• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Analisis Data

A. Deskripsi Objek Penelitian

3. Hasil Uji Ketepatan Model/ Uji Koefisien Determinasi (R 2 )

Uji Ketepatan Model digunakan untuk melihat tingkat ketetapan atau keakuratan dari suatu fungsi atau persamaan untuk menaksir dari data yang dianalisa. Nilai ketetapan atau keaktualan

dapat diukur dari goodness of fit nya (Iqbal, 2002). Uji ini dapat

dilihat dari nilai koefisien diterminasinya. Berkaitan apakah uji statistik dikatakan lolos atau tidak, tergantung dari tingkat

berada di daerah kritis atau yang menolak H0maka dikatakan bahwa uji statistiknya lolos dan layak untuk uji selanjutnya. Berlaku

sebaliknya jika hasil perhitungan berada didaerah yang menerima H0,

maka dapat dikatakan bahwa uji statistiknya tidak lolos dan tidak layak untuk uji selanjutnya.

Koefesien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase (%) pengaruh keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan melihat R² pada hasil analisis persamaan regresi yang diperoleh (Bawono, 2006). Apabila angka koefisien diterima (R²) semakin mendekati 1 berarti model regresi yang digunakan sudah semakin tepat sebagai model penduga terhadap variabel dependen.

Tabel 4.12 Koefisien Determinasi

Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,danDirect MarketingTerhadap Peningkatan Jumlah

Nasabah Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate 1 ,298a ,089 ,040 ,0159112 2 ,296b ,088 ,049 ,0158355 3 ,286c ,082 ,053 ,0158049

a. Predictors: (Constant), DIRECT MARKETING, PERIKLANAN, SALLES PROMOTION, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

b. Predictors: (Constant), DIRECT MARKETING, PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

c. Predictors: (Constant), PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

Dari data diatas dapat diketahui bahwa:

Nilai koefisien korelasi (R) sebesar : 0,286. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel independen dan variabel dependen (karena mendekati angka 1).

Nilai koefisien Adjusted (R2) = 0,082 yang menjelaskan bahwa

hanya 8,2% Peningkatan Jumlah Nasabah bisa dijelaskan dari

ke-lima variabel independen (Advertising, Salles Promotion, Personal

Selling, Public Relation dan Direct Marketing). Sedangkan sisanya (100% - 8,2% = 91,8%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

4. Uji Hipotesis a. Uji ttest

Uji digunakan untuk melihat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual (Iqbal,2002). Berikut merupakan tabel koefisien untuk melihat nilat t hitung yang akan dibandingkan dengan nilai tabel.

Tabel 4.13 Uji Secara Individual

Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,danDirect MarketingTerhadap Peningkatan Jumlah

Anggota VARIABEL B NILAI t test NILAI t tabel NILAI SIGNIFIKAN KET Constant 0,057 2,990 1,2906 0,004 Signifikan Periklanan .002 1,967 .052 Signifikan Personal Selling .005 2,484 .015 Signifikan Public Relation .002 1,736 .086 Signifikan Salles Promotion .045 0,323 .748 Tidak Signifikan Direct Marketing -,091c -0.793 .430 Tidak Signifikan

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2015) Artinya:

a. Pengaruh variabel Periklanan/ Advertising (X1) terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai

signifikansi dari variabel periklanan sebesar 0,052 pada tingkat kesalahan 10% dan nilai t test sebesar 1,967 lebih besar dari t tabel sebesar 1,2906, sehingga dapat dikatakan bahwa secara empiris variabel periklanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel peningkatan jumlah nasabah. Hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa

(Periklanan) berpengaruh positif terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang yaitu diterima.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri Maisya (2013) tentang pengaruh Periklanan, Promosi Penjualan dan Hubungan Masyarakat Terhadap Keputusan Menabung di PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. Cabang Bukittinggi yang menyatakan bahwa periklanan yang dilakukan oleh BNI Cabang Bukittingi mempengaruhi keputusan menabung.

Hal tersebut tidak sesuai pula dengan teori yang

dikemukakan oleh Tjiptono (2008:225), “iklan adalah

bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan dan keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa yang menyenangkan akan mengubah fikiran seseorang untuk melakukan pembelian.

b. Pengaruh variabel personal selling (X2) terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai

signifikansi dari variabel personal selling sebesar 0,015

yang lebih kecil dari α (0.05) pada tingkat kesalahan 5%

1,2906, sehingga dapat dikatakan bahwa secara empiris

variabelpersonal sellingberpengaruh positif dan signifikan

terhadap variabel peningkatan jumlah nasabah. Hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yang

menyatakan bahwa personal selling berpengaruh positif

terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang yaitu diterima.

Hal ini tidak sesuai dengan penelitian Darna dan Dita Pramudya Wardani (2013) tentang Pengaruh Bauran

Promosi Terhadap Keputusan Pengambilan Produk

Pembiayaan KPR Platinum iB pada Bank X Syariah

Cabang Harmoni Jakarta, yang menyatakan bahwaPersonal

Sellingtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pengambilan KPR Platinum iB.

Tetapi hal tersebut sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Tjiptono (2008) yang menyebutkan bahwa

Personal Selling adalah komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu

produk kepada calon pelanggan dan membentuk

pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka

c. Pengaruh variabel Publisitas/Public Relation(X3) terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai

signifikansi dari variabel publisitas (Public Relation)

sebesar 0,086 yang berada pada tingkat kesalahan 10% dan nilai t test sebesar 1,736 lebih besar dari t tabel sebesar 1,2906, sehingga dapat dikatakan bahwa secara empiris variabel publisitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah nasabah. Hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan

bahwa Public Relation berpengaruh positif terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang yaitu diterima.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Darna dan Dita Pramudya Wardani (2013) yaitu kegiatan pameran atau event-event, sumbangan kemasyarakatan, pemberian sponsorship pada acara-acara besar, penjalinan hubungan yang baik dengan nasabah, dan pemberian majalah atau bulletin bank dalam publisitas dapat meningkatkan ketertarikan konsumen pada produk jasa yang ditawarkan khususnya KPR Platinum iB sehingga meningkat pula tingkat keputusan pengambilan KPR Platinum iB oleh nasabah.

Hal ini sesuai dengan pendapat Tjiptono (1997:230)

bahwa public relation merupakan upaya menyeluruh dari

suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Sehingga konsumen akan mencoba dan akhirnya membeli produk tersebut.

d. Pengaruh variabel Salles Promotion (X4) terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai

signifikansi dari variabel Salles Promotion sebesar 0,748

yang lebih besar dari α (0.05) dan nilai t test sebesar 0,323

lebih kecil dari t tabel sebesar 1,2906, sehingga dapat

dikatakan bahwa secara empiris variabel Salles Promotion

tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap variabel peningkatan jumlah nasabah. Hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat yang menyatakan

bahwa Salles Promotion berpengaruh positif terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang yaitu ditolak.

Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Darna dan Dita Pramudya Wardani (2013) tentang tentang Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pengambilan Produk Pembiayaan KPR Platinum iB pada

Bank X Syariah Cabang Harmoni Jakarta, yang menyatakan

bahwa promosi penjualan (salles promosi) mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pengambilan KPR Platinum iB (Y).

Hal ini juga tidak sesuai dengan teori yang

dikemukakan Tjiptono (2008), “promosi penjualan adalah

bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

e. Pengaruh variabel direct marketing (X5) terhadap

Peningkatan Jumlah Nasabah

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai

signifikansi dari variabel direct marketing sebesar 0,430

yang lebih besar dariα (0.05) dannilai t test sebesar -0,793

lebih kecil dari t tabel sebesar 1,2906, sehingga dapat

dikatakan bahwa secara empiris variabel direct marketing

tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap variabel peningkatan jumlah nasabah. Hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa hipotesis kelima yang menyatakan

bahwa direct marketing(Penjualan Langsung) berpengaruh

positif terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang yaitu ditolak.

Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Heri Abrianto dan Astrid Oktavia (2015) tentang

“Analisis Pengaruh bauran Promosi Kartu Prabayar Terhadap Minat Beli Nasabah pada PT Bank Indonesia

(Persero) Tbk Cabang Jatinegara” yang menyatakan bahwa

Pemasaran Langsung (Direct Marketing) memiliki

hubungan positif dengan minat beli nasabah.

Berdasarkan hasil uji t diatas, maka dapat disimpulkan

bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi

peningkatan jumlah anggota adalah variabel personal selling

(X2), yang ditunjukkan dengan nilai thitungsebesar 2,484.

Dengan demikian strategi bauran promosi BMT di Kota Salatiga dan Kab.Semarang dilakukan dengan memberikan layanan dalam mengatasi keluhan dari pelanggan, bersikap ramah dan membantu permasalahan yang dihadapi pelanggan. Sifat penjualan perseorangan ini lebih luwes dalam menghadapi pelanggan karena tenaga penjualan dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjualan dengan kebutuhan dan perilaku masing-masing pembeli. Selain itu, tenaga penjualan juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli terhadap penawaran penjualan, sehingga dapat mengadakan penyesuaian-penyesuaian ditempat pada saat itu juga.

b. Uji Ftest

Uji F digunakan untuk menguji apakah perubahan variabel

independen (Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal

Selling, dan Direct Marketing) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel dependen (Peningkatan Jumlah Nasabah) pada BMT di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang (Ghozali, 2001).

Tabel 4.14 Uji Secara Serempak

Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,dan

Direct MarketingTerhadap Peningkatan Jumlah Nasabah

ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression ,002 5 ,000 1,827 ,115b Residual ,024 94 ,000 Total ,026 99 2 Regression ,002 4 ,001 2,281 ,066c Residual ,024 95 ,000 Total ,026 99 3 Regression ,002 3 ,001 2,843 ,042d Residual ,024 96 ,000 Total ,026 99

a. Dependent Variable: % peningkatan

b. Predictors: (Constant), DIRECT MARKETING, PERIKLANAN, SALLES PROMOTION, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

c. Predictors: (Constant), DIRECT MARKETING, PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

d. Predictors: (Constant), PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2015)

Dari data di atas, diketahui nilai F hitung sebesar 2,843 dengan tingkat probabilitas (signifikansi) sebesar 0,042. Karena Probabilitas lebih kecil dari 0,05 dan f hitung lebih besar dari f

tabel sebesar 2,195, maka model regresi dapat digunakan untuk

memprediksi peningkatan jumlah nasabah, atau dengan

demikian variabel Advertising, Personal Selling, Public

Relation, Salles Promotion, dan Direct Marketing secara bersama-sama berpengaruh terhadap peningkatan jumlah nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang. Dengan

kata lain H6 yang menyatakan bahwa bauran promosi

(Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,dan

Direct Marketing) produk simpanan syariah secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang dapat diterima.

Hal ini menunjukkan bahwa nasabah sebelum

memutuskan untuk memilih dan menggunakan produk simpanan syariah yang dimiliki oleh BMT, nasabah akan mengevaluasi

segala yang berhubungan dengan Advertising, Salles

Promotion, Publisitas, Personal Selling, dan Direct Marketing

dari BMT tersebut terhadap produk tabungan syariah.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darna dan Dita Pramudya Wardani (2013) yang dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antar bauran promosi yang terdiri

Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,dan

Direct Marketing terhadap proses keputusan pembelian konsumen.

Kotler (2007), menjelaskan bahwa bauran promosi

menjadi kegiatan promosi atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif untuk memberi keputusan dan ketertarikan produk yang ditawarkan. Keaneka ragaman produk membuat konsumen sulit menentukan produk mana yang akan dipilih. Dalam satu kategori produk saja terdapat bermacam- macam produk dari beberapa penjual yang bersaing untuk mendapat konsumen. Bauran promosi berguna untuk mengenali dan

membedakan barang dan jasa dari penjual yang satu dengan barang dan jasa dari penjual yang lain, sehingga memudahkan konsumen untuk mengindentifikasikan barang dan jasa yang akan dibeli. Jadi promosi dengan bauran promosi yang kuat akan memudahkan konsumen memilih produk dan menambah rasa percaya diri dalam melakukan keputusan pembeli pada produk tersebut.

c. Analisis Regresi Berganda

Regresi ini digunakan untuk menganalisa data yang

bersifat multivariate. Analisa ini digunakan untuk meramalkan

nilai variabel dependen dengan variabel independen yang lebih dari satu (minimal dua variabel). Kondisi variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen dapat bersifat positif atau negative (Ghozali, 200

Tabel 4.14

Hasil Analisis Regresi Berganda

Advertising, Salles Promotion, Publisitas, Personal Selling,danDirect MarketingTerhadap Peningkatan Jumlah

Anggota xCoefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

1 (Constant) ,057 ,019 2,990 ,004 PERIKLANAN ,003 ,001 ,242 2,053 ,043 ,698 1,433 PERSONAL SELLING -,005 ,002 -,338 -2,384 ,019 ,483 2,071 PUBLIC RELATION ,002 ,002 ,229 1,512 ,134 ,421 2,375 SALLES PROMOTION ,001 ,003 ,044 ,315 ,754 ,497 2,013 DIRECT MARKETING -,002 ,003 -,091 -,786 ,434 ,729 1,372 2 (Constant) ,059 ,019 3,158 ,002 PERIKLANAN ,003 ,001 ,238 2,040 ,044 ,707 1,414 PERSONAL SELLING -,005 ,002 -,324 -2,419 ,017 ,536 1,865 PUBLIC RELATION ,003 ,001 ,252 1,901 ,060 ,545 1,834 DIRECT MARKETING -,002 ,002 -,091 -,793 ,430 ,729 1,372 3 (Constant) ,054 ,017 3,075 ,003 PERIKLANAN ,002 ,001 ,227 1,967 ,052 ,716 1,396 PERSONAL SELLING ,005 ,002 -,331 2,484 ,015 ,539 1,856 PUBLIC RELATION ,002 ,001 ,215 1,736 ,086 ,622 1,606

a. Dependent Variable: % peningkatan

Excluded Variablesa

Model Beta In T Sig. Partial

Correlation

Collinearity Statistics

Tolerance VIF Minimum

Tolerance 2 SALLES PROMOTION ,044b ,315 ,754 ,032 ,497 2,013 ,421 3 SALLES PROMOTION ,045 c ,323 ,748 ,033 ,497 2,013 ,467 DIRECT MARKETING -,091c -,793 ,430 -,081 ,729 1,372 ,536

a. Dependent Variable: % peningkatan

b. Predictors in the Model: (Constant), DIRECT MARKETING, PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION

c. Predictors in the Model: (Constant), PERIKLANAN, PERSONAL SELLING, PUBLIC RELATION Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2015)

Dari hasil pengujian-pengujian tersebut dapat dibuat persamaan matematis sebagai berikut:

Y=β01X12X23X34X45X5+e

Y= 0,057+0,002X1+0,005X2+0,002X3+ 0,045 X4–0,091 X5+e

Di mana:

Y = Peningkatan Jumlah Nasabah

X1 =Advertising X2 =Personal Selling X3 =Public Relation X4 =Salles Promotion X5 =Direct Marketing Artinya:

Nilai constant (β0) : 0,057 menyatakan bahwa ketika

variabel independen (advertising, personal selling, dan public

relation) dianggap konstan atau tidak ada atau sebesar 0, maka variabel Peningkatan Jumlah Nasabah sebesar 0,057 dengan

asumsicateris paribus.

Koefisien regresi Periklanan/ Advertising (X1) sebesar

0,002, diartikan bahwa jika advertising mengalami peningkatan 1 satuan, maka variabel Peningkatan Jumlah Nasabah akan mengalami kenaikan sebesar 0,002 Berarti untuk setiap kontribusi yang diberikan oleh variabel independen Perikalanan

baik dari segi gambar, informasi, maupun penempatannya akan mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah (Y) sebesar 0,002

dengan asumsi bahwa variabel personal selling (X2), publisitas

(X3), promosi penjualan (X4) dan direct marketing (X5) adalah konstan.

Koefisien regresi Personal Selling (X2) sebesar 0,005

diartikan bahwa jika personal sellingmengalami peningkatan 1

satuan, maka variabel Peningkatan Jumlah Nasabah akan mengalami kenaikan sebesar 0,005. Berarti untuk setiap

kontribusi yang diberikan oleh variabel independen Personal

Selling(X2) yang meliputi penggunaanpersonal selling/ armada

penjualan/ marketing people untuk memasarkan produknya

secara efektif baik dari segi penjelasan yang jelas dan informatif guna meningkatkan jumlah nasabah ini akan mempengaruhi

sebesar 0,005 dengan asumsi bahwa variabel periklanan (X1),

publisitas (X3), promosi penjualan (X4) dan direct marketing

(X5) adalah konstan.

Koefisien regresi Publisitas/ Public Relation(X3) sebesar

0,002, diartikan bahwa jika publisitas/ Public Relation

mengalami peningkatan 1 satuan, maka variabel Peningkatan Jumlah Nasabah akan mengalami kenaikan sebesar 0,002. Berarti untuk setiap kontribusi yang diberikan oleh variabel

yang baik dengan nasabah, pemberian sponsor pada acara-acara besar, pemberian sumbangan pada kegiatan kemasyarakatan, pemberian majalah atau bulletin bank, dan pengadaaan event-event atau pameran-pameran dalam penjualan produk simpanan khususnya produk simpanan syariah akan mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah (Y) sebesar 0,002 dengan asumsi

bahwa periklanan (X1),personal Selling(X2), promosi penjualan

(X4), dandirect marketing(X5) adalah konstan.

Koefisien regresi Salles Promotion/ Promosi Penjualan

(X4) sebesar 0,045, diartikan bahwa jika Salles Promotion/

Promosi Penjualan mengalami peningkatan 1 satuan, maka variabel Peningkatan Jumlah Nasabah akan mengalami kenaikan sebesar 0,045. Berarti untuk setiap kontribusi yang diberikan

oleh variabel independen promosi penjualan (X4) yang meliputi

pemberian souvenir, margin spesial yang ringan, pembebasan/ potongan biaya administrasi dan biaya non operasional lainnya pada saat promosi, serta pengadaan pengadaan kegiatan undian akan mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah (Y) sebesar

0,045 dengan asumsi bahwa variabel Periklanan (X1),Personal

Selling (X2), Publisitas (X3), dan Direct Marketing (X5) adalah konstan.

Koefisien regresiDirect Marketing/ Pemasaran Langsung

Pemasaran Langsung mengalami peningkatan 1 satuan, maka

variabel Peningkatan Jumlah Nasabah akan mengalami

penurunan sebesar 0,091. Berarti untuk setiap kontribusi yang

diberikan oleh variabel independen Direct Marketing/

Pemasaran Langsung melalui interaksi informasi dan promosi

produk simpanan syariah melalui surat, telepon,e-mail, dan alat

penghubung lain untuk berkomunikasi dengan nasabah tertentu akan mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah sebesar -0,091 atau bisa diartikan sebagai penurunan sebesar 0,091, dengan

asumsi bahwa variabel Periklanan (X1), Personal Selling (X2),

Berdasarkan pembahasan analisis data mengenai pengaruh bauran

promosi (promotion mix) produk simpanan syariah terhadap

peningkatan jumlah nasabah (studi kasus pada bmt kota salatiga dan kab. Semarang dalam 2 tahun terakhir), maka penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut:

1. Dari hasil pengujian Koefisien Regresi (Uji T) atau uji secara

individu bahwa tidak semua variabel bauran promosi mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah. Hanya untuk

variabel Promosi/ Advertaising (X1), Personal Selling/ Penjualan

Secara Pribadi (X2), dan Publisitas/ Public Relation (X3) yang berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Jumlah

Nasabah (Y). Sedangkan variabel Salles Promotion (X4) dan

Direct Marketing (X5) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah (Y).

2. Dari hasil pengujian model regresi (Uji F) atau uji secara

serempak membuktikan bahwa variabel bauran promosi yang

meliputi Advertising, Personal Selling, Public Relation, Salles

Promotion,danDirect Marketingsecara simultan (bersama-sama) sangat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

peningkatan jumlah nasabah BMT di-Kota Salatiga dan Kab. Semarang.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijabarkan sebelumnya, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut :

1. Pihak BMT agar lebih meningkatkan lagi bauran promosi yang

dilakukan khususnya dalam dimensi Advertising, Personal

Selling, Public Relation, Salles Promotion,danDirect Marketing, sehingga kelima dimensi tersebut tidak lagi memiliki hubungan yang lemah terhadap minat beli nasabah. Agar bauran promosi yang dilakukan oleh BMT dapat membuat nasabah menjadi lebih berminat dan terdorong untuk menggunakan Produk Simpanan Syariah serta meningkatkan citra BMT.

2. Penelitian selanjutnya sebaiknya menganalisis faktor-faktor

lainnya diluar model penelitian ini, dari keseluruhan yang mempengaruhi minat beli nasabah pengguna produk simpanan yang dimiliki BMT. Sehingga penelitian tidak hanya dari sisi bauran promosi saja, namun juga dari bauran pemasaran lain seperti faktor harga dan produk atau faktor kemudahan sehingga analisis yang dihasilkan dapat lebih menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Mal An. 2010. Corporate Governance Perbankan Syariah di

Indonesia.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Abrianto, Heri; Astrid Oktavia.2015. Analisis Pengaruh Bauran Promosi Kartu

Prabayar Terhadap Minat Beli Nasabah pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jatinegara, Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Perbankan, Vol. 1 (3). Politeknik Negeri Press: Jakarta.

Amir, M. Taufiq,. 2005. Dinamika Pemasaran, Jakarta : PT Raja Grafindo

Persada.

Anshori, Abdul Ghofur. 2007. Perbankan Syari’ah di Indonesia. Yogyakarya:

Gadjah Mada University Press .

Antonio, Muhammad Syafi’i. 2001. Bank Syariah; dari Teori ke Praktik

.Jakarta: Gema Insani.

Antoniom, Muhammad Syafi’i. 1999. Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum.

Tazkia Institut: Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Asmoro, Ayu Afrillya. 2011. Pengaruh Variabel-variabel Bauran Promosi

Terhadap Minat Pembelian. Skripsi. Surabaya : Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Bawono, Anton. 2006. Multivariate Analisys dengan SPSS. Salatiga: STAIN

Salatiga pers

Buchari Alma. 2009. Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa. Cv

Alvabeta: Bandung.

Darna; Dita Pramudya Wardani. 2013. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap

Keputusan Pengambilan Produk Pembiayaan KPR Platinum iB pada Bank X Syariah Cabang Harmoni-Jakarta, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 12(1):1-10. Politeknik Negeri Jakarta Press: Jakarta.

Dendawijaya, Lukman.2005.Manajemen Perbankan. Bogor : Ghalia Indonesia.

Firman, Asmeldi. 1999.Panduan Praktis BMT.Mizan: Jakarta.

Ghozali, Imam.2001.Aplikasi Analisis Multivariat 2. Semarang:Badan Penerbit Undip.

Hasan, M. Iqbal, 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan

Aplikasinya. Ghalia Indonesia:Bogor.

Hasan, Iqbal. 2007.Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Pt.

Rineka Cipta.

Hiam. 2002. Alih Bahasa Maulana (1996). Paradigma Pendidikan Islam.

Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.

Husein, umar.2005. Metode Penelitian untuk skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta :

PT Raja Grafindo Persada.

Imam,Wahjono, Sentot. 2010.Manajemen Pemasaran Bank.Yogyakarta : Graha

Ilmu.

Jayusman, Indra. 2012.Pengaruh Promotion Mix Terhadap Peningkatan Jumlah

Nasabah Bank (Studi Kasus PD BPR Marunting Batu Aji Kab. Pangkalan Bun). Universitas Antakusuma Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Kasmir. 2010.Manajemen Perbankan.Jakarta: Rajawali Pers

Kartajaya, Hermawan.2004.On MarketingMark Plus & Co. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

Kartajaya, Hermawan, dan Syakir, M. Sula. 2006.Syariah Marketing. Bandung:

PT Mizan Pustaka.

Karnaen A. Perwataatmadja dan Hendri Tanjung. 2007. Bank Syariah : Teori,

Praktik, dan Peranannya. Jakarta: Celestial Publishing.

Kotler, Phillip. 2007. Manajemen Pemasaran.Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta :

Pearson Education Asia Pte. Ltd. Dan PT Prenhallindo.

Kotler, Philip Dan Kevin Lane Keller. 2007. Managemen Pemasaran Jilid I

Edisi Ke 13.Jakarta: Erlangga

Kotler, Philip; Gary Amstrong. 2001.Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi Bahasa

Maisya, Fitri. 2013. Pengaruh Periklanan, Promosi Penjualan, dan Hubungan Masyarakat Terhadap Keputusan Menabung di PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. Cabang Bukittinggi. Jurnal. Universitas Negeri Padang Press: Padang.

Perdana, Alan. 2010.Penerapan Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Jumlah

Nasabah pasa Asuransi Bumi Putra Syariah Syurakarta. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Prof. H. Soemarjo, SH. 1971. Al Qur’an dan Terjemahnya. Yayasan

Penyelenggara Penerjemah Al-Quran Raja Fard: Jakarta.

Ridwan, Muhammad. 2004.Manajemen BMT .UII press: Yogyakarta.

Rohmad, Wahid. 2008. Pengaruh Variabel Bauran Pemasaran Terhadap

Kebutusan Nasabah Dalam Mengambil Pembiayaan Murabahah Pada BMT Palur Karanganyar Pada tahun 2007. UIN Sunan Kali Jaga Jogjakarta.

Sandy, Febryan. 2012. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan

Pembelian. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 9 No. 2.

Saputro, Nugroho. 2011.Efektifitas Strategi Pemasaran Produk Bmt Jogjatama

Dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif. (Penelitian). STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Shimp, Christopher H.. 2003. Service Marketing, Second Edotion, Usa: Prentice

International.

Sudarsono, Heri. 2003. Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi Dan

Ilustrasi. Edisi 1, Ekonisa: Yogyakarta.

Sudarsono, Heri. 2004. Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi Dan

Dokumen terkait