HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Hasil Uji Efek Analgetik
Pada uji efek analgetik ini dilakukan dengan menggunakan metode writhing test yang ditandai dengan adanya kontraksi pada dinding perut, dimana kedua kaki ditarik ke belakang dan abdomen menyentuh dasar dari ruang yang
Universitas Sumatera Utara
54
ditempatinya. Metode ini dipilih karena mudah dilakukan dan tanpa memerlukan alat yang khusus. Metode ini digunakan untuk pengujian analgetik non narkotik.
Prinsip metode ini adalah mengamati penurunan jumlah geliat yang terjadi akibat pemberian zat uji pada mencit yang diberi larutan asam asetat 0,5% dengan volume 0,4 ml/20 g BB secara intraperitonial. Data hasil pengamatan jumlah geliat mencit masing-masing mencit pada tiap kelompok uji dapat dilihat pada Lampiran 13 Halaman 82. Rata-rata geliat mencit yang diamati pada setiap kelompok pemberian zat uji dengan masing masing kelompok terdiri dari 6 hewan uji dapat dilihat pada Tabel 4.11
Tabel 4.11 Rata-rata geliat mencit setelah diinduksi asam asetat 0,5% pada masing masing kelompok perlakuan
Kelompok Jumlah geliat menit ke-
15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
55
Gambar 4.17 Pengaruh bentuk sediaan natrium diklofenak 1% topikal rata- rata jumlah geliat pada mencit yang diinduksi asam asetat 0,5%
Berdasarkan hasil dari uji efek analgetik yang dapat dilihat pada Tabel 4.13 dan Gambar 4.17 menunjukkan nanoemulsi natrium diklofenak 1% (F2) dan emulgel natrium diklofenak (Voltaren®) memiliki rata-rata jumlah geliat yang lebih rendah. Semakin rendah rata-rata jumlah geliat, semakin besar efek analgetik atau efek penekan rasa nyeri dari sediaan uji. Jika dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menahan nyeri yang dapat dilihat pada kelompok kontrol negatif dengan rata-rata jumlah geliat tertinggi pada menit ke-60 yaitu 22,84.
Pengamatan jumlah geliat yang ditunjukkan pada mencit yang telah diinduksi selama 180 menit, nanoemulsi natrium diklofenak, emulsi natrium diklofenak, dan emulgel natrium diklofenak merk dagang (Voltaren®) menunjukkan efek analgetik pada menit ke-60 dimana rata-rata jumlah geliat pada ketiga sediaan tersebut berturut-turut adalah 2,67; 9,834; dan 3,834. Hasil diatas dapat diketahui nanoemulsi natrium diklofenak memiliki efek analgetik lebih
Waktu (menit)
Hasil uji efek analgetik
Rata rata Jumlah Geliat
Universitas Sumatera Utara
56
besar dibandingkan emulsi natrium diklofenak dan emulgel natrium diklofenak (Voltaren®).
Berdasarkan hasil analisa statistik jumlah geliat pada setiap kelompok perlakuan, uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal (sig.<0,05) kemudian dilakukan uji Kruskal Wallis. Hasil dari uji ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata jumlah geliat mencit pada menit ke-30, ke-45, ke-75, ke-120, ke -135, dan ke-150 terhadap efek analgetik yang ditunjukkan dari nanoemulsi dan emulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur.
Untuk mengetahui lebih jauh adanya waktu respon geliat antar kelompok perlakuan, dilakukan uji Post Hoc dengan metode Tukey. Pada menit ke-15, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Pada menit ke-30 hingga menit ke-75 terdapat perbedaan yang signifikan antara nanoemulsi natrium diklofenak dan emulgel natrium diklofenak (Voltaren®) dengan emulsi natrium diklofenak dan kontrol negatif. Pada menit ke-105 dan menit ke-135 terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok nanoemulsi natrium diklofenak, emulsi natrium diklofenak, dan emulgel natrium diklofenak (Voltaren®). Kemudian pada menit ke-120 dan menit ke-150 terdapat perbedaan yang signifikan antara nanoemulsi natrium diklofenak dan emulgel natrium diklofenak (Voltaren®) dengan emulsi natrium diklofenak dan kontrol negatif.
Onset of action adalah waktu yang diperlukan oleh tubuh untuk
menimbulkan efek terapi atau waktu mula kerja obat untuk mencapai efek terapi yang maksimum (Kemenkes RI, 2017). Dari hasil uji analisa statistik diatas dapat diketahui waktu mula kerja nanoemulsi natrium diklofenak dan emulgel natrium
Universitas Sumatera Utara
57
diklofenak (Voltaren®) adalah menit ke-30, dan waktu mula kerja emulsi natrium diklofenak adalah menit ke-105. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu dan mekanisme absorpsi atau penetrasi dari masing-masing sediaan.
Nanoemulsi memiliki luas permukaan yang besar sehingga memungkinkan penetrasi yang cepat dari bahan aktif. Selain itu, ukurannya yang kecil membuat nanoemulsi dapat melewati permukaan kulit yang kasar dan meningkatkan penetrasi obat. Menurut Devarajan dan Ravichandran (2011), nanoemulsi dapat meningkatkan absorbsi, meningkatkan bioavailabilitas obat, membantu mensolubilisasi zat aktif yang bersifat hidrofob, serta memiliki efisiensi dan penetrasi yang cepat.
Penggunaan tween 80 sebagai surfaktan juga mempengaruhi penetrasi obat melalui kulit karena termasuk ke dalam golongan surfaktan nonionik yang dapat berperan sebagai enhancher. Mula-mula surfaktan berpenetrasi ke dalam area intrasel stratum korneum, meningkatkan fluiditasnya, kemudian melarutkan komponen lipid. Selanjutnya, penetrasi surfaktan pada matriks interseluler diikuti dengan interaksi dan ikatan pada filamen keratin sehingga menghasilkan gangguan pada korneosit (Breuer, 1979).
Minyak biji anggur adalah minyak alami yang berasal dari biji anggur, memiliki kandungan asam linoleat 60-76% dan asam oleat 12-27%. Asam oleat dan asam linoleat pada minyak biji anggur juga dapat berperan sebagai enhancher untuk membantu dalam peningkatan pelepasan obat (Martinez, 2006; American pharmaceutical Associaton, 1994)
Untuk membandingkan kemampuan masing-masing sediaan nanoemulsi natrium diklofenak 1% (F2), emulsi natrium diklofenak 1% (F5), dan emulgel
Universitas Sumatera Utara
58
natrium diklofenak 1% (Voltaren®) dalam menghambat nyeri yang ditunjukkan geliat pada mencit dapat dilihat pada Tabel 4.14 dan Gambar 4.18
Tabel 4.12 Persen inhibisi geliat sediaan natrium diklofenak 1% topikal
Kelompok Persen inhibisi geliat SD
Kontrol negatif 0 ± 0
Nanoemulsi Na.diklofenak 1% (F2) 74,85 ± 6,52
Voltaren® 66,16 ± 9,42
Emulsi Na.diklofenak 1% (F5) 42,95 ± 8,06
Gambar 4.18 Pengaruh bentuk sediaan natrium diklofenak 1% topikal sehingga dapat diketahui nanoemulsi natrium diklofenak memberikan efek analgetik atau penghambat rasa nyeri paling baik. Data hasil persen inhibisi geliat masing-masing mencit pada tiap kelompok uji dapat dilihat pada Lampiran 14
59
Hasil analisa statistik pesen inhibisi geliat untuk dapat mengetahui perbedaan efek analgetik yang diberikan dari masing-masing sediaan. Uji normalitas menunjukkan data terdistribusi normal (sig.>0,05) kemudian dilakukan uji ANOVA. Hasil dari uji ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan persen inhibisi geliat pada masing masing kelompok uji (sig.<0,05). Untuk pengujian lanjutan, dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT) yang dianalisa dengan uji LSD dan uji Tukey.
Uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara persen inhibisi geliat kelompok kontrol negatif dengan seluruh sediaan uji dan terdapat perbedaan yang signifikan antara persen inhibisi geliat emulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dengan nanoemulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dan Voltaren®. Sementara tidak terdapat perbedaan yang signifikan persen inhibisi geliat antara nanoemulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dengan Voltaren®. Hasil analisis ini dapat dilihat pada Lampiran 17 halaman 92.
Uji Tukey menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan seluruh sediaan uji dan antara sediaan emulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dengan nanoemulsi natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dan Voltaren®.. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara natrium diklofenak 1% minyak biji anggur dengan Voltaren®.. Hasil analisis ini dapat dilihat pada Lampiran 17 halaman 93.
Nanoemulsi merupakan salah satu bentuk sediaan yang stabil, jernih, transparan dan memiliki ukuran globul yang sangat kecil. Keuntungan dari penggunaan nanoemulsi sebagai sediaan topikal adalah luas permukaan yang besar dari sistem memungkinkan penetrasi yang cepat dari bahan aktif (Breuer,
Universitas Sumatera Utara
60
1979). Nanoemulsi cocok untuk penghantaran bahan aktif melewati kulit karena dapat meningkatkan efektivitas obat, dosis total obat dapat dikurangi dan meminimalkan efek samping, sehingga aktifitas analgetik natrium diklofenak dalam sediaan topikal menjadi lebih efektif.
Universitas Sumatera Utara
61 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN