Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dibatasi pada:
1 modul yang diimplementasikan (dari modul-modul yang ada pada SIRANJAJA yang dirancang) hanya dibatasi pada modul pembangunan content streaming,
2 handphone yang digunakan dalam
penelitian ini adalah handphone dengan merek Nokia N70 yang memiliki fitur
bluetooth, kamera, dan mendukung J2ME
dengan spesifikasi: MIDP 2.0, CLDC 1.1,
Java API JSR-82, dan Java API JSR-135,
3 tipe koneksi yang digunakan pada jaringan
piconet yang menghubungkan client
(handphone) dengan server (personal computer) adalah tipe koneksi point-to-point,
4 algoritma encoding video, encoding citra digital dan encoding suara digital tidak dibahas,
5 interferensi sinyal bluetooth dengan sinyal perangkat wireless lainnya diabaikan. Manfaat Penelitian
Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe pembangunan content streaming
yang digunakan untuk SIRANJAJA. Saat ini penelitian yang terkait dengan bidang peralatan komunikasi bergerak (mobile device) dan aplikasinya di Departemen Ilmu Komputer IPB belum begitu banyak diminati. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat bermanfaat untuk dijadikan referensi guna menggiatkan penelitian-penelitian dalam bidang yang sejenis.
TINJAUAN PUSTAKA
Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi
antarmuka radio yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial,
Scientific and Medical) yang mampu
menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Pengembangan teknologi ini dipromotori oleh
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Saat ini perkembangan teknologi
handphone semakin hari semakin pesat, baik kehandalan, fasilitas serta fitur-fiturnya terus ditingkatkan untuk memanjakan pemiliknya (Djan & Ruvendi 2006). Handphone kini telah dilengkapi dengan berbagai piranti tambahan (seperti kamera, bluetooth, dan lain-lain) sesuai dengan tuntutan kebutuhan konsumen.
Handphone saat ini tidak hanya digunakan untuk komunikasi suara, tetapi juga dapat digunakan untuk merekam suara, mengambil foto, memutar video, dan lain sebagainya.
Handphone kini telah menjadi perangkat yang multiguna.
Seiring dengan hal itu, kegiatan pembelajaran jarak jauh juga semakin banyak dikembangkan. Kegiatan belajar mengajar tidak lagi dibatasi dengan pertemuan fisik dalam satu ruang perkuliahan. Dengan kemajuan teknologi, ruang perkuliahan bisa digantikan dengan ruang kelas virtual (virtual class). Virtual class yaitu kelas virtual di mana dosen dan mahasiswa tidak harus bertatap muka dalam satu kelas, tetapi dapat digantikan dengan aplikasi video streaming
(Sukaridhoto et al. 2007). Proses streaming di sini digunakan untuk menyiarkan video
perkuliahan ke jaringan LAN / PAN / Internet.
Bluetooth adalah suatu teknologi radio jarak pendek yang memungkinkan konektivitas tanpa kabel antar-perangkat yang bersifat mobile (Halim 2005). Teknologi
bluetooth sudah lama ada dan diterapkan pada berbagai perangkat, tetapi aplikasi-aplikasi yang memanfaatkannya belum banyak digali. Umumnya, aplikasi yang banyak dikembangkan adalah aplikasi untuk menghubungkan handphone ke headset atau komputer. Ketersediaan kamera dan bluetooth
pada handphone memungkinkan peluang untuk memanfaatkannya sebagai media pembangunan content streaming untuk berbagai keperluan, di antaranya untuk sistem pembelajaran jarak jauh seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1 merancang SIRANJAJA (SIstem
pembelajaRAN JArak JAuh) berbasis web,
2 merancang dan mengembangkan modul pembangunan content streaming pada sisi
client (handphone) dan server (personal computer),
3 melakukan analisis terhadap ukuran file
dan delay yang didapatkan selama proses pengambilan/pengiriman data, terkait dengan tujuan pemilihan jenis encoding
citra digital dan encoding suara digital yang tepat untuk digunakan dalam pengembangan prototipe pembangunan
content streaming.
Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dibatasi pada:
1 modul yang diimplementasikan (dari modul-modul yang ada pada SIRANJAJA yang dirancang) hanya dibatasi pada modul pembangunan content streaming,
2 handphone yang digunakan dalam
penelitian ini adalah handphone dengan merek Nokia N70 yang memiliki fitur
bluetooth, kamera, dan mendukung J2ME
dengan spesifikasi: MIDP 2.0, CLDC 1.1,
Java API JSR-82, dan Java API JSR-135,
3 tipe koneksi yang digunakan pada jaringan
piconet yang menghubungkan client
(handphone) dengan server (personal computer) adalah tipe koneksi point-to-point,
4 algoritma encoding video, encoding citra digital dan encoding suara digital tidak dibahas,
5 interferensi sinyal bluetooth dengan sinyal perangkat wireless lainnya diabaikan. Manfaat Penelitian
Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe pembangunan content streaming
yang digunakan untuk SIRANJAJA. Saat ini penelitian yang terkait dengan bidang peralatan komunikasi bergerak (mobile device) dan aplikasinya di Departemen Ilmu Komputer IPB belum begitu banyak diminati. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat bermanfaat untuk dijadikan referensi guna menggiatkan penelitian-penelitian dalam bidang yang sejenis.
TINJAUAN PUSTAKA
Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi
antarmuka radio yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial,
Scientific and Medical) yang mampu
menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Pengembangan teknologi ini dipromotori oleh
2 Master Slave Slave Slave Master Slave (a) (b) Service record 1 Service record 2 Service record 3 Service record 1 Attribute 1 Attribute 2 lima perusahaan yaitu Ericsson, IBM, Intel,
Nokia dan Toshiba yang membentuk sebuah
Special Interest Group (SIG) pada bulan Mei 1998 (Halim 2005).
Tipe Koneksi Bluetooth
Bentuk dasar jaringan bluetooth
dinamakan piconet. Piconet merupakan bentuk jaringan ad hoc yang dinamis.
Suatu perangkat yang memanggil perangkat lain ke dalam piconet disebut
master, sedangkan perangkat lain yang menerima panggilan dinamakan slave. Secara umum, bentuk koneksi bluetooth dapat dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu: point-to-point, point-to-multipoint, dan scatternet.
Koneksi poin-to-point terjadi antara satu
master dan satu slave yang menjalin komunikasi. Jika slave yang terhubung ke
master lebih dari satu, koneksi ini dinamakan koneksi point-to-multipoint. Suatu perangkat dalam jaringan piconet dapat melakukan komunikasi dengan perangkat lain pada jaringan piconet yang lain, komunikasi ini dinamakan koneksi scatternet. Gambar 1 dan 2 menunjukkan bentuk jaringan pada
bluetooth (Nokia 2003).
Gambar 1 Piconet (a) point-to-point dan (b) point-to-multipoint.
Gambar 2 Piconet scatternet.
Stack Protokol Bluetooth
Stack protokol bluetooth terdiri atas beberapa layer protokol dan dibagi menjadi dua bagian, yaitu: controller dan stack on-host
(Klingsheim 2004).
Bagian controller secara khusus diimplementasikan pada level hardware. Layer pada bagian controller terdiri atas:
• Host Control Interface (HCI), • Link Manager Protocol, • Baseband / Link Protocol,
• dan Radio.
Sebaliknya, bagian stack on-host
diimplementasikan pada level software untuk berinteraksi dengan aplikasi dan service.
Layer pada bagian stack on-host, terdiri atas:
• Logical Link Control and Adaption
Protocol (L2CAP),
• RFCOMM, WAP dan OBEX, • Telephony Control System (TCS ), • Service Discovery Protocol (SDP), • dan Application.
Susunan stack protokol bluetooth dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3 Stack protokol bluetooth.
Service Bluetooth
Perangkat bluetooth menyimpan informasi tentang service bluetooth-nya dalam sebuah
service discovery database (Klingsheim 2004). Isi dari service discovery database
dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4 Service discovery database.
Koneksi Bluetooth antara Komputer dan Handphone Menggunakan Java
Untuk membangun koneksi antara komputer dan handphone, terdapat dua macam pendekatan yang dapat dilakukan (Nokia 2006), yaitu:
a Pendekatan berbasis COM-Port
Pendekatan berbasis COM-Port
menggunakan virtual COM-Port sebagai media komunikasi. Gambar 5 memperlihatkan Master
Slave Master
Slave
Slave Slave Slave
Slave Slave Master
Master
Application
Logical Link Control and Adaption Protocol (L2CAP)
Host Control Interface (HCI)
Link Manager Protocol
Baseband / Link Controller
Radio OBEX WAP SDP TCS RFCOMM service discovery database
arsitektur dari pendekatan berbasis COM-Port.
Gambar 5 Pendekatan berbasis COM-Port.
b Pendekatan berbasis JSR-82
Pendekatan berbasis JSR-82 hampir sama dengan pendekatan berbasis COM-Port. Perbedaan yang penting adalah implementasi
JSR-82 API memiliki komponen sendiri yang terpisah dari software bluetooth dan sistem operasi. Arsitektur dari pendekatan berbasis
JSR-82 dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6 Pendekatan berbasis JSR-82. Penggunaan Java API Bluetooth (JSR-82)
Penggunaan Java API JSR-82 (Ericsson 2004) meliputi: inisialisasi stack bluetooth, pencarian perangkat dan service yang ada dalam jangkauan, menunggu inisialisasi koneksi, pembukaan/penutupan koneksi, dan melakukan operasi Input/Output (I/O).
Koneksi bluetooth yang diciptakan Java API JSR-82 menggunakan protokol Serial Port Profile (RFCOMM), L2CAP, dan OBEX. Koneksi pada JAVA API JSR-82 didasarkan pada Generic Connection Framework (GCF).
Diagram state penggunaan Java API
bluetooth (JSR-82) diperlihatkan pada Gambar 7 (Ericsson 2004).
Prinsip streaming media
Prinsip streaming media adalah media dikirimkan secepat mungkin tanpa adanya proses keterlambatan (Austerberry 2005).
Gambar 7 Diagram state penggunaan
Java API Bluetooth (JSR-82). Mobile Media API (JSR-135)
Mobile Media API (MMAPI) JSR-135
merupakan paket opsional API yang dapat digunakan oleh pengembang aplikasi untuk mengakses kemampuan multimedia pada
handphone yang mendukung Java. MMAPI
dibuat berdasarkan konsep Java Media Framework dalam Java 2 Standar Edition (J2SE) namun dikhususkan untuk perangkat
handphone dengan kemampuan audio, video,
processing power, dan ukuran memory yang terbatas. Arsitektur MMAPI dapat dilihat pada Gambar 8 (Goyal 2006).
Gambar 8 Arsitektur Mobile Media API.
Video Frame Rate
Video menggunakan konsep frame untuk menampilkan citra per satuan detik (Lee 2005). Semakin banyak frame yang didapat maka akan semakin baik gerakan objek yang dihasilkan. Suatu video dengan nilai frame rate 12 frame rate per second (fps) sudah memberikan hasil yang bagus untuk digunakan pada web. Standar National Television Standards Committee (NTSC)
untuk full motion video adalah 30 fps, program TV memiliki frame rate 24 fps dan
video digital pada internet memiliki frame rate 15 - 30 fps.
Audio Sample Rate
Audio sample rateyaitu frekuensi bit data yang diambil secara acak (Kilohertz / KHz). Makin tinggi sample rate maka makin baik kualitas audio. Frekuensi pendengaran manusia berkisar antara 20 hingga 20.000 Hz, kisaran frekuensi percakapan hanya terbatas antara 500 hingga 3.000 Hz. Penggunaaan
Computer
start initialize clean up wait for connection close connection open connection discovery receive send service discover device discover OS Bluetooth device JSR-82 API Bluetooth device OS Device Driver BT Sotware JSR-82 APIComputer
Phone
OS Bluetooth device Virtual COM Bluetooth device OS Device Driver BT Sotware JSR-82 APIPhone
creates provides creates supplies data Play Manager DataSource Control4
sample rate untuk aplikasi perekaman yang teliti membutuhkan nilai sampling lebih dari 40 kHz, untuk penggunaan percakapan cukup menggunakan sample rate minimal sebesar 6
kHz (Austerberry 2005). Hint Track
Hint track adalah pemberian informasi paket RTP pada suatu content streaming file. Informasi ini akan memberikan keterangan pada server untuk mengirimkan video sequence dan video rate dengan benar (Austerberry 2005).
Delay
Delay didefiniskan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data dari sumber/pengirim ke tujuan/penerima (Sukoco 2008). Untuk menghitung delay dapat menggunakan rumus: delay(i) = Ri - Si dengan R= received time S = sent time.