• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.5. Hasil Analisis Data Hipotesis Kedua

5.6.2. Hasil Uji Parsial (Uji-t)

a. PengaruhReturn On Equity (ROE) terhadapReturnsaham

Variabel profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan (Fakhruddin

71

dan Hadianto, 2001:65). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROE berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham.

Hasil pengujian ROE ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Venusita (2013) yang menyatakan ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. ROE yang semakin besar dapat diartikan bahwa perusahaan tersebut dapat menghasilkan laba bersih dengan persentase yang tinggi dari pendapatan operasionalnya, sehingga akan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Begitu juga hasil penelitian yang dilakukan oleh Widjanarko (2011) dimana hasilnya mampu membuktikan bahwa ROE berpengaruh positif signifikan terhadap return

saham. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Susilowati dan Turyanto (2011) yang menyatakan ROE berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap return saham begitu pula hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulistyandito dan Hakim (2013). Adanya perbedaan/ketidakkonsistenan penelitian ini kemungkinan disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik perusahaan yang dijadikan objek oleh peneliti sebelumnya.

b. PengaruhDebt to equity ratio (DER) terhadap return saham

Hasil pengujian pada variabel struktur modal yang diukur dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), menunjukkan bahwa DER berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan wholesale dan retail trade yang terdaftar di BEI tahun 2008–2011. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anik dan Indriana (2012) menyatakan DER berpengaruh positif namun tidak

signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio hutang perusahaan dapat memprediksi turunnya tingkat

return saham. Sebaliknya, semakin rendah rasio hutang perusahaan dapat digunakan untuk memprediksi meningkatnya tingkat return saham. Hal ini disebabkan karena adanya pertimbangan yang berbeda dari para investor dalam memandang DER.

Beberapa investor memandang DER sebagai besarnya tanggung jawab perusahaan terhadap pihak ketiga yaitu kreditor yang memberikan pinjaman kepada perusahaan, sehingga semakin besar nilai DER akan semakin memperbesar tanggungan perusahaan. Namun untuk beberapa investor lainnya memandang bahwa perusahaan yang tumbuh pasti akan memerlukan hutang sebagai dana tambahan untuk memenuhi pendanaan perusahaan. Perusahaan yang tumbuh akan memerlukan banyak dana operasional yang mungkin tidak dapat dipenuhi dengan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Perbedaan pandangan tersebut menyebabkan kurang signifikannya pengaruh DER terhadapreturn.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Susilowati dan Turyanto (2011) mampu membuktikan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan return

saham. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2012), Sugiarto (2010), kose (2011) dan Arista dan Astohar (2012) membuktikan bahwa

DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadapreturnsaham.

c. PengaruhEarning Per Share(EPS) terhadapreturnsaham

Hasil pengujian variabel rasio saham pada alat ukur Earning Per Share

73

perusahaan wholesale dan retail trade yang terdaftar di BEI tahun 2008-2012. Hal ini karena dapat diartikan semakin tinggi EPS maka akan berdampak pada kenaikan return saham. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2012) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat EPS pada suatu perusahaan akan berdampak pada semakin tingginya return saham yang akan diperoleh investor. Hal ini karena EPS menunjukkan jumlah rupiah yang diperoleh investor untuk setiap lembar saham biasa, sehingga para investor akan menentukan keputusan investasi pada perusahaan yang memiliki EPS yang tinggi.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Arista dan Astohar (2012) serta hasil penelitian Sari dan Venusita (2013) yang menyatakan bahwa EPS berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham. Sedangkan hasil penelitian Anik dan Indriana (2010) menunjukkan bahwa EPS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham.

d. PengaruhPrice Book Value(PBV) terhadapreturnsaham

Hasil pengujian variabel rasio saham pada alat ukur Price Book Value

(PBV) berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan wholesale dan retail trade yang terdaftar di BEI tahun 2008– 2012. Hasil penelitian ini sama seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Meythi dan Mathilda (2012) yang menyatakan bahwa PBV berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap return saham, ketika harga saham mengalami kenaikan atau penurunan dapat diindikasi karena ketidakpastian kondisi ekonomi, politik, dan bentuk efesiensi pasar modal yang lemah.

Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto (2010) yang menyatakan bahwa PBV berpengaruh positif dan signifikan terhadapreturnsaham, dimana tingkat PBV yang tinggi dapat menandakan bahwa perusahaan dinilai lebih tinggi oleh para investor. Nilai rasio PBV yang semakin tinggi akan menggambarkan semakin tinggi nilai pasar saham dari suatu perusahaan dibandingkan nilai bukunya, sehingga akan semakin tinggi nilai suatu perusahaan dimata investor dan tentu akan berdampak pada harga saham yang akhirnya mempengaruhi return saham tersebut. Begitu juga hasil penelitian yang dibuktikan oleh Sulistyandito dan Hakim (2013) serta sependapat juga dengan Arista dan Astohar (2012) membuktikan bahwa PBV berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

e. Pengaruh ukuran perusahaan (Size) terhadapreturnsaham

Hasil pengujian untuk variabel size menunjukkan bahwasize berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan

wholesale dan retail trade yang terdaftar di BEI tahun 2008–2012. Hasil penelitian ini tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto (2011), Suharyoko (2009) dan Solechan (2007) yang menyatakan bahwa size

perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadapreturnsaham.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hou and Dijk (2008) menunjukkan bahwa perusahaan kecil berpengaruh negatif terhadap return saham sedangkan perusahaan besar berpengaruh positif terhadap return saham. Perusahaan yang berskala besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil. Dan perusahaan yang besar akan lebih besar pertumbuhannya dibanding

75

pertumbuhan perusahaan yang berskala kecil. Dimana perusahaam kecil cenderung sensitif dalam perubahan ekonomi dan kecil kemungkinan berkembang dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Dokumen terkait