BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Uji Hipotesis
4.3. 1 Peng aruh Ikl i m Ko munikasi O rganisa si terh adap Kin erja Gu ru
Pengujian hipotesis I yang menyatakan ada pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja guru SMK Negeri 11 Semarang dapat dilihat dari analisis regresi sederhana antara variabel bebas iklim organisasi (X1) dan variabel
terikat kinerja guru (Y). Hasil analisis menggunakan program SPSS 12 dapat dilihat pada tabel 21 berikut.
Coefficientsa
.719 1.391
.719 1.391
Iklim komunikasi sekolah Budaya Kerja
Model 1
Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Kinerja Guru a.
57
Tabel 21
Hasil Analisis Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Guru
Nampak pada tabel 21, koefisien regresi 0,770 dan konstanta sebesar 23,272, sehingga diperoleh model regresi:
Y= 0,770X1 + 23,272
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi perubahan iklim komunikasi organisasi sebesar satu persen akan diikuti dengan perubahan kinerja guru sebesar 0,770%. Secara umum nampak bahwa dengan berubahnya iklim komunikasi organisasi ke arah yang lebih baik, maka akan diikuti pula peningkatan kinerja guru yang lebih baik pula, begitu juga sebaliknya dengan adanya perubahan iklim komunikasi organisasi ke arah negatif akan diikuti dengan menurunnya kinerja guru. Lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram pencar pada grafik berikut.
Berdasarkan grafik tersebut nampak bahwa titik-titik tersebar pada sumbu X pada daerah 59-100 dan pada sumbu Y dengan daerah 64-100, yang berarti bahwa iklim komunikasi sekolah dalam kategori cukup sampai sangat baik, demikian juga dengan kinerjanya berada dalam kategori cukup sampai sangat baik. Dalam grafik tersebut nampak pula bahwa model regresi memiliki koefsien arah (kemiringan) yang positif, yang berarti bahwa iklim komunikasi organisasi
Coefficientsa
23.272 5.328 4.367 .000
.770 .062 .754 12.431 .000
(Constant)
Iklim komunikasi sekolah Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Kinerja Guru a.
berbanding lurus dengan kinerja guru. Dengan kata lain semakin baik iklim komunikasi organisasi yang terbentuk maka semakin baik pula kinerja gurunya, begitu pula sebaliknya.
Gambar 7
Diagram Pencar Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Guru Model regresi tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji t seperti nampak pada tabel 4.15. Nilai thitung sebesar 12,431 dengan nilai signifikansi
0,000< 0,05, sehingga hipotesis I diterima, yang berarti ada pengaruh positif yang signifikan iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja guru.
Besarnya kontribusi iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja guru dapat dilihat dari nilai R square sebesar 0,569. R square 0,569 artinya perubahan kinerja guru karena pengaruh perubahan iklim komunikasi organisasi sebesar 56,9% (lihat tabel 22)
59
Tabel 22
Kontribusi Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Guru
4.3. 2 Peng aruh Buday a Kerja terhadap Kin erja Gu ru
Pengujian hipotesis II yang menyatakan ada pengaruh budaya kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri 11 Semarang dapat dilihat dari analisis regresi sederhana antara variabel bebas budaya kerja (X2) dan variabel terikat kinerja
guru (Y). Hasil analisis menggunakan program SPSS 12 dapat dilihat pada tabel 23 berikut.
Tabel 23
Hasil Analisis Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kinerja Guru
Nampak pada tabel 23, koefisien regresi 0,515 dan konstanta sebesar 46,944, sehingga diperoleh model regresi:
Y= 0,515X2 + 46,944
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi perubahan budaya kerja sebesar satu persen akan diikuti dengan perubahan kinerja guru sebesar 0,515%.
Model Summary .754a .569 .565 5.71872 154.524 1 117 .000 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of
the Estimate F Change df1 df2
Sig. F Change Change Statistics
Predictors: (Constant), Iklim komunikasi sekolah a. Coefficientsa 46.944 5.101 9.204 .000 .515 .062 .611 8.346 .000 (Constant) Budaya Kerja Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Kinerja Guru a.
Gambar 8
Diagram Pencar Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kinerja Guru
Secara umum nampak bahwa dengan berubahnya budaya kerja ke arah yang lebih baik, maka akan diikuti pula peningkatan kinerja guru yang lebih baik pula, begitu juga sebaliknya dengan adanya perubahan budaya kerja ke arah negatif akan diikuti dengan menurunnya kinerja guru.
Berdasarkan grafik tersebut nampak bahwa titik-titik tersebar pada sumbu X pada daerah 62-100, yang berarti bahwa budaya kerja dalam kategori cukup sampai sangat baik. Dalam grafik tersebut nampak pula bahwa model regresi memiliki koefsien arah (kemiringan) yang positif, yang berarti bahwa budaya kerja berbanding lurus dengan kinerja guru. Dengan kata lain semakin baik budaya kerja di sekolah yang terbentuk maka semakin baik pula kinerja gurunya, begitu pula sebaliknya.
Model regresi tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji t seperti nampak pada tabel 4.17. Nilai thitung sebesar 8,346 dengan nilai signifikansi 0,000<
61
0,05, sehingga hipotesis II diterima, yang berarti ada pengaruh positif yang signifikan budaya kerja terhadap kinerja guru di SMK Negeri 11 Semarang.
Tabel 24
Kontribusi Budaya Kerja terhadap Kinerja Guru
Besarnya kontribusi budaya kerja guru terhadap kinerja guru dapat dilihat dari nilai R square sebesar 0,373. R square 0,373 artinya perubahan kinerja guru karena pengaruh budaya kerja sebesar 37,3% (lihat tabel 4.16)
4.3. 3 Peng aruh Ikli m Ko munika si O rg anis asi dan Buday a Kerja terhad ap Kin erja Gu ru
Pengujian hipotesis III yang menyatakan ada pengaruh iklim komunikasi organisasi dan budaya sekolah terhadap kinerja guru dapat dilihat dari hasil analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diperoleh koefisien-koefisien regresi seperti tercantum pada tabel berikut.
Tabel 25 Hasil Uji Parsial
Terlihat pada tabel 25, koefisien regresi untuk variabel iklim komunikasi organisasi sebesar 0,611, koefisien variabel budaya kerja sebesar 0,247 dan
Model Summary .611a .373 .368 6.89725 69.661 1 117 .000 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate F Change df1 df2 Sig. F Change Change Statistics Predictors: (Constant), Budaya Kerja
a. Coefficientsa 16.579 5.180 3.201 .002 .611 .068 .599 9.001 .000 .641 .247 .056 .293 4.409 .000 .379 (Constant)
Iklim komunikasi sekolah Budaya Kerja Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Partial Correlations
Dependent Variable: Kinerja Guru a.
diperoleh pula konstanta sebesar 16,579, sehingga model regresi yang diperoleh sebagai berikut:
Y= 0,611X1 + 0,247X2 + 16,579
Model tersebut menunjukkan bahwa:
a. Setiap terjadi kenaikan satu persen iklim komunikasi organisasi akan diikuti kenaikan kinerja guru sebesar 0,611%, apabila variabel budaya kerja dianggap tetap.
b. Setiap terjadi kenaikan satu persen budaya kerja akan diikuti kenaikan kinerja guru sebesar 0,247%, apabila variabel iklim komunikasi sekolah dianggap tetap.
Model regresi tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji F. Kriteria pengujiannya apabila nilai p value < 0,05, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 26
Hasil Uji Simultan (Uji F)
Hasil uji F diperoleh F hitung = 99,161 dan nilai p value = 0,000. Karena
nilai signifikansi < 0,05, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan secara simultan iklim komunikasi organisasi dan budaya kerja terhadap kinerja guru diterima.
Model Summaryb .794a .631 .625 5.31515 99.161 2 116 .000 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of
the Estimate F Change df1 df2
Sig. F Change Change Statistics
Predictors: (Constant), Budaya Kerja, Iklim komunikasi sekolah a.
Dependent Variable: Kinerja Guru b.
63
Berdasarkan nilai adjusted R square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa secara simultan iklim komunikasi organisasi dan budaya kerja memberikan kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 62,5%, selebihnya dari faktor lain di luar kedua variabel tersebut.