7. PEMBAHASAN
7.2. Hasil Penilaian Risiko pada Area Killing
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, total terdapat 9 jenis risiko K3 yang ada pada area killing dengan persentase level risiko sebagai berikut :
Gambar 7.3. Diagram Persentase Level Risiko di Area
1. Hub arus pendek Hub arus pendek
risiko priority
• Consequences
hubungan arus pendek dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, memicu terjadinya kebakaran, da
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu selama jam kerja berlangsung
• Probability
dipasang electric breaker pekerjaan
2. Tersetrum aliran listrik 60 Tersetrum
dengan tingkat risiko
• Consequences
mengakibatkan sengatan atau getaran terhadap tubuh
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu selama jam kerja berlangsung
• Probability
kemungkinan terjadi karena
shackle yang dipegang oleh pekerja
Universitas Indonesia Gambar 7.3. Diagram Persentase Level Risiko di Area
Hub arus pendek
Hub arus pendek memiliki nilai risiko sebesar 250 dengan tingkat
priority 1. Dengan alasan sebagai berikut :
Consequences memiliki nilai 25 yaitu very serious, karena
hubungan arus pendek dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, memicu terjadinya kebakaran, dan menimbulkan luka pada pekerja
memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena mesin digunakan selama jam kerja berlangsung
Probability memiliki nilai 1 yaitu remotely possible
electric breaker dan pengecekan peralatan sebelum
Tersetrum aliran listrik 60-70 volt
Tersetrum aliran listrik 60-70 volt memiliki nilai risiko sebesar 18 dengan tingkat risiko acceptable. Dengan alasan sebagai berikut :
Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena mengakibatkan sengatan atau getaran terhadap tubuh
memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena mesin digunakan selama jam kerja berlangsung
Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible
kemungkinan terjadi karena aliran listrik dapat mengalir melalui air dan shackle yang dipegang oleh pekerja
0% 11%
22%
56% 11%
Persentase Level Risiko di
Area Killing
Very high Priority 1 Substantial Priority 3 Acceptable 83 Universitas Indonesia Gambar 7.3. Diagram Persentase Level Risiko di Area Killing0 dengan tingkat
karena jika terjadi
hubungan arus pendek dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, n menimbulkan luka pada pekerja
mesin digunakan
possible, karena sudah
dan pengecekan peralatan sebelum dimulai
nilai risiko sebesar 18 . Dengan alasan sebagai berikut :
, karena dapat
mesin digunakan
unusual but possible, memiliki
Universitas Indonesia
3. Tangan/jari tangan tersayat pisau
Tangan/jari tangan tersayat pisau memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important, karena jika tangan/jari tangan tersayat pisau akan mengakibatkan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, walaupun sudah ada instruksi kerja namun kecelakaan tersebut masih memiliki kemungkinan terjadi karena pekerja yang kurang terampil serta kondisi pekerja seperti kelelahan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan 4. Terpeleset
Terpeleset memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important, karena jika terpeleset dan kemudian terbentur lantai dapat menyebabkan cidera, keseleo, memar pada bagian tubuh dan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, walaupun sudah menggunakan sepatu boot anti slip dan dilakukan pembersihan lantai, risiko tersebut dapat terjadi karena permukaan lantai yang licin (keramik) dan terdapat genangan air pada lantai yang berasal dari proses ataupun keran air yang terbuka
5. Terkena darah ayam
Terkena darah ayam memiliki nilai risiko sebesar 30 dengan tingkat risiko priority 3. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena kulit yang terkena darah ayam dapat mengakibatkan gatal-gatal pada kulit
85
Universitas Indonesia • Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena penyembelihan
ayam dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, memiliki kemungkinan terjadi karena pekerja tidak menggunakan APD berupa mantel yang diberikan perusahaan
6. Fatigue
Fatigue memiliki nilai risiko sebesar 5 dengan tingkat risiko acceptable. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena pekerja yang mengalami fatigue tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak dapat melakukan proses kerja
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 0,5 yaitu conceivable, karena pekerja melakukan pekerjaannya secara berdiri selama jam kerja. Namun tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun karena perusahaan memberikan waktu istirahat kepada pekerja selama 1 jam per shift
7.2.1. Penyembelihan ayam 1. Terpeleset
Terpeleset memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important, karena jika terpeleset dan kemudian terbentur lantai dapat menyebabkan cidera, keseleo, memar pada bagian tubuh dan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, walaupun sudah menggunakan sepatu boot anti slip dan dilakukan pembersihan lantai risiko tersebut dapat terjadi karena
Universitas Indonesia
permukaan lantai yang licin (keramik), banyaknya ceceran darah ayam pada lantai, dan frekuensi pembersihan lantai kurang 2. Tangan/jari tangan tersayat pisau (penyembelihan)
Tangan/jari tangan tersayat pisau ketika proses penyembelihan memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important, karena jika tangan/jari tangan tersayat pisau akan mengakibatkan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, walaupun sudah ada instruksi kerja dan APD namun kecelakaan tersebut masih memiliki kemungkinan terjadi karena pekerja yang kurang terampil, pekerja tidak menggunakan sarung tangan baja yang telah disediakan dan faktor kelelahan
3. Tangan/jari tangan tersayat pisau (mengasah pisau)
Tangan/jari tangan tersayat pisau saat mengasah pisau memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important karena jika tangan/jari tangan tersayat pisau akan mengakibatkan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, kecelakaan tersebut memiliki kemungkinan terjadi karena tidak adanya pengaman/barrier pada alat pengasah, dan adanya pekerja yang tidak menggunakan asahan saat mengasah pisau tetapi pisau dengan pisau
87
Universitas Indonesia
7.2.2. Pemotongan kepala ayam 1. Terpeleset
Terpeleset memiliki nilai risiko sebesar 150 dengan tingkat risiko substantial. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 5 yaitu important, karena jika terpeleset dan kemudian terbentur lantai dapat menyebabkan cidera, keseleo, memar pada bagian tubuh dan luka yang membutuhkan penanganan medis
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, walaupun sudah menggunakan sepatu boot anti slip dan dilakukan pembersihan lantai risiko tersebut dapat terjadi karena permukaan lantai yang licin (keramik) dan terdapat genangan air pada lantai yang berasal dari proses ataupun keran air yang terbuka
2. Kaki tertimpa keranjang
Kaki tertimpa keranjang ayam memiliki nilai risiko sebesar 60 dengan tingkat risiko priority 3. Dengan alasan penilaian sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena dapat menimbulkan luka memar dan cidera pada jari kaki atau kaki meskipun perusahaan sudah melakukan tindakan pengendalian yaitu dengan memberikan sepatu boot
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 6 yaitu likely atau kemungkinan 50 % kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecelakaan, karena pekerjaan dilakukan berulang-ulang, tidak ada SOP mengenai manual lifting dan APD yang diberikan kurang memadai
Universitas Indonesia
3. Tangan/jari tangan tersayat pisau
Tangan/jari tangan tersayat pisau memiliki nilai risiko sebesar 30 dengan tingkat risiko priority 3. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena pekerja mengnakan APD sarung tangan baja maka akibat yang dapat ditimbulkan hanya berupa cidera kecil
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, memiliki kemungkinan terjadi apabila pekerja tidak mengenakan APD sarung tangan baja
4. Menabrak keranjang
Menabrak keranjang memiliki nilai risiko sebesar 30 dengan tingkat risiko priority 3. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena dapat menimbulkan memar pada bagian tubuh yang terbentur keranjang
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability memiliki nilai 3 yaitu unusual but possible, risiko memiliki kemungkinan terjadi karena kurang baiknya tata letak atau penempatan keranjang dan sempitnya jalan yang akan dilewati
5. Fatigue
Fatigue memiliki nilai risiko sebesar 5 dengan tingkat risiko acceptable. Dengan alasan sebagai berikut :
• Consequences memiliki nilai 1 yaitu noticeable, karena pekerja yang mengalami fatigue tidak dapat melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak dapat melakukan proses kerja
• Exposure memiliki nilai 10 yaitu continuously, karena pekerjaan tersebut dilakukan berkali-kali dalam satu hari
• Probability
terjadi dalam beberapa tahun karena perusahaan memberikan waktu istirahat kepada pekerja selama 1 jam per shift