• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

3. Hasil tambahan

a. Kategorisasi data penelitian

Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat dilakukan pengelompokan yang mengacu pada kriteria kategorisasi. Azwar (2005) menyatakan bahwa kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor subjek penelitian terdistribusi normal. Kriterianya terbagi atas tiga kategori, yaitu: rendah, sedang, dan tinggi.

Dalam penelitian ini peneliti mengkategorikan data penelitian berdasarkan mean hipotetik dan mean empirik. Mean hipotetik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor idealnya skala, sedangkan mean empirik untuk melihat posisi relatif individu berdasarkan norma skor dari subjek penelitian. Deskripsi data penelitian kepuasan konsumen dapat dilihat pada tabel 13 berikut:

Tabel 13. Deskripsi data penelitian kepuasan konsumen

Variabel

Skor Empirik Skor Hipotetik

Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD

Kepuasan konsumen

84 151 122.3 13.866 42 168 105 21

Berdasarkan tabel 13 diperoleh mean empirik skala kepuasan konsumen adalah 122.3 dengan standard deviasi empirik sebesar 13.866 dan mean hipotetiknya adalah 105 dengan standard deviasi sebesar 21. Dari perbandingan mean empirik dan mean hipotetik terlihat bahwa mean empirik lebih besar dari mean hipotetik (122.3 > 105), yang berarti bahwa secara umum kepuasan konsumen subjek penelitian lebih tinggi dari pada rata-rata kepuasan konsumen populasi pada umumnya.

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

Tabel 14. Kategorisasi Data Hipotetik Kepuasan Konsumen

Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase Kepuasan

konsumen

X < 84 Rendah 0 0 %

84 ≤ X < 126 Sedang 54 60 %

126 ≤ X Tinggi 36 40%

Berdasarkan kategorisasi pada tabel 14 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar kepuasan mahasiswa Psikologi USU termasuk dalam kategori sedang (60 %) dan selebihnya termasuk dalam kategori tinggi (40 %) dan tidak ada yang tergolong rendah.

Deskripsi data penelitian loyalitas merek dapat dilihat pada tabel 15 berikut: Tabel 15. Deskripsi data penelitian loyalitas merek

Variabel

Skor Empirik Skor Hipotetik

Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD

Loyalitas merek

95 171 128.41 14.445 46 184 115 23

Berdasarkan tabel 15 diperoleh mean empirik skala loyalitas merek adalah 128.41 dengan standard deviasi empirik sebesar 14.445 dan mean hipotetiknya adalah 115 dengan standard deviasi sebesar 23. Dari perbandingan mean empirik dan mean hipotetik terlihat bahwa mean empirik lebih besar dari mean hipotetik (128.41 > 115), yang berarti bahwa secara umum loyalitas subjek penelitian terhadap merek lebih tinggi dari pada rata-rata loyalitas populasi terhadap merek pada umumnya.

Tabel 16. Kategorisasi Data Hipotetik Loyalitas Merek

Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase Loyalitas

merek

X < 92 Rendah 0 0 %

92 ≤ X < 138 Sedang 71 78.89 %

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

Berdasarkan kategorisasi pada tabel 16 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar loyalitas mahasiswa Psikologi USU termasuk dalam kategori sedang (78.89 %) dan selebihnya termasuk dalam kategori tinggi (21.11 %) dan tidak ada yang tergolong rendah. Artinya, secara keseluruhan, mahasiswa Psikologi USU yang menjadi subjek dalam penelitian ini memiliki loyalitas yang sedang terhadap merek kartu pra-bayar Simpati. Untuk melihat penyebaran variabel dalam bentuk matriks kategori dapat ditunjukkan pada tabel 17 berikut:

Tabel 17. Matriks Hubungan Antar Variabel Dalam Bentuk Kategori Kepuasan Konsumen

Rendah Sedang Tinggi

Loyalitas merek kartu pra-bayar Simpati

Rendah 0 0 % 0 0% 0 0%

Sedang 0 0 % 49 54.4% 22 24.4 % Tinggi 0 0 % 5 5.6 % 14 15.6 %

Jumlah (%) 90 (100%)

Matriks di atas menunjukkan bahwa hubungan variabel yang memiliki persentase terbesar terlihat pada frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen sedang dan skor loyalitas merek sedang sebanyak 49 orang (54.4 %). Frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen tinggi dan skor loyalitas merek yang sedang sebanyak 22 orang (24.4 %). Frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen tinggi dan skor loyalitas merek tinggi sebanyak 14 orang (15.6 %). Frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen sedang dan skor loyalitas merek tinggi sebanyak 5 orang (5.6 %).

Sementara frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen rendah dan skor loyalitas merek rendah, frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen rendah dan skor loyalitas merek sedang, frekuensi mahasiswa

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

yang memiliki skor kepuasan konsumen rendah dan skor loyalitas merek tinggi, frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen sedang dan skor loyalitas merek rendah serta frekuensi mahasiswa yang memiliki skor kepuasan konsumen tinggi dan skor loyalitas merek rendah tidak ada (0 %).

b. Pembahasan

Hasil penelitian antara kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek Simpati pada mahasiswa Psikologi Universitas Sumatera Utara menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek kartu pra-bayar Simpati. Pengaruh ini menunjukkan adanya hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek, dimana kepuasan konsumen mempunyai peran dalam membentuk loyalitas merek. Namun harus diingat, bahwa loyalitas merek tidak selalu disebabkan oleh kepuasan konsumen. Akibatnya, ada hubungan asimetris antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek.

Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Hallowel (1996) adalah benar. Dalam penelitian tersebut ia berpendapat bahwa kepuasan konsumen adalah prasyarat loyalitas konsumen terhadap merek. Tetapi fakta di pasar menunjukkan hal yang sebaliknya, kepuasan konsumen ternyata tidak menjamin konsumen tersebut tidak berpindah merek. Soderlund (1998) mengemukakan adanya asosiasi positif antara kepuasan konsumen dan loyalitas merek, dengan catatan peningkatan kepuasan tidak selalu menghasilkan peningkatan loyalitas dalam derajat yang sama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya fakta bahwa konsumen yang puas pun dapat berpindah merek (Jones & Sasser, 1995).

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

Studi senada yang dilakukan Mittal dan Lassar (1998) mengelompokkan responden yang puas dan tidak puas, dan mengasosiasikan masing-masing kelompok dengan niat untuk berpindah merek. Hasilnya, semua anggota responden kelompok yang tidak puas menyatakan berniat untuk berpindah merek, sedangkan sebagian anggota kelompok yang puas (19.5 % - 78.6 %) juga menyatakan beniat untuk berpindah merek (Mittal & Lassar, 1998). Temuan Mittal dan Lassar (1998) mendukung studi sebelumnya yang dilakukan oleh Strauss dan Neuhaus (1997). Pendapat yang sama dikemukakan oleh Kandampully dan Suhartanto (2000); Hallowell (1996); Ruyter dan Bloemer (1999); Soderlund (1998) bahwa kepuasan mempunyai asosiasi positif dengan loyalitas, tetapi dengan catatan peningkatan kepuasan tidak selalu menghasilkan peningkatan loyalitas dalam derajat yang sama. Karena kepuasan tidak selalu menjamin konsumen untuk loyal karena konsumen yang puas masih menunjukkan niat untuk berpindah merek.

Pernyataan-pernyataan yang diungkapkan di atas sesuai dengan hasil pengolahan data dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil matriks hubungan diperoleh 15.6 % mahasiswa yang dengan kepuasan tinggi memiliki loyalitas tinggi terhadap merek kartu pra-bayar Simpati. Mahasiswa dengan kepuasan yang sedang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap merek kartu pra-bayar Simpati adalah sebanyak 5.6 %. Begitu pula dengan mahasiswa dengan kepuasan yang rendah memiliki loyalitas yang rendah terhadap merek kartu pra-bayar Simpati adalah sebanyak 0 %. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan konsumen memiliki pengaruh terhadap loyalitas merek kartu pra-bayar Simpati.

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

Perbandingan mean empirik dengan mean hipotetik variabel kepuasan konsumen menunjukkan mean empirik lebih besar dibandingkan dengan mean hipotetik (122.3 > 105), yang berarti bahwa secara umum kepuasan konsumen subjek penelitian lebih tinggi dari pada rata-rata kepuasan konsumen populasi pada umumnya. Kategorisasi subjek penelitian berdasarkan variabel kepuasan konsumen menunjukkan bahwa sebagian besar kepuasan subjek penelitian pada Simpati berada dikategori sedang, yaitu sebesar 60 %. Selebihnya 40 % kepuasan subjek penelitian berada dikategori tinggi. Artinya, kepuasan subjek penelitian tidak tinggi dan juga tidak rendah. Dalam penelitian ini, tidak ada subjek penelitian yang mempunyai kepuasan yang rendah terhadap merek kartu pra-bayar Simpati.

Hasil perbandingan mean empirik dengan mean hipotetik variabel loyalitas merek menunjukkan mean empirik lebih besar dibandingkan dengan mean hipotetik (128.41 > 115), yang berarti bahwa secara umum loyalitas subjek penelitian terhadap merek lebih tinggi dari pada rata-rata loyalitas populasi terhadap merek pada umumnya. Kategorisasi subjek penelitian berdasarkan variabel loyalitas merek menunjukkan bahwa sebagian besar loyalitas subjek penelitian pada merek kartu pra-bayar Simpati berada dikategori sedang, yaitu sebesar 78.89 %. Selebihnya 21.11 % loyalitas subjek penelitian pada merek kartu pra-bayar Simpati berada dikategori tinggi. Artinya, loyalitas subjek penelitian pada merek kartu pra-bayar Simpati tidak tinggi dan juga tidak rendah. Dalam penelitian ini, tidak ada subjek penelitian yang mempunyai tingkat loyalitas yang rendah terhadap merek Simpati.

Dinarty Sh Manurung : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Kartu Pra- Bayar Simpati, 2009.

USU Repository © 2009

Dalam penelitian ini didapatkan besarnya pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek kartu pra-bayar Simpati adalah sebesar 49 %. Artinya, kepuasan konsumen memberikan sumbangan efektif sebesar 49 % dalam membentuk loyalitas merek, sedangkan sisanya yang sebesar 51 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (Marconi, 1993).

Hal ini senada dengan hasil penelitian yang didapatkan dari matriks hubungan yaitu variabel yang memiliki persentase terbesar terlihat pada frekuensi kepuasan konsumen sedang dan frekuensi loyalitas merek sedang sebesar 54.4 %. Frekuensi kepuasan konsumen tinggi dan frekuensi loyalitas merek sedang sebesar 24.4 %. Artinya, posisi sedang menunjukkan bahwa loyalitas tidak tinggi dan juga tidak rendah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk menarik posisi sedang tersebut ke posisi loyalitas yang tinggi, diperlukan faktor-faktor lain selain kepuasan konsumen.

BAB V

Dokumen terkait