V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.4 Hasil Uji Menggunakan Analisis Regresi Linear
5.4 Hasil Uji Menggunakan Analisis Regresi Linear
Analisis ini di gunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh luas lahan (XI), benih (X2), Pupuk (X3), dan tenaga kerja (X4) terhadap produksi (Y). Alat analisis yang di gunakan adalah dengan menggunakan program SPSS For Windows Release 16.0. Berdasarkan Perhitungan, Maka Dapat Di Peroleh Hasil:
5.4.1 Uji Koefisien Determinasi R2
Tabel 13. Uji Koefisien Determinasi R2
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 0,721a 0,519 0,448 941,40183
Dari Tabel 13 di atas, dapat di simpulkan bahwa analisis statistik di peroleh nilai R2 sebesar 0,519% menunjukkan bahwa variabel dari luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja dapat mempengaruhi produksi sebesar 51,9%, sedangkan 48,1% di jelaskan oleh faktor lain yang tidak berkaitan dengan penelitian ini.
5.4.2 Hasil Uji Secara Simultan Menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda.
Tabel 14. Hasil Analisis Menggunakan Regresi Linear Berganda Hasil Uji Secara Simultan Atau Bersama-Sama
Model Sum Of
Square Df Mean Square F Sig. Regression Residual 258,356 239,144 4 27 646,339 886,413 7,297 0,000 Total 947,500 13
Dari Tabel 14 diatas, dapat di simpulkan bahwa hasil uji F menunjukkan bahwa nilai dari Fhitung 7,297 < Ftabel 2,960 dan nilai signifikan Ftebel 0,000 < 0,05 dapat di simpulkan bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari
51 luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan (Ho diterima dan Hi di tolak) di Desa Rato dengan tingkat kepercayaan 95%.
5.4.3 Hasil Uji Secara Persial Menggunakan Analisis Regresi Linear
Berdasarkan hasil pada analisis linear berganda dengan menggunakan SPSS, maka uji statistik t sebagai berikut :
Tabel 15. Hasil menggunakan analisis regresi linear berganda hasil uji secara persial atau satu-satu
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (constant) Luas lahan (X1) Bibit (X2) Pupuk (X3) Tenaga kerja(X4) 254,203 10,336 1,217 7,449 48,199 539,833 23,699 0,000 0,000 18,513 0,091 0,050 0,082 0,554 0,471 0,436 0,161 0,296 2,603 0,642 0,666 0,873 0,769 0,015
Tabel 15 hasil uji t menunjukkan bahwa secara persial variabel luas lahan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi karena dari hasil analisis regresi variabel luas lahan terhadap produksi yaitu nilai Thitung 0,436 < Ttabel 1,701 dan nilai t sebesar 0,666 > 0,05 hasil perhitungan luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi. Hasil ini memberikan gambaran bahwa jumlah luas lahan yang lebih luas digunakan untuk menanam bawang merah belum sepenuhnya memberikan produksi bawang merah yang lebih banyak. Tidak adanya pengaruh yang signifikan disebabkan oleh pemanfaatan luas lahan yang
52 masih belum optimal oleh petani. Beberapa petani masih terlihat penggunaan lahan untuk menanam bawang merah dengan jarak tidak sama antara satu petani dengan petani lainnya, sehingga jumlah variasinya berbeda. Meskipun tidak signifikan, namun hasil arahan hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif.
Secara persial bibit tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi dikarenakan hasil dari regresi Thitung 0,161 < Ttabel 1,701 dan nilai t sebesar 0,873 > 0,05 hasil perhitungan bibit tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Hal ini sesuai dengan pendapat Azmi et al (2011) bahwa pengaruh bibit tidak nyata terhadap produksi karena menggunakan benih hasil sendiri, tidak memenuhi syarat-syarat yang di rekomendasikan. Ada juga pendapat dari Triharyanto (2013) mengatakan bahwa pada umumnya petani bawang merah menggunakan bibit dari umbi konsumsi, penggunaan bibit dari umbi konsumsi di lakukan secara turun temurun dalam kurun waktu yang lama, akibatnya umbi bibit yang di gunakan mempunyai mutu yang rendah.
Secara persial pupuk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi dikarenakan hasil dari regresi Thitung 0,296 < Ttabel 1,701 dan nilai t sebesar 0,769 > 0,05 hasil perhitungan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Sesuai dengan pendapat budiono (2002) yang mengatakan bahwa tingkat produktivitas usahatani pada dasarnya sangat di pengaruhi oleh tingkat penerapan teknologinya, dan salah satu di antaranya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk yang tidak sesuai dengan dosis tersebut maka produktivitas /satuan lahan dapat menjadi berkurang, sehingga produksi mengalami penurunan.
53 Dan secara persial variabel tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi di mana hasil dari regresi Thitung 2,603 < Ttabel 1,701 dan nilai t sebesar 0,015 > 0,05 hal ini dapat di simpulkan bahwa variabel tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi secara persial. Hasil perhitungan linear berganda menyatakan bahwa faktor tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah karena tenaga kerja merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan usahatani, tenaga kerja sangat di butuhkan pada saat pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan/perawatan, hingga panen. Hal ini sesuai dengan pendapat Vitasari (2017) yang menyatakan bahwa faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi penting lainnya dan perlu di perhitungkan dalam proses produksi. Selain itu, jumlah ketersediaan tenaga kerja dan kualitas merupakan hal penting yang perlu di perhatikan.
5.4.2 Model Regresi Linear Berganda
Berdasarkan koefisien regresi dari masing-masing variabel, maka Persamaan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah sebagai berikut :
Y = 254,203 +10,336 X1 +1,217 X2 + 7,449 X3 + 48,199 X4 Y = Produksi (Kg)
X1 = Luas Lahan (Ha) X2 = Bibit (Kg) X3 = Pupuk (Kg)
54 Berdasarkan hasil regresi menunjukkan nilai konstanta sebesar 254,203 yang bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa, tingkat nilai rata-rata produksi bawang merah pada petani meningkat ketika variabel independen tetap sama.
Adapun pengaruh variabel faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah adalah sebagai berikut:
1. Luas lahan (X1)
Tingkat pengaruh luas lahan terhadap produksi dapat di lihat pada hasil regresi berganda luas lahan (X1) senilai 10,336 artinya setiap penambahan 1 ha luas lahan maka akan mempengaruhi produksi bawang merah sebesar 10,336 Kg. Berhungan positif terhadap pendapatan usahatani.
2. Bibit (X2)
Tingkat pengaruh bibit terhadap produksi dapat di lihat pada hasil regresi berganda dari Bibit (X2) senilai 1,217 artinya setiap penambahan bibit sebesar 1 Kg maka produksinya meningkat sebesar 1,217 Kg. Berhungan positif terhadap pendapatan usahatani.
3. Pupuk (X3)
Tingkat pengaruh nyata pupuk terhadap produksi dapat di lihat pada hasil regresi berganda dari Pupuk (X3) senilai 7,449 artinya bahwa setiap penambahan 1 Kg pupuk dengan dosisi yang tepat maka akan meningkatkan produksi sebesar 7,449 Kg. Berhungan positif terhadap pendapatan usahatani.
4. Tenaga Kerja (X4)
Tingkat pengaruh nyata tenaga kerja terhadap produksi dapat di lihat pada hasil regresi berganda dari tenaga kerja(X4) senilai 48,199 dapat di simpulkan