• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN INTERPRETASI

B. Hasil Penelitian

3. Hasil Utama Penelitian

a. Korelasi Job Commitment dengan Motivasi Berprestasi

Berikut ini akan dijelaskan pengolahan data mengenai hubungan job commitment dengan motivasi berprestasi yang diperoleh dengan teknik analisa regresi dengan bantuan program komputer SPSS 14.0 Berdasarkan hasil perhitungan, didapat nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.407 dengan p(0,000).

Hipotesis nol dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan positif job commitment dengan motivasi berprestasi. Kriteria penolakan Ho adalah jika

karena p(0,000) < α(0,05) maka Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif job commitment dengan motivasi berprestasi.

Hasil analisa regresi dapat dilihat pada tabel 9. Didapat nilai koefisien determinan (R2) sebesar 17.4%. bahwa peranan job commitment terhadap motivasi berprestasi pada tenaga penjual kartu kredit di kota Medan adalah sebesar 17.4 %. Artinya variabel job commitment memberikan sumbangan efektif sebesar 17.4% dalam meningkatkan motivasi berprestasi.

Tabel 9

Hasil Analisis Korelasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .417(a) .174 .163 10.33428 Tabel 10

Hasil Analisis Varians

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1712.388 1 1712.388 16.034 .000(a) Residual 8116.599 76 106.797 Total 9828.987 77 Tabel 11 Koefisien b0 dan b1 Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 31.940 6.043 5.285 .000 Job Commitment 1.514 0.378 0.417 4.004 .000

Persamaan garis regresi pada penelitian ini adalah `01X1. Motivasi berprestasi dilambangkan dengan (Y`) dan job commitment dilambangkan dengan (X1). Berdasarkan rumus tersebut, persamaan garis regresinya adalah Y`= 31.940 + 1.514X1. Sehingga dapat disimpulkan jika tidak ada job commitment maka skor motivasi berprestasi adalah 31.940. Koefisien regresi 0.174 menggambarkan setiap penambahan 1 satuan job commitment akan menambah motivasi berprestasi sebesar 0.174.

b. Nilai Empirik dan Rata-Rata Hipotetik

1). Nilai Empirik dan Nilai Hipotetik Job Commitment

Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai job commitment dari subjek penelitian, untuk itu peneliti menggunakan alat penelitian berupa skala job commitment.

Setelah dilakukan uji reliabilitas didapat 6 item utama yang memenuhi persyaratan untuk kemudian dianalisa menjadi data penelitian dengan rentang 0-4 sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 0 dan skor maksimun sebesar 24.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total skor maksimum 24 dan skor minimum 9. Hasil perhitungan rata-rata empirik dan rata-rata hipotetik job commitment dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini :

Tabel 12

Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik Job Commitment

Variabel Empirik Hipotetik

Min Max Mean SD Min Max Mean SD

Job

Commitment

Berdasarkan tabel 12 maka diperoleh nilai rata-rata empirik job commitment sebesar 15.58 dengan standar deviasi sebesar 3.11 dan nilai rata-rata hipotetik sebesar 12 dengan standar deviasi sebesar 4.

Jika dilihat perbandingan antara rata-rata empirik dengan rata-rata hipotetik, maka diperoleh rata-rata empirik lebih besar daripada rata-rata hipotetik dengan selisih 3.58. Hasil ini menunjukkan bahwa job commitment subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata job commitment pada populasi umumnya.

2). Nilai Empirik Dan Nilai Hipotetik Motivasi Berprestasi

Salah satu tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai motivasi berprestasi yang dimiliki oleh subjek penelitian, untuk itu peneliti menggunakan alat penelitian berupa skala motivasi berprestasi.

Setelah dilakukan uji reliabilitas didapat 20 item utama yang memenuhi persyaratan untuk kemudian dianalisa menjadi data penelitian dengan rentang 0-4 sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 0 dan skor maksimun sebesar 80.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total skor maksimum 80 dan skor minimum 25. Hasil perhitungan rata-rata empirik dan rata-rata motivasi berprestasi dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini :

Tabel 13

Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik Motivasi Berprestasi

Variabel Empirik Hipotetik

Min Max Mean SD Min Max Mean SD

Motivasi Berprestasi

Berdasarkan tabel 13 maka diperoleh nilai rata-rata empirik motivasi berprestasi sebesar 55.68 dengan standar deviasi sebesar 11.29 dan nilai rata-rata hipotetik sebesar 40 dengan standar deviasi sebesar 13.33.

Jika dilihat perbandingan antara rata-rata empirik dengan rata-rata hipotetik, maka diperoleh rata-rata empirik lebih besar daripada rata-rata hipotetik dengan selisih 15.68. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi yang dimiliki subjek penelitian lebih tinggi daripada rata-rata motivasi berprestasi yang dimiliki populasi umumnya.

c. Kategorisasi Job Commitment

Norma kategorisasi job commitment yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel 14

Norma Kategorisasi Job Commitment

Rentang nilai Kategori

X < (-1.0 SD) Rendah

(-1.0SD)  X  (+1.0 SD) Sedang

X  (+1.0 SD) Tinggi

Besar nilai rata-rata hipotetik job commitment adalah 12 dengan standar deviasi 4 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 15

Kategorisasi Data Job Commitment

Rentang nilai Kategori Jumlah (N) Persentase (%)

X < 8 Rendah - -%

8  X < 16 Sedang 37 47.44%

X  16 Tinggi 41 52.56%

Berdasarkan tabel 15 dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang memiliki job commitment yang tinggi sebesar 52.56 % sedangkan 47.44 % subjek penelitian memiliki memiliki job commitment yang sedang (tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah), dan tidak ada subjek penelitian yang memiliki job commitment yang tergolong rendah. Hal ini berarti sebagian besar subjek penelitian memiliki job commitment yang tinggi

d. Kategorisasi Motivasi Berprestasi

Norma kategorisasi motivasi berprestasi yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel 16

Norma Kategorisasi Motivasi Berprestasi

Rentang nilai Kategori

X < (-1.0 SD) Rendah

(-1.0SD)  X  (+1.0 SD) Sedang

X  (+1.0 SD) Tinggi

Besar nilai rata-rata hipotetik motivasi berprestasi adalah 40 dengan standar deviasi 13.33 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 17

Kategorisasi Data Motivasi Berprestasi

Rentang nilai Kategori Jumlah

(N) Persentase (%) X < 26.67 Rendah 1 1.28% 26.67  X < 53.33 Sedang 24 30.77% X  53.33 Tinggi 53 67.95% Total 78 78

Berdasarkan tabel 17 dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi sebesar 67.95 % sedangkan 30.77 % subjek penelitian memiliki memiliki motivasi berprestasi yang sedang (tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah), dan 1.28 % subjek penelitian yang memiliki motivasi berprestasi yang tergolong rendah. Hal ini berarti sebagian besar subjek penelitian memiliki motivasi berprestasi yang tinggi.

e. Kategorisasi Job Commitment dan Motivasi Berprestasi

Berdasarkan kategorisasi job commitment dan motivasi berprestasi yang dipaparkan sebelumnya, dapat disusun matriks kategorisasi antar kedua variabel tersebut yang dapat dilihat pada tabel 18 berikut ini :

Tabel 18

Matriks Kategorisasi Job Commitment dan Motivasi Berprestasi

Motivasi Berprestasi

Job Commitment

Kategorisasi Tinggi Sedang Rendah

F % F % F %

Tinggi 31 39.74% 10 12.82% - 0%

Sedang 22 28.21% 14 17.95% 1 1.28%

Rendah - 0% - 0% - 0%

Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa hubungan variabel yang memiliki persentase terbesar terlihat pada tingkat job commitment yang tinggi dan level motivasi berprestasi yang tinggi pula yakni sebanyak 31 orang (39.74%).

Dokumen terkait