• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

8. Hasil Uji Coba Operasional

Jumlah penilaian seluruh siswa 58

Presentase 82,85%

 =

x 100 %

=

x 100 % = 82,85%

7. Hasil Revisi Produk Utama

Berdasarkan hasil uji coba pendahuluan Kartu “Kejujuran”dinyatakan “Layak/baik” digunakan untuk siswa kelas 2 SD 1 Patalan Jetis, Bantul. Siswa tampak tidak kesulitan memainkan dan menggunakan Kartu “Kejujuran” ini.

8. Hasil Uji Coba Operasional

a. Hasil uji coba pendahuluan pada pengembangan Kartu “Kejujuran”dilakukan oleh 21 siswa kelas 2 SD 1 Patalan Jetis, Bantul. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh hasil dengan jumlah penilaian sebanyak 107 dari total jumlah penilaian sebanyak 112. Dari jumlah penilaian tersebut dapat dipresentasikan menjadi 95,5% sehingga dapat dikatakan bahwa Kartu “Kejujuran” “Layak”. Dalam penelitian pada uji coba pendahuluan yang melibatkan 16 siswa kelas 2 ini, media tersebut mendapatkan respon yang baik. Seperti dijelaskan pada tabel dibawah ini:

104

Tabel. 18 Tabel Hasil Uji Operasional

No Penilaian Skor

( jawaban “YA”) 1 Saya mengetahui apa itu

sikap kejujuran

17 2 Saya bisa belajar

menggunakan kartu “kejujuran”

12

3 Saya bisa membaca semua tulisan yang ada didalam kartu “kejujuran”

21

4 Saya suka belajar menggunakan kartu “kejujuran”

20

5 Saya suka dengan warna yang ada di kartu

“kejujuran”

19

6 Saya suka dengan gambar yang ada di kartu

“kejujuran”

18

7 Saya bisa membaca buku petunjuk dan memahaminya

19 Jumlah penilaian seluruh siswa 126

Presentase 85,7%

 =

x 100 %

=

x 100 % = 85,7% %

b. Hasil Evaluasi siswa adalah

Tabel. 19 Hasil Pretest dan Postest

No Soal Jumlah Jawaban Benar Sebelum Menggunakan Kartu “Kejujuran” Jumlah Jawaban Benar Setelah menggunakan Kartu “Kejujuran”

105 1 Sikap berbicara apa

adanya kepada orang lain dinamakan sikap ...

a. Jujur b. Bohong c. Angkuh

17 20

2 Saya tidak pernah mencontek adalah contoh tidakan ... a. Bohong b. Berdusta c. Jujur 12 17

3 Saya Ketahuan mencuri dan saya dihukum adalah contoh sikap yang ...

a. Baik b. Sangat baik c. Tidak baik

11 19

4 Saya berkata jujur kepada kedua orang tua saya adalah sikap yang ...

a. Baik b. Tidak baik c. Buruk

12 18

5 Saya berani mengakui kesalahan saya kepada teman adalah sikap jujur kepada ... a. Diri sendiri b. Orang lain c. Orang Tua 10 16 sebelum = x 100 % = x 100 % = 59% % sesudah = x 100 % = x 100 % = 85,7% %

106

Siswa mengalami perkembangan pengetahuan tentang apa itu kejujuran setelah menggunakan kartu “Kejujuran” dengan skor akhir 85,7% dengan skor sebelum menggunakan Kartu “Kejujuran” hanya 59%. 9. Revisi Produk Akhir

Setelah uji coba operasional selesai dilaksanakan dan hasil dari penilaian angket dianalisa, hasil yang didapat sudah sangat baik dan layak untuk digunakan. Dalam proses penelitian didapatkan data bahwa siswa tidak mengalami kesulitan dalam memainkan Kartu “Kejujuran”ini dan layak untuk digunakan.

B. Pembahasan

Penelitian pengembangan media Kartu “Kejujuran” mengacu pada dua model penelitian pengembangan Borg & Gall dan Dick & Carey. Penggabungan dua model tersebut digunakan untuk memperoleh tahapan penelitian yang baik dan sesuai dengan produk yang dibuat. Setelah proses analisis dan penggabungan kedua model tersebut sesuai dengan kebutuhan penelitian, terdapat sembilan tahap penelitian pengembangan multimedia pembelajaran yang dipakai yaitu; (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal; (2) perencanaan; (3) pengembangan, (4) uji coba awal; (5) revisi produk awal; (6) uji coba lapangan; (7) revisi produk utama; (8) uji coba operasional; (9) revisi produk akhir.

Media Kartu “Kejujuran” ini menggunakan dua teori besar sebagai landasan teori utama yaitu teori behavioristik dan konstruktivistik, karena APE ini bersifat mengembangkan diri terutama pada sikap kejujuran.

107

Maksud dari mengembangkan diri adalah karena dalam skema permainan tersebut siswa melatih dirinya sendiri untuk mengembangkan sikap dan pengetahuan tentang sikap kejujuran.

Kartu “Kejujuran” sudah divalidasi oleh 2 ahli yang berbeda yaitu ahli materi dan ahli media. Ahli materi berperan sebagai validator media ditinjau dari segi materi yang bertugas melakukan koreksi terhadap isi materi yang ada dalam media. Sedangkan ahli media bertugas meninjau kelayakan dari segi media. Proses validasi ahli materi melalui 1 tahap validasi dan dinyatakan layak ujicoba tanpa revisi, dan proses validasi dari ahli media juga melalui 2 tahap validasi sebelum akhirnya layak di ujicobakan.

Dari hasil validasi ahli materi terdapat 2 aspek yang ada pada instrumen penilaian ahli materi yaitu aspek matei dan pembelajaran. Pada proses validasi tahap 1, Berdasarkan penilaian ahli materi pada tahap 1 dapat diperoleh jumlah keseluruhan 43 dengan rerata skor 4,33. Jika dikonversikan ke dalam skala 5, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kartu “Kejujuran”masuk dalam kriteria “baik”. Validator ahli materi menyatakan bahwa Kartu “Kejujuran” layak untuk di uji coba tanpa revisi. Validasi media menggunakan instrumen penilaian yang terdiri dari 20 butir instrumen yang terdiri dari aspek fisik, pemakaian, dan tampilan. Berdasarkan penilaian ahli media pada tahap 1 dapat diperoleh jumlah skor 77 dengan rerata skor 3,85. Jika dikonversikan ke dalam skala 5, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kartu “Kejujuran” masuk ke dalam

108

kriteria “Baik”. Namun masih harus ada revisi untuk diujicobakan dilapangan. Kemudian pada tahap ke 2 Berdasarkan penilaian ahli media dapat diperoleh jumlah skor 79 dengan rerata skor 3,95. Jika dikonversikan ke dalam skala 5, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Kartu “Kejujuran” masuk ke dalam kriteria “Baik”. Validator ahli media menyatakan bahwa Kartu “Kejujuran” layak untuk di uji coba tanpa revisi. Pada uji coba awal proses uji coba menggunakan 5 orang siswa sebaagai subjek. Hasil penilaian dari keempat subjek tersebut adalah baik. Dari 5 angket yang sudah disi oleh ssiswa sebagai subyek mendapatkan hasil dengan presentase yang cukup tinggi yaitu mencapai 85,7 %. Dari presentase hasil angket siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa Kartu “Kejujuran”itu layak tanpa revisi. Pada uji coba ini siswa sudah tampak lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. Keaktifan siswa tersebut sesuai dengan manfaat media pembelajaran yang dikemukakan Sudjana dan Rivai (Arsyad Azhar, 2006:24-25).

Uji coba lapangan dilakukan oleh 10 siswa kelas 2 SD mendapatkan presentase sebanyak 82,85 % dengan kategori “Layak”. Pada uji coba lapangan ini siswa kelas 2 sangat antusias menggunakan kartu “Kejujuran”. Mereka sangat menikmati belajar tentang sikap kejujuran dalam kegiatan sehari-hari menggunakan kartu “Kejujuran”. Siswa menjadi lebih aktif dalam situasi berinteraksi dengan temannya. Selain itu, siswa mengalami perkembangan pengetahuan tentang apa itu kejujuran

109

setelah menggunakan kartu “Kejujuran” dengan skor akhir 85,7% dengan

skor sebelum menggunakan Kartu “Kejujuran” hanya 59%.

Uji coba operasional melibatkan 21 siswa kelas 2 SD dengan perolehan persentase sebanyak 85,7% dengan kategori “Layak”. Pada uji coba yang terakhir ini siswa kelas 2 memberikan respon yang sangat baik dalam menggunakan kartu “Kejujuran”. Mereka tertarik untuk memainkan Kartu “Kejujuran”karena mereka bisa belajar sambil bermain. Dalam konsep permainan Kartu “Kejujuran” tersebut, siswa dilatih untuk memberikan pendapat tentang sikap kejujuran apakah merupakan sikap yang baik dan tidak baik. Pada saat proses uji coba, diketahui bahwa siswa tertarik memainkan Kartu “Kejujuran” ini secara berkelompok. Hali ini sesuai dengan karakterstik sosial anak usia 7/8 tahun yang sering pula disebut sebagai usia berkelompok karena pada masa ini ciri-ciri menonjol ditandai dengan minat besar terhadap aktifitas dengan teman-teman sebaya dan meningkanya keinginan untuk diterima sebagai anggota kelompok (Endang dan Nur, 2002:97).

Hal positif terlihat pada saat dua kali tahap uji coba menggunakan Kartu “Kejujuran”ini. Siswa tampak antusias dan termotivasi sehingga mereka menjadi aktif dalam proses belajarnya. Siswa tampak senang menggunakan Kartu “Kejujuran” karena dapat belajar melalui skema permainan yang menyenangkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa media ini memenuhi fungsi media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton yaitu

110

(1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi (Sukiman, 2012:39).

Kartu “Kejujuran”diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan nilai kejujuran siswa. Dengan mengusung unsur bermain dalam media ini diharapkan siswa lebih termotivasi untuk menggunakan dan memainkan Kartu “Kejujuran” yang berisi tentang sikap kejujuran yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumen terkait