• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN

C. Hasil Perbandingan Siklus I dan Siklus II

1. Perbandingan Analisis Deskripsi Peningkatan Kemampuan menulis artikel melaui penerapan pembelajaran peer Lessons Pada Siklus I dan Siklus II

Dengan memperhatikan tabel berikut, maka akan diperlihatkan perubahan peningkatan skor hasil tes belajar Bahasa Indonesia siswa setelah pelaksanaan

50

tindakan pada siklus I dan siklus II.

Tabel 6

Distribusi Frekuensi dan Persentase

Skor Hasil Peningkatan Kemampuan menulis artikel melaui penerapan pembelajaran peer Lessons Siswa pada Siklus I dan Siklus II

Skor Kategori

Frekuensi Persentase (%) Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

Sangat rendah 5 0 16,67 0

Rendah 4 6 13,33 20

Sedang 20 21 66,67 70

Tinggi 1 3 3,33 10

Sangat tinggi 0 0 0 0

Berdasarkan Tabel 6. terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Gowa dalam penulisan tegak bersambung, tidak adanya siswa yang berada pada kategori sangat rendah pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I. Adapun hasil belajar siswa untuk kategori rendah, sedang, dan tinggi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.

Dari perbandingan siklus I dengan siklus II menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil peningkatan menulis artikel siswa mengalami peningkatan yaitu 64,67 pada siklus I menjadi 69,83 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Gowa setelah pelaksanaan pembelajaran tegak bersambung.

Selanjutnya pada tabel 4.3.1.2.berikut akan ditunjukkan ketuntasan belajar

51

siswa setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II.

Tabel 7

Deskripsi Ketuntasan Peningkatan

Kemampuan menulis artikel melaui penerapan pembelajaran peer Lessons Siswa pada Siklus I dan Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

Tidak Tuntas 9 6 30 20

Tuntas 21 24 70 80

Berdasarkan Tabel 7. tampak bahwa jumlah siswa yang tidak tuntas belajarnya berkurang dari siklus I ke siklus II yakni pada siklus I yang tidak tuntas berjumlah 9 siswa (30%) dan pada siklus II terdapat 6 siswa tidak tuntas (20%).

Begitupun siswa yang tuntas belajarnya mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yakni pada siklus I terdapat 21 siswa (70%) yang tuntas belajarnya dan meningkat pada siklus II dengan 24 siswa (80%) yang tuntas belajarnya. Hal ini menunjukkan bahwa hasil yang dicapai telah memenuhi indikator keberhasilan.

2. Pembahasan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran tulisan artikel dengan media buku tulisan indah pada siklus I terdapat 5 siswa mendapat skor 50, jika dipersentasekan menjadi 50%, maka dikategorikan kurang karena tidak memenuhi aspek yang dinilai yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 4 siswa mendapat skor 60, jika dipersentasekan menjadi 60%, maka dikategorikan

52

cukup karena belum memenuhi aspek yang dinilai yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 8 siswa mendapat skor 65, jika dipersentasekan menjadi 65%, maka masih dikategorikan cukup karena belum memenuhi aspek yang dinilai yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat.

Terdapat 10 siswa mendapat skor 70, jika dipersentasekan menjadi 70%, maka dikategorikan baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 2 siswa mendapat skor 75, jika dipersentasekan menjadi 75%, maka dikategorikan baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 1 siswa mendapat skor 80, jika dipersentasekan menjadi 80%, maka dikategorikan baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat.

Berdasarkan distribusi frekuensi dan persentase, terdapat 5 siswa yang dikategorikan sangat rendah dengan persentase 16,67%, terdapat 4 siswa yang dikategorikan rendah dengan persentase 13,33%, terdapat 20 siswa yang dikategorikan sedang dengan persentase 66,67%, terdapat 1 siswa yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 3.33%, dan tidak ada yang berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 0%.

Secara klasikal dari 30 siswa, yang mendapat nilai rerata adalah 9 siswa jika dipersentasekan sebesar 30% dengan nilai rata-rata 64,67. Berdasarkan dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan pada siklus I, hasil belajar siswa belum mencapai

53

indikator keberhasilan maka dilakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan refleksi pada Siklus I.

Sulastriningsih djumingin dan syamsudduha (2009:156) bahwa dalam merumuskan indikator keberhasilan harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa pencapaian hasil belajar telah ditentukan dari kurikulum kemudian pihak sekolah menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sesuai dengan potensi guru, kemampuan siswa, dan fasilitas pendukung yang ada di sekolah. Pada peneliti sebelumnya telah berhasil meningkatkan kemampuan siswa dengan nilai rata-rata 67,64 dengan kriteria ketuntasan 65 maka pada siklus I masih terdapat siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan dari pihak sekolah maka dilakukan perbaikan pada siklus II.

Hasil belajar siswa setelah dilakukan refleksi pada Siklus II, sebesar 69,83.

Skor yang dicapai siswa adalah terdapat 6 siswa mendapat skor 60, jika dipersentasekan menjadi 60%, maka dikategorikan cukup karena belum memenuhi aspek yang dinilai yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 4 siswa mendapat skor 65, jika dipersentasekan menjadi 65%, maka masih dikategorikan cukup karena belum memenuhi aspek yang dinilai yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 9 siswa mendapat skor 70, jika dipersentasekan menjadi 70%, maka dikategorikan baik

54

jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat.

Terdapat 8 siswa mendapat skor 75, jika dipersentasekan menjadi 75%, maka dikategorikan baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 2 siswa mendapat skor 80, jika dipersentasekan menjadi 80%, maka dikategorikan baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat. Terdapat 1 siswa mendapat skor 85, jika dipersentasekan menjadi 85%, maka dikategorikan sangat baik jika dinilai dari 5 aspek penilaian yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguasaan teknik, kreativitas, dan cepat.

Berdasarkan distribusi frekuensi dan persentase, tidak terdapat siswa yang dikategorikan sangat rendah dengan persentase 0%, terdapat 6 siswa yang dikategorikan rendah dengan persentase 20%, terdapat 21 siswa yang dikategorikan sedang dengan persentase 70%, terdapat 3 siswa yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 10%, dan tidak ada yang berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 0%.

Secara klasikal dari 30 siswa, yang mendapat nilai rerata hanya 6 siswa jika dipersentasekan sebesar 20% dengan nilai rata-rata 69,83. Hal ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan sudah tercapai yaitu tuntas individu apabila mencapai skor 65 dan tuntas klasikal mencapai 65% dari jumlah siswa yang tuntas belajar.

55

3. Perbandingan Analisis Aktifitas Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa Pada Siklus I dan Siklus II

a. Persentase Aktifitas Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa Pada Siklus I

Tabel 8

Aktifitas Siswa pada Siklus I

No. Aktivitas Siswa Frekwensi Nilai

1. Siswa yang hadir pada saat mengerjakan soal di papan tulis

9/30 x 100% 34,48%

9. Siswa yang berkerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok

21/30 x 100% 81,48%

56

b. Persentase Aktifitas Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa Siklus II

Tabel 9

Aktivitas Siswa pada Siklus II

No. Aktivitas Siswa Frekwensi Nilai

1. Siswa yang hadir pada saat pembelajaran

26/30 x 100% 96,55%

2. Siswa yang memperhatikan materi yang diajarkan

23/30 x 100% 82,75%

3. Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan

3/30 x 100% 13,79%

4. Siswa yang keluar masuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung

0 /30 x 100% 0

5. Siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti mengerjakan soal di papan tulis

10/30 x 100% 58,62%

9. Siswa yang berkerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok

25/30 x 100% 89,65%

57

4. Refleksi Terhadap Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar.

a. Refleksi terhadap siklus I

Pada awal pertemuan siklus I, khususnya pada pertemuan minggu pertama siswa masih kelihatan bingung dan bertanya-tanya dengan strategi pembelajaran yang diterapkan karena pada proses pembelajaran ini, siswa dihadapkan pada suatu hal yang masih baru bagi mereka, yaitu proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran peer Lessons Dimana siswa dituntut untuk dapat menemukan sendiri penyelesaian masalah yang disajikan dalam pembelajaran.

Hal ini terjadi karena sejak di kelas satu dan dua telah terbiasa dengan model belajar yang bersifat penyampaian. Hal ini juga yang sempat direkam dari pengamatan, diketahui bahwa sebagian siswa masih kurang menguasai konsep-konsep dasar yang seharusnya telah mereka ketahui sebelumnya. Hal ini mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar. Karena mereka tidak dapat menemukan pola-pola yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masalah, sehingga Guru harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara mengingatkan kembali pada materi prasyarat yang seharusnya mereka telah kuasai.

Pada minggu kedua penelitian, siswa sudah mulai beradaptasi meskipun terbilang sangat kecil, yaitu hanya terbatas pada siswa yang tergolong pintar saja, sebagian siswa masih banyak hanya sekedar meniru pola-pola dari temannya yang lebih pintar. Meskipun demikian hal ini menunjukkan adanya usaha dari mereka untuk mencari dan menemukan jawaban dari masalah-masalah yang disajikan.

58

Selama kegiatan ini berlangsung hingga akhir penelitian siklus I dapat ditemukan juga bahwa kegiatan penelitian sudah menemukan bentuk sendiri sesuai dengan apa yang diinginkan. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama dalam tiap kelompok sudah ada, misalnya membahas masalah yang sudah diberikan, siswa yang belum mengerti sudah mulai bertanya keteman kelompoknya atau kegurunya.

Meskipun apa yang ingin dicapai pada siklus ini masih jauh dari harapan.

Pada akhir pertemuan siklus I, siswa diberikan tes untuk menguji kemampuan mereka atas materi yang telah dibahas pada pertemuan siklus I. Dalam pelaksanaan tes tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar, walaupun masih ada siswa yang berusaha menyontek temannya. Hal ini disebabkan dari kebiasaan sebelumnya.

b. Refleksi terhadap siklus II.

Setelah merefleksi pelaksanaan siklus I diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II, sebagai perbaikan dari tindakan yang telah dilakukan pada siklus I.

Pada minggu ketiga dan ke empat yang memasuki siklus II penelitian sudah ada indikasi yang menunjukkan peningkatan proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dari siswa yang lebih aktif dan tampak lebih serius dalam mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.

Ini terjadi karena siswa mulai terbiasa dengan model yang diterapkan oleh Guru yaitu penerapan pembelajaran peer Lessons yang mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri informasi-informasi, fakta, konsep, dan teori melalui suatu proses. Sehingga siswa tidak hanya menghafal tetapi mampu memahami, mengingat

59

dan mengaplikasikan materi yang diperolehnya. Meskipun masih ada sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan penerapan pembelajaran peer Lessons ini. Hal ini yang menjadi tanggung jawab guru untuk meminimalkan kesulitan yang dihadapi siswa yaitu dengan membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan pola yang lebih jelas. Meskipun tidak semua siswa yang mengalami kesulitan tersebut dapat langsung memahami dan menemukan jawaban dari masalah.

5. Analisis Refleksi Siswa Terhadap Pembelajaran dengan penerapan pembelajaran peer Lessons

a. Pendapat siswa tentang pelajaran menulis artikel

Pendapat siswa mengenai pelajaran menulis artikel yaitu pada umumnya siswa beranggapan bahwa pelajaran menulis artikel adalah pelajaran yang sulit.

Bahkan ada yang beranggapan bahwa pelajaran menulis artikel adalah pelajaran yang membosankan tetapi ada pula diantaranya tertarik dengan pelajaran menulis artikel dan ingin mengkaji lebih dalam. Diantara siswa yang mengemukakan pendapatnya, 50 % siswa yang mengatakan pelajaran menulis artikel adalah pelajaran yang sulit, 25 % siswa yang menyatakan bahwa pelajaran menulis artikel adalah pelajaran yang membosankan dan sisanya yaitu 25 % mengatakan pelajaran menulis artikel adalah pelajaran yang sangat penting dan menarik untuk dikaji lebih dalam.

60

b. Pendapat siswa tentang penerapan pembelajaran peer Lessons

Pendapat siswa mengenai penerapan pembelajaran peer Lessons yaitu model pembelajaran peer Lessons ini perlu ditingkatkan dan dijelaskan secara rinci, karena ini cukup membantu siswa lebih efektif dalam menguasai kemampuan berpikir mereka. Dan ada juga yang berpendapat bahwa penerapan pembelajaran peer Lessons ini sangat sulit diterapkan karena model ini masih baru dan baru kali ini mereka dapatkan. Sehingga membuat mereka kesulitan dalam menemukan dan menentukan pola-pola dalam menyelesaikan masalah, yaitu karena siswa belum terbiasa dengan model ini.

Oleh karena itu, seorang guru harus mengetahui macam-macam model mengajar dan mampu menyesuaikan model -Model tersebut dengan topik-topik yang akan diajarkan. Sehingga dalam menyampaikan materi akan lebih berpariasi dan tidak terfokus pada satu atau beberapa model saja yang bisa membuat siswa bosan, dan salah satu alternatif model adalah penerapan pembelajaran peer Lessons

61

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama dua siklus, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Kemampuan menulis dengan artikel dapat meningkat dengan menggunakan media buku tulisan indah dalam pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Gowa dengan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 70% dengan nilai rata-rata 64,67 dan pada Siklus II mencapai 80% dengan nilai rata-rata 69,83 berdasarkan lima aspek penilaian yang telah dinilai dalam evaluasi yaitu kerapihan, ketepatan menulis, penguaasan teknik, kreativitas, dan cepat.

B. Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Media buku tulisan indah dalam pembelajaran menulis artikel melaui penerapan pembelajaran peer Lessons dapat digunakan demi peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesiaa siswa.

2. Sebagai tindak lanjut pada saat proses pembelajaran, diharapkan kepada guru untuk mengawasi, menghantar serta membimbing siswa dalam bekerja.

62

3. Penelitian ini hendaknya dapat dilanjutkan oleh peneliti lain yang berminat dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan pada penelitian ini dan pada subjek serta objek penelitian yang berbeda.

63

DAFTAR PUSTAKA

Amir,2006 Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi: 2012 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Ashadi Siregar, I Made Suarjana, 1995: Pendekatan Konsep, Pendekatan Proses dan strategi Peer Lessons dalam Pengajaran. IPA Yogyakarta: Andi Yogyakarta Azhar : 1993 Media Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka

Engkoswara 1998 Meningkatkan Kemampuan Menulis. Yogyakarta: Andi Yogyakarta

Hakim, 2001 Karangan Deskripsi. Bandung: Angkasa

Hamalik 2001 Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.

Hadiyanto 2001 Dasar-dasar Penulisan. Malang: UMM Press Hastuti 1995 Media dalam Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.

Hizam Zaini 2010 Menulis Artikel dan karya ilmiah. Bandung:Remaja Rosdakarya Kangmoes 1999 Meningkatkan Kemampuan Menulis. Yogyakarta: Andi Yogyakarta Kasihani Kasbolah 1999 Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung:Rosda Natia 1994 Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga Nuruddin, 2000 Menulis. Jakarta: Karunia Universitas Terbuka.

Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.

Yogyakarta: BPFE

Paricia K Cross 1995 Pengatar strategi Peer Lessons Jakarta: Rajawali

64

Pranoto 2004 Creative Writing. 72 Juru Seni Mengarang. Jakarta: PT. Prima Media Pustaka.

Roestiyah 1998, Dasar-dasar Komposisi Bahasa Indonesia. Malang: YE.

Salam, 1995 Pembelajaran Menulis Kreatif. Dalam Jurnal Pinisi Vol. 05 No. 01 Halaman 19-26

Tarigan, 1993 Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa

The 1992 Teknik Berpikir Kreatif, Petunjuk Bagi Mahasiswa untuk Menjadi Sarana Unggul. Yogyakarta: PUBIB dan Sabda Persada

.

1 Lampiran I: Observasi Aktifitas Siswa pada Siklus I

No. Aktivitas Siswa Frekwensi Nilai

1. Siswa yang hadir pada saat pembelajaran 26/30 x 100% 93,10%

2. Siswa yang memperhatikan materi yang diajarkan

19/30 x 100% 68,96%

3. Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan

6/30 x 100% 24,13%

4. Siswa yang keluar masuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung

2/30 x 100% 6,89%

5. Siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti

6/30 x 100% 24,13%

6. Siswa yang aktif pada saat pembahasan contoh soal

9/30 x 100% 34,48%

7. Siswa yang melakukan permainan sederhana di depan kelas dengan benar.

5/30 x 100% 20,68%

8. Siswa yang mengajukan diri mengerjakan soal di papan tulis

9/39 x 100% 34,48%

9. Siswa yang berkerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok

21/30 x 100% 81,48%

2 Lampiran II: Aktivitas Siswa pada Siklus II

No. Aktivitas Siswa Frekwensi Nilai

1. Siswa yang hadir pada saat pembelajaran

26/30 x 100% 96,55%

2. Siswa yang memperhatikan materi yang diajarkan

23/30 x 100% 82,75%

3. Siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat guru menjelaskan

3/30 x 100% 13.79%

4. Siswa yang keluar masuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung

0/30 x 100% 0

5. Siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti

12/30 x 100% 44,82%

6. Siswa yang aktif menulis artikel 18/30 x 100% 65,51%

7. Siswa yang mengerjakan soal di papan tulis dengan benar

11/30 x 100% 41,37%

8. Siswa yang mengajukan diri mengerjakan soal di papan tulis

10/30 x 100% 58,62%

9. Siswa yang berkerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok

25/30 x 100% 89,65%

3 ANGKET RESPON SISWA

Petunjuk.

1. Tulis Nama dan NIS anda pada tempat yang disediakan!

2. Bacalah pernyataan dengan teliti sebelum anda menjawabnya.

3. Berilah tanda ceklis (√ ) pada salah satu jawaban yang saudara anggap sesuai dengan diri saudara.

No. PERNYATAAN YA TIDAK

1.

2.

3 4.

5.

Saya senang dengan pelajaran bahasa Indonesia

Saya sangat senang dengan peer lesson Saya suka menonton film kartun

Saya bergairah mengikuti pelajaran pelajaran bahasa Indonesia karena dipenuhi dengan menggunakan strategi peer lesson.

Saya senang jika saya mengajar teman-teman.

Peneliti, Nama :

NIS :

4 LEMBAR OBSERVASI

Lembar Observasi: Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Melalui Pembelajaran Peer Lessons Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa

Hari / Tanggal : ……….

No Aspek Yang Diamati Gejala Yang Muncul

1

2

3

4

5

6

7

Suasana kelas

Sikap siswa dalam menyimak penjelasan guru Aktivitas bertanya

Respon siswa terhadap pembelajaran strategi peer lesson

Aktivitas kerjasama siswa

Aktivitas interaksi siswa dengan guru Aktivitas trablelisasi

Sangat baik

Baik Sangat aktif Sangat baik

Baik Baik dan amat

kompak Sangat baik

5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : X (sepuluh) / 1 (satu) Alokasi Waktu : 2x35 menit

A. Standar Kompetensi

Memahami teknik menulis artikel B. Kompetensi Dasar

Memberikan contoh sederhana cara menulis artikel yang baik C. Indikator:

a. Kognitif:

Proses:

Menjelaskan cara menulis artikel Menuliskan artikel

Produk:

 Menuliskan teknik menulis artikel Memahami menulis artikel b. Afektif:

Karakter:

 Menumbuhkan sikap kerja sama dengan penuh tanggung jawab

 Melaporkan hasil kerja Sosial:

 Melakukan kegiatan diskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai

 Menyumbang ide,

 Membantu teman yang mengalami kesulitan

6 c. Psikomotor:

 membacakan artikel yang telah dibuat D. Materi Pembelajaran

 Menulis

E. Strategi Pembelajaran

o Pendekatan Pembelajaran : Peer Lessons o Metode Pembelajaran :

 Kerja Kelompok

 Penugasan

 Tanya jawab

F. Media dan Sarana prasarana (disediakan guru):

a. Gambar denah dan symbol/ lambang korps b. Lembar kerja siswa.

G. Pengorganisasian Kelas : a. Individu

b. Kelompok H. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama (2 x 35 menit)

No Tahapan Kegiatan Pengorganisasian Keterlaksanaan Waktu Siswa 5 4 3 2 1

- Membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan:

7

 Bertanya jawab apakah siswa dapat membedakan

membedakan teknik menulis artikel dengn menulis yang lain

 globalisasi tersebut

 Siswa mengerjakan tes proses interaktif dan tes tertulis,

8

 Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang hasil kerjanya bagus agar siswa percaya diri.

 Guru memberikan tindak lanjut agar siswa secara individu

b. Macam-macam benda yang ada disekitar peserta didik c. Standar Isi Mata Pelajaran SMA bahasa Indonesia H. PENILAIAN

 Penilaian Lisan (dalam proses).

 Penilaian Tingkah laku (Pengamatan).

 Penilaian Produk.

 Penilaian Portofolio.

 Penilaian Tertulis Obyektif.

 Penilaian Tertulis Subyektif.

 Penilaian Unjuk Kerja (dalam proses).

Rubrik penilaian

9 - Penilaian Psikomotorik

No. Nama Aspek yang dinilai Jumlah

Skor Nilai

A B C

1 2 3

- Penilaian Afektif

No. Nama Aspek yang dinilai

Nilai Jumlah Skor

A B

1 2 3

Skor Maksimal 100

‘ Skor

1 = kurang 2 = cukup 3 = baik

4 = sangat baik

10 Nilai Kognitif dan Nilai Psikomotorik

% 18 100

JumlahSkor

Nilai  

Nilai Afektif

Jumlah Skor Nilai 10 – 12

8 – 9 6 – 7

A atau 4 B atau 3 C atau 2

Makassar, Oktober 2013

Mengetahui,

Kepala Sekolah Guru Kelas

Dra. Fauziah Hasriani Tahir, S.Pd.

NIP. 1096604221998032 005

STUDI KORELASI EFEKTIFITAS STRATEGI PEER LESSONS DENGAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK

DI MA ASSALAM BANGILAN TUBAN

STUDI KORELASI EFEKTIFITAS STRATEGI PEER LESSONS DENGAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK

DI MA ASSALAM BANGILAN TUBAN SKRIPSI

Diajukan kepada

Universitas Islam Lamongan

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu Ilmu Pendidikan Agama Islam

Oleh : MASHARI

NIMKO: 2007.4.023.0601.2.02905

UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2009

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI Skripsi oleh :

Nama : MASHARI

NIMKO : 2007.4.023.0601.2.02905

Judul : STUDI KORELASI EFEKTIFITAS STRATEGI PEER LESSONS DENGAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK DI MA ASSALAM BANGILAN TUBAN

Telah diperiksa dan disetujui untuk diajukan dalam sidang munaqasah.

Lamongan, 19 Juli 2009 Pembimbing I Pembimbing II

H. Isma`il Anas, LC, M.Ag M. Zubaidi, S.Ag, MA

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI

Skripsi yang ditulis oleh Mashari ini telah dipertahakan didepan Sidang Majlis Munaqosah Skripsi Fakultas Agama Islam Lamongan pada 10 September 2009, dan dapat diterima sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program strata satu dalam ilmu pendidikan

Majelis Munaqosah Skripsi : Ketua Sekretaris

__________________ __________________

Penguji I Penguji II

__________________ _________________

Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan Dekan,

Drs. H. ABU AZAM AL HADI, M.Ag MOTTO

       

     •     • 

     

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

(QS. An-Nahl : 125)

PERSEMBAHAN Allah SWT

Rasa syukur senantiasa hamba panjatkan atas setiap kasih sayangMu dan jalan yang telah Engkau tunjukkan pada hamba. Dengan kasih sayangMu dan jalan itu hamba berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Rasulullah Muhammad SAW

Sungguh tak terjangkau tinggi pekertimu, tidak tergambar indahnya akhlakmu, tidak terbatas segala jasamu, Engkau taburkan pengorbananmu untuk umatmu yang tercinta, sesungguhnya engkaulah Rasul mulia.

Orangtuaku

Ibu, Bapak .... tak ada kata yang mampu ‘ku ucapkan, tak ada tindakan yang mampu aku lakukan ‘tuk bisa membalas setiap pengorbananmu. Engkau adalah wanita yang paling mulia dihatiku.

Kakak dan Adikku

Hidup adalah perjuangan semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan hidup ini dengan

Hidup adalah perjuangan semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan hidup ini dengan

Dokumen terkait