BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6. Hasil Temuan
Selain kendala yang disampaikan informan, peneliti juga menemukan temuan beberapa hal yang menjadi hambatan pada proses implementasi program ini. Temuan tersebut kami rangkum dalam sebuah tabel serta penjelasan dibawahnya. Berikut temuan peniliti yang menjadi penghambat implementasi Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.
Tabel 24
Temuan faktor penghambat dalam Implementasi P2WKSS di Desa Sawocangkring 2016
No Hambatan Lokasi Keterangan
1. Dukungan Sawo Kurangnya dukungan dari
kaum laki-laki
2. Modal Cangkring,
Lumbang
Kesulitan mencari modal 3. Sarana dan
Prasarana
Seluruh Desa Jalan rusak belum diperbaiki Jaringan Internet
Tidak adanya lahan untuk kegiatan
4. Pasar Seluruh Desa Belum adanya pelatihan
tentang pemasaran produk
Hambatan – hambatan dalam pengimplementasian program P2WKSS di Lapangan dapat klasifikasikan sebagai berikut :
1) Sarana dan Prasaran
Adanya sarana dan prasarana yang menunjang keberhasilan program amatlah penting terutama ketersediaanya tempat untuk melakukan kegiatan. Seperti yang di ungkapkan oleh bu Kasiani:
“..kebanyakan kegiatan di lakukan di dusun Sawo dan Cangkring mbak di dusun Lumbang jarang ada kegiatan. Mungkin karena jalanya rusak itu kali ya terus sama tidak balai dusun sebagai sentra kegiatan masyarakat dusun sehingga warga yang awalnya antusias mulai menurun semangatnya.”35
Selain itu tidak adanya jaringan internet membuat salah satu kegiatan yang direncanaka tidak bisa dilaksanakan. Seperti yang ungkapkan oleh ibu Listya selaku ketua pelaksana program berikut ini:
“.. tiga pelatihan tidak terlaksana mbak karena gak ada jaringan internet. Padahal Internet Marketing penting loh mbak guna mengembangkan usaha-usaha masyarakat. Mungkin hal itu bisa jadi sesuatu yang menarik bagi warga karena ya memang di Desa ini banyak UMKM.36
Kurangnya sarana dan prasarana desa memang menjadi kendala yang harus diselesaikan guna mengembangkan masyarakat khususnya perempuan.
2) Dukungan Laki-laki (Suami)
35
Wawancara pribadi dengan Ibu Kasiani, Keluarga Binaan P2WKSS Dusun Lumbang 36
Dukungan dari kaum laki-laki di desa ini sangat minim sekali, masih banyak yang tidak mendukung usaha dari perempuan untuk membantu perekonomian keluarga seperti yang di ungkapkan oleh salah satu keluarga binaan yang mengundurkan diri dari partisipasinya dalam serangkaian kegiatan program P2WKSS yaitu Ibu Nisa’ :
..gak oleh bojoku nda, aku di kon ngeramut anak ae nang omah, olahe kan anakku sek cilik, dadi bojoku ngelarang.37
Selain itu pihak pengurus desa yang di dominasi laki-laki juga kurang memberikan fasilitas yang layak bagi kegiatan ibu-ibu. Seperti kata ibu Masfiyah :
..deso yo kurang perhatiane mbak koyok ane wong-wong iku ngeremehno, padahal nek isok berkembang hasile program iki apik yow kanggo wargane dewe. Pengurus Desa iku kurang peka nda. Padahal pelatihane iki kanggo usaha seng isok dikerjakno nang omah, uyo isok disambi-sambi karo kerjoan liyane.38
3) Sumber Dana
Pendanaan kegiatan ini adalah dari pemerintah tetapi dana tersebut hanya sampai pada tahap penyuluhan, pelatihan dan pembinaan saja. Tidak ada dana lagi untuk pengembangan dan keberlangsungan hidup usaha masyarakat. Seperti yang di ungkapkan oleh ibu Sukamti :
..mboh mbak, biyen tau janji ape mbantu terus tapi saat kene lagi kritis yo mereka ganok kabar blas, padahal sek 2 ulan loh wes lali karo janjine.39
37
Wawancara pribadi dengan ibu Nisa’, keluarga binaan di Dusun Sawo yang mengundurkan diri 38
Wawancara dengan Ibu Masfiyah, Sekertaris Pelaksana P2WKSS Desa Sawocangkring 39
Pada pedoman umumnya bahwa sumber dana program P2WKSS berkaitan dengan dinas-dinas terkait. Sperti dalam kasus ibu Sukamti harusnya ibu sukati mengajukan dana modal ke Dinas Koperasi dan UMKM tapi ya mana namanya warga pasti tidak mau mengurusi hal-hal yang berbau bertele-tele bila berurusan dengan birokrasi.
4) Pemasaran Produk
Pemasaran produk merupakan hal penting tak kala kita melakukan kegiatan produksi. Kesulitan dalam hal pemasaran produk itulah yang dialami warga Desa Sawocangkring, banyak dari mereka yang takut memulai membuka usaha dari apa yang di dapat dari pelatihan oleh P2WKSS karena belum memiliki pasar yang potensial. Seperti yang di ungkapkan ibu halimah ;
“bingung mbak ape ngedol ng ndi selama ini ya masih dari mulut ke mulut dan masih masyarakat sekitar yang membeli produk kita” coba saja pelatihan internete iku gak batal pasti enak kan saiki lagi musim online mbak ya jadi sak umpomo ono pelatihan ngunu iku isok cepet produk kita iku mlaku apa maneh produk nyar dan rego e mereng, cepet mbak nek online.40
Diatas adalah hasil temuan oleh peneliti dalam penelitian implementasi Program P2WKSS di Desa Sawocangkring, Wonoayu, Sidoarjo.
40
BAB V PEN UTUP 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok binaan P2WKSS di Desa Sawocangkring tentang Implementasi program Pneingkatan Peranana Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Sidoarjo dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses Implementasi Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejatera dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat (P2WKSS) masih belum maksimal, terlihat dari rencana pelatihan oleh pelaksana P2WKSS ada pelatihan yang tidak terlaksana dari semua rencana pelatihan. Sedangkan untuk partisispasinya terlihat sudah cukup baik. Terlihat dari sudah banyaknya perempuan warga binaan yang berpartisipasi mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan keterampilan meskipun belum mencakup semua keluarga dalam kategori miskin di Desa Swocangkring.
2. Di lihat dari Indikator keberhasilan program P2WKSS memang belum terlaksananya semua jenis kegiatan program terpadu P2WKSS yaitu : Kelompok Kegiatan Dasar (KKD) Kelompok Kegiatan Lanjutan (KKL) dan Kelompok Kegiatan Pendukung (KKP). Serta terwujudnya tujuan dari program P2WKSS antara lain :
• Tujuan umum yaitu, meningkatkan peran perempuan dalam
pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas.
• Tujuan khusus :
a) meningkatkan status kesehatan perempuan b) Meningkatkan status pendidikan perempuan
c) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif
d) meningkatkan partisipasi perempuan dalam pelestarian lingkungan hidup
e) Meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengembangan masyarakat
f) Meningkatkan peran aktif perempuan dalam pemahaman wawsan kengasaan.
Dalam pengimplementasianya di Desa Sawocangkring program terpadu P2WKSS belum berhasil hanya Kelopok Kegiatan Dasar (KKD) saja yang dilakukan oleh pelaksana program P2WKSS
3. Faktor – faktor penghambat implementasi Program P2WKSS di Desa Sawocangkring antara lain : Modal Usaha, Sarana dan Prasarana (kondisi jalan yang rusak dan tidak adanya jaringan internet), Dukungan orang terdekat serta pemasaran hasil usaha dari keluarga binaan P2WKSS di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu. Kabupaten
Sidoarjo.
5.2. Saran
Dari hasil pengamatan penulis mengenai Implementasi Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, penulis memberikan saran sebgai berikut:
a) Saran Akade misi
1. Memberikan kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan program P2WKSS di lokasi binaan.
2. Memperkaya teori, bimbingan dan penyuluhan berprespektif gender.
b) Sarana Praktisi
1. Memperluas jangkauan informasi tentang program dan kegiatan P2WKSS, serta memperluas sasaran atau kelompok binaan P2WKSS.
2. Memperbanyak program pemberdayaan atau kegiatan pelatihan- pelatihan keterampilan dan pemasaran.
3. Terus melakukan pendampingan dan pemantauan pada kelompok binaan sampai tewujudnya kelompok binaan yang mandiri.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Wahab, Solichin. 1997. Analisis Kebijaksanaan : Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara. Jakarta : Penerbit PT Bumi Aksara.
Abidin, Said Zainal, 2002.Kebijakaan Publik, Yayasan Pancur Siwah, Jakarta. Soetomo, H, 2007. Teori – Teori Sosial dan Kebijkan Publik. . Prenada, Jakarta Adams, D. W ( 1984 ), Are the Arguments for Cheap Agricultural Credit Sound?,
Undermining Rural Development With Cheap Credit, Westview Press, London
Amirullah & Hanafi Rindyah,2002. Pengantar Manajemen, Graha Ilmu. Jakarta
A. M. W. Pranarka dan Vidhandika Moeljarto, “ Pemberdayaan
(Empowerment)”,dalam Onny
S. Prijono dan A.M.W Pranarka (eds), 1996. Pemberdayaan :Konsep, Kebijakan dan Implementasi, CSIS, Jakarta, hal.44-46
Andreson, James E, 1970. Publik Policy Making, reinhart and Wiston, New York Anwar, 2007. Manajemen Pemberdayaan Perempuan, Albeta, Bandung.
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Pustaka Belajar. Yogyakarta
Badjuri, Abdulkahar dan Yuwono, Teguh, 2002, Kebijakan Publik: Konsep dan Strategi. Semarang: Universitas Diponegoro
Bungin, H.M. Burhan. 2008. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmuu sosial lainnya. Jakarta. Kencana Perdana Media Group
Bradley, Harriet. 2008. Gender. Cambridge: Polity Press.
Chege, Rose. Training of trainersin gender mainstreaming. Kenya: imagemata Calongesi, J.S. 1995. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Bandung : ITB 160
Creswell, Jhon W, Research Design : Qualitativ and Quantitative Approach. California. Sage Publication
Darwin, Muhadjir M. 2005. Memanusiakan Rakyat Penanggulangan Kemiskinan Sebagai Arus Utama Pembangunan. Benang Merah, Yogyakarta.
Daulay, Harmona. 2007. Perempuan dalam Kemelut Gender. Medan: USU press
Dewayanti dan Erna Ermawati Chotim, 2004. Marjinalisasi dan eksploitasi perempuan usaha mikro di perdesaan Jawa, Yayasan Akatiga, Bandung.
Dunn, William, 2003 (versi terjemahan); Pengantar Analisis Kebijakan Publik, edisi kedua. Yogyakarta; Gadjah Mada Universitas Press
---. 1992. Analisis Kebijaksanaan Publik. Terjemahan Muhajir Darwis. Yogyakarta : Penerbit PT. Hanindita.
---. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik Edisi Kedua. Terjemahan Samodra Wibawa,dkk. Yogyakarta : Penerbit Gajah Mada University Press.
Dwiyanto, Agus, 2006. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia, Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.
---.2011. Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi.Gramedia Pustaka Utama , Jakarta.
Dwidjowijoto, Riant Nugroho, 2003, Analisa Privatisasi BUMN di Indonesia, Jurnal Ilmu social dan politik Vol 6 No 3 Maret 2003.
Echols, Jhon M. dan Hassan Shadily, 1983. Kamus Inggris- Indonesia. Gramedia , Jakarta
Edward III, George C (edited), 1984, Public Policy Implementing, Jai Press Inc, London- England
Effendy, Onong Uchjana. (1989). Kamus Komunikasi. Bandung:Informatika 161
Engelen, O.E., dkk. 1997. Lahirnya Satu bangsa dan Negara. Jakarta : UI-Press. Elizabeth, R., 2007. “Peran Ganda Wanita tani Sebagai Pelaku Usaha Mencapai Strategi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Perdesaan”, Pusat Penelitian
dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.
Gibson, Ivancevich., Donnely. 1997, Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses, alih bahasa wahid, Jakarta : Erlangga
Goggin, Malcolm L et al, 1990. Implementation, Theory and Practice: Toward a Third Generation, Scott, Foresmann and Company, USA.
Grindle, Merilee S, 1980. Politics and Policy Implementation in The Third World, Princnton University Press, New Jersey.
Hastuti, 2004, Pemberdayaan Petani dan Kelembagaan Lokal dalam Perspektif Gender.