BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Perhitungan dan Analisis
4.3.1. Pengujian Adanya Pelanggaran Asumsi-Asumsi Klasik 1. Pengujian adanya Multikolinieritas
Untuk mengetahui adanya multikolinieritas dengan cara melihat/ mengamati besarnya VIF, apabila VIF < 10 maka regresi bebas dari multikolinier sedangkan apabila VIF 10 Regresi mengandung multikolinier (Sudrajat, 2000). Adapun hasil perhitungan dengan komputer adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Nilai VIF
Variabel Tolerance VIF
Jumlah pelanggan(X1) Tarif penjualan(X2)
Produk domestik regional bruto(X3) Jumlah produksi listrik(X4)
0,186 0,184 0,177 0,103 5,367 5,443 5,653 9,725 Sumber : lampiran 4 (data diolah)
Dari tabel 6 diatas dapat disimpulkan bahwa regresi tidak terdapat adanya gejala multikolinieritas.
2. Pengujian adanya autokorelasi
Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi adalah dengan metode Uji Durbin-Watson d. Adapun pengujiannya adalah sebagai berikut :
3. Taraf/tingkat signifikansi yang digunakan () = 0,05
Selanjutnya dilihat pada tabel Durbin Watson d diperoleh DL = 0,685 dan DU = 1,977 serta 4 – DL = 3,315 dan 4 – DU = 2,023
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut : Tabel 7. Batas-batas daerah Test Durbin Watson
Daerah Keterangan DW < 0,685 0,685 DW < 1,977 1,977 DW < 2,023 2,023 DW < 3,315 DW 3,315 Autokorelasi positif Tanpa kesimpulan/inconclusive Non autokorelasi Tanpa kesimpulan/inconclusive Autokorelasi negatif Sumber : lampiran 3 (data diolah)
Sedangkan nilai Durbin Watson dari perhitungan DW = 2,440 dan nilai ini terletak pada daerah 2,023 DW < 3,315 atau berada pada daerah Inconclusive sehingga dapat disimpulkan Bahwa Regresi Bebas dari gejala Autokorelasi (korelasi serial).
3. Pengujian adanya Heteroskedastisitas
Salah satu metode yang dipakai untuk mengetahui adanya Heteroskedastisitas adalah dengan Uji Rank Spearman atau Spearman Rho. Adapun hasil perhitungan dari komputer adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Korelasi antara variabel bebas dengan Residual (error)
Variabel Korelasi Prob.
Jumlah pelanggan(X1) dengan Res Tarif penjualan (X2) dengan Res
Produk domestik regional bruto (X3) dengan Res Jumlah produksi listrik (X4) dengan Res
-0,039 -0,109 -0,036 -0,054 0,889 0,699 0,899 0,850 Sumber : lampiran 5 (data diolah)
Ho diterima, jika Probabilitas 0,05, maka terjadi Heteroskedastisitas Hoditolak jika Probabilitas > 0,05, maka terjadi Homoskedastisitas
Berdasarkan hasil pada tabel 8 diatas, semua probabilitas dari dari setiap variabel lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa regresi bebas dari gejala adanya Heteroskedastisitas, ini berarti variance dari variabel pengganggunya adalah tetap atau sama.
Dari Pendeteksian adanya pelanggaran terhadap asumsi-asumsi klasik diatas dapat disimpulkan bahwa regresi sudah tidak terdapat estimator-estimator yang bias atau sudah memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
4.3.2. Hasil Perhitungan Regresi Linier Berganda
Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara variabel bebas, yaitu : Jumlah pelanggan(X1), Tarif Penjualan(X2), Produk domestik regional bruto(X3) dan Jumlah produksi listrik(X4) terhadap variabel terikat yaitu Konsumsi tenaga listrik(Y).
Dalam analisis ini menggunakan model Analisis Regresi Linier berganda yang berguna untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh diantara variale bebas dan variabel terikat, hasil tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Variabel Koefis ien Regre
si
Std. Error thitung Sig r parsial
Jumlah pelanggan(X1) 515758,853 119520,029 4,315 0,002 0,807 Tarif Penjualan(X2) -46244,782 34169,830 -1,353 0,206 -0,393 Produk domestik regional bruto(X3) 0,954 2,282 0,418 0,685 0,131 Jumlah produksi listrik(X4) 0,210 0,062 3,388 0,007 0,731
Variabel terikat : Konsumsi tenaga listrik(Y) Konstanta : -1027951969,2
Koefisien Korelasi (R) = 0,983 Koefisien determinasi (R2) = 0,967
ttabel = 2,228
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut di atas, diperoleh persamaan regresi Linier berganda sebagai berikut :
Y = -1027951969,2 +515758,853 X1-46244,782X2 +0,954 X3 + 0,210 X4 Berdasarkan persamaan tersebut diatas, maka dapat dijelaskan melalui penjelasan sebagai berikut :
B0 = Konstanta = -1027951969,2
Ini menunjukkan besarnya pengaruh berbagai faktor terhadap Konsumsi tenaga listrik artinya, apabila variabel bebas konstan atau sama dengan 0, maka Konsumsi tenaga listrik akan menurun sebesar 1027951969,2 Kwh.
Ini menunjukkan besarnya pengaruh variabel Jumlah pelanggan(X1) terhadap Konsumsi tenaga listrik, artinya apabila variabel Jumlah pelanggan meningkat 1 unit, maka Konsumsi tenaga listrik akan meningkat sebesar 515758,853 Kwh dengan asumsi variabel X2 ,X3 dan X4 adalah konstan. B2 = Koefisien regresi untuk X2 = -46244,782
Ini menunjukkan besarnya pengaruh Tarif penjualan(X2) terhadap Konsumsi tenaga listrik, artinya apabila Tarif penjualan(X2) menurun 1 rupiah, maka Konsumsi tenaga listrik akan naik sebesar 46244,782Kwh dengan asumsi variabel X1, X3 dan X4 adalah konstan.
B3 = Koefisien regresi untuk X3 = 0,954
Ini menunjukkan besarnya pengaruh Produk domestik regional bruto terhadap Konsumsi tenaga listrik, artinya apabila Produk domestik regional bruto meningkat 1 ribu rupiah, maka Konsumsi tenaga listrik meningkat sebesar 0,954 Kwh, dengan asumsi variabel X1, X2 dan X4, adalah konstan. B4 = Koefisien regresi untuk X4 = 0,210
Ini menunjukkan besarnya pengaruh Jumlah produksi listrik terhadap Konsumsi tenaga listrik, artinya apabila Jumlah produksi listrik meningkat 1 kwh, maka Konsumsi tenaga listrik meningkat sebesar 0,210 Kwh, dengan asumsi variabel X1, X2 dan X3, adalah konstan atau sama dengan 0.
4.3.3. Koefisien Determinasi (R2) dan Koefisien Korelasi ( R )
Nilai R2 (Koefisien determinasi) = 0,967, nilai ini menunjukkan kemampuan variabel terikat dalam mempengaruhi variabel bebas adalah
dijelaskan oleh Jumlah pelanggan, Tarif Penjualan, Produk domestik regional bruto dan Jumlah produksi listrik hingga sebesar 96,7%. Sedangkan sisanya sebesar 3,3% dijelaskan oleh variabel lain.
Sedangkan besarnya koefisien korelasi ( R ) = 0,983, ini berarti hubungan keeratan antara variabel bebas dengan variabel variabel terikat adalah sangat kuat.
4.4. Pengujian Hipotesis
4.4.1. Uji Hipotesis Secara Simultan
Untuk mengetahui adanya pengaruh atau hubungan secara Simultan (serempak) digunakan uji F, dari perhitungan dengan program SPSS diperoleh hasil perhitungan ANOVA sebagai berikut :
Tabel 10 : Analisa Varian ( ANOVA )
ANOVAb 3.696E+019 4 9.239E+018 73.821 .000a 1.252E+018 10 1.252E+017 3.821E+019 14 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Jumah produksi listrik(X4), Jumlah pelanggan(X1), Tarif penjualan(X2), PDRB(X3)
a.
Dependent Variable: Konsumsi tenaga listrik(Y) b.
Sumber : Lampiran 3
Sedangkan langkah-langkah pengujian hipotesis secara simultan adalah sebagai berikut :
terikat.
HI : 1 2 3 4 0
Secara keseluruhan variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. b. = 0,05 dengan df pembilang = 4 dfpenyebut = 10 c. F hitung = sisa kuadrat rata -Rata Regresi kuadrat rata Rata = 73,821 d. F tabel ( = 0,05) = 3,478 e. Pengujian Hipotesis :
Gambar 1 : Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis Secara Simultan
Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho
Ftabel = 3,478 Fhitung = 73,821 Ho diterima jika Fhitung < Ftabel
Ho ditolak jika Fhitung F tabel
Dari hasil perhitungan diperoleh Fhitung sebesar 73,821 lebih besar Ftabel sebesar 3,478, ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima, ini berarti secara simultan variabel Jumlah pelanggan, Tarif Penjualan, Produk domestik regional bruto dan Jumlah produksi listrik berpengaruh secara nyata terhadap Konsumsi tenaga listrik sebagai variabel terikat.
A. Variabel Jumlah pelanggan
Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara Jumlah pelanggan(X1) terhadap Konsumsi tenaga listrik(Y) digunakan uji t dengan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Ho : 1 = 0 ( tidak ada pengaruh antara variabel X1, dengan variabel Y ) H1 : 1 0 ( ada pengaruh antara variabel X1 dengan variabel Y )
b. 2 = 0,05/2 = 0,025 dengan df = n – k – 1 = 15 – 4 – 1 = 10 c. thitung = ( ) 1 Se 1 = 029 , 119520 853 , 515758 = 4,315 d. ttabel (2 = 0,025) = 2,228 e. Pengujian hipotesis :
Gambar 2 : Kurva Distribusi Penolakan Dan Penerimaan Hipotesis Secara Parsial Untuk Variabel X1.
-2,228 2,228 Daerah PenolakanHo Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho 4,315
Dari perhitungan secara parsial diperoleh thitung = 4,315 sedangkan ttabel = 2,228 pada df = 10 dengan tingkat signifikansi sebesar 5 %. Karena thitung
lebih besar dari ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga secara parsial Jumlah pelanggan(X1) berpengaruh secara nyata dan berhubungan positif terhadap Konsumsi tenaga listrik(Y).
yang berarti dapat menunjukkan bahwa Konsumsi tenaga listrik mampu dijelaskan oleh Jumlah pelanggan hingga 65,12%. Sedangkan sisanya sebesar 34,88% dijelaskan oleh faktor lain.
Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara variabel Tarif Penjualan(X2) terhadap Konsumsi tenaga listrik(Y) digunakan uji t dengan langkah–langkah sebagai berikut :
a. Ho : 2 = 0 (tidak ada pengaruh antara varible X2 dengan variabel Y) H1 : 2 0 (ada pengaruh antara variabel X2 dengan variabel Y)
b. 2 = 0,05/2 = 0,025 dengan df = 10 c. thitung = ) ( Se 2 2 = 830 , 34169 782 , 46244 = -1,353 d. ttabel (2 = 0,025) = 2,228 e.Pengujian Hipotesis :
Gambar 3 : Kurva Distribusi Penolakan dan Penerimaan Hipotesis secara Parsial untuk variabel X2.
Daerah Penolakan Ho 2,228 Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho
Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh thitung = -1,353 sedangkan ttabel = 2,228 pada df = 10 dengan tingkat signifikasi sebesar
parsial Tarif Penjualan(X2) tidak berpengaruh secara nyata dan berhubungan negatif terhadap Konsumsi tenaga listrik(Y).
Nilai r2 parsial untuk Tarif penjualansebesar 0,3932 = 0,1544 yang berarti dapat menunjukkan bahwa Konsumsi tenaga listrik mampu dijelaskan oleh Tarif penjualan hingga sebesar 15,44%. Sedangkan sisanya sebesar 84,56% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam modal.
Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara Produk domestik regional bruto (X3) dengan Konsumsi tenaga listrik(Y) digunakan uji t dengan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Ho : 3 = 0 ( tidak ada pengaruh antara variabel X3 dengan variabel Y ) H1 : 3 0 ( ada pengaruh antara variabel X3 dengan variabel Y )
b. thitung = ) ( Se 3 3 = 282 , 2 954 , 0 = 0,418 c. ttabel (2 = 0,025) = 2,228 d. Pengujian Hipotesis :
secara Parsial untuk variabel X3. Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho -2,228 0,418 2,228
Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh thitung = 0,418 sedangkan ttabel = 2,228 pada df = 10 dengan tingkat signifikansi sebesar 5% karena thitung < ttabel atau maka Ho diterima dan H1 ditolak. Sehingga secara parsial Produk domestik regional bruto (X3) tidak berpengaruh secara nyata dan berhubungan positif terhadap Konsumsi
sar 98,38% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak r asu
tenaga listrik(Y) digunakan
el Y ) tenaga listrik(Y).
Nilai r2 parsial untuk Produk domestik regional bruto sebesar 0,1312 = 0,0172 yang berarti dapat menunjukkan bahwa Konsumsi tenaga listrik mampu dijelaskan oleh Produk domestik regional bruto hingga 1,72% Sedangkan sisanya sebe
te m k dalam model.
Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial antara Jumlah produksi listrik(X4) dengan Konsumsi
uji t dengan langkah– langkah sebagai berikut :
b. thitung = ( ) 4 Se 4 = 062 , 0 210 , 0 = 3,388 c. ttabel (2 = 0,025) = 2,228
Gambar 5 : Kurva Distribusi Penolakan dan Penerimaan Hipotesis
secara nyata dan
sar 46,56% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model.
d. Pengujian Hipotesis :
secara Parsial untuk variabel X4.
-2,228 2,228 3,388
Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh thitung = 3,388 sedangkan ttabel = 2,228 pada df = 10 dengan tingkat signifikasi sebesar 5 % karena thitung > ttabel atau maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga secara parsial variabel Jumlah produksi listrik berpengaruh
berhubungan positif terhadap Konsumsi tenaga listrik(Y).
Nilai r2 parsial untuk Jumlah produksi listrik sebesar 0,7312 = 0,5344 yang berarti dapat menunjukkan bahwa Konsumsi tenaga listrik mampu dijelaskan oleh Produk domestik regional bruto hingga 53,44% Sedangkan sisanya sebe
Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
4.5.
awa Timur.
pemerintah, selain itu listrik erupa
merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, sehingga engan pendapatan perkapita berapapun masyarakat akan tetap
embelinya. Pembahasan
Dari pengujian hipotesis dengan uji F dinyatakan bahwa secara simultan variabel Jumlah pelanggan, Tarif Penjualan, Produk domestik regional bruto dan Jumlah produksi listrik berpengaruh secara nyata terhadap Konsumsi tenaga listrik. Sedangkan dari pengujian hipotesis secara parsial dinyatakan bahwa variabel Jumlah pelanggan dan Jumlah produksi listrik berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrik di Jawa Timur, sedangkan variabel Tarif penjualan dan Produk domestik regional bruto tidak berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrik di J
Sedangkan variabel bebas yang dominan berpengaruh terhadap variabel Konsumsi tenaga listrik adalah variabel Jumlah pelanggan (X1)
Dari pengujian hipotesis dinyatakan bahwa secara parsial variabel Tarif penjualan tidak berpengaruh Konsumsi tenaga listrik, karena selama ini tarif penjualan listrik sebagian besar masih disubsidi oleh pemerintah terutama listrik untuk rumah tangga kelas R1, sedangkan untuk untuk kelas bisnis dan industri sudah tidak disubsidi oleh
m kan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, sehingga tarif berapapun masyarakat akan tetap membelinya.
Dari pengujian hipotesis dinyatakan bahwa secara parsial variabel Produk domestik regional bruto tidak berpengaruh Konsumsi tenaga listrik, karena listrik
d m
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. lan
lah
berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrik di Jawa
berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrik di Jawa
dak berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga Kesimpu
Dari hasil pengujian hipotesis dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a. Dari pengujian hipotesis dinyatakan bahwa secara simultan jumlah pelanggan, tarif penjualan, produk domestik regional bruto dan jum produksi listrik berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrik di Jawa timur, hal ini dapat dilihat dari nilai Fhitung yang lebih besar dari Ftabel. b. Dari pengujian hipotesis secara parsial dinyatakan bahwa Jumlah
pelanggan
Timur, hal ini dibuktikan dengan uji t, dimana didapat thitung lebih besar dari ttabel.
c. Dari pengujian hipotesis secara parsial dinyatakan bahwa Tarif penjualan tidak
Timur, hal ini dibuktikan dengan uji t, dimana didapat thitung lebih kecildari ttabel.
d. Dari pengujian hipotesis secara parsial dinyatakan bahwa Produk domestik regional bruto ti
listrikdi Jawa Timur, hal ini dibuktikan dengan uji t, dimana didapat thitung lebih kecil dari ttabel.
istrik berpengaruh terhadap Konsumsi tenaga listrikdi Jawa
hi variabel Konsumsi tenaga listrik adalah variabel Jumlah pelanggan (X1), karena variabel ini
iliki koefisien korelasi parsial sebesar 0,807.
5.2.
anyang banyak, karena
liti menambahkan dengan faktor-faktor lain serta menambahkan rentang waktu penelitian agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi.
produksi l
Timur, hal ini dibuktikan dengan uji t, dimana didapat thitung lebih besar dari ttabel.
f. Variabel bebas yang paling dominan mempengaru
mem
Saran
Dari kesimpulan diatas, maka beberapa saran yang dapat disampaikan oleh penulis adalah sebagai berikut :
a. Hendaknya pengelola perusahaan Listrik mengadakan promosi guna mencari atau mendapatkan jumlah pelangg
jumlah pelanggan yang banyak dapat meningkat pendapatan perusahaan dan meningkatkan PAD propinsi Jawa Timur.
b. Untuk penelitian selanjutnya mengenai Konsumsi tenaga listrikdi Jawa Timur hendaknya pene
Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur, Surabaya
, 2002, Infodis (Media Informasi dan Komunikasi) Edisi Keempat, PT PLN distribusi Jawa Timur, Surabaya
, 2002, Undang-Undang Dasar 1945, Republik Indonesia, Penerbit Apollo Surabaya.
, 2002-2006, Produk Domestik Regional Bruto Kota Surabaya, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur, Surabaya.
Arsyad, Lincolin, 1997, Ekonomi Mikro, BPFE, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Abdurahman, 2003, Dampak Kenaikan Tarif Dasar Listrik Terhadap Konsumsi Listrik Dan Pendapatan Masyarakat, www.fiskal.depkeu.go.id.
Bilas. Richard A, 2002, Teori Mikro Ekonomi, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Boediono, 1997, Ekonomi Makro, Edisi Keempat, Penerbit BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Dumairy, 1997, Perekonomian Indonesia, Cetakan Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur, Surabaya
IRDA, 2008, Jasa Layanan Umum yang disediakan langsung oleh Pemerintah Daerah, www.asiafoundation.org.
Kadariah, 1997, Teori Ekonomi Mikro, Edisi Revisi, LPFE UI, Jakarta.
Limbong, Ferry, 2003, Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Sambungan Tenaga Listrik Sektor Industri Di Kabupaten Sidoarjo, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur, Surabaya.
Muchlis, M, 2008, Kelistrikan Indonesia pada Era Millinium, www.iptek.net.id.
Purwoko, 2003, Analisis Peran Subsidi Bagi Industri dan Masyarakat Pengguna Listrik, www.fiskal.depkeu.go.id.
Rosyidi, Suherman, 1998, Pengantar Teori Ekonomi Mikro Pendekatan kepada Teori Ekonomi Makro dan Mikro, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
, 2004, Pengantar Teori Ekonomi Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro danMakro, Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Rintuh, 1994, Perekonomian Indonesia, Edisi Pertama, Liberty Jakarta.
Sudrajat, S.W.M, 1988, Mengenal Ekonometrika Pemula, Penerbit CV. Armco, Bandung.
Mada, Yogyakarta.
Suroto, 1992, Strategi Pembangunan dan Perencanaan Kesempatan Kerja, Edisi Kedua, Penerbit Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sumarni dan Soeprihanto, 1998, Pengantar Bisnis (Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan), Edisi Kelima, Penerbit Liberty, Yogyakarta
Samuelson. Nordhaus, 2003, Ilmu Mikro Ekonomi, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
Sukirno, Sadono, 2005, Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Edisi Ketiga, Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sudarman, Ari, 1996, Teori Ekonomi Mikro, Cetakan Kelima, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Siwi, Rendi, 2005, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Sambungan Listrik Rumah Tangga Di Kabupaten Madiun, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur, Surabaya.
Tambunan, Tulus, 2003, Perekonomian Indonesia, Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.