• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

3. Hasil Uji Hipotesis

Uji-t digunakan untuk menguji hipotesis yang berbunyi “ada pengaruh yang signifikan metode bagian terhadap hasil latihan teknik

55

dribbling sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta”, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Apabila hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan maka latihan menggunakan metode bagian memberikan pengaruh terhadap peningkatan teknik dribbling siswa siswa. Kesimpulan penelitian dinyatakan signifikan jika nilai t hitung > t tabel dan nilai sig lebih kecil dari 0.05 (Sig < 0.05). Berdasarkan hasil analisis diperoleh data pada tabel 6 sebagai berikut. Tabel 7. Uji-t Hasil Pre-Test dan Post-Test Teknik Dribbling Sepakbola

Kelompok Rata-rata

t-test for Equality of means t ht t tb Sig, Selisih % Pretest 30,8168

10,585 2,064 0,000 0,71280 2,31% Posttest 30,1040

Dari hasil uji-t dapat dilihat bahwa t hitung 10,585 dan t tabel(0,05)(19) 2,064 dengan nilai signifikansi p sebesar 0,000. Oleh karena t hitung 10,585 > ttabel tabel(0,05)(24) 2,064, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan demikian

hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “ada pengaruh yang signifikan metode bagian terhadap hasil latihan teknik dribbling sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta”,

diterima. Artinya model latihan dengan Metode Bagian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan driblling terhadap siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Dari data pretest memiliki rerata 30,82 detik, selanjutnya pada saat posttest rerata mencapai 30,10 detik. Besarnya peningkatan teknik dribbling tersebut

56

dapat dilihat dari perbedaan nilai rata-rata yaitu sebesar 0,71, dengan kenaikan persentase sebesar 2,31%.

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis data hasil penelitian diperoleh peningkatan yang signifikan terhadap kelompok yang diteliti. Pemberian perlakuan metode bagian selama 16 kali pertemuan memberikan pengaruh terhadap peningkatan teknik dribbling siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan metode bagian terhadap hasil latihan teknik dribbling sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, adapun urutan kegiatan yang harus dilakukan sehingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan adalah: (1) diadakan pretest dengan tujuan supaya status teknik dribbling awal siswa diketahui, (2) pemberian treatment metode bagian sebanyak 16 kali pertemuan, (3) kemudian yang terakhir adalah diadakannya posttest yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan teknik dribbling terhadap subjek yang diberi perlakuan.

Untuk mengetahui adanya perbedaan atau metode bagian terhadap hasil latihan teknik dribbling sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dapat dibuktikan dengan uji-t. Uji-t akan menampilkan besar nilai t-hitung dan signifikansinya. Ada tidaknya teknik dribbling siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta setelah melakukan latihan dengan metode bagian dapat diketahui dari nilai rata-rata pretest dan posttest pada uji-t tersebut.

57

Hasil uji-t menunjukkan bahwa metode bagian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan teknik dribbling siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, hal ini dibuktikan dengan t hitung 10,558 > t tabel(0,05)(24) 2,064, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Teknik dribbling siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta mengalami peningkatan setelah melakukan latihan metode bagian dengan ditunjukkan oleh nilai post-test lebih besar dari pada nilai pre-test. Hal ini dibuktikan dengan nilai kenaikan persentase sebesar 2,31%.

Metode bagian merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bagian per bagian dari keterampilan yang dipelajari. Bentuk keterampilan yang dipelajari dipilah-pilah ke dalam bentuk gerakan yang lebih mudah dan sederhana. Suatu keterampilan yang dipelajari menggunakan metode bagian adalah suatu gerakan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi atau gerakannya sulit dilakukan dan tingkat organisasi yang rendah. Sugiyanto

(2000: 67) menyatakan ”Metode bagian merupakan cara pendekatan dimana

mula-mula siswa diarahkan untuk mempraktekan sebagian demi sebagian dari keseluruhan rangkaian gerakan, dan setelah bagian-bagian gerakan dikuasai

baru mempraktekan secara keseluruhan”. Ditambahkan Djoko Pekik Irianto (2002: 85) bahwa metode bagian merupakan cara mempelajari gerak demi gerakan secara bertahap. Dengan metode bagian, suatu gerakan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi akan disajikan secara bertahap untuk selanjutnya baru drangkai menjadi suatu gerak yang utuh setalah bagian-bagian gerakan

58

tersebut dikuasai dengan baik. Suatu bagian gerakan yang dipisahkan bukan berarti harus dipraktikkan secara terpisah tetapi bisa dipisahkan apabila perlu dipisahkan.

Latihan teknik menggiring bola (dribbling) secara per bagian tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan dilakukan secara bersama-sama sampai tidak ada gerakan yang salah. Setelah bagian-bagian teknik menggiring bola (dribbling) tersebut dikuasai dengan baik, kemudian digabungkan menjadi gerakan menggiring bola secara utuh. Pembagian menggiring bola berdasarkan cara melakukan menggiring bola yaitu menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam, menggiring bola menggunakan punggung kaki, dan menggiring bola menggunakan kaki bagian luar. Gerakan-gerakan tersebut diajarkan secara terpisah terlebih dahulu untuk kemudian gerakan tersebut dirangkai menjadi satu-kesatuan.

Gerak yang terjadi dalam aktivitas olahraga, merupakan akibat adanya stimulus yang diproses di dalam otak dan selanjutnya direspon melalui kontraksi otot, setelah menerima perintah dari sistem komando syaraf, yaitu otak. Oleh karena itu keterampilan gerak selalu berhubungan dengan sistem motorik internal tubuh manusia yang hasilnya dapat diamati sebagai perubahan posisi sebagian badan atau anggota badan (Schmidt & Lee, 2008: 334). Belajar gerak merupakan suatu rangkaian asosiasi latihan atau pengalaman yang dapat mengubah kemampuan gerak ke arah kinerja keterampilan gerak tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut, perubahan keterampilan gerak dalam belajar gerak merupakan indikasi terjadinya proses belajar gerak yang dilakukan oleh

59

seseorang. Dengan demikian, keterampilan gerak yang diperoleh bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kematangan gerak melainkan juga oleh faktor proses belajar gerak. Selanjutnya gerak yang dilakukan secara berulang-ulang akan tersimpan dalam memori pelaku yang sewaktu-waktu akan muncul bila ada stimulus yang sama. Untuk itu, keterampilan gerak dalam olahraga harus selalu dilatihkan secara berulang-ulang agar tidak mudah hilang dari memori, sehingga individu tetap terampil dalam setiap melakukan gerakan.

Peningkatan kemampuan yang terjadi dikarenakan adanya asosiasi pengetahuan yang diperoleh anak pada pertemuan sebelumnya dengan pengetahuan yang baru dan asosiasi tersebut semakin kuat ketika dilakukan secara berulang. Hal ini berdasarkan pada teori belajar law of exercise yang dikemukakan oleh Thondrike (Rahyubi, 2012: 164) yang menyatakan bahwa

“prinsip hukum latihan menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar

adalah pengulangan, semakin sering diulangi materi pelajaran akan semakin

dikuasai”. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian Hands & Martin (2003: 9) menemukan bahwa program pembelajaran aktivitas jasmani (gerak fundamental) yang diintegrasikan dengan pembelajaran di sekolah secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan dribbling adalah kelincahan, keseimbangan dan kelentukan.

60 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait