• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Uji Hipotesis

Di bawah ini ada ringkasan hasil uji regresi sederhana variabel kebiasaan menggunakan bahasa Jawa terhadap hasil belajar sekolah;

4.7 Tabel rangkuman hasil analisis sederhana

Varia bel

Harga r Harga t Koef Konstan Keteranga

n

Rxy r2xy r tabel t hitung t tabel

X Y 0,0888 0,0078 0,0084 0,4770 0,4924 0,0504 77,1266 Positif dan

signifikasi Koefisien kolerasi (rxy) menunjukkan hasil positif sebesar 0,0888 yang berarti hubungan antara variabel kebiasaan menggunakan bahasa Jawa terhadap hasil belajar siswa adalah positif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin sering menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian maka hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Jawa akan semakin tinggi.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan microsoft excel 2010 menunjukkan koefisien determinasi (r2xy) sebesar 0,0078 berarti kebiasaan menggunakan bahasa Jawa mampu mempengaruhi 0,78% perubahan pada hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan, kebiasaan menggunakan bahasa Jawa mempengaruhi cukup besar. Dikarenakan nilainya melebihi 0,5%, sedangkan kebiasaan menggunakn bahasa Jawa dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar kalau hasil dari presentasinya lebih dari 0 sampai 1%.

Hasil analisis signifikasi dengan uji t diperoleh nilai untuk variabel kebiasaan menggunakan bahasa Jawa harga thitung sebesar 0,4770 lebih besar dari ttabel sebesar 0,4924 (pada taraf signifikasi 5%), yang berarti pengaruh kebiasaan menggunakn bahasa Jawa terhadap hasil belajar adalah signifikasi.

Persamaan garis regresi linier sederhana yaitu Y=77,1266+0,0504X. nilai koefisien variabel x sebesar 0,0504 berarti apabila kebiasaan menggunakan

bahasa Jawa ditingkatkan satu satuan maka nilai hasil belajar siswa akan meningkatt sebesar 0,0504 poin.

Berdasarkan perhitungan koefisien kolerasi rxy sebesar 0,0888 lebih besar dari rtabel sebesar 0,0089, sehingga hipotesis diterima. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menggunakan bahasa Jawa berpengaruh positif dan signifikasi terhadap hasil belajar siswa SMK Purnama 2 Banyumas.

4.3.1 Pembahasan

Penghitungan hasil angket penelitian yang disebarkan ke siswa menggunakan rumus mencari rata-rata memperoleh skor rata-rata 55,11. Skor rata-rata tersebut sudah lebih dari 50%, maka sebagian besar siswa banyak yang menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian. Melalui tes yang diselenggarakan tiap tahun, siswa banyak yang mendapatkan nilai di atas 70. Berdasarkan semua nilai siswa yang diperoleh dalam ujian semesteran mendapatkan rata-rata 79,90 (nilai dari guru pengajar). Dilihat dari hasil dari nilai rata-rata siswa lebih dari 50%, membuktikan bahwa kebiasaan menggunakan bahasa Jawa mendapatkan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Hasil analisis statistik dengan menggunakan komputer diperoleh harga rxy sebesar 0,0888 dan rtabel 0,0086 pada N=63 serta harga koefisien determinasi (r2xy) sebesar 0,0078. Setelah dilakukan uji t diperoleh thitung sebesar 0,4470 dan ttabel sebesar 0,4924 pada taraf signifikasi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menggunakan

bahasa Jawa tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa SMK Purnama 2 Banyumas.

Berdasarkan kedua uji di atas terdapat perbedaan yang menunjukkan hasil yang tidak normal dan tidak linier. Uji normalitas memperoleh hasil yang tidak normal, karena variabel hasil belajar siswa memperoleh x2 hitung sebesar 2,04119 dengan db 61, sehingga diperoleh x2 tabel dengan taraf signifikasi 5% adalah 0,111626. Dengan demikian x2 hitung lebih besar dari x2 tabel, maka dapat disimpulkan hasil belajar siswa SMK Purnama 2 Banyumas, datanya berdistribusi tidak normal. Uji Linieritas memperoleh hasil yang tidak linier. Karena nilai P 8,94 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian variabel kebiasaan menggunakan bahasa Jawa mempunyai hubungan yang tidak linier dengan hasil belajar siswa.

Hasil nilai skor angket dan nilai hasil belajar sama-sama mendapatkan pengaruh positif. Namun saat dilakukan uji normalitas dan uji linieritas memperoleh hasil yang tidak normal dan tidak linier. Dari kedua uji tersebut terdapat masalah yang mana hasil dari analisis data berbeda. Antara hasil uji rumus dan hasil uji statistik menggunakan komputer. Hal ini dikarenakan kebiasaan siswa yang menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya tidak diterapkan oleh guru pengajar. Soal yang dipakai guru adalah soal pengetahuan.

Di bawah ini beberapa contoh soal yang tidak sesuai dengan kebiasaan menggunakan bahasa Jawa terdapat pada soal nomor 1-12, 16-50. Misalnya

“Apa wae kang perlu digatekake supaya pamacane warta bisa cetha lan dimangerteni dening pamiyarsa?”.

Dalam lembar jawab siswa, siswa dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar soal siswa. Banyaknya siswa yang menjawab “Kang perlu digatekaken nalika maca pawarta kedah migatosaken : tekanan , intonasi , vokal , lan jedha”. (Soal Ujian Semester Ganjil Kelas XI, SMK Purnama 2 Banyumas)

Alasan yang membuat guru bahasa Jawa membuat pertanyaan ini, agar siswa mampu memahami isi dari materi yang telah diajarkan oleh guru mapel. Dalam soal lain siswa dapat membedakan bahasa ngoko yang terdapat pada soal nomor 13, 14, dan 15.

Ing ngisor iki kang biasane nganggo ngoko lugu , kejaba... a. Marang sapadha – padha kang wes kulina banget b. Marang wong kang kaprenah enom utawa sor – sorane

c. Sedulur tuwa marang sedulur enom kang luwih dhuwur derajade d. Marang bocah kang luwih cilik

e. Lagi ngunandika utawa nguda rasa

(Soal Ujian Akhir Semester Ganjil SMK Purnama 2 Banyumas)

Kebanyakan siswa menjawab C yang tidak menggunakan bahasa Jawa

ngoko lugu. Seharusnya “sedulur tuwa marang sedulur enom kang luwih dhuwur

derajade”menggunakan bahasa Ngoko alus, dikarenakan derajat yang muda lebih tinggi dibandingkan yang tua. Dimana guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Jawa mempuanya alasan tersendiri dalam soal ini. Siswa diharapkan mampu membedakan unggah-ungguh bahasa yang digunakn dalam keseharian.

Berdasarkan kedua soal tersebut dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menggunakan bahasa Jawa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, dimana kebiasaan mempunyai pengaruh dalam pembelajaran yang berlangsung. Tidak hanya soal yang dijelaskan diatas, tetapi masih banyak lagi soal yang dapat dikerjakan siswa tersebut.

Tidak hanya soal yang berbentuk seperti di atas, tetapi soal yang dipakai kebanyakan adalah soal hafalan. Dimana semua soal terdapat dalam materi yang ada di buku ajar. Contohnya soal yang hafalan ada di bawah ini.

Sewu kutho wes takliwati , sewu ati taktakoni

Nanging kabeh padha rangerteni , lungmua nangendi Pirang tahun anggonka nggoleki

Seprene durung bisa nemoni

Wis tak coba nglalekake jenengamu saka atiku Satenane aku ora ngapusi isih tresna sliramu Judul lelagon campur sari ing dhuwur , yaiku ...

a. Sewu ati b. Isih trisno c. Lungamu d. Sewu pitakhon e. Sewo kutho

Tembang campur sari ing dhuwur nduweni anggitane ... a. Gesang

b. Mantos

c. Sugino sisuro emito d. Didi kempot

e. Ki anom suroto

Kesalahan dalam penulisan yang terdapat dalam soal adalah kesalahan yang ada pada soal tersebut. Soal di atas merupakan soal pengetahuan, dimana soal itu hanya dapat dijawab dengan materi yang mereka terima dari guru mata pelajaran bahasa Jawa. Semestinya soal tersebut bukan soal yang baik untuk diujikan, karena hanya dapat dijawab dengan hafalan materi saja.

Walaupun semua siswa juga memakai bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbicara. Hal ini berbalik arah dengan soal yang mereka dapatkan. Setiap ujian sekolah, yang mereka terima hanya soal hafalan saja. Dengan soal hafalan tersebut maka siswa mendapatkan nilai yang baik.

Karena hal itu yang membuat penelitian ini terbukti kalau kebiasaan menggunakan bahasa Jawa tidak dapat mempengaruhi secara positif dan signifikasi terhadap hasil belajar siswa SMK Purnama 2 Banyumas.

BAB V

PENUTUP

5. 1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian ini mendapatkan hasil yang dimana kebiasaan menggunakan bahasa Jawa tidak dapat mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa SMK Purnama 2 Banyumas. Hasil dari nilai angket kebiasaan menggunakan bahasa Jawa memperoleh nilai rata-rata 55,11 dan nilai hasil belajar siswa yang didapatkan dari nilai ujian semesteran mendapat rata-rata 79,90.

Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh melalui uji normalitas adalah tidak normal, karena x2 hitung lebih besar dari x2 tabel. Uji linieritas mendapatkan hasil yang tidak linier, karena hasil analisi menunjukkan nilai P 8,94 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan variabel bebas dengan variabel terikat memiliki hubungan yang tidak linier, karena akan membentuk persamaan garis lurus dengan analisis regresi linier.

Dari nilai angket mendapatkan nilai tertinggi sebesar 76 dan nilai terendah 43, sedangkan nilai ujian siswa tertinggi mendapatkan nilai 89 dan nilai terendah mendapatkan nilai 70. Sebesar 38% siswa yang memiliki kebiasaan menggunakan bahasa Jawa yang baik, dan sebesar 62% siswa yang memiliki kebiasaan menggunakan bahasa Jawa yang kurang baik.

Dalam keseharian semua siswa sudah menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari, tetapi dalam kenyataan yang ada dalam pembelajaran yang berlangsung sudah berbeda. Dalam pembelajaran yang hanya diujikan adalah soal pengetahuan saja, tidak ada kaitanya dalam pembelajaran berbahasa yang ada. Dikurikulum sudah dijelaskan bahwa berbahasa juga ada dalam KD yang berlaku. Dengan ini dijelaskan bahwa kebiasaan mengggunakan bahasa Jawa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

5.2 Saran

Berdasarkan pembahasan dan simpulan dapat direkomendasikan beberapa saran sebagai berikut

(1) Siswa perlu meningkatkan hasil belajar agar dapat mencapai kriteria yang lebih tinggi dari yang telah dicapai saat ini. Siswa juga perlu menggunakan bahasa Jawa dalam berbicara sehari-hari.

(2) Bagi guru bidang studi bahasa Jawa, dapat dijadikan masukan untuk memperoleh gambaran tentang kebiasaan menggunakan bahasa Jawa siswa dalam keseharian sehingga guru dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan dalam mengajar. Guru juga harus mencoba membantu siswa untuk membiasakan untuk berbicara bahasa Jawa.

(3) Bagi peneliti lain di harapkan sebagai rujukan untuk membuat penelitian

Dokumen terkait