• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan

1.

Uji Signifikan Korelasi Parsial

Dalam menguji hubungan tanggung jawab dengan kinerja

karyawan, hubungan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan, hubungan

motivasi kerja dengan kinerja karyawan, digunakan alat analisis korelasi

parsial. Kriteria pengujiannya, jika t hitung > t tabel maka dapat disimpulkan

ada hubungan antara variabel – variabel tersebut.

a.

Hubungan Antara Tanggung Jawab dengan Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui hubungan antara tanggung jawab dengan

kinerja karyawan dilakukan pengujian hipotesis melalui aplikasi SPSS

16.0. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel V.9 berikut ini:

Tabel V.9

Analisis Korelasi Parsial

t hitung t tabel

Keterangan

Tanggung jawab (X1) dan

kinerja karyawan (Y)

9,721 2,002 Ha diterima dan

Ho ditolak

Sumber : data primer yang telah diolah

Hasil uji menunjukkan bahwa hasil uji t adalah t hitung 9,721

> t tabel 2,002. Ha diterima yang artinya ada hubungan antara tanggung

jawab dengan kinerja karyawan dan Ho ditolak yang artinya tidak ada

hubungan antara tanggung jawab dengan kinerja karyawan. Ini berarti

bahwa tanggung jawab dengan kinerja karyawan saling berhubungan.

Dari hasil analisis korelasi parsial tersebut menunjukkan

ketika tanggung jawab karyawan semakin besar, maka kinerja karyawan

juga menunjukkan peningkatan. Apabila seorang karyawan mampu

menyelesaikan tugas tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan serta

berani menanggung resiko atas keputusannya maka ada peluang memiliki

kinerja yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab

mempunyai hubungan positif yang cenderung kuat dengan kinerja.

b.

Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan

kinerja karyawan dilakukan pengujian hipotesis melalui aplikasi SPSS

16.0. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel V.10 berikut ini:

Tabel V.10

Analisis Korelasi Parsial

t hitung t tabel

Keterangan

Kepuasan kerja (X2) dan

kinerja karyawan (Y)

8,376 2,002 Ha diterima dan

Ho ditolak

Hasil uji menunjukkan bahwa hasil uji t adalah t hitung 8,376

> t tabel 2,002. Ha diterima yang artinya ada hubungan antara kepuasan

kerja dengan kinerja karyawan dan Ho ditolak yang artinya tidak ada

hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Ini berarti

bahwa kepuasan kerja dengan kinerja karyawan saling berhubungan.

Dari hasil analisis korelasi parsial tersebut menunjukkan

ketika kepuasan kerja karyawan semakin besar, maka kinerja karyawan

juga menunjukkan peningkatan. Karyawan yang memiliki perasaan

positif seperti perasaan senang dalam menjalankan pekerjaan, perasaan

bangga menjadi bagian dari perusahaan, perasaan menikmati pekerjaan

dan perasaan dihargai atas hasil pekerjaannya maka ada peluang

karyawan itu memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa

kepuasan kerja mempunyai hubungan positif yang cenderung kuat dengan

kinerja.

c.

Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan

kinerja karyawan dilakukan pengujian hipotesis melalui aplikasi SPSS

16.0. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel V.11 berikut ini:

Tabel V.11

Analisis Korelasi Parsial

t hitung

t tabel

keterangan

Motivasi kerja (X3) –

kinerja karyawan (Y)

10,852 2,002 Ha diterima

dan Ho ditolak

Sumber : data primer yang telah diolah

Hasil uji menunjukkan bahwa hasil uji t adalah t hitung

10,852 > t tabel 2,002. Ha diterima yang artinya ada hubungan antara

motivasi kerja dengan kinerja karyawan dan Ho ditolak yang artinya tidak

ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. Ini berarti

bahwa motivasi kerja dengan kinerja karyawan saling berhubungan.

Dari hasil analisis korelasi parsial tersebut menunjukkan

ketika motivasi kerja semakin besar maka kinerja karyawan juga

menunjukkan peningkatan. Karyawan yang merasakan kenyamanan di

dalam bekerja, mendapatkan gaji yang layak serta diperlakukan adil akan

merasa termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik maka

ada peluang karyawan itu memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini

menunjukkan bahwa motivasi kerja mempunyai hubungan positif yang

cenderung kuat dengan kinerja.

2.

Uji Signifikan Korelasi Berganda

Dalam menguji hubungan antara tanggung jawab, kepuasan kerja

dan motivasi kerja dengan kinerja karyawan, digunakan alat analisis korelasi

berganda. Kriteria pengujiannya jika F hitung > F tabel jadi Ho ditolak dan

Ha diterima dan jika F hitung ≤ F tabel jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil

pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel V.12 berikut ini

Tabel V.12

Analisis Korelasi Berganda

R square

Fhitung

Ftabel

Keterangan

Tanggung Jawab (X1)

Kepuasan Kerja (X2)

Motivasi Kerja (X3) dengan

Kinerja Karyawan (Y)

0,735

51,869

3,16

Ho ditolak

yang berarti

Ha diterima

Sumber : data primer yang telah diolah

Hasil uji menunjukkan bahwa R sebesar 0,735 dan hasil F hitung

51,869 > F tabel 3,16. Ha diterima yang artinya ada hubungan antara

tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan dengan

kinerja karyawan dan Ho ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara

tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi secara simultan dengan kinerja

karyawan. Ini berarti secara bersama – sama tanggung jawab, kepuasan kerja

dan motivasi kerja berhubungan dengan kinerja karyawan.

Karyawan yang memiliki tanggung jawab, kepuasan kerja dan

motivasi kerja akan memiliki partisipasi yang besar di dalam perusahaan,

memiliki inisiatif yang tinggi, selalu disiplin dalam bekerja, dan berusaha

memperbaiki kesalahan dalam bekerja, maka ada peluang karyawan itu

memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab,

kepuasan kerja dan motivasi kerja mempunyai hubungan positif yang

cenderung kuat dengan kinerja.

3.

Pembahasan

Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai t hitung

sebesar 9,721 > t tabel 2,002. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang

signifikan antara tanggung jawab dengan kinerja karyawan. Nilai t hitung

menunjukkan nilai yang positif, sehingga ketika tanggung jawab semakin

meningkat maka kinerja karyawan juga akan menunjukkan peningkatan, dan

sebaliknya ketika tanggung jawab semakin menurun maka kinerja karyawan

juga akan menunjukkan penurunan.

Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa nilai t hitung

sebesar 8,376 > t tabel 2,002. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang

signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Nilai t hitung

menunjukkan nilai yang positif, sehingga ketika kepuasan kerja semakin

meningkat maka kinerja karyawan juga akan menunjukkan peningkatan, dan

sebaliknya ketika kepuasan kerja semakin menurun maka kinerja karyawan

juga akan menunjukkan penurunan. Hal ini memperkuat hasil penelitian

sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Fitriani pada tahun 2013 yang

menyimpulkan bahwa, terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja

pegawai dengan koofisien korelasi sederhana sebesar 0,777 dengan

interpretasi sangat kuat.

Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa nilai t hitung

sebesar 10,852 > t tabel 2,002. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang

signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. Nilai t hitung

menunjukkan nilai yang positif, sehingga ketika motivasi kerja semakin

meningkat, maka kinerja karyawan juga akan menunjukkan peningkatan, dan

sebaliknya ketika motivasi kerja semakin menurun maka kinerja karyawan

juga akan menunjukkan penurunan. Hal ini memperkuat penelitian

sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Yudi Supiyanto pada tahun 2011

yang, menyimpulkan bahwa dari hasil perhitungan product moment terdapat

hubungan secara parsial antara motivasi kerja dengan kinerja sebesar 0,829

yang menunjukkan bahwa hubungan motivasi dengan kinerja adalah positif

dan kuat.

Hasil uji hipotesis keempat menunjukkan bahwa nilai f hitung

sebesar 51,869 > f tabel 3.16 . Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang

signifikan antara tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi kerja secara

bersama – sama dengan kinerja karyawan. Dari hasil perhitungan didapatkan

nilai R square sebesar 0,735. Ini berarti bahwa ada hubungan yang kuat

antara tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan kinerja

karyawan. Nilai R square dan t hitung menunjukkan nilai yang positif,

sehingga apabila tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi kerja secara

bersama – sama meningkat maka kinerja karyawan akan berpeluang

meningkat, dan sebaliknya apabila tanggung jawab, kepuasan kerja dan

motivasi kerja secara bersama – sama menurun maka kinerja karyawan akan

berpeluang menurun. Analisis R square digunakan untuk mengetahui

seberapa besar persentase sumbangan pengaruh variabel independen secara

bersama – sama terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini diketahui

nilai R square adalah 0,735, jadi sumbangan pengaruh variabel independen

yaitu tanggung jawab, kepuasan kerja dan motivasi kerja sebesar 73,5%

sedangkan sisanya sebesar 26,5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar

penelitian ini.

Dokumen terkait