BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN : Menguraikan tentang, proses dan hasil pengujian sistem saringan pasir zeolit terhadap
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Uji Laboratorium
3. Hasil Perbandingan Percobaan Pertama Dan Kedua
Berdasarkan hasil penelitian tentang penjernihan air asin untuk air bersih di Tekolabbua Kabupaten Maros diatas rata-rata penurunan kadar garam (Cl) pada percobaan pertama dibulan November mencapi angka 19.83%, sedangkan pada bulan Desember mencapi angka 20.27%.
Tabel 10. Hasil perbandingan uji laboratorium dari kedua percobaan
Berdasarkan hasil uji laboratorium diatas menunjukkan bahwa terdapat beberapa perubahan data dari setiap parameter pengujian. Dari hasil pengujian untuk parameter fisik dan kimia maka grafik yang dihasilkan adalah sebagai berikut ;
SEBELUM
2 Bau tdk berbau tdk berbau tdk berbau tdk berbau NIHIL NIHIL
3 Rasa asin asin asin asin NIHIL NIHIL
4 Kekeruhan 20 3,08 25,5 0,99 5 Skala TCU
5 Total Zat Padat Terlarut (TDS) 560 740 430 610 500 Mg/l
6 Suhu 30,5 30,2 27,4 27,1 ± 30 °C
K I M I A
1 Derajat Keasaman (pH) 7,2 7,6 7,4 7,8 8,5 Mg/l
2 Kesadahan 2499 2333 3332 2915 500 Mg/l
3 Kholorida (Cl) 2199 1905 2444 1807 250 Mg/l
4 Total Besi (Fe) 3 0,2 3 0,1 1
Hasil Perbandingan Uji Laboratorium Menteri Kesehatan RI 492/MENKES/PER/IV/2010
November Desember
Maks. Yang
Diperbolehkan satuan
Tabel 11. Perbandingan Hasil Uji Laboratorium Pada Percobaan Pertama Dan Kedua Untuk Parameter Fisik
Gambar 17. Grafik Hasil Perbandingan Percobaan Pertama Dan Kedua Untuk Parameter Fisik
Dari hasil grafik diatas menunjukkan bahwa dari dua kali percobaan hasil maksimal terdapat pada percobaan kedua dengan tingkat kekeruhan (0.99 skala NTU) , warna (5 skala TCU), suhu (27.1 °C), Total zat padat terlarut (610 mg/l). Sedangkan yang perbolehkan oleh Menteri Kesehatan 492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu, untuk tingkat kekeruhan (24.15 skala NTU) , warna (15 skala TCU), suhu (±30 °C), Total zat padat terlarut (500 mg/l).
2 Kekeruhan 20 3,08 16,92 25,5 0,99 24,51 5 NTU LAYAK LAYAK
3 TDS 560 740 -180 430 610 -180 500 Mg/l TIDAK TIDAK
4 Suhu 30,5 30,2 0,3 27,4 27,1 0,3 ± 30 °C LAYAK LAYAK
Tabel 12. Perbandingan Hasil Uji Laboratorium Pada Percobaan Pertama Dan Kedua Untuk Parameter Kimia.
Gambar 18. Grafik Hasil Perbandingan Percobaan Pertama Dan Kedua Untuk Parameter Kimia
Gambar grafik diatas menunjukkan bahwa hasil sampel air baku sebelum dan setelah melalui proses penyaringan telah terjadi perubahan data antara bulan November dengan Desember. Hasil data kualitas air yang mendekati dengan persyaratan permenkes yaitu terdapat pada percobaan kedua/Desember dengan tingkat derajat keasaman (7,8 Mg/l),
SEBELUM
Keasaman (pH) 7,2 7,6 -0,4 7,4 7,8 -0,4 8,5 Mg/l LAYAK LAYAK
2 Kesadahan 2499 2333 166 3332 2915 417 500 Mg/l TIDAK TIDAK
3 Kholorida (Cl) 2199 1905 294 2444 1807 637 250 Mg/l TIDAK TIDAK
4 Total Besi (Fe) 3 0,2 2,8 3 0,1 2,9 1 Mg/l LAYAK LAYAK
5 Mangan (Mn) 0,2 0,05 0,15 0,2 0,05 0,15 0,4 Mg/l LAYAK LAYAK
6 Nitrat (NO3) 0 0 0 15 10 5 50 Mg/l LAYAK LAYAK
kesadahan (2915 Mg/l), kholorida (1807 Mg/l), total besi (0,1 Mg/l), mangan (0,05 Mg/l), nitrat (10 Mg/l), nitrit (0 Mg/l), zat organik (3,8 Mg/l), sisa chlor (0 Mg/l), amonia (0 Mg/l).
Adapun data standar kualitas air bersih yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan 492/MENKES/PER/IV/2010 untuk parameter kimia dengan tingkat derajat keasaman (maksimal 8,5 Mg/l), kesadahan (maksimal 500 Mg/l), kholorida (maksimal 250 Mg/l), total besi (maksimal 1 Mg/l), mangan (maksimal 0,4 Mg/l), nitrat (maksimal 50 Mg/l), nitrit (maksimal 30 Mg/l), zat organik (maksimal 10 Mg/l), sisa chlor (maksimal 0,5 Mg/l), amonia (maksimal 1,5 Mg/l)
B. Analisis Kelayakan Penerapan
1. Alasan Penggunaan Bahan
Bahan yang kami gunakan dalam proses penelitian ini berasal dari bahan-bahan alam contohnya pasir kuarsa/silika dan batu zeolit. Bahan ini, mudah dijangkau diberbagai kota di Indonesia serta harganya relatif murah. Dengan daftar analisis harga bahan pada (tabel 13).
2. Manfaat Menggunakan Bahan
a) Pasir Kuarsa/silika, berfungsi sebagai penyaring lumpur, tanah dan partikel besar/kecil dalam air yang biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal.
b) Batu Zeolit, berfungsi untuk menyerap dan menukar senyawa kimia yang meracuni air seperti N2, NH3 (amonia), H2S, COD, BOD dan 45
CO2, meningkatkan O2, menjaga stabilitas kondisi air dan menurunkan tingkat pencemaran yang timbul dari kotoran dan sisa pakan yang membusuk.
c) Kristal Natrium Hydroksida (NaOH), berfungsi sebagai proses pertukaran ion dengan cara mengikat senyawa kholorida (NaCl), sehingga senyawa tersebut nantinya diserap oleh batu zeolit ketika air asin melalui proses penyaringan.
3. Analisis Kelayakan Harga Bahan
Berikut adalah daftar harga bahan yang digunakan dalam proses penyaringan.
Tabel 13 : Hasil analisis harga bahan penyaringan
No. Nama Bahan Jumlah Satuan Harga
Satuan
Jumlah Harga
1 Pasir Kuarsa/silika 3 sak Rp. 80.000 Rp. 240.000
2 Batu Zeolit 5 sak Rp. 40.000 Rp. 200.000
3 Kristal Natrium
Hydroksida (NaOH) 0,02 kg Rp. 15.000 Rp. 300
Total Harga Bahan Rp. 440.300
4. Perhitungan Volume Media Penyaring
Diketahui : r = 30 cm = 0,3 m t = 60 cm = 0,6 m
Volume media = 𝜋𝑟2 x t
= 3,14 x 0,3 m2 x 0,6 m = 1,13 m3
5. Analisis Hasil Produksi Air
Analisis hasil produksi air menggunakan tiga model variasi perbandingan, masing-masing meggunakan pipa 3/4“ dengan luas penampang, yaitu:
Tabel 14 : Hasil analisis debit aliran air inlet dan outlet dalam pipa.
a) Perhitungan debit outlet tanpa saringan Diketahui :
Luas penampang pipa (A) = 0,000283 m2 Kecepatan aliran dalam pipa (V) = 1,1 m/dtk Q = A x V
= 0,000283 m2 x 1,1 m/dtk = 0,00031 m3/dtk
b) Perhitungan debit outlet hasil dari saringan pertama Diketahui :
Luas penampang pipa (A) = 0,000283 m2 Kecepatan aliran dalam pipa (V) = 0,8 m/dtk Q = A x V
= 0,000283 m2 x0,8 m/dtk = 0,00023 m3/dtk
c) Perhitungan debit outlet hasil dari saringan kedua Diketahui :
Luas penampang pipa (A) = 0,000283 m2 Kecepatan aliran dalam pipa (V) = 0,5 m/s Q = A x V
= 0,000283 m2 x0,5 m/dtk = 0,00014 m3/dtk
Hasil penelitian sistem saringan pasir zeolit terhadap perubahan kualitas air asin mempunyai ketebalan media 1.13 m3 dan dapat memproduksi air sekitar 0.00014 m3/dtk. Berikut adalah hasil analisa produksi air per hari dan per bulan dari hasil penyaringan :
Diketahui : Q = 0,00014 m3/dtk x 60 detik = 0,0084 m3/menit x 1000 m3 = 8.4 liter/menit = 504 liter/jam 1 hari = 24 jam
1 bulan = 720 jam
d) Hasil produksi air per hari (V0) V0 = 504 liter/jam x 24 jam = 12.096 liter/hari
e) Hasil produksi air per bulan (V1) V1 = 504 liter/jam x 720 jam = 362.880 liter/bulan
Berdasarkan hasil analisa produksi air dan analisa harga bahan penyaringan dengan masa pemakaian bahan kurang lebih satu bulan, maka dapat diketahui harga air hasil penyaringan selama satu bulan yaitu:
Biaya produksi air per liter = 440.300/V1
= 440.300/362.880 = Rp. 1.213 per liter 6. Masa Aktif Pemakaian Serta Peremajaan Bahan
Berdasarkan hasil analisa saringan, bahwa hasil penyaringan dapat digunakan kurang lebih selama 1 bulan, dengan masa peremajaan bahan dapat dilakukan satu kali selama satu bulan dengan cara membersihkan kembali semua bahan yang telah digunakan sebelumnya. Masa peremajaan bahan ≤ Rp. 440.300(harga bahan).
49
7. Analisis Kebutuhan Air
Dari hasil perhitungan debit diperoleh data untuk mengetahui berapa tingkat kebutuhan air bersih yang bisa didistribusikan.
Keterangan : Qtotal = jumlah kebutuhan air Qn = kebutuhan/orang/hari Q = Debit air
Diketahui: 1 m3 = 1.000 liter, 1 jam = 60 menit = 3.600 detik
Q = 0,00014 m3/dtk = 0,0084 m3/menit = 8.4 liter/menit Q n = 120 liter/orang/hari
Untuk memenuhi kebutuhan air satu orang selama satu hari dibutuhkan 120 liter sesuai dengan standar nasional, adapun hasil analisanya sebagai berikut:
Diketahui : Qn = 120 liter/orang/hari Q = 8.4 liter/menit Waktu yang dibutuhkan = Qn/Q = 120/8.4 = 14.28 menit
Berdasarkan hasil analisa diatas, demi memenuhi kebutuhan air untuk satu orang dengan masa pemakaian satu hari yaitu, dibutuhkan waktu selama 14.28 menit.
Untuk kebutuhan air masyarakat di Tekolabbua perhari dengan jumlah penduduk 1.305 orang adalah sebagai berikut :
Diketahui : Jumlah Penduduk = 1.305 orang
Qn = 120 liter/orang/hari Jumlah kebutuhan air = Qn x Jumlah Penduduk
= 120 x 1.305 = 156.600 liter/hari
Jumlah kebutuhan air masyarakat di Tekolabbua 156.600 liter/hari ≥ Hasil produksi air dari proses penyaringan 12.096 liter/hari.
51
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan hasil penelitian dengan menggunakan sistem saringan pasir zeolit untuk penyediaan air bersih di Tekolabbua Kab.
Maros :
1) Variasi saringan pasir zeolit dan arang mangrove yang menunjukkan perubahan kualitas air yang signifikan terdapat pada variasi pasir zeolit halus no.2, zeolit no.3, arang mangrove, zeolit kasar, dan pasir kuarsa yang dapat menurunkan kadar garam/khlorida (Cl) sebesar 637 mg/l, Sebelum penyaringan (kholorida 2444) ≥ Sesudah penyaringan (kholorida 1807).
2) Hasil kualitas air tanah asin di Tekolabbua Kab. Maros setelah melalui saringan pasir zeolit dan arang mangrove sebagian besar sudah memenuhi standar kualitas air bersih yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI 492/MENKES/PER/IV/2010 berdasarkan hasil parameter fisik dan kimia, kecuali untuk parameter total zat padat terlarut (TDS), kesadahan dan kholorida (Cl) hasilnya belum maksimal sehingga masih diperlukan pengujian variasi bahan lebih lanjut.
52
B. Saran
1) Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah konsep baru yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi pengembangan penelitian yang akan datang.
2) Perlu ditingkatkan beberapa model variasi injeksi dalam proses penyaringan seperti kombinasi material dengan beberapa variasi lainya.
3) Sebaiknya peneliti menggunakan bak penyaring dengan skala besar dengan ketebalan media sekitar satu meter setiap lapisan bahan.
4) Perlu adanya perhatian khusus dari pihak pemerintah kabupaten Maros terhadap kondisi masyarakat diarea muara sungai tepanya di Dusun Tekolabbua terhadap penyediaan air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari.
53