• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Perubahan Setelah Rebranding

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-41)

Tabel 4.6 Perbandingan sebelum dan setelah Rebranding

Sebelum Rebranding Setelah Rebranding

Citilink sepanjang tahun ini menjalankan proses rebranding. Citilink merealisasikannya dengan melakukan strategi branding secara menyeluruh, mulai dari livery baru, logo baru, interior baru pesawat, Sales Office, seragam baru pramugari, sistem pada website, dan lay out baru, serta didukung program marketing dan komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas.

Rencana Citilink setelah rebranding dengan mengutip hasil wawancara dengan Bpk. Aristo Kristandyo yang mengungkapkan rencana yang ingin dituju oleh Citilink adalah

“menambah lagi armada Airbus A320 terbaru sampai dengan 2015

menjadi 50 armada, menjadi 3 teratas LCC di tanah air, IPO di tahun 2015, menjajaki regional di tahun 2014.”

Di tahun 2013 ini, maskapai penerbangan Citilink akan membawa penumpangnya terbang ke banyak destinasi dengan menambah jumlah rute penerbangan ke berbagai kota di Indonesia. Mengutip dari hasil wawancara dengan Bpk Aristo Kristandyo yang mengatakan bahwa;

“Citilink kini memiliki 31 rute domestik, sebelumnya di tahun 2012 hanya 15 rute. Rute kota baru yang akan kami buka nanti, mencakup hingga ke beberapa kota di wilayah timur Indonesia. Ada juga nanti ke Ambon, Sorong. Dari Sorong itu nanti kan akan dekat ke Raja Ampat. Ke Kalimantan, Balikpapan Banjarmasin kita sudah. Sulawesi nanti kita ada dari Makassar ke Ambon kemudian untuk ke wilayah timur Kupang juga akan jadi rute kita. Selain di wilayah timur, penambahan rute pun mencakup Pulau Jawa dan Sumatera seperti Pekanbaru, Yogyakarta, Semarang, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.”

PT Citilink Indonesia optimistis mampu menggaet penumpang pesawat sesuai target, yakni tujuh koma delapan juta penumpang di sepanjang tahun ini. Proyeksi itu sejalan dengan realisasi jumlah penumpang Citilink selama kuartal pertama tahun ini yang melonjak 150% year-on-year menjadi 1,5 juta penumpang. Mengutip hasil wawancara dengan Bpk Aristo Kristandyo bahwa tidak ada target jumlah penumpang yang di khusus kan tiap rute.

“Untuk per rute kami tidak mentargetkan secara khusus, namun kita total kan secara global, dan pada tahun depan kita akan targetkan 7,8 juta penumpang, ini dua kali lipat dari sebelumnya di tahun 2012 dengan pencapaian tercatat di angka 3,8 juta penumpang yang juga mengalami kenaikan di banding tahun 2011 yang hanya 1,6 juta penumpang saja. Jadi yang kami tingkatkan itu adalah frekuensi penerbangannya”

Pak Aristyo Kristandyo menambahkan, “Pada awal 2012 frekuensi penerbangan

sebanyak 50 kali dalam sehari. Jumlah itu mengalami peningkatan menjadi 98 kali penerbangan per hari pada Desember 2012, ini penambahan karna libur natal dan tahun baru.”

Citilink memiliki srategi khusus untuk menembus angka 7,8 juta penumpang di tahun 2013, mengutip dari wawancara dengan Bpk. Aristyo Kristandyo

“Pada Januari 2013, Citilink melakukan penambahan menjadi 14 rute. Frekuensi penerbangan hingga awal tahun ini pun bertambah menjadi 108 kali per hari. Dengan target lebih dari tujuh juta penumpang ini, kami akan meningkatkan frekuensi menjadi lebih dari 200 kali penerbangan dalam sehari, penambahan rute adalah salah satu strategi yang kami lakukan untuk mencapai target penumpang. Sedangkan strategi lainnya adalah melakukan penambahan rute dan kota penghubung atau "hub". "Karena untuk pesawat, agar "cost of money"nya bagus, harus diendonin di dua kota "hub" yang lain," kami lihat Makassar sebagai salah satu potensi "hub" baru.”

4.4 Pembahasan

Setelah melakukan pengumpulan data melalui wawancara serta mempelajari literatur perusahaan yang ada, dan melakukan reduksi pada data- data yang dianggap kurang mendukung penelitian dan menyajikan hasil penelitian berikutnya berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti akan menjelaskan secara rinci pembahasan yang menjadi objek penelitian dan menganalisa serta data secara keseluruhan mengenai perencanaan dan implementasi komunikasi pemasaran PT Citilink dalam

Persaingan transportasi udara yang kini semakin ketat, membuat PT Citilink semakin meningkatkan kualitas dalam pelayanan terhadap pelanggan, dan menciptakan inovasi- inovasi baru untuk meningkatkan brand awareness serta meningkatkan penjualan.

Citilink merupakan anak perusahaan dari PT GARUDA INDONESIA (Persero) Tbk, yang bergerak dibidang pelayanan jasa penerbangan di Indonesia, yang belum lama melakukan penyegaran merk. Upaya ini dilakukan untuk menuai pengakuan dan reputasi sebagai Low Cost Carrier kelas dunia dan membuatnya menjadi maskapai terdepan di Indonesia. Hasilnya, Citilink menyabet sejumlah penghargaan termasuk Indonesia Leading Low Cost Airline 2011/2012 pada tanggal 11 November 2011dari Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA), Best Overall

Marketing Campaign dari The Budgies and Travel Awards 2012 dan Service To Care Award 2012 untuk Airlines Category dari Markplus Insight. Setelah menggelar acara

peluncuran seragam baru pramugari Citilink pada 20 April 2012 di gedung Citicon lantai 16, Slipi Jakarta. Citilink mengumumkan peresmian head office, sales office Jakarta dan training center baru yang menggunakan desain modern dan kombinasi warna hijau yang sesuai dengan citra baru Citilink.

Dari penelitian ini membuktikan keseriusan Citilink untuk membawa diri menjadi maskapai penerbangan terdepan di Indonesia, namun tidak terhenti sampai disini, Citilink membuat strategi komunikasi pemasaran yang dianggap mampu meningkatkan brand awarenss dan juga meningkatkan penjualan.

PT Citilink Indonesia menempuh dua jalur pemasaran agar cepat dikenal sebagai maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) nasional. Kedua jalur itu yakni pemasaran modern dan tradisional. Di jalur pemasaran modern,

perusahaan mengeluarkan website yang dapat dijadikan sarana bertransaksi dan penyebaran informasi lokasi wisata. Dan di jalur tradisional seperti penjualan ticket di agen / gebrakan baru Citilink yang meluncurkan Kiosk on the road, Mobil keliling Citilink ini menawarkan fasilitas layanan tiket. Loket berjalan ditempatkan di pusat keramaian, seperti perkantoran dan kampus. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada konsumen. Dan sebagai sarana untuk menginformasikan tentang produk LCC.

Salah satu kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan Citilink yaitu kegiatan promosi, hal ini dilakukan agar masyarakat Aware terhadap produk. Promosi tidak berhenti dengan menciptakan image dan awareness, namun promosi juga dapat dipergunakan untuk mempertahankan loyalitas pengguna, menarik daya minat calon pelanggan hingga akhirnya bisa terjadi penambahan jumlah pelanggan dan tentunya menambah pendapatan perusahaan.

Sebelum mengimplementasikan kegiatan promosi sangat perlu dilakukan penyusunan sebuah srategi promosi yang baik, dan ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu dengan menganalisis bauran pemasaran dari sebuah produk, membuat analisa SWOT mengenai produk, lalu analisis segmentasi, targeting, positioning. Dan menganalisis alat- alat komunikasi pemasaran apa saja yang digunakan.

Setelah itu, baru kita bisa menentukan strategi promosi apa yang cocok digunakan oleh produk kita dan dari strategi promosi yang telah ditetapkan oleh kita dapat menentukan elemen- elemen promosi apa yang akan kita lakukan. Dan berikut

Nama Produk: Citilink

Jenis Produk : Maskapai penerbangan 6. Price

Harga ticket dapat berubah- ubah 7. Place

Dikota –kota besar di seluruh Indonesia 8. Promotion

Elemen- elemen promosi yang digunakan adalah: f. Advertising

g. Sales promotion h. Public Relation i. Personal selling j. Direct Marketing

Melakukan sebuah analisis terhadap bauran pemasaran sangat penting karena dari analisis tersebut kita dapat memilih strategi promosi apa yang akan kita gunakan agar pesan yang kita buat sampai kepada khalayak.

Didalam hasil penelitian mengenai analisis SWOT, pada poin kekuatan, kekuatan yang dimiliki oleh Citilink yaitu, Positioning Brand PT.Citilink yang sudah cukup kuat sebagai brand LCC atau Low Cost Carrier, Memiliki sistem reservasi berbasis teknologi informasi. Dapat reservasi melalui http://www.citilink.com. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Citilink menggunakan dua jalur pemasaran, Memiliki aksessibilitas dengan adanya pembelian voucher via ATM, call center dan booking confirm via internet. Adanya tata cara pembelian:

2.Citilink merekomendasikan pembelian pin Citilink melalui ATM (BCA dan Bukopin) / fasilitas klik BCA.

3.Penumpang diharuskan untuk menghubungi kembali call center untuk mengkonfirmasi nomor pin yang tertera pada kupon Citilink / struk ATM tersebut.

Memakai sistem ticket less. Kartu Citilink adalah bukti bayar (bukan tiket) yang memiliki nomor seri dan nomor identifikasi pribadi (pin) yang digunakan untuk menetapkan penerbangan. Kartu Citilink berlaku selama 30 hari sejak tanggal pembelian.

Kelemahan yang dimiliki Citilink yaitu pada saat ini Citilink menggunakan jasa agen didalam menawarkan jasanya dan kurangnya promosi dengan memberikan petunjuk tata cara penerbangan via internet, klik BCA dan ATM BCA dan Bukopin.

Dari segi peluang Citilink, Peluang peningkatan trafik yang potensial dengan adanya otonomi daerah. Pada saat ini Citilink membuka trafik penerbangan yang baru yaitu rute :

1. Rute penerbangan Jakarta – Medan.

2. Rute penerbangan Jakarta – Padang.

3. Rute penerbangan Jakarta – Ampenan.

Penjualan melalui agen. Agen yang bekerja sama dengan Citilink ada di beberapa daerah diantaranya Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Yogyakarta.

Lalu dari Ancaman, Kompetisi pasar LCC yang semakin ketat dan meningkat. Banyak sekali maskapai penerbangan baru yang bermunculan sebagai pesaing dari

cepat mengharuskan Citilink untuk mengikuti trend yang ada. Contohnya kemajuan teknologi mobile communication dapat digunakan untuk reservasi kursi penerbangan melalui sms.

Perang harga terhadap brand lainnya. Perbandingan harga rute penerbangan Citilink dengan perusahaan penerbangan lain.

Langkah berikut yaitu menganalisis STP, segmentasi, targeting, positioning. Segmentasi Citilink : budget traveler atau maskapai dengan biaya rendah, segmentasi Citilink pada umumnya dari segala usia, jenis kelamin, ras, suku maupun agama sehingga siapapun bisa menggunakan pelayanan jasa dari Citilink.

Targeting : menjangkau masyarakat kelas menengah kebawah. Harga yang murah ditambah promo-promo yang menarik yang mampu menggaet masyarakat untuk menggunakan jasa dari Citilink. PT Citilink Indonesia terus meningkatkan kinerjanya hal ini dibuktikan dengan memperkuat armadanya dengan menambahkan pesawat baru yaitu airbus A320.

Positioning: Citilink sebagai perusahaan maskapai penerbangan berbiaya rendah ,LCC (Low Cost Carrier ) yang tetap mengedepankan kenyamanan serta keamanan pengguna jasa Citilink.

Alat alat komunikasi pemasaran yang digunakan Citilink 1. Iklan/advertising

a. Media cetak : Pos Kota, Warta kota (jakarta) b. Media elektronik : TV dan Radio

2. Penjualan perseorangan (personal selling)

a. Bekerjasama dengan PT POS Indonesia dan Citibank dalam bentuk pembayaran tiket Citilink di seluruh kantor pos di Indonesia. Kerjasama tersebut juga disertai dengan bantuan sistem pembayaran melalui Citi Indonesia.

b. Bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart dalam bentuk penjualan tiket.

c. Mobil Kios Keliling Citilink

Mobil kios keliling ini adalah salah satu strategi yang dijalankan oleh PT Citilink Indonesia dalam meningkatkan brand awareness di tahun 2012. d. Citilink, menandatangani kerja sama strategis dengan provider

Telkomsel. Pulsa Telkomsel kini bisa dibeli di dalam pesawat Citilink, sebaliknya tiket pesawat Citilink bisa dibeli hingga ke pedagang pulsa Telkomsel di pinggir jalan.

e. Pesan tiket semudah beli pulsa, dengan sistem penjualan yang di terapkan ini, mahasiswa bisa menjual tiket pesawat semudah mengisi pulsa telepon seluler (ponsel) tanpa harus mendirikan agen travel atau biro wisata. Mahasiswa tinggal mengirimkan konfirmasinya ke pihak Citilink dan mengisi deposit. Citilink Airlines yang menerapkan penjualan secara perorangan lewat online, meski saat ini masih sebatas mahasiswa yang boleh bertindak selaku penjual tiket pesawat maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia tersebut.

3. Promosi Penjualan (sales promotion)

Program promo Citilink yang telah dilaksanakan di 3 kota (Balikpapan, Banjarmasin, & Makasar ), Travel Fair yang diadakan di Atrium Mall Taman Anggrek, dan Kompas Travel Mart di Grand Indonesia Exhibition Center, East Mall – Jakarta, kali ini Citilink mengadakan “ Citilink Travel Fair “Acara ini adalah bagian dari promo Citilink untuk memudahkan kostumer dalam mendapatkan informasi

mengadakan promosi penerbangan keseluruh rute mulai 55.000. Promo penerbangan ini berlaku sampai akhir April 2014.

4. Hubungan Masyarakat (Publicity)

Mengadakan press conference atau sebagai sponsorship, press release, dan publikasi.

d. Press Release di Eclectic Lounge, Cilandak Town Square – Jakarta, Citilink mengumumkan peresmian penggunaan Seragam Pramugari Baru di seluruh armada Citilink. Jumat 20 April 2012

e. Press Conference pada saat Launching Layanan Pembayaran Tiket Pesawat Citilink, di Central Park Mall, Jakarta, Senin (8/7/2013).

f. Artikel dengan pencantuman fitur Citilink di media.

5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing) Sosial media

Facebook : https://www.facebook.com/citilink Twitter : @citilink

Youtube : youtube.com/citilinkindonesia

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-41)

Dokumen terkait