5. Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel
4.2 Hasil Uji Instrumen Data
Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Gambar 4.6 Diagram Batang variabel Kemandirian Belajar (X2)
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan tabel 4.6 dan gambar 4.6 di atas maka dapat dianalisis bahwa kemandirian belajar pada siswa kelas IX SMP Negeri 7 Muaro Jambi yang memiliki kategori sangat tinggi sebanyak 13 siswa dengan persentase 9%.
Kemudian dengan kategori tinggi yaitu 70 siswa dengan persentase 48%.
Sedangkan tingkat pembelajaran daring dalam kategori rendah sebanyak 53 siswa dengan persentase 36%. Serta siswa pada kategori sangat rendah sebanyak 11 siswa atau sebanyak 8%.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar pada siswa kelas IX SMP Negeri 7 Muaro Jambi masuk dalam kategori tinggi dengan jumlah nilai data pada rentang 48 – 53 sebanyak 70 siswa dengan persentase 48%.
bantuan SPSS versi 22.. Item dikatakan valid apabila rhitung> rtabel, jika rhitung< rtabel
maka item dikatakan invalid atau tidak sah. Berikut hasil uji validitas 15 item pada angket pembelajaran daring yang dilakukan pada 147 responden:
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel Pengendarian Diri (X1)
No No. Item r tabel r hitung Ket
1 1 0,161 0,541 Valid
2 2 0,161 0,519 Valid
3 3 0,161 0,413 Valid
4 4 0,161 0,619 Valid
5 5 0,161 0,660 Valid
6 6 0,161 0,591 Valid
7 7 0,161 0,576 Valid
8 8 0,161 0,593 Valid
9 9 0,161 0,560 Valid
10 10 0,161 0,207 Valid
11 11 0,161 0,659 Valid
12 12 0,161 0,507 Valid
13 13 0,161 0,201 Valid
14 14 0,161 0,208 Valid
15 15 0,161 0,500 Valid
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengukuran validitas instrumen penelitian dengan jumlah item pertanyaan untuk variabel pengedalian diri (X1) sebanyak 15 butir pernyataan, maka diperoleh hasil perhitungan untuk masing-masing pertanyaan pada butir soal telah memenuhi persyaratan, hal ini ditunjukan melalui rhitung > rtabel pada masing-masing butir soal instrumen.
Uji instrumen data yang selanjutnya adalah uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS versi 22.0.
Instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,50.
Berikut hasil uji reliabilitas variabel pengendalian diri (X1) yang diperoleh dalam pengukuran instrumen penelitian ini dengan menggunkan SPSS 22.0:
Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengendarian Diri (X1) Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,759 15
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan hasil uji realibilitas variabel pengendalian diri (X1) pada tabel 4.8 diatas, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha yakni 0,759 > 0,50. Maka dapat disimpulkan bahwa angket pengendalian diri dinyatakan reliabel.
4.2.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kemandirian Belajar (X2)
Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan alat ukur yang digunakan untuk mengukur sebuah data. Tujuannya untuk melihat apakah valid atau tidaknya alat ukur yang digunakan, dalam hal ini alat ukurnya adalah angket. Untuk menghitung valid atau tidaknya item, dapat menggunakan bantuan SPSS versi 22.. Item dikatakan valid apabila rhitung> rtabel, jika rhitung< rtabel
maka item dikatakan invalid atau tidak sah. Berikut hasil uji validitas 15 item pada angket pembelajaran daring yang dilakukan pada 147 responden:
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Variabel Kemandirian Belajar (X2)
No No. Item r tabel r hitung Ket
1 16 0,161 0,670 Valid
2 17 0,161 0,510 Valid
3 18 0,161 0,589 Valid
4 19 0,161 0,576 Valid
5 20 0,161 0,197 Valid
6 21 0,161 0,541 Valid
7 22 0,161 0,637 Valid
8 23 0,161 0,678 Valid
9 24 0,161 0,455 Valid
10 25 0,161 0,518 Valid
11 26 0,161 0,418 Valid
12 27 0,161 0,586 Valid
13 28 0,161 0,534 Valid
14 29 0,161 0,444 Valid
15 30 0,161 0,427 Valid
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengukuran validitas instrumen penelitian dengan jumlah item pertanyaan untuk variabel kemandirian belajar (X2) sebanyak 15 butir pernyataan, maka diperoleh hasil perhitungan untuk masing-masing pertanyaan pada butir soal telah memenuhi persyaratan, hal ini ditunjukan melalui rhitung > rtabel pada masing-masing butir soal instrumen.
Uji instrumen data yang selanjutnya adalah uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS versi 22.0.
Instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,50.
Berikut hasil uji reliabilitas variabel kemandirian belajar (X2) yang diperoleh dalam pengukuran instrumen penelitian ini dengan menggunkan SPSS 22.0:
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kemandirian Belajar (X2) Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,805 15
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan hasil uji realibilitas variabel kemandirian belajar (X2) pada tabel 4.10 diatas, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha yakni 0,805 > 0,50. Maka dapat disimpulkan bahwa angket kemandirian belajar dinyatakan reliabel.
4.2.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Tingkat Pemahaman (Y) Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan alat ukur yang digunakan untuk mengukur sebuah data. Tujuannya untuk melihat apakah valid atau tidaknya alat ukur yang digunakan, dalam hal ini alat ukurnya adalah angket. Untuk menghitung valid atau tidaknya item, dapat menggunakan bantuan SPSS versi 22.. Item dikatakan valid apabila rhitung> rtabel, jika rhitung< rtabel
maka item dikatakan invalid atau tidak sah. Berikut hasil uji validitas 15 item pada angket pembelajaran daring yang dilakukan pada 147 responden:
Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas Variabel Tingkat Pemahaman (Y)
No No. Item r tabel r hitung Ket
1 31 0,161 0,345 Valid
2 32 0,161 0,549 Valid
3 33 0,161 0,516 Valid
4 34 0,161 0,334 Valid
5 35 0,161 0,431 Valid
6 36 0,161 0,590 Valid
7 37 0,161 0,615 Valid
8 38 0,161 0,417 Valid
9 39 0,161 0,492 Valid
10 40 0,161 0,539 Valid
11 41 0,161 0,421 Valid
12 42 0,161 0,486 Valid
13 43 0,161 0,375 Valid
14 44 0,161 0,597 Valid
15 45 0,161 0,414 Valid
16 46 0,161 0,275 Valid
17 47 0,161 0,395 Valid
18 48 0,161 0,373 Valid
19 49 0,161 0,365 Valid
20 50 0,161 0,313 Valid
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengukuran validitas instrumen penelitian dengan jumlah item pertanyaan untuk variabel tingkat pemahaman (Y) sebanyak 15 butir pernyataan, maka diperoleh hasil perhitungan untuk masing-masing pertanyaan pada butir soal telah memenuhi persyaratan, hal ini ditunjukan melalui rhitung > rtabel pada masing-masing butir soal instrumen.
Uji instrumen data yang selanjutnya adalah uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS versi 22.0.
Instrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,50.
Berikut hasil uji reliabilitas variabel tingkat pemahaman (Y) yang diperoleh dalam pengukuran instrumen penelitian ini dengan menggunkan SPSS 22.0:
Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Tingkat Pemahaman (Y) Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,784 20
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan SPSS versi 22.0
Berdasarkan hasil uji realibilitas variabel tingkat pemahaman (Y) pada tabel 4.12 diatas, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha yakni 0,784 > 0,50. Maka dapat disimpulkan bahwa angket tingkat pemahaman dinyatakan reliabel.
4.2.4 Taraf Kesukaran Soal
Uji tingkat kesukaran pada penelitian ini dilakukan untuk mengkaji soal – soal tes berdasarkan tingkat kesulitannya apakah soal tersebut dikategorikan sukar, sedang, dan mudah. Adapun analisis tingkat kesukaran instrument soal dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.13 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Variabel Tingkat Pemahaman (Y) No No. Item Indeks Tingkat Kesukaran Klasifikasi Tingkat Kesukaran
1 31 0,769 Mudah
2 32 0,701 Sedang
3 33 0,823 Mudah
4 34 0,156 Sukar
5 35 0,585 Sedang
6 36 0,816 Mudah
7 37 0,647 Sedang
8 38 0,810 Mudah
9 39 0,497 Sedang
10 40 0,694 Sedang
11 41 0,755 Mudah
12 42 0,537 Sedang
13 43 0,293 Sukar
14 44 0,659 Sedang
15 45 0,578 Sedang
16 46 0,259 Sukar
17 47 0,626 Sedang
18 48 0,565 Sedang
19 49 0,741 Mudah
20 50 0,857 Mudah
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan program microosoft excel 2010
Hasil perhitungan tingkat kesukaran butir tes terhadap 20 butir tes soal yang diuji cobakan, maka soal yang diterima adalah soal tingkat kesukaran sukar yaitu dengan tingkatan kesukaran mudah, sedang, dan sukar. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran uji coba tes maka diperoleh soal sukar sebanyak 3 soal, soal sedang sebanyak 10 soal dan soal mudah sebanyak 7 soal.
4.2.5 Daya Pembeda Soal
Uji daya beda merupakan uji tingkat kemampuan instrument untuk membedakan peserta didik yang berkemampuan rendah. Uji daya pembeda yang akan digunakan di hitung dengan Microsoft excel 2010 klasifikasi daya pembeda soal sebagai berikut :
Tabel 4.14 Hasil Uji Daya Pembeda Variabel Tingkat Pemahaman (Y) No No. Item Indeks Uji Daya Pembeda Kriteria Uji Daya Pembeda
1 31 0,329692706 Cukup
2 32 0,35783043 Cukup
3 33 0,32895224 Cukup
4 34 0,22917438 Cukup
5 35 0,31858571 Cukup
6 36 0,31543873 Cukup
7 37 0,41299519 Baik
8 38 0,22028878 Cukup
9 39 0,38781933 Baik
10 40 0,39874121 Baik
11 41 0,221029248 Cukup
12 42 0,41447612 Baik
13 43 0,25453536 Cukup
14 44 0,467234358 Baik
15 45 0,41392077 Baik
16 46 0,26860422 Cukup
17 47 0,37245465 Cukup
18 48 0,27804517 Cukup
19 49 0,221214365 Cukup
20 50 0,26045909 Cukup
Sumber: Data olahan peneliti menggunakan program microosoft excel 2010
Berdasarkan hasil perhitungan daya butir soal menunjukan bahwa dari 20 butir soal terdapat 6 butir soal berklasifikasi baik, dan 14 butir soal berklasifikasi cukup.
4.3 Hasil Uji Persyaratan Analisis