribut KPI Bobot Scoring Nilai
Plan
Deliver Reliability 15 0.0297 7 0.2082
Return Reliability 16 0.1149 3 0.3447
17 0.0245 2 0.0491
Responsive 18 0.0143 5 0.0716
Berikut adalah beberapa rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan oleh perusahaan berdasarkan hasil analisa menggunakan pembobotan ANP dan Scoring System OMAX, perbaikan yang sangat perlu dilakukan pada KPI yang berada pada level < 3 dari yang memiliki bobot terbesar adalah KPI 11 (waktu pengiriman bahan kimia), KPI 12 (penyelesaian pengujian tepat waktu), KPI 14 (persentase produktifitas analis), KPI 17 (jumlah komplain), KPI 6 (fleksibilitas analis melakukan pengujian) dan KPI 3 (persentase kehadiran pegawai tepat waktu).
Tindakan perbaikan KPI 12 (persentase hasil pengujian tepat waktu)
Hasil rapat tinjauan manajemen disampaikan alasan tidak terpenuhinya sasaran mutu ini antara lain preparasi sampel sulit / preparasi sampel lama, hasil subkontrak dari laboratorium eksternal lama, penugasan analis yang terlalu sering, petugas loket salah input parameter, analis tidak segera melakukan pengujian. Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah :
67
1. Penyelia teknis melakukan penugasan kepada analis lebih baik dan memberikan target penyelesaian per analis, untuk penugasan kegiatan audit sebaikanya diinformasikan minimal 1 minggu sebelum keberangkatan sehingga analis dapat memperkirakan waktu pengujian, dan jika analis belum menyelesaikan kegiatan pengujian maka tidak diperbolehkan untuk kegaitan audit.
2. Terkait kesalahan input dapat diberikan sangsi baik teguran maupun lisan.
Tindakan perbaikan KPI 6 (fleksibilitas analis dalam melakukan pengujian)
Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah meningkatkan fleksibilitas analis, yaitu kemampuan analis dalam melakukan pengujian, terdapat beberapa parameter yang pengujiannya hanya dilakukan oleh satu / dua orang analis.Peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan pelatihan, witness / pendampingan kegiatan pengujian dan evaluasi pelatihan. Sehingga diharapkan nantinya setiap parameter dapat dilakukan pengujian dengan analis lebih banyak.
Tindakan perbaikan KPI 14 (produktifitas analis)
Berdasarkan hasil evaluasi hal ini dikarenakan kurangnya SDM(setiap analis selain melakukan pengujian juga bertugas sebagai tim audit / petugas pengambil contoh) rata-rata kehadiran/absensi 72% tindakan perbaikan yang diusulkan adalah menambah jumlah analis yang kompeten. Namun hal ini tidak memungkinkan karena Kementerian Perindustrian tidak melakukan rekruitment CPNS sehingga yang mungkin bisa dilakukan dengan perekrutan pegawai outsourcing
Tindakan perbaikan KPI 11 (waktu pengiriman bahan kimia)
Berdasarkan data pengiriman bahan kimia dengan target penerimaan maksimum 3 (bulan) setelah pemesanan seperti yang dijanjikan oleh supplier namun terdapat beberapa data dengan pemenuhan pesanan 1 tahun setelah pemesanan, menurut supplier hal ini dikarenakan barang tersebut susah didapatkan karena barang / bahan kimia tersebut dibeli dari luar negeri. Setelah dilakukan evaluasi, ketersediaan bahan kimia tertentu berpengaruh terhadap kegiatan pengujian.Terdapat 3 (tiga) tindakan perbaikan yang diusulkan.
1. Mencari alternative supplier dengan menggali informasi dari laboratorium dengan kebutuhan barang / bahan kimia yang sama sehingga dapat memperoleh informasi supplier yang handal.
68
2. Mengajukan permintaan lebih awal untuk bahan kimia tertentu yang memilki tren pengiriman yang lama.
3. Menambahkan dalam MoU / kerjasama dengan supplier pasal terkait pinalti atau denda jika pengiriman bahan kimia tidak sesuai dengan yang dijanjikan, hal ini dapat dilakukan namun penerapannya terkendala dengan jumlah supplier yang terbatas sehingga harus memiliki alternative supplier.
Tindakan perbaikan KPI 17 (jumlah komplain)
Target minimal adalah 5 komplain pelanggan, namun tahun 2015 terdapat 7 komplain.
Dari 7 komplain, 5 diantaranya adalah meragukan hasil pengujian dan telah dilakukan pengujian ulang 4 dari 5 hasil tetap tidak memenuhi, 1 pengujian ulang memenuhi dikarenakan analis kurang teliti dengan tidak membandingkan dengan sarat mutu, tindakan perbaikan yang diusulkan memastikan analis untuk selalu membawa syarat mutu saat kegiatan pengujian dan 2 kesalahan pengetikan terjadi perbedaan antara aplikasi dengan SNI tindakan perbaikan yang diusulkan melakukan tinjauan ulang untuk aplikasi Sistem Informasi Laboratorium.
Tindakan perbaikan KPI 3 (persentase kehadiran pegawai)
Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah memberikan peringatan sangsi ringan, sedang dan berat berupa teguran lisan atau tertulis kepada pegawai yang terlambat, tergantung dari frekuensi keterlambatan.
69
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan pada pembahasan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Setelah dihitung pembobotan dengan ANP, didapatkan indikator yang memiliki bobot tertinggi yaitu yang memiliki pengaruh besar terhadap kinerja supply chain adalah persentase pengujian tepat waktu, indeks kepuasan pelanggan dan fleksibilitas analis.
2. Dari hasil scoring systemdengan OMAX indikator kinerja yang masih harus ditingkatkan karena berada di bawah target minimal adalah persentase kehadiran pegawai, fleksibilitas analis, waktu pengiriman bahan kimia oleh supplier, persentase waktu penyelesaian pengujian tepat waktu, persentase produktifitas analis, waktu menyelesaikan komplain pelanggan dan jumlah komplain pelanggan
3. Total penilaian pengukuran kinerja supply chain secara keseluruhan adalah 4.078 dari skala 10 yang artinya sangat perlu dilakukan evaluasi dan tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja supply chain, khususnya untuk indikator yang memiliki kinerja rendah.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diajukan dari penelitian ini untuk penelitian ke depan adalah : 1. Pengukuran kinerja ini berguna bagi instansi untuk mengevaluasi kinerja tiap indikator
kinerja perusahaan, sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan secara terus-menerus (continous improvement).
2. Instansi sebaiknya tetap mempertahankan KPI yang memiliki kinerja baik namun perlu dilakukan evaluasi. Misal program pelatihan terealisasi 100 %, perlu dilakukan evaluasi dengan menggali informasi pelatihan yang perlu diprogramkan untuk meningkatkan kompetensi.
3. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model SCOR yang sudah ada dengan mempertimbangkan utilisasi peralatan pengujian dan benchmark dengan laboratorium uji sejenis dan mengidentifikasi indikator kinerja lainnya.
70
/
Halaman ini sengaja dikosongkan
71
DAFTAR PUSTAKA
Ari Primantara dan Hari Supriyanto (2010) Pengukuran Dan Peningkatan Performansi Supply chain Dengan Pendekatan Model Scor Dan Lean Six Sigma Di PT. Gunawan Dianjaya Steel, Surabaya, Skripsi., Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Chang, Guangshu (2009), “Total Quality Management in Supply chain”, Zhengzhou Institute
of Aeronautical Industry Management Business Research, Vol. 2, Hal. 82-85
Chopra, Sunil dan Meindl, Peter.(2013).Supply chain Management Strategy, Planning and Operation.Pearson
Cho, D.W, danLee, Y.H.dan Hwang, M.K.. (2012), "A framework for measuring the service Supply chain management”, Computers & Industrial Engineering, Vol. 62, hal. 801-818.
Croxton, K. L dan Garcia-Dastugue, Sebastian dan Lambert, D.M, “The Supply chain
Management Processes”, The International Journal of Logistics Management, Vol.12, hal 13-36
Dimas Satria Rinaldy dan Patdono Suwignjo. (2006), Pengukuran Kinerja Supply chain di PT. XYZ Dengan Menggunakan Metode SCOR, Tesis Master., Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
Drzymalski, Julie (2012), “Supply chain Frameworks for the Service Industry: A Review of the Literature”, European International Journal of Science and Technology. Vol.1, No.3, Hal. 31-42
Estampe, Dominique dan Lamouri, Samir dan Paris, J.L. dan Djelloul, S.B. (2013), "A framework for analysing supply chain performance evaluation models”, Int. J.
Production Economics, Vol. 142, hal. 247-258 .
Fernandes, A.C dan Sampaio, Paulo dan Carvalho, M.D.S (2014), “Quality Management and Supply chain Management Integration: A Conceptual Model” , Proceedings of the 2014 International Conference on Industrial Engineering and Operations Management Bali, Indonesia, January 7 – 9, 2014 773-780
72
Husain, Matloub dan Khan, Mehmood dan Al-Aomar, Raid (2016), “ A framework for Supply chain sustainability in service industry with Confirmatory Factor Analysis”.
Renewable and Sustainable Energy Reviews, vol.55, hal 1301–1312
International Organization for standardization, “ISO 9001 - What does it mean in the supply chain?”, http://www.iso.org , 2016.
Iwan Vanany. (2003), “Aplikasi Analytic Network Process (ANP) pada Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja (Studi Kasus Pada PT. X)”, Jurnal Teknik Industri, Vol. 5, Hal.
50 – 62
Jacobs, F.R. dan Chase, R.B. (2015), Manajemen Operasi dan Rantai Pasok . Salemba Empat.
Lindner, Christoph (2009), Supply chain Performance Measurement - A research of occurring problems and challenges, Master thesis, Jönköping International Business School, Sweden
Pujawan, I N. (2010).Supply chain Management. Guna Widya.
SNI ISO 9001:2008, Sistem Manajemen Mutu – Persyaratan
SNI ISO/IEC 17025:2008, Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi
Supply-Chain-Council, "Supply chain Operations Reference (SCOR®) model Overview - Version 10," supply-chain.org/scor, 2010.
Venugopalan, Jivanath dan Sarath, V.S. dan Pillai, R.J. dan Krishnan, Anantha dan Anbuudayasankar, S.P. (2014), "Analysis of Decision Models in Supply chain Management", Procedia Engineering, Vol. 97, hal. 2259 – 2268.
Yohanes Nursis Agung Jatmiko (2010), Pengukuran Kinerja Supply chain dengan Metode Supply chain Operasi Reference (SCOR) Manajemen di PT. Gunawan Dianjaya Surabaya, Skripsi., Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
73
LAMPIRAN A Struktur Organisasi
Deputi
Analis
Deputi Deputi Deputi
Penguji
Jabatan Fungsional Penyelia Teknik
Lab KImia
74
Halaman ini sengaja dikosongkan
75
LAMPIRAN B
Tanggung Jawab dan Wewenang
4. Kepala BISBY
a. Menentukan dan menetapkan kebijakan mutu dan sasaran mutu
b. Bertanggung jawab atas produktifitas, kualitas dan ketepatan waktu jasa pelayanan.
c. Menjamin terjadinya komunikasi yang tepat antar bagian terkait dalam sistem manajeman, administrasi dan teknis.
d. Memimpin organisasi untuk mencapai tingkat prestasi organisasi yang lebih baik diukur dari keuntungan, pertumbuhan dan pendapatan.
e. Menjamin konsistensi penerapan sistem manajemen laboratorium 5. Kepala Seksi Standardisasi &Sertifikasi
a. Memelihara serta mengembangkan sistem manajemen mutu
b. Mengkoordinasikan modifikasi dan tindak korektif sistem manajemen.
c. Memantau penerapan sistem manajemen mutu 6. Kepala Sub. Bagian Tata Usaha :
a. Bertanggungjawab urusan perlengkapan dan perawatan sarana dan prasarana laboratorium.
b. Mengkoordinir rencana dan pelaksanaan pelatihan di dalam maupun di luar BISBY
c. Bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugas personalia, keuangan, dokumentasi dan informasi, serta umum dan pengadaan barang.
7. Kasi Pengembangan Jasa Teknis
a. Bertanggungjawab atas loket penerimaan sampel uji
b. Bertanggungjawab atas keluhan dan permohonan pelanggan dan mengkoordinasikan tindak lanjut keluhan / pengaduan pelanggan.
c. Bertanggung jawab atas kegiatan survey kepuasan pelanggan dan temu pelanggan.
d. Bertanggungjawab atas penyelesaian dan penyampaian Laporan Hasil Uji (LHU)
76 8. Kasi Teknologi Industri
a. Melaksanakan pengendalian pemantauan Lingkungan.
b. Bertanggungjawab atas pengelolaan limbah.
9. Penanggung Jawab Mutu
a. Membantu Kasi SS dalam menyiapkan, memelihara serta mengembangkan sistem manajemen mutu
b. Membantu Kasi SS dalam memantau penerapan sistem manajemen mutu c. Menyiapkan bahan rapat tinjauan manajemen.
d. Memprogramkan pelaksanaan audit mutu internal.
10. Penyelia Teknik
a. Merencanakan serta mengkoordinasikan program kerja analis dan serta memonitor pelaksanaan hasilnya.
b. Merencanakan serta mengkoordinasikan program pengendalian mutu hasil uji dan memonitor pelaksanaan serta mengevaluasi hasilnya.
c. Memberi tugas pengujian kepada analis.
d. Bertanggung jawab atas semua aspek keteknikan laboratorium e. Menyusun metode uji dan instruksi kerja.
f. Bertanggungjawab atas prestasi dan kinerja laboratorium.
11. Deputi Penyelia Teknik
a. Sebagai pelaksana tugas dan tanggung jawab penyelia teknik apabila penyelia teknik berhalangan.
b. Membantupenyelia teknik dalam hal teknis untuk kelancaran kegiatan di laboratorium.
12. Analis
a. Melaksanakan tugas-tugas penanganan sampel, pemusnahan sample, pengujian atau kalibrasi dan pemusnahan sesuai dengan prosedur yang terdokumentasi.
b. Mengkonsultasikan segala ketidaksesuaian yang ditemui kepada penyelia teknik.
77
LAMPIRAN C
Kuisioner Kepuasan Pelanggan
1 Bagaimana menurut Saudara tentang kemudahan prosedur pelayanan di unit pelayanan ini ?
Tidak
2 Apakah persyaratan pelayanan yang harus dipenuhi, sesuai dengan informasi yang diperoleh ?
Tidak Sesuai Kurang
Sesuai Sesuai Sangat
Sesuai
3 Bagaimana pendapat Saudara mengenai keberadaan petugas pelayanan di lokasi pelayanan ?
4 Bagaimana pendapat Saudara tentang kedisiplinan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan ?
Tidak Disiplin
Kurang
Disiplin Disiplin Sangat
Disiplin
5 Bagaimana pendapat Saudara tentang tanggung jawab petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan ?
Tidak
6 Bagaimana pendapat Saudara tentang kemampuan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan ?
Tidak
Bagaimana pendapat Saudara tentang ketepatan waktu penyelesaian produk/pelayanan ? (Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan)
Tidak Tepat Kurang
Tepat Tepat Sangat
Tepat
8 Apakah petugas pelayanan berlaku adil (tidak pilih kasih) dalam memberikan pelayanan ?
Tidak Adil Kurang Adil Adil Sangat Adil
9 Bagaimana pendapat Saudara tentang kesopanan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan ?
Tidak Sopan Kurang
Sopan Sopan Sangat
Sopan
10 Bagaimana pendapat Saudara tentang keramahan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan ?
Tidak
11 Bagaimana pendapat Saudara tentang keterjangkauan biaya untuk mendapatkan pelayanan ?
Tidak Terjangkau
Kurang
Terjangkau Terjangkau Sangat
Terjangkau
12 Bagaimana pendapat Saudara tentang kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan ?
Selalu Tidak
13 Apakah jam buka dan tutup pelayanan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan ?
14 Bagaimana pendapat Saudara tentang kenyamanan di lingkungan Unit Pelayanan ini ?
Tidak Nyaman
Kurang
Nyaman Nyaman Sangat
Nyaman
15 Apakah Saudara mengetahui maklumat/janji di Unit Pelayanan Ini ?
Tidak Tahu Kurang
Tahu Tahu Sangat Tahu
16 Apakah Saudara mengetahui adanya sarana pengaduan/keluhan/saran ?
Tidak Tahu Kurang
Tahu Tahu Sangat Tahu
78
Halaman ini sengaja dikosongkan
79
LAMPIRAN D
Kuisioner PembobotanSistem Pengukuran Kinerja Supply Chain
Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui bobot tiap-tiap KPI dalam pengukuran kinerja supply chain Laboratorium Uji BISBY.
Petunjuk Pengisian :
Berilah nilai level dengan memberikan skala penilaian di bawah ini : Skala tingkat kepentingan
1 = Sama pentingnya 3 = Sedikit lebih penting 5 = Sangat penting 7 = Mutlak lebih penting
2,4,6,8 = nilai diantara dua pertimbangan Berikut contoh pengisian kuisioner
Menurut pendapat anda seberapa pentingkah waktu penyelesaian pengujian tepat waktu (KPI 12) dan customer relationship (KPI 15) berpengaruh terhadap terhadap indeks kepuasan pelanggan (KPI 16)
A. PENGARUH ATRIBUT TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN
KPI SKALA PENILAIAN KPI
12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15
ATRIBUT SKALA PENILAIAN ATRIBUT
Asset 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Reliability Asset 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Responsiveness Reliability 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Responsiveness
80
B. PENGARUH INDIKATOR KINERJA TERHADAP ATRIBUT
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada Atribut Reliability
KPI SKALA PENILAIAN KPI
1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 6 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 6 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12
81
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada Atribut Responsiveness
KPI SKALA PENILAIAN KPI
7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 9 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 9 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 9 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 9 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 15 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 16 15 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 16 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17
KPI SKALA PENILAIAN KPI
3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14
82
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada Atribut Asset
C. PENGARUH INDIKATOR TERHADAP INDIKATOR LAINNYA
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 1
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 6
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 8
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 12
KPI SKALA PENILAIAN KPI
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 11 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 11 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 11 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 13 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 13 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 14 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18
KPI SKALA PENILAIAN KPI
2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5
KPI SKALA PENILAIAN KPI
2 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5
KPI SKALA PENILAIAN KPI
4 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 7
KPI SKALA PENILAIAN KPI
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11
KPI SKALA PENILAIAN KPI
6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 13 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14
83
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 15
Kuisioner Perbandingan Berpasangan Indikator Berpengaruh pada KPI 16
KPI SKALA PENILAIAN KPI
12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13
KPI SKALA PENILAIAN KPI
1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 15 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 15 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18 17 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 18
84
Halaman ini sengaja dikosongkan
85
LAMPIRAN E
Definisi Indikator Kinerja Supply Chain
Kode KPI 1
Nama Realisasi Program Penjaminan Mutu
Definisi Kegiatan penjaminan mutu atas hasil uji untuk menjamin konsistensi mutu hasil pengujian Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula
Kode KPI 2
Nama Kehadiran Pegawai Tepat Waktu
Definisi Kehadiran Pegawai Tepat Waktu pada Pukul 07.30 Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula
Kode KPI 3
Nama Inlier Hasil Uji Profisiensi
Definisi Persentase Hasil Uji Profisiensi dengan Status Inlier Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula
86
Kode KPI 4
Nama Pelatihan Pegawai
Definisi Realisasi Program Pelatihan Pegawai Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Definisi Realisasi Pelaksanaan Kalibrasi Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Definisi Rata-rata Jumlah Kemampuan Masing-masing Analis dalam Melakukan Pengujian (per Parameter Uji) Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Definisi Nilai Evaluasi Pelatihan (Form Evaluasi Pelatihan) Kategori Higher is Better
Satuan Nilai Indeks Penilaian
Range 1-4
Periode Pengukuran Tahun
Formula
87
Kode KPI 8
Nama Evaluasi Supplier
Definisi Nilai Evaluasi Supplier (Form Evaluasi Supplier)
Kategori Higher is Better
Satuan Nilai Indeks Penilaian
Range 1-4
Periode Pengukuran Tahun
Formula
Kode KPI 9
Nama Evaluasi Laboratorium Subkontrak
Definisi Nilai Evaluasi Laboratorium Subkontrak (Form Evaluasi Laboratorium Subkontrak)
Kategori Higher is Better
Satuan Nilai Indeks Penilaian
Range 1-4
Periode Pengukuran Tahun
Formula
Kode KPI 10
Nama Perbaikan Peralatan Uji
Definisi Waktu yang Diperlukan untuk Perbaikan Peralatan Uji Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Nama Pengiriman Bahan Kimia
Definisi Rata-Rata Jumlah Hari Pengiriman Bahan Kimia
Kategori Lower is Better
Satuan Hari
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula
88
Kode KPI 12
Nama Penyelesaian Pengujian Tepat Waktu Definisi Persentase jumlah pengujian tepat waktu
Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Definisi Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menguji komoditi tertentu
Kategori Higher is Better
Satuan
Definisi Mengukur produktifitas analis dalam kegiatan pengujian dibandingkan keseluruhan hari kerja
Kategori Higher is Better
Satuan Persentase
Definisi Penilaian pelanggan terhadap bagian loket via PC touch screen
Kategori Higher is Better
Satuan Nilai Indeks
Range 1-3
Periode Pengukuran Tahun
Formula Rata – rata hasil penilaian pelanggan
89
Kode KPI 16
Nama Indeks Kepuasan Pelanggan
Definisi Formulir untuk menggali informasi tingkat kepuasan pelanggan
Kategori Higher is Better
Satuan Nilai Indeks dengan Skala 1-100
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula Rata-rata kuisiner pelanggan
Kode KPI 17
Nama Jumlah Komplain
Definisi Komplain oleh pelanggan yang tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan
Kategori Lower is Better
Satuan Jumlah
Range 0 - ∞
Periode Pengukuran Tahun
Formula Rekap Komplain
Kode KPI 18
Nama Waktu Menyelesaikan Komplain
Definisi Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan komplain dari pelanggan
Kategori Lower is Better
Satuan 1 - ∞
Range 0 - 100
Periode Pengukuran Tahun
Formula Tanggal Penyelesaian Komplain – Tanggal Komplain
90
Halaman ini sengaja dikosongkan
91
LAMPIRAN F
Rekap Data dan Normalisasi Nilai Kinerja Aktual
KPI 1 - Persentase Realisasi Penjaminan Mutu Hasil Uji Program Realisasi Persentase
51 42 82.35
51 program dari 31 parameter , target minimal terealisasi adalah 1 parameter minimal dilakukan 1 metode penjaminan mutu hasi uji
Level 3 : 31 program terealisasi = 60.78 %
KPI 2- Persentase Hasil Uji Profisiensi Inlier
Jumlah Parameter Uji Profisiensi Inlier Persentase
31 21 67.74
Setelah dilakukan evaluasi dari pelaksanaan uji profisiensi tahun-tahun sebelumnya, outlier atas uji profisiensi bisa dikarenakan faktor ekternal (tidak selalu faktor internal laboratorium BISBY) sehingga target minimal persentase hasil uji inlier diputuskan adalah 70%
Bulan
Jumlah Pegawai
Persentase Datang Ontime Total Pegawai
Januari 81 87 93.1
Februari 81 89 91.01
Maret 82 88 93.18
April 80 87 91.95
Mei 80 88 90.91
Juni 77 87 88.51
Juli 78 87 89.66
Agustus 83 87 95.4
September 83 85 97.65
92 Level 3 : 70 %
KPI 3 - Persentase Kehadiran Pegawai Tepat Waktu
Target minimal yang ditetapkan manajemen pada rapat tinjauan manajemen adalah 95% rata-rata jam masuk total pegawai ≤ 7.30 adalah 95%
Level 3 : 95 %
KPI 4 - Persentase Realisasi Pelatihan Pegawai
Rencana Pelatihan Realisasi Pelatihan Persentase
49 49 100%
Terkait keterbatasan dana untuk pelatihan dan penyedia pelatihan yang sesuai dengan permintaan pelatihan, maka target minimal yang ditetapkan adalah 75% dari jumlah program pelatihan dapat terealisasi
Level 3 : 75 %
KPI 5 - Persentase Realisasi Program Kalibrasi Peralatan
No Kode Alat Rencana Kalibrasi Realisasi Kalibrasi Persentase
1 AU-1 30-Jun-15 24-Apr-15 100.00%
RATA-RATA / Performance 100.00%
Bulan
Jumlah Pegawai
Persentase Datang Ontime Datang Ontime
Oktober 81 85 95.29
November 81 85 95.29
Desember 83 86 96.51
Rata – Rata / Performance 93.21
93
Terkait keterbatasan dana untuk kegiatan kalibrasi terutama untuk peralatan biaya yang besar dan kesulitan mencari provider untuk mengkalibrai peralatan tertentu (yang mempunyai kelas lebih tinggi) maka target minimal yang ditetapkan adalah 80% dari jumlah program kalibrasi dapat terealisasi
Level 3 : 80 %
KPI 6 - Fleksibilitas Analis Melakukan Pengujian
Analis Kemampuan Persentase
a 14 17.28
b 13 16.05
c 13 16.05
d 10 12.35
e 10 12.35
f 9 11.11
g 12 14.81
h 10 12.35
i 5 6.17
RATA-RATA / Performance
13.17
Terdapat 81 parameter pengujian, diharapkan setiap analis dapat melakukan pengujian 1/3 dari jumlah parameter atau 33.33%
Level 3 : 33.33
KPI 7 - Evaluasi Pelatihan
No Unsur Yang Dinilai Rata-Rata Penilaian 1 Pemahanan Materi pelatihan 3.142857
2 Peningkatan Kemampuan Kerja 3
3 Tanggung Jawab 3.142857
4 Komunikasi 3
5 Peningkatan Kerja sama 3
rata – rata / performance 3.057143
Minimal dari rata-rata total evaluasi adalah 2 (cukup), analisa dianggap telah berhasil dalam pelatihan yang diikuti
94 Normalisasi
Nilai Minimal Nilai Maksimal Keterangan Nilai Normalisasi 1 4 Rata – rata / Performance 3.057 68.57
Target minimal 2 33.33
Level 3 : 33.33%
KPI 8 - Evaluasi Supplier
Skala : 1-4 SUPPLIER
Minimal dari rata-rata total evaluasi supplier adalah dengan nilai 2.5, jika penilaian supplier sama atau lebih dari 2.5 maka BISBY dapat menggunakan kembali supplier tersebut, jika tidak maka supplier tersebut tidak dapat digunakan.
Normalisasi
Nilai Minimal Nilai Maksimal Keterangan Nilai Normalisasi
1 4 Rata – rata / Performance 3.09 69.70
Target minimal 2.5 50
Level 3 : 50
KPI 9 - Evaluasi Laboratorium Subkontrak
SKALA 1-4 Laboratorium
rata-rata
A B C D
Sertifikat ISO/IEC 17025 : 2005 3 3 3 4 3.25
Kesesuaian Jasa 3 3 3 3 3
Ketepatan Waktu Penyelesaian 3 3 3 3 3
Tanggapan terhadap permintaan harga 3 3 3 3 3
Jarak tempuh ke lokasi 2 3 3 3 2.75
Performance / Rata - rata 3
95
Minimal dari rata-rata total evaluasi laboratorium subkontrak adalah dengan nilai 2.5, jika penilaian laboratorium subkontrak sama atau lebih dari 2.5 maka BISBY dapat menggunakan kembali laboratorium subkontrak tersebut, jika tidak maka supplier tersebut tidak dapat digunakan
Normalisasi
Nilai Minimal Nilai Maksimal Keterangan Nilai Normalisasi
1 4
Rata – rata / Performance 3 66.67
Target minimal 2.5 50
Level 3 : 50
KPI 10 -Waktu Perbaikan Peralatan Uji
Permintaan perbaikan Tgl Selesai Lama Perbaikan
23-Jan-15 28-Jan-15 5
3-Feb-15 3-Feb-15 0
21-Feb-15 24-Feb-15 3
17-Mar-15 20-Mar-15 3
26-Mar-15 31-Mar-15 5
17-Apr-15 24-Apr-15 7
12-May-15 20-May-15 8
11-Jun-15 18-Jun-15 7
18-Jun-15 25-Jun-15 7
20-Jul-15 24-Jul-15 4
20-Aug-15 28-Aug-15 8
29-Aug-15 8-Sep-15 10
10-Sep-15 14-Sep-15 4
5-Oct-15 7-Oct-15 2
5-Oct-15 26-Oct-15 21
9-Nov-15 12-Nov-15 3
15-Dec-15 20-Dec-15 5
RATA - RATA 6
96 Rata-rata perbaikan : 6 hari
Target minimal adalah 10 hari kerja Normalisasi
Nilai Minimal Nilai Maksimal Keterangan Nilai Normalisasi
21 0
Rata – rata / Performance 6 71.43
Target minimal 10 52.38
Level 3 :52.38
KPI 11 - Waktu Pengiriman Bahan Kimia
Tanggal Mengajukan Tanggal Diterima Jumlah Hari
2-Jan-15 2-Apr-15 90
Tanggal Mengajukan Tanggal Diterima Jumlah Hari
27-Apr-15 3-Jun-15 37
97
Target minimal pengiriman bahan kimia adalah 90 hari seperti yang dijanjikan kepada laboratorium
Normalisasi
Nilai Minimal Nilai Maksimal Keterangan Nilai Normalisasi
150 7
Rata – rata / Performance 123.4 18.62%
Target minimal 90 41.96%
98 Level 3 : 41.96 %
KPI 12 - Persentase Waktu Penyelesaian Pengujian Tepat Waktu
KPI 12 - Persentase Waktu Penyelesaian Pengujian Tepat Waktu