• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R 2 )

Hasil uji koefisien determinasi menggunakan uji R pada tiap hipotesis penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Pengaruh kompetensi (X1) terhadap kinerja (Y)

Uji koefisien determinasi variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 5.21

Hasil Uji R Pengaruh Variabel X1 terhadap Y

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,623a ,388 ,382 3,21904 a. Predictors: (Constant), Kompetensi

b. Dependent Variable: Kinerja

83

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai R square sebesar 0,388, hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan jika dipresentasekan sebesar 38,8%.

b. Pengaruh kedisiplinan (X2) terhadap kinerja (Y)

Uji koefisien determinasi variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 5.22

Hasil Uji R Pengaruh Variabel X2 terhadap Y

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,550a ,302 ,296 3,43607 a. Predictors: (Constant), Kedisiplinan

b. Dependent Variable: Kinerja

Sumber: Output SPSS yang Diolah, 2019

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai R square sebesar 0,302, hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan jika dipresentasekan nilainya sebesar 30,2%.

c. Pengaruh lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja (Y)

Uji koefisien determinasi variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 5.23

Hasil Uji R Pengaruh Variabel X3 terhadap Y

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,538a ,290 ,284 3,46669 a. Predictors: (Constant), Lingkungan kerja

b. Dependent Variable: Kinerja

84

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai R square sebesar 0,290, hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan jika dipresentasekan nilainya sebesar 29,0%.

5.3 Pembahasan

5.3.1 Pengaruh kompetensi terhadap kinerja

Hasil pengujian regresi linier sederhana antara variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan garis regresi Y = 11,381 + 1,085X1. Persamaan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa konstanta sebesar 11,381 artinya jika variabel kompetensi nilainya 0, maka kinerja karyawan sebesar 11,381. Koefisien variabel kompetensi sebesar 1,085 artinya jika variabel kompetensi mengalami kenaikan satu satuan, maka kinerja karyawan mengalami peningkatan sebesar 1,085 satuan. Koefisien yang bernilai positif artinya semakin tinggi kompetensi maka semakin meningkatkan kinerja karyawan.

Hasil pengujian hipotesis pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan menggunakan uji t diperoleh nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 5,393 sedangkan ttabel = 1,98. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung> ttabel maka H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas X1 (kompetensi) terhadap variabel terikat Y (kinerja). Jadi hipotesis penelitian kompetensiberpengaruh terhadapkinerja karyawan, terbukti.

85

Hasil pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R sebesar 0,623, hal ini menunjukan adanya hubungan antara variabel kompetensi terhadapkinerja karyawan. Nilai R square sebesar 0,388, hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh langsung antara variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan, jika dipresentasekan nilainya sebesar 38,8%.Besarnya sumbangan efektif variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan sebesar 26,77% dan besarnya sumbangan relatif variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan sebesar 68,30%.

Hasil tersebut sesuai hasil penelitian Eigis Yani Pramularso, dalam artikel yang berjudul: Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan CV Inaura Anugerah Jakarta, terbit di Jurnal Widya Cipta, Volume II No.1, Maret 2018, yang menyimpulkan bahwa persamaan regresi yang dihasilkan menunjukkan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Koefisien korelasi menunjukkan angka 0,396 artinya hubungan kompetensi dengan kinerja karyawan adalah rendah. Koefisien determinasi menunjukkan besarnya kontribusi kompetensi terhadap kinerja karyawan sebesar 15,7% sedangkan 84,3% dipengaruhi faktor-faktor lain selain kompetensi.

Penelitian Novelisa P. Budiman, dalam artikel yang berjudul: Pengaruh Kompetensi, Motivasi, dan Kedisiplinan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Hasjrat Abadi Tendean Manado), terbit di Jurnal EMBA Volume 4 No. 4, September 2016, yang menyimpulkan: (1) secara simultan kompetensi, motivasi dan kedisiplinan kerja berpengaruh secara

86

signifikan terhadap kinerja karyawan; (2) kompetensi secara parsial positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan; (3) motivasi secara parsial positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan; (4) kedisiplinan kerja secara parsial positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.

5.3.2 Pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja

Hasil pengujian regresi linier sederhana antara variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan garis regresi Y = 18,807 + 0,461X2. Persamaan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa konstanta sebesar 18,807 artinya jika variabel kedisiplinan nilainya 0, maka kinerja karyawan sebesar 18,807. Koefisien variabel kedisiplinan sebesar 0,461 artinya jika variabel kedisiplinan mengalami kenaikan satu satuan, maka kinerja karyawan mengalami peningkatan sebesar 0,461 satuan. Koefisien yang bernilai positif artinya semakin tinggi kedisiplinan maka semakin meningkatkan kinerja karyawan

Hasil pengujian hipotesis pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja karyawan menggunakan uji t diperoleh nilai Sig. = 0,001 dan thitung = 3,557 sedangkan ttabel = 1,98. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung> ttabel maka H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas X2 (kedisiplinan) terhadap variabel terikat Y (kinerja). Jadi hipotesis penelitian kedisiplinan berpengaruh terhadapkinerja karyawan, terbukti.

Hasil pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R sebesar 0,550, hal ini menunjukan adanya hubungan antara variabel kedisiplinan terhadap

87

kinerja karyawan. Nilai R square sebesar 0,302, hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh langsung antara variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan, jika dipresentasekan nilainya sebesar 30,2%. Besarnya sumbangan efektif variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan sebesar 5,60% dan besarnya sumbangan relatif variabel kedisiplinan terhadap kinerja karyawan sebesar 21,70%.

Hasil tersebut sesuai hasil penelitian Johanes Eliezer Ayer (2016) melakukan penelitian berjudul ”Pengaruh Kedisiplinan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Pertanian Kabupaten Supiori”, yang dipublikasikan pada Jurnal Agri Sosial Ekonomi Unsrat; Volume 12 Nomor 3A, November 2016. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kedisiplinan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Penelitian Suparno dan Sudarwati, dalam artikel yang berjudul Pengaruh Motivasi, Kedisiplinan Kerja dan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, terbit di Jurnal Paradigma Volume 12 No.01, Periode Februari 2017, yang menyimpulkan: (1) hasil analisis uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 21,729 > 2,76 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak artinya motivasi, kedisiplinan kerja, dan kompetensi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (2) secara parsial motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan; (3) secara parsial kedisiplinan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; dan (4) secara parsial kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

88

5.3.3 Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja

Hasil pengujian regresi linier sederhana antara variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh persamaan garis regresi Y = 14,723 + 0,939X3. Persamaan tersebut dapat diinterpretasikan bahwa konstanta sebesar 14,723 artinya jika variabel lingkungan kerja nilainya 0, maka kinerja karyawan sebesar 14,723. Koefisien variabel lingkungan kerja sebesar 0,939 artinya jika variabel lingkungan kerja mengalami kenaikan satu satuan, maka kinerja karyawan mengalami peningkatan sebesar 0,939 satuan. Koefisien yang bernilai positif artinya semakin tinggi lingkungan kerja maka semakin meningkatkan kinerja karyawan

Hasil pengujian hipotesis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan menggunakan uji t diperoleh nilai Sig. = 0,000 dan thitung = 4,309 sedangkan ttabel = 1,98. Karena nilai Sig. < 0,05 dan thitung> ttabel maka H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas X3 (lingkungan kerja) terhadap variabel terikat Y (kinerja). Jadi hipotesis penelitian lingkungan kerja berpengaruh terhadapkinerja karyawan, terbukti.

Hasil pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R sebesar 0,538, hal ini menunjukan adanya hubungan antara variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Nilai R square sebesar 0,290, hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh langsung antara variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, jika dipresentasekan nilainya sebesar 29,0%. Besarnya sumbangan efektif variabel lingkungan kerja terhadap

89

kinerja karyawan sebesar 15,50% dan besarnya sumbangan relatif variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 52,00%.

Hasil tersebut sesuai hasil penelitian Rahmisyari, dalam artikel yang berjudul ”Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan kerja terhadap Kinerja Karyawan”, terbit di Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia, Vol.5 No.1, Oktober 2017, menghasilkan kesimpulan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 0,808 atau 80,8%, variabel kompetensi secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sebesar 0,507 dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sebesar 0,322.

Penelitian Fansyuri Ilham Mudayana, dalam artikel yang berjudul ”Pengaruh Kompetensi, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Sai Apparel Industries Semarang), terbit di Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol.5, No.1, 2016, yang menyimpulkan secara simultan variabel kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan Fhitung 52,087 > Ftabel 2,703. Apabila kompetensi karyawan, kompensasi yang diberikan dan lingkungan kerja yang kondusif ditingkatkan lagi maka kinerja karyawan akan semakin baik dengan bertambahnya motivasi kerja.

90

BAB VI

Dokumen terkait