BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Persyaratan Instrumen
51
Rp. 6.000.000 1 1,0%
Total 100 99,0%
Sumber : Data Primer diolah, 2022
Berdasarkan hasil data penelitian yang diolah pada tabel 4. 4 dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan penghasilan perbulan dimana kolom pertama dengan penghasilan perbulan Rp.500.000-Rp. 1.000.000 dengan frekuensi terbanyak sebesar 32 lalu diikuti dengan penghasilan Rp.
1.000.000-Rp.2.500.000 dengan frekuensi sebanyak 30, penghasilan sebesar Rp.2.500.000-Rp.4.000.000 dengan jumlah frekuensi 37, dan selanjutnya penghasilan Rp. 6.000.000 dengan jumlah yaitu hanya 1.
B. Hasil Uji Persyaratan Instrumen
52
6 0,738 0,196 valid
7 0,687
8 0,750
9 0,767
10 0,815
Sumber: Data Primer diolah, 2022
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 5 menunjukan bahwa semua item pertanyaam variabel Lifestyle terhadap keputusan pembelian mempunyai kriteria valid yakni mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan masing-masing pertanyaan variabel Lifestyle dapat diandalkan dan layak untuk penelitian.
Tabel 4. 6
Hasil Uji Validitas Brand Association (X2) Pertanyaan rhitung rtabel Keterangan
1 0,623
0,196 valid
2 0,626
3 0,552
4 0,508
5 0,732
6 0,802
7 0,782
8 0,671
9 0,623
10 0,482
Sumber: Data Primer, diolah 2022
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 6 menunjukan bahwa semua item pertanyaam variabel Brand Association terhadap keputusan pembelian mempunyai kriteria valid yakni mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan masing-masing pertanyaan variabel Brand Association dapat diandalkan dan layak untuk penelitian.
53
Tabel 4. 7
Hasil Uji Validitas Kelompok Referensi (X3) Pertanyaan rhitung Rtabel Keterangan
1 0,670
0,196 valid
2 0,659
3 0,694
4 0,764
5 0,766
6 0,667
7 0,472
8 0,628
9 0,681
10 0,564
Sumber: Data Primer diolah, 2022
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 7 menunjukan bahwa semua item pertanyaam variabel Kelompok Referensi terhadap keputusan pembelian mempunyai kriteria valid yakni mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan masing-masing pertanyaan variabel Kelompok Referensi dapat diandalkan dan layak untuk penelitian.
b. Variabel Dependen
Tabel 4. 8
Hasil Uji Validitas Keputuan Pembelian (Y) Pertanyaan Rhitung Rtabel Keterangan
1 0,793
0,196 valid
2 0,736
3 0,689
4 0,701
5 0,747
6 0,777
7 0,717
8 0,709
9 0,738
54
10 0,664
Sumber: Data Primer diolah, 2022
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 8 menunjukan bahwa semua item pertanyaam variabel Lifestyle, variabel Brand Association dan variabel Kelompok Referensi terhadap keputusan pembelian mempunyai kriteria valid yakni mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan masing-masing pertanyaan variabel Kelompok Referensi dapat diandalkan dan layak untuk penelitian.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji yang berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap suatu instrumen. Jika hasil tes dari suatu instrumen menunjukkan hasil yang konsisten,maka instrumen tersebut dapat memiliki keyakinan yang konsisten. Perhitungan uji reliabilitas ini menggunakan SPSS 16.0. Mengukur level instrumen tersebut menggunakan koefisien alpha. Koefisien alpha ini diukur menggunakan cronbach alpha. Jika nilai cronbach alpha lebih dari 0.6 maka pernyataan dapat dikatakan reliabel (Ghozali, 2011). Berikut ini hasil uji reliabilitas terhadap kuesioner pada masing-masing variabel penelitian:
Tabel 4. 9 Hasil Uji Reliabilitas Pertanyaan Nilai Cronbach’s
Alpha
Keterangan
Lifestyle (X1) 0,848
Reliabel Brand Association (X2) 0,841
Kelompok Referensi (X3) 0,847 keputusan pembelian (Y) 0,900 Sumber: Data Primer diolah, 2022
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. 9 menunjukan bahwa semua nilai Cronbach’s Alpha lebih dari 0,6, mulai dari variabel lifestyle (X1), brand association (X2), kelompok referensi (X3) dan keputusan pembelian (Y) maka
55
dapat dinyatakan bahwa semua item pertanyaan konsistensi atau reliabel.
3. Hasil Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan nalisis regresi, agar dapat perkiraan yang efisien dan tidak bisa,maka dilakukan pengujian asumsi klasik yang harus dipenuhi, yaitu:
a) Uji Normalitas
uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah suatu variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal dalam regresi. Uji normalitas residual normalitas menggunakan uji Kolmogorovs\-smirnov. Nilai asymp Sig.(2-tailed) jika taraf signifikansi > 005 maka disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal atau (H0) diterima (Masumah, 2019).
Tabel 4. 10
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 4.65374812
Most Extreme Differences Absolute .054
Positive .054
Negative -.046
Kolmogorov-Smirnov Z .543
Asymp. Sig. (2-tailed) .930
a. Test distribution is Normal.
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022
Dari hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogrov Smirnov didapatkan hasil Asymp.sig. (2-tailed) dari uji normalitas sebesar 0,930 dimana hasil tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat
56
disimpulkan bahwa hasil uji tes normalitas pada penelitian ini adalah terdistribusi normal.
Gambar 4.6 Histogram
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022
Uji Normalitas residual dengan pendekatan histogram diatas meunjukkan bahwa model regresi resedual yang digunakan telah berdistribusi normal, hal ini dapat dilihat dari garis histogram tidak menceng ke kiri atau ke kanan, sehingga penyebaran datanya telah berdistribusi secara normal.
b) Uji Multikolinearitas
Uji multikonlinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi suatu model regresi yang dapat dikatakan baik atau tidak, serta menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas. Jika variabel bebas menunjukkan bahwa nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bebas dari multikolinearitas.
Tabel 4. 11
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
57
1 (Constant) 4.952 5.660 .875 .384
LIFESTYLE (X1) .350 .103 .337 3.396 .001 .555 1.801 BRAND
ASSOCIATION (X2) .456 .124 .365 3.671 .000 .552 1.811 KELOMPOK
REFERENSI (X3) .308 .101 .227 3.053 .003 .991 1.009 a. Dependent Variable: KEPUTUSAN
PEMBELIAN (Y)
Sumber:Data primer yang diolah, 2022
Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ada pada tabel hasil uji multikolinearitas, Variabel Lifestyle (X1) menunjukkan nilai VIF sebesar 1,801 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 10 dan nilai Tolerance value sebesar 0,555 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,1. Variabel Brand Association (X2) menunjukkan nilai VIF sebesar 1,811 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 10 dan nilai Tolerance value 0,552 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,1, kemudian variabel Kelompok Referensi (X3) menunjukkan nilai VIF sebesar 1,009 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 10 dan nilai Tolerance value sebesar 0,991 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,1 sehingga dapat disimpulkan bebas dari multikolinearitas.
c) Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan utuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari suatu residualpengamatan kepengamatan yang lain. Jika hasil signifikansi dari variabel bebas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah,
Tabel 4. 12
Hasil Uji Heteroskedastisitas Glejser
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.461 3.315 3.156 .002
LIFESTYLE (X1) .002 .060 .004 .028 .978
58
BRAND ASSOCIATION
(X2) -.100 .073 -.184
-1.370 .174 KELOMPOK
REFERENSI (X3) -.061 .059 -.103
-1.033 .304 a. Dependent Variable: Abs_RES
Sumber: Data Data Primer yang diolah, 2022
Sesuai hasil penelitian pada tabel 4. 12 memperlihatkan bahwa tidak ada variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut Ut (Absut). Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansi di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05), jadi model regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas dan dapat dilihat dari nilai sig pada variabel Lifestyle (X1) sebesar 0,978, variabel Brand Association (X2) sebesar 0,174 dan variabel Kelompok Referensi sebesar 0,304 lebih besar dari 0,05.
Gambar 4.7
Metode Grafik Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022
Deteksi terjadi atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan
59
dengan cara melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID pada sumbu Y, dan ZPRED pada sumbu X” (Ghozali, 2006 : 55) Dasar analisis yaitu apabila terdapat suatu pola, misalnya titik-titik yang membentuk suatu pola teratur, maka ini menunjukkan bahwa heteroskedastisitas ditemukan. Bila pola yang jelas tidak terbentuk, dan sebaran titik pada sumbu Y ada di bawah dan atas angka 0, maka heteroskedastisitas tidak ditemukan.
d) Uji Linieritas
Tujuan dari pelaksanaan uji linearitas yaitu untuk mengetahui bentuk hubungan antar variabel dengan mempergunakan Test for Linearity.
Penyimpulan hasil uji ini yaitu, bila signifikansi yang didapatkan adalah <
0,05, maka antara variabel penelitian ditemukan hubungan yang linear.
Melalui uji linearitas ini akan didapatkan informasi model empiris adalah liniear (Ghazali, 2016). Uji linearitas untuk penelitian ini didapatkan hasil, yaitu:
Tabel 4. 14 Hasil Uji Linearitas
Keputusan Pembelian (Y) dan Lifestyle (X1)
ANOVA Table
Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y) * LIFESTYLE (X1)
Between Groups
(Combined) 2061.029 23 89.610 3.352 .000 Linearity 1388.662 1 1388.662 51.945 .000 Deviation from
Linearity 672.367 22 30.562 1.143 .324 Within Groups 2031.721 76 26.733
Total 4092.750 99
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022 Dasar pengambilan keputusan (Widiyanto, 2010):
60
- Bula sig. Deviation from Linearity didapatkan senilai > 0,05 maka antara variabel bebas dengan variabel terikat terdapat hubungan yang linear.
- Bila sig. Deviation from Linearity didapatkan senilai < 0,05 maka antara variabel bebas dengan variabel terikat tidak terdapat hubungan yang linear.
Sebagaimana hasil uji dalam tabel 4. 18, diketahui nilai Deviation from Linearity untuk variabel keputusan pembelian (Y) dan variabel lifestyle (X1) yaitu senilai 0,324 > 0,05. Ini artinya regresi linear bisa digunakan dalam menerangkan pengaruh hubungan antar variabel penelitian. Sehingga, bisa didapatkan kesimpulan bahwa antar variabel penelitian memiliki hubungan yang linear.
Tabel 4. 15 Hasil Uji Linearitas
Keputusan Pembelian (Y) dan Brand Association (X2)
Sumber: Data Primer yang diolah,2022
Sesuai hasil penelitian pada tabel 4. 15 Berdasarkan hasil penelitian uji linearitas diketahui nilai Deviation from Linearity pada tabel uji diatas bahwa variabel keputusan pembelian (Y) dan variabel brand association (X2) memiliki nilai 0,84 lebih besar dari nilai signifikan (0,05) yang berarti regresi linear dapat dipergunakan untuk menjelaskan pengaruh hubungan
ANOVA Table
Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y) * BRAND
ASSOCIATION (X2)
Between Groups
(Combined) 2185.529 19 115.028 4.825 .000 Linearity 1505.817 1 1505.817 63.163 .000
Deviation
from Linearity 679.711 18 37.762 1.584 .084
Within Groups 1907.221 80 23.840
Total 4092.750 99
61
antar variabel yang diuji. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antar variabel penelitian.
Tabel 4. 16 Hasil Uji Linearitas
Keputusan Pembelian (Y) dan Kelompok Referensi (X3) S
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022
Sesuai hasil penelitian pada tabel 4. 16 Berdasarkan hasil penelitian uji linearitas diketahui nilai Deviation from Linearity pada tabel uji diatas bahwa variabel keputusan pembelian (Y) dan variabel brand association (X3) memiliki nilai 0,683 lebih besar dari nilai signifikan (0,05) yang berarti regresi linear dapat dipergunakan untuk menjelaskan pengaruh hubungan antar variabel yang diuji. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antar variabel penelitian.
4. Uji Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh Lifestyle (X1) Brand Association (X2) dan Kelompok Referensi (X3) terhadap keputusan pembelian (Y). Adapun rumus persamaan regresi dalam analisis atau penelitian penelitian ini adalah:
Y = a+b1X1+b2X2
ANOVA Table
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y) * KELOMPOK REFERENSI (X3)
Between Groups
(Combined) 825.521 18 45.862 1.137 .334 Linearity 273.846 1 273.846 6.789 .011
Deviation from
Linearity 551.674 17 32.451 .805 .683
Within Groups 3267.229 81 40.336
Total 4092.750 99
62
Tabel 4. 17
Hasil Analisis Uji Regresi Linier Berganda
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022 Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Y = 4,952 + 0,350 + 0,456 + 0,308
a. Nilai a sebesar 4,952 merupakan konstanta atau keadan saat variabel keputusan pembelian (Y) belum dipengaruhi oleh variabel lain yaitu variabel Lifestyle (X1), variabel Brand Association (X2) dan variabel Kelompok Referensi (X3). Jika variabel independen tidak ada maka variabel keputusan pembelian tidak ada maka mengalami perubahan.
b. b1 (nilai koefisien regresi X1) sebesar 0,350 menunjukan bahwa variabel Lifestyle (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian (Y) yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel lifestyle (X1) maka akan mempengaruhi keputusan
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardiz ed Coefficient
s
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.952 5.660
LIFESTYLE (X1) .350 .103 .337
BRAND ASSOCIATION
(X2) .456 .124 .365
KELOMPOK
REFERENSI (X3) .308 .101 .227
a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)
63
pembelian (Y) sebesar 0,350, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini.
c. b2 (nilai koefisien regresi X2) sebesar 0,456 menunjukan bahwa variabel brand association (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian (Y) yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel brand association (X2) maka akan mempengaruhi keputusan pembelian (Y) sebesar 0,456, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini.
a) Uji t
Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel Lifestyle (X1) berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan pembelian (Y), variabel brand association (X2) berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan pembelian (Y) dan variabel kelompok referensi (X3) berpengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan pembelian (Y).
a. Jika nilai sig. < 0,05, atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y
b. Jika nilai sig. > 0,05, atau t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y
Tabel 4.18 Hasil Uji t
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.952 5.660 .875 .384
LIFESTYLE (X1) .350 .103 .337 3.396 .001
BRAND ASSOCIATION (X2) .456 .124 .365 3.671 .000
64
KELOMPOK REFERENSI
(X3) .308 .101 .227 3.053 .003
a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022 Nilai t tabel = t (α/2=n-k-1)
A = 5% = t (0,05/2 : 100-3-1) = 0,25 : 96 = 1,984
Sesuai dengan hasil penelitian tabel 4. 18 yaitu diketahui hasil uji t (parsial) menunjukan bahwa nilai signifikansi pengaruh Lifestyle (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,01 < 0,05 dan nilai t hitung 3,396 > t tabel 1,984 maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Artinya terdapat pengaruh lifestyle (X1) terhadap keputusan pembelian (Y).
Hasil uji t (parsial) pada variabel brand associate (X2) menunjukan bahwa nilai signifikansi variabel brand associate (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,00 < 0,05 dan nilai t hitung 3,671 > t tabel 1,984 maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Artinya terdapat pengaruh brand associate (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) secara signifikan. Hasil uji t (parsial) pada variabel kelompok referensi (X3) menunjukan bahwa nilai signifikansi variabel kelompok referensi (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,03 < 0,05 dan nilai t hitung 3,053 > t tabel 1,984 maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima.
Artinya terdapat pengaruh kelompok referensi (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) secara signifikan.
b) Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel Lifestyle (X1) variabel Brand associate (X2) dan variabel kelompok referensi secara simultan berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian (Y)
a. Jika nilai sig. < 0,05, atau F hitung > F tabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y
b. Jika nilai sig. > 0,05, atau F hitung < F tabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y
65 c. F tabel = F (k=n-k)
Tabel 4.19 Hasil Analisis Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1948.670 3 649.557 29.084 .000a
Residual 2144.080 96 22.334
Total 4092.750 99
a. Predictors: (Constant), KELOMPOK REFERENSI (X3), LIFESTYLE (X1), BRAND ASSOCIATION (X2)
b. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)
Sumber: Data Primer yang diolah, 2022
Dari hasi penelitian tabel 4.19 diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh Lifestyle (X1), Brand association (X2), dan kelompok referensi (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan fhitung 29,084 > nilai ftabel 2,70. Artinya terdapat pengaruh Lifestyle (X1) Brand association (X2), dan kelompok referensi (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) secara signifikan.