BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan
1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Untuk menguji normalitas data secara multivariate, maka data nilai
residual variabel dependen dalam penelitian ini distandarisasikan terlebih
dahulu. Nilai residual dapat diperoleh menggunakan SPSS 19 dengan
cara data variabel dependen diregresikan menjadi data unstandardized
residual (Ghozali, 2011:106). Nilai unstandardized residual dari ADHI,
PTPP, WIKA, dan WSKT adalah sebagai berikut:
Tabel V.9 Unstandardized Residual
Unstandardized Residual ADHI Unstandardized Residual PTPP Unstandardized Residual WIKA Unstandardized Residual WSKT -604.20120 -558.89661 -335.14905 -86.62502 -36.33098 121.38684 -33.70614 126.26475 -49.08050 -29.41178 -222.90234 23.01741 156.11070 -38.18704 -142.96542 -29.84816 -55.94975 -496.23790 -362.32812 -256.66917 329.31182 429.35106 296.30372 155.09074 194.19603 427.33447 393.59865 120.90214 -73.38087 -508.46580 -89.62563 -270.67200 -55.43301 151.87462 246.78358 -37.94481 -511.99233 -154.90476 -344.92404 -191.57393 477.00040 182.42021 396.76889 180.94181 34.99193 -27.51546 -51.84485 10.63212 556.98142 541.05221 618.10744 221.63655 346.94621 74.08517 457.66178 111.40448 79.10569 404.99440 34.19044 163.50318 -96.08555 186.61987 109.62493 -7.38822 -549.31167 -503.73799 -563.89443 -217.29794 -142.87834 -201.76153 -405.69942 -15.37394
Keterangan:
ADHI : Harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PTPP : Harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. WIKA : Harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
WSKT : Harga saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Hipotesis untuk uji normalitas data ini adalah
H0: Data residual berdistribusi normal
Ha: Data residual tidak berdistribusi normal
Taraf nyata yang digunakan adalah 5%. Berdasarkan hasil perhitungan
dengan menggunakan SPSS 19 pada uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh
data sebagai berikut:
Tabel V.10 Uji Normalitas 1-Sample K-S
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
ADHI PTPP WIKA WSKT N 18 18 18 18 Normal Parametersa,b Mean 2887.50 2892.78 2845.28 1178.0259 Std. Deviation 427.889 942.676 523.263 456.44149 Most Extreme Differences Absolute .156 .174 .142 .193 Positive .119 .138 .142 .193 Negative -.156 -.174 -.115 -.188 Kolmogorov-Smirnov Z .663 .739 .602 .819 Asymp. Sig. (2-tailed) .772 .645 .861 .514 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Keterangan:
ADHI : Harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PTPP : Harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. WIKA : Harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Kriteria penerimaan H0 apabila Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05. Dari data
yang diperoleh di atas, dapat disimpulkan bahwa data PT Adhi Karya
(Persero) Tbk. mempunyai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,772 >
0,05 , data tersebut berdistribusi normal. Data PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk. mempunyai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05
yaitu 0,645 > 0,05, data tersebut berdistribusi normal. Data PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk. mempunyai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu
0,861 > 0,05 sehingga data tersebut berdistribusi normal. Sementara data
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mempunyai Asymp. Sig. (2-tailed) >
0,05 yaitu 0,514 > 0,05 sehingga data tersebut berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation
factor (VIF). Dasar untuk menunjukkan data mempunyai
multikolinearitas adalah tolerance ≤ 0.10 dan nilai VIF ≥ 10. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan
regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Berdasarkan uji
multikolinearitas menggunakan SPSS 19 maka diperoleh:
Tabel V.11 Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF
Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Inflasi .725 1.380 BI Rate .726 1.377
Nilai Tukar Rupiah
.994 1.006
Berdasarkan hasil uji collinearity dari ketiga variabel (Inflasi, BI Rate,
dan Nilai Tukar Rupiah), tidak didapat nilai tolerance kurang dari 0.10
dan dari ketiganya tidak didapat nilai VIF lebih dari 10. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel
independen.
c. Uji Autokorelasi
Uji untuk mendeteksi adanya autokorelasi pada penelitian ini adalah Uji
Statistics Q atau Box –Pierce dan Ljung Box. Kriteria ada tidaknya autokorelasi dengan uji Statistics Q atau Box –Pierce dan Ljung Box adalah apabila lag lebih dari dua, maka terjadi autokorelasi, sedangkan
apabila lag berjumlah dua atau kurang dari dua, maka dikatakan tidak
ada autokorelasi. Taraf nyata atau significant level adalah 5%. Pengujian
dengan SPSS 19 diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel V.12 Uji Ljung Box PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Autocorrelations
Series:Unstandardized Residual ADHI
Lag Autocorrelation Std. Errora
Box-Ljung Statistic Value df Sig.b 1 .115 .217 .278 1 .598 2 .157 .211 .833 2 .659 3 -.332 .204 3.479 3 .323 4 -.334 .197 6.345 4 .175 5 -.146 .190 6.933 5 .226 6 -.191 .183 8.033 6 .236 7 .336 .175 11.718 7 .110
8 .134 .167 12.368 8 .136 9 .228 .158 14.455 9 .107 10 -.218 .149 16.597 10 .084 11 -.138 .139 17.573 11 .092 12 -.212 .129 20.278 12 .062 13 -.158 .118 22.070 13 .054 14 -.022 .105 22.113 14 .076 15 .047 .091 22.378 15 .098 16 .186 .075 28.621 16 .027 a. The underlying process assumed is independence (white noise). b. Based on the asymptotic chi-square approximation.
Setelah dilakukan uji Box-Ljung dengan SPSS 19, diperoleh nilai Sig.b
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. yang kurang dari 5% adalah berjumlah 1
lag yaitu lag ke 16 dengan Sig.b 0.027 atau 2,7%. Hal ini berarti nilai
residual variabel dependen atau harga saham PT Adhi Karya (Persero)
Tbk. tidak terdapat autokorelasi.
Tabel V.13 Uji Ljung Box PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Autocorrelations
Series:Unstandardized Residual PTPP
Lag Autocorrelation Std. Errora
Box-Ljung Statistic Value df Sig.b 1 -.142 .217 .425 1 .514 2 -.076 .211 .554 2 .758 3 -.006 .204 .555 3 .907 4 .067 .197 .669 4 .955 5 -.204 .190 1.823 5 .873 6 -.126 .183 2.301 6 .890 7 .213 .175 3.784 7 .804 8 -.150 .167 4.597 8 .800 9 .256 .158 7.222 9 .614 10 -.172 .149 8.560 10 .574 11 -.160 .139 9.876 11 .542 12 -.072 .129 10.186 12 .600
13 .059 .118 10.433 13 .658 14 -.087 .105 11.120 14 .677 15 -.077 .091 11.830 15 .692 16 .124 .075 14.596 16 .554 a. The underlying process assumed is independence (white noise). b. Based on the asymptotic chi-square approximation.
Setelah dilakukan uji Box-Ljung dengan SPSS 19, tidak terdapat nilai
Sig.b PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. yang kurang dari 5%.
Hal ini berarti nilai observasi variabel dependen atau harga saham PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. tidak terdapat autokorelasi.
Tabel V.14 Uji Ljung Box PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Autocorrelations
Series:Unstandardized Residual WIKA
Lag Autocorrelation Std. Errora
Box-Ljung Statistic Value df Sig.b 1 .125 .217 .331 1 .565 2 .212 .211 1.338 2 .512 3 -.190 .204 2.203 3 .531 4 -.264 .197 3.994 4 .407 5 -.019 .190 4.004 5 .549 6 -.162 .183 4.794 6 .570 7 .242 .175 6.705 7 .460 8 -.118 .167 7.210 8 .514 9 -.069 .158 7.398 9 .596 10 -.251 .149 10.230 10 .421 11 -.239 .139 13.174 11 .282 12 -.081 .129 13.570 12 .329 13 .024 .118 13.612 13 .402 14 .085 .105 14.256 14 .431 15 .036 .091 14.416 15 .494 16 .102 .075 16.277 16 .434 a. The underlying process assumed is independence (white noise). b. Based on the asymptotic chi-square approximation.
Setelah dilakukan uji Box-Ljung dengan SPSS 19, tidak terdapat nilai
Sig.b PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang kurang dari 5%. Hal ini
berarti nilai observasi variabel dependen atau harga saham PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk. tidak terdapat autokorelasi.
Tabel V.15 Uji Ljung Box PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Autocorrelations
Series:Unstandardized Residual WSKT
Lag Autocorrelation Std. Errora
Box-Ljung Statistic Value df Sig.b 1 -.051 .217 .056 1 .813 2 -.024 .211 .068 2 .966 3 -.214 .204 1.170 3 .760 4 .004 .197 1.171 4 .883 5 -.067 .190 1.294 5 .936 6 -.323 .183 4.423 6 .620 7 .119 .175 4.888 7 .674 8 -.058 .167 5.009 8 .757 9 .216 .158 6.871 9 .651 10 -.190 .149 8.495 10 .581 11 -.022 .139 8.519 11 .666 12 .128 .129 9.496 12 .660 13 .052 .118 9.690 13 .719 14 -.048 .105 9.897 14 .770 15 -.066 .091 10.425 15 .792 16 .041 .075 10.731 16 .826 a. The underlying process assumed is independence (white noise). b. Based on the asymptotic chi-square approximation.
Setelah dilakukan uji Box-Ljung dengan SPSS 19, tidak terdapat nilai
Sig.b PT Waskita Karya (Persero) Tbk. yang kurang dari 5%. Hal ini
berarti nilai observasi variabel dependen atau harga saham PT Waskita
Kesimpulan dari keempat uji Box-Ljung yang dilakukan dengan
SPSS 19 adalah tidak terdapat autokorelasi terhadap harga saham PT
Adhi Karya (Persero) Tbk., harga saham PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk., harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan harga
saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
d. Uji Heterokedastisitas
Untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan
dengan uji Glejser yaitu dengan meregres nilai absolut residual terhadap
variabel bebas. Model regresi tidak mengandung adanya
heteroskedastisitas apabila probabilitas signifikansinya di atas taraf nyata
5% (Ghozali,2011:139). Setelah melakukan uji Glejser menggunakan
SPSS 19 didapat:
Tabel V.16 Uji Heterokedastisitas
Model Sig.
ADHI PTPP WIKA WSKT Inflasi .321 .525 .299 .402 BI Rate .862 .123 .438 .708 Nilai Tukar Rupiah .601 .823 .251 .970
Dari hasil output SPSS 19 pada uji Glejser di atas, dapat diambil
kesimpulan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas karena nilai
2. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Berganda
Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS 19, didapatkan hasil
sebagai berikut:
Estimasi Regresi Linear Berganda harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Tabel V.17 Regresi Berganda harga saham ADHI
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -17863.275 8122.867 -2.199 .045 Inflasi -255.575 156.250 -.392 -1.636 .124 BI Rate 3060.382 1067.496 .686 2.867 .012 Nilai Tukar Rupiah -.180 .128 -.288 -1.407 .181 a. Dependent Variable: PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Dari hasil output SPSS 19 di atas, model persamaan regresi adalah sebagai
berikut:
Y1 = a1 + b1X1+ b2X2 + b3X3
Y1 = -17.863,275 – 255,575X1 + 3.060,382X2– 0,180X3
Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan :
1) Nilai konstanta a1 adalah -17.863,275, konstanta ini tidak
memiliki arti karena harga saham PT Adhi Karya (Persero)
Tbk. akan bernilai -17.863,275 apabila nilai varibel inflasi, BI
Rate, dan nilai tukar rupiah adalah nol (0), sementara itu harga
2) Koefisien b1 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel inflasi adalah sebesar negatif 255,575.
Namun tingkat signifikansi variabel inflasi terhadap harga
saham PT Adhi Karya di atas 5% yaitu 12,4%. Dengan
demikian, variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh negatif
secara signifikan terhadap harga saham PT Adhi Karya
(Persero) Tbk. Makna dari hasil uji tersebut dijelaskan pada
sub bab Pembahasan.
3) Koefisien b2 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel BI Rate adalah sebesar 3.060,382. Hal
ini berarti terjadi hubungan satu arah antara BI Rate dengan
harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk., sehingga variabel
BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga
saham.
4) Koefisien b3 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel nilai tukar rupiah adalah sebesar
negatif 0,18. Namun tingkat signifikansi berada di atas 5%
yaitu sebesar 18,1%. Hal ini berarti variabel nilai tukar rupiah
tidak mempunyai pengaruh negatif secara signifikan terhadap
harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Makna dari hasil
Estimasi Regresi Linear Berganda harga saham PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk.
Tabel V.18 Regresi Berganda harga saham PTPP
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -33759.077 8694.573 -3.883 .002 Inflasi -121.217 167.247 -.084 -.725 .481 BI Rate 2899.586 1142.629 .295 2.538 .024 Nilai Tukar Rupiah 1.210 .137 .880 8.857 .000 a. Dependent Variable: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Dari hasil output SPSS 19 di atas, model persamaan regresi adalah sebagai
berikut:
Y2 = a2 + b4X1 + b5X2 +b6X3
Y2 = -33.759,077 – 121,217 X1 + 2.899,586X2 + 1,210X3
Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan :
1) Nilai konstanta a2 adalah -33.759,077, konstanta ini tidak
memiliki arti karena harga saham PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk. akan bernilai -33.759,077 apabila
nilai varibel inflasi, BI Rate, dan nilai tukar rupiah adalah nol
(0), sementara itu harga saham tidak mungkin bernilai negatif.
2) Koefisien b4 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel inflasi adalah sebesar negatif 121,217.
Namun tingkat signifikansi berada di atas 5% yaitu sebesar
negatif secara signifikan terhadap harga saham PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Makna dari hasil uji
tersebut dijelaskan pada sub bab Pembahasan.
3) Koefisien b5 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel BI Rate adalah sebesar 2.899,586. Hal
ini berarti terjadi hubungan satu arah antara BI Rate dengan
harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.,
sehingga variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif
terhadap harga saham.
4) Koefisien b6 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel nilai tukar rupiah adalah sebesar 1,21.
Hal ini berarti terjadi hubungan satu arah antara nilai tukar
rupiah dengan harga saham PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk., sehingga variabel nilai tukar rupiah tidak
mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham.
Estimasi Regresi Linear Berganda harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Tabel V.19 Regresi Berganda harga saham WIKA
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -27741.650 8523.236 -3.255 .006 Inflasi -164.613 163.952 -.206 -1.004 .332 BI Rate 3455.144 1120.112 .633 3.085 .008 Nilai Tukar Rupiah .376 .134 .492 2.807 .014
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -27741.650 8523.236 -3.255 .006 Inflasi -164.613 163.952 -.206 -1.004 .332 BI Rate 3455.144 1120.112 .633 3.085 .008 Nilai Tukar Rupiah .376 .134 .492 2.807 .014 a. Dependent Variable: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Dari hasil output SPSS 19 di atas, model persamaan regresi adalah sebagai
berikut:
Y3 = a3 + b7X1 +b8X2 + b9X3
Y3 = - 27.741,650 - 164,613X1 + 3.455,144X2 + 0,376X3
Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan :
1) Nilai konstanta a3 adalah -27.741,650 , konstanta ini tidak
memiliki arti karena harga saham PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk. akan bernilai -27.741,650 apabila nilai varibel inflasi, BI
Rate, dan nilai tukar rupiah adalah nol (0), sementara itu harga
saham tidak mungkin bernilai negatif.
2) Koefisien b7 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel inflasi adalah sebesar negatif 164,613.
Namun tingkat signifikansi berada di atas 5% yaitu sebesar
33,2% sehingga variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh
negatif secara signifikan terhadap harga saham PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk. Makna dari hasil uji tersebut dijelaskan
3) Koefisien b8 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel BI Rate adalah sebesar 3.455,144. Hal
ini berarti terjadi hubungan satu arah antara BI Rate dengan
harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sehingga
variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap
harga saham.
4) Koefisien b9 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel nilai tukar rupiah adalah sebesar
0,376. Hal ini berarti terjadi hubungan satu arah antara nilai
tukar rupiah dengan harga saham PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk, sehingga variabel nilai tukar rupiah tidak mempunyai
pengaruh negatif terhadap harga saham.
Estimasi Regresi Linear Berganda harga saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Tabel V.20 Regresi Berganda harga saham WSKT
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -14445.210 3863.362 -3.739 .002 Inflasi -110.111 74.315 -.158 -1.482 .161 BI Rate 1085.174 507.718 .228 2.137 .051 Nilai Tukar Rupiah .611 .061 .917 10.063 .000 a. Dependent Variable: PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dari hasil output SPSS 19 di atas, model persamaan regresi adalah sebagai
berikut:
Y4 = - 14.445,210 - 110,111X1 + 1.085,174X2 + 0,611X3 Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan :
1) Nilai konstanta a4 adalah -14.445,21 , konstanta ini tidak
memiliki arti karena harga saham PT Waskita Karya (Persero)
Tbk. akan bernilai -14.445,21 apabila nilai varibel inflasi, BI
Rate, dan nilai tukar rupiah adalah nol (0), sementara itu harga
saham tidak mungkin bernilai negatif.
2) Koefisien b10 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel inflasi adalah sebesar 110,111.
Namun tingkat signifikansi lebih dari 5% yaitu sebesar 16,1%
sehingga variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh negatif
secara signifikan terhadap harga saham PT Waskita Karya
(Persero) Tbk. Makna dari hasil uji tersebut dijelaskan pada
sub bab Pembahasan.
3) Koefisien b11 yang merupakan koefisien variabel regresi
prediktor untuk variabel BI Rate adalah sebesar 1.085,174.
Namun tingkat signifikansi di atas 5% yaitu sebesar 5,1%
sehingga variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif
secara signifikan terhadap harga saham PT Waskita Karya
(Persero) Tbk. Makna dari hasil uji tersebut dijelaskan pada
sub bab Pembahasan.
4) Koefisien b12 yang merupakan koefisien variabel regresi
0,611. Hal ini berarti terjadi hubungan positif atau satu arah
antara nilai tukar rupiah dengan harga saham PT Waskita
Karya (Persero) Tbk, sehingga variabel nilai tukar rupiah tidak
mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham.
b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F-Statistik)
Uji Simultan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Lima tahapan melakukan uji F adalah sebagai berikut (Boedijoewono,
2007:205):
1) Hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha)
H0: b1 = b2 = b3 = 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah
tidak mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap
variabel harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk..
Ha : minimal salah satu b1, b2, atau b3 ≠ 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah mempunyai pengaruh signifikan secara
simultan terhadap variabel harga saham PT Adhi Karya
(Persero) Tbk..
2) Taraf nyata (significant level) = 5% atau α = 5%
3) Statistik uji yang dipergunakan dalam penelitian ini
menggunakan distribusi Fhitung
Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS 19, didapatkan hasil
Tabel V.21 Uji Simultan ADHI ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1302470.102 3 434156.701 3.358 .049a Residual 1810042.398 14 129288.743 Total 3112512.500 17
a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, Inflasi b. Dependent Variable: PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
4) Kriteria yang diteliti adalah sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila Fhitung < Ftabel
b) Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila Fhitung≥ Ftabel
Diperoleh Ftabel yaitu 3,09.
5) Mengambil kesimpulan
Berdasarkan tabel di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari
data tersebut adalah 0,049 atau 4,9%. Kriteria penerimaan (Ho)
diterima apabila Fhitung < Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel (3,358 > 3,09), maka hipotesis
nol (Ho) ditolak, sebaliknya Ha diterima. Hal ini berarti variabel
inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah mempunyai pengaruh
signifikan secara simultan terhadap variabel harga saham PT Adhi
Karya (Persero) Tbk.
Uji Simultan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Lima tahapan melakukan uji F adalah sebagai berikut:
H0: b4 = b5 = b6 = 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar tidak
mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap
variabel harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk.
Hipotesis alternatifnya:
Ha: minimal salah satu b4 ,b5 ,atau b6 ≠ 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar mempunyai pengaruh signifikan secara
simultan terhadap variabel harga saham PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk.
2) Taraf nyata (significant level) = 5% atau α = 5%
3) Menentukan statistik uji yang akan dipergunakan, penelitian ini
menggunakan distribusi Fhitung
Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS 19, didapatkan hasil sebagai
berikut:
Tabel V.22 Uji Simultan PTPP
ANOVAb
Model Sum of Squares df
Mean
Square F Sig. 1 Regression 13033062.177 3 4344354.059 29.328 .000a
Residual 2073798.934 14 148128.495 Total 15106861.111 17
a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, Inflasi b. Dependent Variable: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
4) Menentukan kriteria yang dijelaskan sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila Fhitung < Ftabel
Diperoleh Ftabel yaitu 3,09.
5) Mengambil kesimpulan
Berdasarkan tabel di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari
data tersebut adalah 0,000 atau 0%. Kriteria penerimaan (Ho)
diterima apabila Fhitung < Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel (29.328 > 3,09), maka hipotesis
nol (Ho) ditolak sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima,
maka variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah mempunyai
pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel harga
saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk..
Uji Simultan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Lima tahapan melakukan uji F adalah sebagai berikut:
1) Menentukan hipotesis nol (Ho) dan hipotesa alternatif (Ha):
H0: b7 = b8 = b9 = 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar tidak
mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap
variabel harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk..
Ha: minimal salah satu b7, b8, atau b9 ≠ 0. Variabel inflasi, BI
Rate, nilai tukar mempunyai pengaruh signifikan secara
simultan terhadap variabel harga saham PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk..
2) Taraf nyata (significant level) = 5% atau α = 5%
3) Menentukan statistik uji yang akan dipergunakan, penelitian ini
Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS 19, didapatkan hasil sebagai
berikut:
Tabel V.23 Uji Simultan WIKA
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2661803.014 3 887267.671 6.233 .007a Residual 1992870.597 14 142347.900 Total 4654673.611 17
a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, Inflasi b. Dependent Variable: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
4) Menentukan kriteria yang dijelaskan sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila Fhitung < Ftabel
b) Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila Fhitung≥ Ftabel
Diperoleh Ftabel yaitu 3,09.
5) Mengambil kesimpulan
Berdasarkan tabel di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari
data tersebut adalah 0,007 atau 0,7%. Kriteria penerimaan (Ho)
diterima apabila Fhitung < Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel (6,233 > 3,09), maka hipotesis
nol (Ho) ditolak sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima,
maka variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar mempunyai pengaruh
signifikan secara simultan terhadap variabel harga saham PT
Uji Simultan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Lima tahapan melakukan uji F adalah sebagai berikut:
1) Menentukan hipotesis nol (Ho) dan hipotesa alternatif (Ha):
Hipotesis nol yang hendak diuji adalah:
H0: b10 = b11 = b12 = 0. Variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar tidak
mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap
variabel harga saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk..
Hipotesis alternatifnya (Mason, 1996:114):
Ha: minimal salah satu b10, b11, atau b12 ≠ 0. Variabel inflasi, BI
Rate, nilai tukar mempunyai pengaruh signifikan secara
simultan terhadap variabel harga saham PT Waskita Karya
(Persero) Tbk..
2) Taraf nyata (significant level) = 5% atau α = 5%
3) Menentukan statistik uji yang akan dipergunakan, penelitian ini
menggunakan distribusi Fhitung
Setelah dilakukan analisis menggunakan SPSS 19, didapatkan hasil sebagai
berikut:
Tabel V.24 Uji Simultan WSKT
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 3132310.203 3 1044103.401 35.700 .000a Residual 409449.961 14 29246.426 Total 3541760.164 17
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 3132310.203 3 1044103.401 35.700 .000a Residual 409449.961 14 29246.426 Total 3541760.164 17
a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah, BI Rate, Inflasi b. Dependent Variable: PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
4) Menentukan kriteria yang dijelaskan sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila Fhitung < Ftabel
b) Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila Fhitung≥ Ftabel
Diperoleh Ftabel yaitu 3,09.
5) Mengambil kesimpulan
Berdasarkan tabel di atas, besarnya nilai signifikansi (Sig.) dari
data tersebut adalah 0,000 atau 0%. Kriteria penerimaan (Ho)
diterima apabila Fhitung < Ftabel. Dari hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel (35,7 > 3,09), maka hipotesis
nol (Ho) ditolak sebaliknya hipotesis alternatif (Ha) diterima,
maka variabel inflasi, BI Rate, nilai tukar mempunyai pengaruh
signifikan secara simultan terhadap variabel harga saham PT
c. Uji Signifikansi Individual/Parsial (Uji t)
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh signifikansi pengaruh satu
variabel independen secara individual dalam mempengaruhi variasi
variabel dependen (Kuncoro, 2011:105-106).
Tabel V.25 Uji Parsial ADHI
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -17863.275 8122.867 -2.199 .045 Inflasi -255.575 156.250 -.392 -1.636 .124 BI Rate 3060.382 1067.496 .686 2.867 .012 Nilai Tukar Rupiah -.180 .128 -.288 -1.407 .181 a. Dependent Variable: PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
1) Pengaruh inflasi (X1) terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero)
Tbk. (Y1)
Hipotesis yang diuji adalah:
H0: b1 ≥ 0, berarti variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Ha: b1 < 0, berarti variabel inflasi mempunyai pengaruh negatif
terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Taraf nyata (significant level) adalah 5% atau α=5%
Tingkat signifikansi lebih dari 5% yaitu 12,4% sehingga H0 diterima
yang berarti variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh negatif
2) Pengaruh BI Rate (X2) terhadap harga saham PT Adhi Karya
(Persero) Tbk. (Y1)
Hipotesis yang diuji adalah:
H0: b2 ≥ 0, variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Ha: b2 < 0, variabel BI Rate mempunyai pengaruh negatif terhadap
harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Taraf nyata (significant level) adalah 5% atau α=5%
Kriteria pengujian 1 sisi dijelaskan sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila thitung≥ -ttabel
b) Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila thitung < -ttabel
Kesimpulannya sebagai berikut:
Diperoleh thitung dengan nilai 2,867 dan t(0,025;14). 2,867 > -2,145
(thitung ≥ ttabel) maka H0 diterima, artinya variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham PT Adhi Karya
(Persero) Tbk.
3) Nilai tukar rupiah (X3) terhadap harga saham PT Adhi Karya
(Persero) Tbk. (Y1)
Hipotesis yang diuji adalah:
H0: b3 ≥ 0 , berarti variabel nilai tukar rupiah tidak ada pengaruh negatif terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Ha: b3 < 0, berarti variabel nilai tukar rupiah mempunyai pengaruh
Taraf nyata (significant level) adalah 5% atau α=5%
Tingkat signifikansi lebih dari 5% yaitu sebesar 18,1% maka H0
diterima yang berarti variabel nilai tukar rupiah tidak mempunyai
pengaruh negatif terhadap harga saham PT Adhi Karya (Persero)
Tbk.
Tabel V.26 Uji Parsial PTPP
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -33759.077 8694.573 -3.883 .002 Inflasi -121.217 167.247 -.084 -.725 .481 BI Rate 2899.586 1142.629 .295 2.538 .024 Nilai Tukar Rupiah 1.210 .137 .880 8.857 .000
a. Dependent Variable: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
1) Pengaruh inflasi (X1) terhadap harga saham PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk. (Y2)
Hipotesis yang diuji adalah:
H0: b4 ≥ 0 , berarti variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk.
Ha: b4 < 0 , berarti variabel inflasi mempunyai pengaruh negatif
terhadap harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Tingkat signifikansi di atas 5% yaitu sebesar 48,1% maka hipotesis
nol (Ho) diterima yang berarti inflasi tidak mempunyai pengaruh
negatif terhadap harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk.
2) Pengaruh BI Rate (X1) terhadap harga saham PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk. (Y2)
Hipotesis yang diuji adalah:
H0: b5 ≥ 0 , berarti variabel BI Rate tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk.
Ha: b5 < 0 , berarti variabel BI Rate mempunyai pengaruh negatif
terhadap harga saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Taraf nyata (significant level) adalah 5% atau α=5%
Kriteria pengujian 1 sisi dijelaskan sebagai berikut :
a) Hipotesis nol (Ho) diterima apabila thitung≥ -t tabel
b) Hipotesis alternatif (Ha) diterima apabila thitung < -t tabel