BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Uji Hipotesis
Sebelum melakukan uji hipotesis, pertama sekali dilakukan uji determinasi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model, yaitu variasi variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi R2 dapat dilihat dalam Tabel 4.8. sebagai berikut :
Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis
Model Summary b .718a .515 .439 227.064 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
Predictors: (Constant), LgBV, LgPER, BETA, EPS, DER, ROA, LgROE
a.
Dependent Variable: Harga Saham b.
Sumber : Hasil Penelitian, 2007 (data diolah)
Nilai R2 yang dihasilkan adalah sebesar 0,515 atau 51,5% yaitu, menunjukkan kemampuan variabel faktor fundamental (yang terdiri dari ROA, LgROE, DER, LgPER, EPS, LgBV) dan risiko sistematik (Beta) dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada harga saham sebesar 51,5%, sedangkan sisanya 48,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. Nilai R2 yang kecil dapat diartikan bahwa kemampuan variabel bebas (independent variable) dalam menjelaskan variasi variabel terikat (dependent variable) sangat terbatas. Dan secara umum koefisien determinasi untuk data silang tempat (cross-section) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan (Kuncoro, 2003 : 221).
1. Uji Serempak (Uji F)
Kriteria pengambilan keputusan dilakukan dengan uji F dimana jika signifikansi Fhitung lebih kecil dari alpha 5%, maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan Tabel 4.9. dapat diketahui bahwa nilai Fhitung = 6,821 dan Ftabel∽ = 2,010, sehingga Fhitung lebih besar dari Ftabel, dan
signifikansi Fhitung adalah 0,000 yang berarti lebih kecil dari alpha 5%, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa faktor fundamental yang terdiri dari return on assets
(ROA), Lg return on equity (LgROE), debt to equity ratio (DER), Lg price earning ratio (LgPER), earning per share (EPS), Lg book value (LgBV) dan risiko sistematik (Beta) secara serempak memiliki pengaruh high significant terhadap harga saham properti di Bursa Efek Jakarta.
Tabel 4.9 Hasil Uji F ANOVAb 2461914 7 351701.981 6.821 .000a 2320115 45 51558.107 4782029 52 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), LgBV, LgPER, BETA, EPS, DER, ROA, LgROE a.
Dependent Variable: Harga Saham b.
Sumber : Hasil Penelitian, 2007 (data diolah)
2. Uji Parsial (Uji t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah harga saham properti benar-benar dipengaruhi secara parsial (individu) oleh return on assets, return on equity, debt to equity ratio, price earning ratio, earning per share, book value dan beta. Kriteria pengambilan keputusan dilakukan dengan Uji t dimana jika t hitung lebih besar dari t tabel atau signifikansi t hitung lebih kecil dari alpha 5%, maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan Ha diterima.
Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa variabel yang memiliki nilai signifikansi t hitung lebih kecil dari alpha 5% adalah Lgreturn on equity (LgROE), Lg price earning ratio (LgPER) dan Lg book value (LgBV). Nilai t hitung variabel LgROE, LgPER dan LgBV lebih besar dari t tabel nya sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial LgROE, LgPER dan LgBV memiliki pengaruh high significant terhadap harga saham properti di Bursa Efek Jakarta.
Tabel 4.10 Hasil Uji t Coefficientsa -728.356 182.756 -3.985 .000 -12.119 9.662 -.200 -1.254 .216 -.660 .619 -.206 -1.066 .292 -.327 .550 -.085 -.594 .556 -.059 .156 -.044 -.381 .705 285.717 70.369 .570 4.060 .000 317.744 88.519 .947 3.590 .001 192.129 66.198 .499 2.902 .006 (Constant) ROA DER EPS BETA LgBV LgROE LgPER Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Harga Saham a.
Sumber : Hasil Penelitian, 2007 (data diolah)
Dari Tabel 4.10. di atas dapat diketahui nilai konstanta sebesar -728,356 dan nilai koefisien masing-masing variabel sebesar -12,119 untuk ROA, 317,744 untuk LgROE, -0,660 untuk DER, 192,129 untuk LgPER, -0,327 untuk EPS, 285,717 untuk LgBV dan -0,059 untuk Beta. Maka model regresi untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :
Y = -728,356 - 12,119X1.1 + 317.744X1.2 - 0,660X1.3 + 192,129X1.4 - 0,327X1.5 + 285,717X1.6 - 0,059X2.1
Dimana :
Y = Harga Saham
X1.1 = Return on Assets (ROA) X1.2 = LgReturn on Equity (LgROE) X1.3 = Debt to Equity Ratio (DER) X1.4 = LgPrice Earning Ratio (LgPER) X1.5 = Earning Per Share (EPS)
X1.6 = LgBook Value (LgBV) X2.1 = Beta
Dari persamaan regresi linier berganda di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, yaitu apabila semua variabel bebas sama dengan nol, maka harga saham adalah sebesar Rp. 728,326. Dari Tabel 4.10. dapat dilihat bahwa nilai t hitung ROA sebesar -1,254 yaitu lebih kecil dari t tabel , yang berarti bahwa ROA secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham properti di Bursa Efek Jakarta. Hasil ini bertentangan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa ROA sebagai indikator aset perusahaan berpengaruh dominan terhadap harga saham. Pendapat ini sesuai dengan Modigliani & Miller (MM) yang menyatakan nilai perusahaan ditentukan oleh earning power dari aset perusahaan, semakin tinggi
earning power semakin tinggi profit margin yang diperoleh perusahaan sehingga meningkatkan nilai perusahaan (Natarsyah, 2000).
Faktor fundamental LgROE berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham dengan t hitung sebesar 3,590 dan signifikansi t sebesar 0,001 dan koefisien yang dihasilkan menunjukkan nilai 317,744 yang berarti apabila nilai koefisien regresi variabel lainnya tetap (tidak berubah), maka setiap perubahan LgROE (misalnya LgROE mengalami kenaikan sebesar 1%) akan mempengaruhi naiknya harga saham sebesar Rp.2,502 (log dari 317,744).
Faktor fundamental LgPER berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham dengan t hitung sebesar 2,902 dan signifikansi t sebesar 0,006 dan koefisien yang dihasilkan menunjukkan nilai 192,129 yang berarti apabila nilai koefisien regresi variabel lainnya tetap (tidak berubah), maka setiap perubahan LgPER (misalnya LgPER mengalami kenaikan sebesar 1%) akan mempengaruhi naiknya harga saham sebesar 2,284 kali (log dari 192,129).
Faktor fundamental LgBV berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham dengan t hitung sebesar 4,060 dan signifikansi t sebesar 0,000 . Dari hasil Uji t, secara parsial book value (LgBV) memiliki pengaruh yang high significant
terhadap harga saham properti dan koefisien yang dihasilkan 285,717 yang berarti apabila nilai koefisien regresi variabel lainnya tetap (tidak berubah), maka setiap perubahan BV (misalnya BV mengalami kenaikan sebesar 1%) akan mempengaruhi naiknya harga saham sebesar Rp.2,456 (log dari 285,717). Hasil analisa menyebutkan adanya pengaruh book value yang memberikan indikasi bahwa investor bersedia membayar harga saham lebih tinggi apabila ada jaminan keamanan (safety capital) atau nilai klaim atas asset bersih perusahaan yang semakin tinggi. Variabel book value merupakan perbandingan nilai buku modal sendiri (total equity) dengan jumlah lembar saham yang beredar (total share). Semakin tinggi nilai buku, maka harapan terhadap nilai pasar saham juga tinggi. Nilai buku mewakili aktiva fisik perusahaan, berarti perusahaan properti yang memiliki aset yang banyak dan dikelola dengan baik sehingga dapat memperoleh laba dan cenderung memiliki nilai pasar yang sama atau bahkan lebih besar dari nilai bukunya.
Pengaruh signifikan book value secara parsial terhadap harga saham properti mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Anastasia (2001) yang mengambil sampel sebanyak 13 perusahaan properti dengan periode pengamatan selama 6 tahun (1996-2001).
Dari hasil Uji t pada Tabel 4.10., variabel bebas lainnya yaitu return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER), earning per share (EPS) dan beta tidak berpengaruh secara parsial terhadap harga saham.