HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian
C. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas dan Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan partisipan mahasiswa Akuntansi angkatan 2016 Universitas Negeri Yogyakarta yang berjumlah 66 orang. Dalam uji validitas dan reliabilitas ini menggunakan uji tidak terpakai dimana data yang telah didapat untuk uji
72
instrumen ini tidak digunakan kembali untuk uji variabel, melainkan peneliti mengambil data kembali pada mahasiswa Akuntansi angkatan 2015 Universitas Negeri Yogyakarta.
Suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas berguna untuk mengetahui apakah ada pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner yang harus dibuang/diganti karena dianggap tidak relevan (Umar Husein, 2011:166). Instrumen penelitian dikatan valid jika nilai r-hitung lebih besar dari r-kritis (0,30). Pengujian validitas instrumen dengan metode Pearson Correlation dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 15. Hasil Uji Validitas Variabel Reward, Punishment, dan Kecurangan Pelaporan Keuangan
Item r hitung r kritis Keterangan Kasus 1 0,615 0,30 Valid Kasus 2 0,680 0,30 Valid Kasus 3 0,714 0,30 Valid Kasus 4 0,434 0,30 Valid
Tabel 16. Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Item
Soal r hitung r kritis Keterangan
1 0,812 0,30 Valid 2 0,795 0,30 Valid 3 0,702 0,30 Valid 4 0,721 0,30 Valid 5 0,660 0,30 Valid 6 0,846 0,30 Valid 7 0,896 0,30 Valid 8 0,854 0,30 Valid 9 0,881 0,30 Valid 10 0,788 0,30 Valid 11 0,747 0,30 Valid
73 12 -0,053 0,30 Tidak Valid 13 0,477 0,30 Valid 14 0,847 0,30 Valid 15 -0,405 0,30 Tidak Valid 16 0,409 0,30 Valid 17 0,490 0,30 Valid 18 0,638 0,30 Valid 19 0,853 0,30 Valid 20 0,895 0,30 Valid
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji apakah instrumen yang digunakan reliabel atau tidak. Reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu alat dapat diandalkan untuk mengukur suatu objek yang akan diukur. Reliabilitas sebuah alat ukur dapat dilihat dari konsistensi alat tersebut dalam mengukur gejala yang sama. Metode yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah Cronbach’s Alpha. Instrumen penelitian dikatan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha lebih besar 0,6. Peneliti melakukan uji reliabilitas terhadap seluruh item dimana hasilnya dapat dilihat pada tabel 21.
Tabel 17. Statistik Uji Reliabilitas
No Item
Jumlah Butir Valid
Alpha
Cronbrach Kriteria Keterangan 1 Reward, Punishment, dan Kecurangan Pelaporan Keuangan 4 0,785 0,60 Reliabel
2 Motivasi Kerja 18 0,962 0,60 Reliabel Sumber: Data Primer diolah, 2018
74 D. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang jelas antara variabel independen (Kompensasi Reward dan Punishment) terhadap variabel dependen (Kecurangan Pelaporan Keuangan) dengan variabel moderasi (Motivasi Kerja).
1. One Way Analysis of Variance (ANOVA)
Analisis ini digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan nilai rata-rata (mean) yang signifikan diantara kelompok-kelompok yang lebih dari 2 grup tentang suatu hal. Analisis ini digunakan untuk hipotesis pertama dan hipotesis kedua. Berikut adalah hasil dari one way anova setiap hipotesis:
Tabel 18. Hasil Pengujian H1 dan H2
Variabel F Signifikansi Keterangan
Reward 23,655 0,000 H1 diterima
Punishment 35,814 0,000 H2 diterima
Sumber: Data Primer diolah, 2018
a. Hipotesis 1
H1 : Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Reward berpengaruh terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan.
Hipotesis pertama (H1) akan diterima jika Fhitung ≥ Ftabel atau Pvalue kurang dari 0,05 (<0,05), sedangkan hipotesis akan ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel atau Pvalue lebih dari 0,05 (>0,05). Hasil pengujian H1
menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 23,655 lebih besar dari Ftabel
yaitu 3,92. Informasi berikutnya diperoleh dari nilai Pvalue signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis pertama
75
(H1) diterima yaitu Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Reward akan berpengaruh terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perlakuan kompensasi reward yang diterapkan seperti pemberian bonus dan peningkatan jabatan, maka menurut persepsi Mahasiswa Akuntansi UNY akan lebih memerangi tindakan kecurangan pelaporan keuangan baik menghindari tindakan penyalahgunaan ataupun memanipulasi data dalam pembuatan laporan keuangan, selain itu Mahasiswa Akuntansi UNY akan lebih termotivasi dalam bekerja sesuai dengan aturan.
b. Hipotesis 2
H2 : Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Punishment berpengaruh positif terhadap Kecurangan Pelaporan
Keuangan.
Hipotesis kedua (H2) akan diterima jika Fhitung ≥ Ftabel atau Pvalue kurang dari 0,05 (<0,05), sedangkan hipotesis akan ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel atau Pvalue lebih dari 0,05 (>0,05). Hasil pengujian H2
menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 35,814 lebih besar dari Ftabel
yaitu 3,92. Informasi berikutnya diperoleh dari nilai Pvalue signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua (H2) diterima yaitu Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Punishment akan berpengaruh terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
76
perlakuan kompensasi punishment yang diterapkan seperti teguran, surat peringatan, skorsing, dan pemecatan, maka menurut persepsi Mahasiswa Akuntansi UNY akan lebih memerangi tindakan kecurangan pelaporan keuangan baik menghindari tindakan penyalahgunaan ataupun memanipulasi data dalam pembuatan laporan keuangan, selain itu Mahasiswa Akuntansi UNY akan lebih termotivasi dalam bekerja sesuai dengan aturan.
2. Analysis of Covariance (ANCOVA)
Analisis ini digunakan untuk mengetahui atau untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap peubah respon dengan mengontrol peubah lain yang kuantitatif. Analisis ini digunakan untuk hipotesis ketiga dan hipotesis keempat. Berikut adalah hasil dari ancova setiap hipotesis: Tabel 19. Hasil Pengujian H3 dan H4
Variabel F Signifikansi Keterangan Reward *Motivasi Kerja 23,196 0,000 H3 diterima Punishment *Motivasi Kerja 35,169 0,000 H4 diterima Sumber: Data Primer diolah, 2018
a. Hipotesis 3
H3 : Motivasi Kerja memoderasi pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Reward terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan.
Hipotesis ketiga (H3) akan diterima jika Fhitung ≥ Ftabel atau Pvalue kurang dari 0,05 (<0,05), sedangkan hipotesis akan ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel atau Pvalue lebih dari 0,05 (>0,05). Hasil pengujian H3 menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 23,196 lebih besar dari Ftabel
77
yaitu 3,07. Informasi berikutnya diperoleh dari nilai Pvalue signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga (H3) diterima yaitu Motivasi Kerja akan memoderasi pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Reward terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan. Maka dapat disimpulkan bahwa motivasi yang dimiliki oleh Mahasiswa Akuntansi UNY akan memperkuat pengaruh persepsi mahasiswa akuntansi mengenai kompensasi reward yang diterapkan dan akan memerangi tindakan kecurangan pelaporan keuangan baik menghindari tindakan penyalahgunaan ataupun memanipulasi data dalam pembuatan laporan keuangan.
b. Hipotesis 4
H4 : Motivasi Kerja memoderasi pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi Punishment terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan.
Hipotesis keempat (H4) akan diterima jika Fhitung ≥ Ftabel atau Pvalue kurang dari 0,05 (<0,05), sedangkan hipotesis akan ditolak jika Fhitung ≤ Ftabel atau Pvalue lebih dari 0,05 (>0,05). Hasil pengujian H4
menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 35,169 lebih besar dari Ftabel yaitu 3,07. Informasi berikutnya diperoleh dari nilai Pvalue signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian hipotesis keempat (H4) diterima yaitu Motivasi Kerja akan memoderasi pengaruh Persepsi Mahasiswa Akuntansi mengenai Kompensasi
78
Punishment terhadap Kecurangan Pelaporan Keuangan. Maka dapat
disimpulkan bahwa motivasi yang dimiliki oleh Mahasiswa Akuntansi UNY akan memperkuat pengaruh persepsi mahasiswa akuntansi mengenai kompensasi punishment yang diterapkan dan akan memerangi tindakan kecurangan pelaporan keuangan baik menghindari tindakan penyalahgunaan ataupun memanipulasi data dalam pembuatan laporan keuangan.