• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil rangkaian lengan robot (robotic arm)

Lengan robot yang dibuat penulis diberi nama RAMCES -5 singkatan dari

Robotic Arm with Manual Control sErvoS – 5. Pengujian di Laboratorium

Akustik dan Ilmu Kelautan IPB menunjukkan RAMCES -5 dapat bekerja dengan

baik saat mengambil obyek yang berbeda. Pergerakan menjepit dan

memindahkan obyek dapat dilakukan dengan baik dan terarah. Respon dari

RAMCES-5 terhadap pergerakan sensor tangan terjadi sangat cepat dan tidak

mengalami hambatan.

Lengan robot ini memiliki beberap a keunggulan diantaranya: mampu

mengambil berbagai macam benda dengan batas ukuran dan berat tertentu,

mampu melakukan gerakan seperti manusia, dan pengendali robot menggunakan

sensor yang ada pada tangan manusia. Pengendalian yang dilakukan

menggunakan tangan akan memberi kemudahan dalam mengarahkan gerakan

RAMCES-5 sesuai gerakan tangan.

Alat khusus yang ditempatkan pada RAMCES -5 adalah gripper yang berguna

dalam mencengkram benda yang diinginkan. Bentuk gripper yang dipilih

menyerupai capit karena bentuk ini mudah untuk dibuat dan memiliki gerakan

yang serempak antara kedua bagian capit. Sepasang capit akan memberikan hasil

cengkraman yang seimbang pada obyek yang diambil. Bentuk seperti capit

mempermudah RAMCES-5 mencengkram obyek secara baik saat kondisi vertikal.

Gambar 10. Tampak samping desain RAMCES -5

4.2. Desain pelindung motor servo RAMCES -5 4.2.1. Desain motor servo fingger

Desain motor servo fingger (servo 1) memiliki bagian yang berbeda dengan

servo lainnya karena memiliki gripper yang menempel dibagian atas pelindung

servo 1. Gripper ini berguna untuk mencengkram obyek yang diinginkan. Skala

untuk ukuran desain ini dipakai satuan mili meter (mm). Lebar bukaan yang

mampu dilakukan gripper adalah sebesar 5,6 cm. Hal ini membuat RAMCES -5

hanya mampu mencengkram obyek dengan ukuran dibawah 5,6 mm. Desain dari

servo 1 ditampilkan pada Gambar 11a,b sedangkan desain gripper ditampilkan

(a) (b)

Gambar 11. (a). Tampak atas desain pelindung motor servo 1, (b). Tampak depan desain pelindung motor servo 1

Gambar 12. Tampak atas desain gripper dari servo 1

Satuan= mili meter Satuan= mili meter

4.2.2. Desain motor servo wrist dan arm

Motor servo wrist (servo 2) dan arm (servo 3) memiliki desain pelindung

servo yang hampir sama dengan servo 1 hanya saja tidak memiliki perangkat

tambahan seperti gripper. Desain dari servo 2 dan 3 ditampilkan pada Gambar

13a,b.

(a) (b)

Gambar 13. (a). Tampak atas desain motor servo 2 dan 3, (b). Tampak depan desain motor servo 2 dan 3

4.2.3. Desain motor servo elbow

Desain pelindung servo elbow (servo 4) memiliki bentuk yang lebih panjang

dari servo lainnya. Dengan ukuran yang penjang maka servo ini akan membantu

servo didepannya lebih mudah menjangkau obyek -obyek yang jauh. Desain

panjang dipilih untuk menyamakan bagian ini dengan fungsi lengan ma nusia. Hal

ini akan membuat RAMCES -5 lebih mudah dikendalikan dan identik dengan

Satuan= mili meter Satuan= mili meter

gerakan lengan manusia. Desain dari servo 4 ditampilkan pada Gambar 14a,b dan

Gambar 15.

(a) (b)

Gambar 14. (a). Tampak depan desain pelindung motor servo 4, (b). Tampak samping desain pelindung motor servo 4

Gambar 15. Tampak atas desain pelindung motor servo 4

4.2.4. Desain motor servo shoulder

Desain servo shoulder (servo 5) dirancang lebih ko koh dan besar dari pada

servo yang lain agar mampu menahan beban berat lebih besar. Desain dari servo

5 ditampilkan pada Gambar 1 6 dan 17.

Gambar 16. Tampak atas desain motor servo 5

Satuan= mili meter Satuan= mili meter

Gambar 17. Tampak depan desain motor servo 5

Bentuk servo 5 seperti kotak dengan bagian bawah terpotong sebagian

berfungsi sebagai tempat menaruh RAMCES -5 pada dudukan wahana tetap atau

mobile yang membawanya. Khusus untuk servo 5 dipasangkan 2 buah bearing

pada poros perputaran stainles steel agar mengurangi b esarnya gesekan saat

berputar. Arkrilik yang tebal digunakan agar servo 5 mampu menahan bobot

RAMCES-5 secara keseluruhan dengan baik. Gear penghubung yang lebih besar

digunakan pada servo 5 karena bobot keseluruhan dari RAMCES -5 bertumpu

pada bagian servo ini sehingga dibutuhkan daya cengkram yang tinggi saat

berputar. Pemasangan kedua gear ini harus diposisikan sedikit longgar agar saat

berputar tidak macet dan mengganggu pergerakan RAMCES -5.

4.2.5. Desain persambungan sendi RAMCES -5

Desain cekungan ini dibuat untuk memberikan kekuatan persambungan sendi

servo sehingga tidak terjadi pergeseran saat servo bekerja. Dengan memberikan

cekungan selain memberi kekuatan persambungan sekaligus mengurangi jeda

yang terjadi saat servo bergerak. Desain persambungan sendi RAMCES -5

ditampilkan pada Gambar 18.

Gambar 18. tampak samping desain persambungan sendi RAMCES -5

4.3. Desain beban penyeimbang motor servo RAMCES -5 4.3.1. Desain penyeimbang servo 1

Pada RAMCES-5 dipakai banyak bahan arkrilik untuk pelindung servo

sehingga menimbulkan berat pada bagian servo penopangnya. Untuk mengurangi

beban yang diterima oleh servo saat berputar maka diberikan beban penyeimbang.

Desain penyeimbang untuk servo 1 tidak digunakan beban tambahan melainkan

menggunakan bobot servo ini sendiri. Hal ini akan mengurangi bobot total

dibagian servo selanjutnya. Desain penyeimbang servo 1 ditampilkan pada

Gambar 19.

Gambar 19. Tampak samping desain penyeimb ang servo 1

Dengan desain ini maka torsi putaran pada servo 2 tidak mengalami

pengurangan sehingga mampu memberikan memutar yang baik. Letak posisi dari

poros servo 2 berada dekat dengan sumbu horizontal gripper agar gerakan

memutar servo 2 tidak mempengaruhi posisi cengkraman gripper. Bentuk

sebenarnya dari desain penyeimbang servo 1 ditampilkan pada Gambar 20.

Gambar 20. Tampak samping bentuk jadi penyeimbang servo 1

Bagian dalam servo diberikan pencahayaan ya ng cukup dari nyala lampu

LED. Cahaya LED selain berguna menerangi bagian dalam servo juga berfungsi

sebagai indikator motor servo sedang bekerja. Saat motor servo bergerak maka

lampu LED akan berkedip dengan cepat yang menandakan sedang menerima

sinyal pulsa dari mikrokontroler. Dengan terlihatnya bagian dalam servo maka

dapat dengan mudah memantau pergerakan gear penghubung servo.

4.3.2. Desain penyeimbang servo 2

Desain penyeimbang servo 2 berbeda dengan penyeimbang servo 1 agar

didapatkan bobot seimbang dari servo 1 dan 2. Berat yang ada pada servo 1 dan 2

akan diseimbangkan dengan beban penyeimbang yang terletak berlawanan dari

servo ini. Hal ini akan membantu perputaran servo 3 dan menambah torsi yang

dihasilkan. Beban penyeimbang ini te rbuat dari timah padat yang telah dibentuk

seperti tabung. Desain penyeimbang servo 2 ditampilkan pada Gambar 21

sedangkan Gambar 22 menampilkan bentuk sebenarnya penyeimbang servo 2.

Gambar 21. Tampak samping desain penyeim bang servo 2.

Gambar 22. Tampak samping bentuk jadi penyeimbang servo 1

4.3.3. Desain penyeimbang servo 3

Desain penyeimbang pada servo 3 berbeda dengan penyeimbang servo 1 dan

2 karena perbedaan fungsi beban ini. Beba n penyeimbang servo 3 tidak akan

berpengaruh banyak saat posisi servo 4 tepat pada posisi vertikal. Saat servo 4

bergerak dari posisi vertikalnya maka penyeimbang servo 3 akan membantu

gerakan memutar servo 4. Desain penyeimbang servo 3 ditampilkan pada

Gambar 23 sedangkan bentuk sebenarnya ditampilkan pada Gambar 24

Gambar 23. Tampak belakang desain penyeimbang servo 3

Gambar 24. Tampak depan bentuk jadi penyeimbang servo 3

4.3.4. Desain penyeimbang servo 4

Bagian servo 4 merupakan servo terakhir yang diberi beban penyeimbang

sedangkan bagian servo 5 akan menempel pada wahana yang membawa

RAMCES-5. Pada bagian servo 4 memiliki desain beban penyeimbang yang

lebih besar dibandingkan dengan servo yang lainnya karena servo ini berperan

utama menyeimbangkan seluruh bobot servo didepannya (sevo 1,2, dan 3).

Desain penyeimbang servo 4 ditampilkan pada Gambar 25 sedangkan Gambar 26

menampilkan bentuk sebenarnya penyeimbang servo 4.

Gambar 25. Tampak samping desain penyeimbang servo 4

Gambar 26. Tampak samping bentuk jadi penyeimbang servo 4

Letak dari beban penyeimbang yang miring berguna untuk mendapatkan titik

grafitasi yang berubah-ubah saat bergerak karena RAMCES -5 memiliki

kemampuan menjauh dan mendekatkan posisi servo 2. Hal ini disebabkan karena

RAMCES-5 memiliki servo 3 yang berperan sebagai sendi engsel tangan

manusia. Dengan menjauhnya posisi servo 2 maka bobot yang dite rima servo 5

akan bertambah. Pada saat inilah penyeimbang servo 4 melakukan fungsinya

yaitu mengurangi gaya grafitasi yang diterima servo 1,2,3 sehingga membantu

pergerakan servo 5 dalam memutar. Bentuk lengkap dan bagian -bagian

RAMCES-5 dapat dilihat pada Lampiran 9.

4.4. Desain sensor pengendali RAMCES -5 4.4.1. Desain sensor fingger

Lengan robot ini dilengkapi dengan 5 buah sensor pada tangan yang berfungsi

menjadi pengendali gerakan robot. Untuk mengendalikan gerakan servo fingger

diperlukan sensor fingger. Sensor fingger kita buat dari cassing yang mampu

manusia dengan cara tertentu kita buat agar sensor dapat bergerak mengikuti

gerakan jemari tangan. Sensor yang dibuat harus dapat dipasang dan dilepaskan

dengan mudah dari jari manusia. Bentuk sensor fingger secara lengkap

ditampilkan pada Gambar 27.

Gambar 27. Tampak bawah sensor fingger

4.4.2. Desain sensor wrist

Sensor wrist merupakan yang paling rumit dari segi desain dibandingkan

dengan sensor lainnya. Hal ini disebabkan oleh bentuk sendi putar pergelangan

tangan yang memiliki poros putar di bagian tengah tulang sehingga membutuhkan

mekanisme khusus untuk mendeteksi gerakan putar sendi ini . Sensor terpasang

menempel dengan kuat pada bagian pergelangan tangan manusia sehingga saat

sendi berputar sensor tidak ikut bergerak. Bentuk sensor wrist ditampilkan pada

Gambar 28 dan 29. Potensio meter Gear penghubung Bagian aktif sensor fingger Bagian aktif sensor fingger

Gambar 28. Tampak bawah sensor wrist

Gambar 29. Tampak atas sensor wrist

4.4.3. Desain sensor arm

Sensor arm diletakkan pada bagian sendi engsel tangan manusia. Sendi

engsel ini memiliki sumbu putar di luar sendi sehingga mudah untuk membuat

desain sensor arm. Sensor arm akan mendeteksi secar langsung gerakan naik

turunnya tangan manusia. Untuk menjaga agar sensor ini tidak bergerak kekanan Potensio

meter Poros sensor Bagian pasif

sensor wrist Poros penggerak

sensor Bagian aktif sensor

wrist Bagian pasif sensor wrist Bagian aktif sensor wrist Perekat kain

dan kekiri maka bagian aktif sensor dihubungkan dengan bagian pasif sensor

wrist. Potensio meter untuk sensor arm dipasangkan di sebelah luar ba dan sensor.

Bentuk sensor arm ditampilkan pada Gambar 30 dan 31.

Gambar 30. Tampak bawah sensor arm

Gambar 31. Tampak samping kanan sensor arm

4.4.4. Desain sensor elbow

Sensor elbow merupakan sensor yang dirancang untuk dapat mendeteksi

pergerakan putar lengan manusia. Lengan manusia memiliki sumbu putar yang Potensio meter Gear penghubung Bagian aktif sensor arm Bagian pasif sensor arm Gear penghubung Bagian aktif sensor arm Bagian pasif sensor arm Perekat kain

berada didalam tulang sehingga dibutuhkan desain seperti tabung agar mampu

menghitung besarnya sudut yang dibentuk. Desain seperti tabung dipilih karena

untuk bagian lengan tidak dimungkinkan penggunaan sistem sensor wrist atau

sensor yang lain

Bentuk yang seperti tabung akan membuat sensor elbow bergerak serupa

dengan lengan manusia. Bentuk tabung ini membuat sensor elbow lebih ringkas

dan terlindung. Untuk menguatkan dudukan sensor elbow maka bagian aktif

sensor direkatkan dengan bagian pasif sensor arm sedangkan bagian pasif akan

direkatkan pada bagian aktif sensor shoulder. Sensor elbow diberi penguat

tambahan berupa dua buah perekat kain yang berada di bagian akti f dan pasif

sensor. Bentuk sensor elbow ditampilkan pada Gambar 32.

Gambar 32. Tampak bawah sensor elbow Poros sensor wrist Bagian pasif sensor elbow Bagian aktif sensor elbow Potensio meter Perekat kain

4.4.5. Desain sensor shoulder

Desain sensor shoulder harus memenuhi kriteria seperti sensor arm

sedangkan bahu manusia merupa kan bagian tangan yang memiliki sendi omni

(berputar kesegala arah). Khusus untuk sensor shoulder dipakai desain dengan

sistem yang berbeda dengan sensor lainnya. Hal ini disebabkan karena sendi bahu

yang semula memiliki banyak sudut putar harus dijadika n menjadi satu sendi

engsel. Bentuk sensor shoulder ditampilkan pada Gambar 33.

Gambar 33. Tampak depan sensor shoulder

Bagian pasif sensor shoulder merupakan tempat bertumpunya semua beban

sensor shoulder. Untuk mencegah bergesernya sensor maka bagian aktif sensor

shoulder dipasangkan dua buah perekat kain. Perekat kain ini selain untuk

menguattkan sensor shoulder juga sebagai tempat merekatnya bagian pasif sensor

elbow. Bentuk seluruh sensor RAMCES -5 ditampilkan pada Lampiran 10 d an

sensor yang telah terpasang di tangan ditampilkan pada Lampiran 11. Bagian aktif sensor shoulder Bagian pasif sensor shoulder Potensio meter Poros sensor wrist Perekat kain

Dokumen terkait