• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Wawancara tersebut berpedoman pada 13 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Berikut data hasil wawancara dengan guru kelas I SD Negeri Kalasan 1 Sleman, Yogyakarta.

Butir pertanyaan pertama yaitu sejauh mana pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013. Guru tersebut memberikan jawaban bahwa Kurikulum 2013 bersifat holistik karena tidak terpisah-pisah permata pelajaran atau memadukan semua mata pelajaran dalam bentuk tema.

Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai pemahaman guru terkait dengan perumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang mempertimbangkan keutuhan pribadi siswa. Guru memberikan jawaban bahwa guru menggunakan indikator dan tujuan pembelajaran yang ada di buku guru. Tetapi guru melihat lagi apakah indikator dan tujuan pembelajaran yang di buku guru sesuai dengan kebutuhan siswa. Apabila indikator di buku tertalu sulit bagi siswa maka guru mengembangkan indikator sendiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai sejauh mana pemahaman guru terkait dengan pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran. Guru menjawab bahwa tematik integratif adalah pembelajaran yang mengaitkan beberapa mata pelajaran dalam bentuk tema. Dalam perpindahan antar mata pelajaran tidak terlihat dan proses pembelajaranpun menjadi bermakna.

Butir pertanyaan keempat yaitu tentang sejauh mana pemahaman guru terkait dengan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Guru tersebut menjawab bahwa dalam pendekatan saintifik siswa lebih aktif untuk mencari tahu permasalahan terkait dengan materi pembelajaran karena pendekatan saintifik adalah pendekatan ilmiah yang menekankan siswa pada lima langkah, mengamati, menanya, menalar, mencoba dan terakhir mengomunikasikan.

Butir pertanyaan kelima yaitu tentang pemahaman guru terkait dengan penilaian otentik. Guru menjawab bahwa penilaian otentik pada Kurikulum 2013 masih membingungkan, dikarenakan penilaian dilakukan

kepada siswa mencakup 4 aspek. Pertama pengetahuan, keterampilan, sikap sosial dan sikap spritual. Guru juga kurang mendapatkan pelatihan-pelatihan tentang Kurikulum 2013 khususnya pada penilaian otentik.

Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai keperluan guru tentang contoh-contoh rubrik penilaian non tes. Guru tersebut menjawab sangat memerlukan contoh-contoh rubrik penilaian non tes karena guru masih kebingungan dan kesulitan untuk melakukan penilain non tes.

Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai pemahaman guru terkait dengan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Guru mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan pendidikan yang terkait dengan sikap dan moral siswa. Jadi dalam kurikulum 2013 ini sangat membentuk karakter siswa, menjadikan siswa untuk lebih bertanggungjawab, peduli dan saling menghargai.

Butir pertanyaan kedelapan yaitu terkait dengan pemahaman guru dengan jenis-jenis karakter yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Guru menjawab bahwa beberapa sikap yang dikembangkan oleh Kementerian dan Kebudayaan Nasional yaitu sopan santun, bertanggungjawab serta selalu bersyukur kepada Tuhan. Selain itu pemerintah mengharapkan anak Indonesia menjadi manusia yang humanis, bukan hanya pintar dan cerdas akan tetapi hati dan jiwa secara mental juga ikut baik.

Butir pertanyaan kesembilan yaitu terkait dengan kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013. Guru menjawab bahwa masih sangat kesulitan

dalam menyusun perangkat pembelajaran karena Kurikulum 2013 materi pembelajarannya terlalu sedikit. Terkadang guru hanya mengandalkan perangkat pembelajaran yang ada di buku guru.

Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 tersedia di sekolah tersebut. Guru menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran yang tersedia di sekolah sangat sedikit. Hal tersebut dikarenakan faktor biaya yang tidak mencukupi untuk melengkapi perangkat pembelajaran di sekolah. Sebagian guru-guru di sekolah juga memakai perangkat pembelajaran yang ada di internet, namun guru-guru melihat lagi apakah perangkat pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa.

Butir pertanyaan kesebelas yaitu mengenai apakah guru masih memerlukan contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Guru mengatakan bahwa masih sangat membutuhkan contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Guru mengharapkan pihak pemerintah dapat memberikan contoh perangkat pembelajaran yang baik supaya guru tidak merasa kesulitan atau kebingungan dalam membuat perangkat pembelajaran Kurikulum 2013.

Butir pertanyaan keduabelas yaitu mengenai karakteristik atau ciri-ciri RPPTH yang mengacu Kurikulum 2013 yang dibutuhkan. Guru tersebut tidak menjabarkan mengenai karakteristik RPPTH. Guru hanya menjelaskan bahwa pada saat penataran tidak diberikan contoh RPPTH dan format yang digunakan berbeda-beda sehingga belum ada kepastian

mengenai format yang benar. Saat ini guru hanya mengikuti apa yang ada di buku guru Kurikulum 2013.

Butir pertanyaan ketigabelas yaitu mengenai saran yang dapat guru berikan terkait dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013. Guru tersebut memberikan saran kepada pemerintah untuk mohon diberikan contoh yang lengkap pada perangkat pembelajaran. Mohon diberikan biarpun sedikit asalkan lengkap serta dilengkapi lagi dengan media yang dapat mendukung pada setiap pembelajaran. Daftar pertanyaan secara rinci ada dilampiran 3 halaman 96. 2 Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan di atas. Peneliti dapat merik kesimpulan bahwa pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 bersifat holistik karena tidak terpisah-pisah permata pelajaran atau memadukan semua mata pelajaran dalam bentuk tema. Guru hanya mengikuti indikator dan tujuan pembelajaran yang ada di buku guru. Tetapi guru melihat lagi apakah indikator dan tujuan pembelajaran yang di buku guru sesuai dengan kebutuhan siswa. Apabila indikator di buku tertalu sulit bagi siswa maka guru mengembangkan indikator sendiri. Pemahaman guru terkait dengan tematik integratif dan pendekatan saintifik belum mendalam. Hal ini dikarenakan keterbatasan vasilitas atau sarana di sekolah dan guru kurang kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Guru juga belum memahami secara lebih mendalam mengenai perangkat pembelajaran. Guru hanya mengikuti apa yang telah

disediakan di dalam buku. Guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang baik dan benar. Guru juga merasa sangat kesulitan dalam penilaian otentik terutama pada sikap sosial dan spritual.

B. Deskripsi Produk Awal

Peneliti melakukan beberapa langkah dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini. Langkah awal yang dilakukan yaitu membagi tema dan subtema untuk setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat orang yang akan dibagi menjadi empat subtema. Selanjutnya peneliti menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Peneliti menentukan indikator dan memetakan indikator secara keseluruhan dalam satu semester. Kemudian peneliti membuat jaring-jaring subtema pada kompetensi dasar dan indikator yang telah ditentukan. Langkah selanjutnya yaitu merancang silabus dan Rencan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran pada tiap muatan pelajaran. Kemudian peneliti membuat lembar kerja siswa untuk kelas I yang menerapkan tematik integratif dan pendekatan saintifik pada pembelajaran. Dalam lembar kerja siswa diterapkan nilai karakter pada kegiatan pembelajaran. Lembar kerja siswa juga berisikan materi pokok soal-soal dan kegiatan yang dilakukan siswa. Langkah terakhir yang dilakukan peneliti yaitu memberikan evaluasi dan refleksi dalam akhir pembelajaran. Pada akhir RPPTH peneliti melampirkan penilaian otentik pada setiap muatan pelajaran.

1. Silabus

Silabus merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang dibuat sebelum menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH). Silabus pada dasarnya merupakan garis besar dalam pembelajaran. Silabus juga sebagai pedoman yang digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dikembangkan ke dalam RPPTH. Pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Silabus disusun secara sistematis dan berisikan rencana pembelajaran pada komponen-komponen tertentu. Komponen-kompenen tersebut antara lain : 1) muatan pelajaran terkait, 2) kompetensi dasar, 3) materi pembelajaran, 4) kegiatan pembelajaran, 5) penilaian, 6) alokasi waktu, 7) sumber belajar.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian

RPPTH merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci yang berpedoman pada silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian menggambarkan proses pembelajaran siswa dalam upaya untuk mencapai Kompetensi Dasar yang ditentukan. RPPTH disusun secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik. Dalam RPPTH terdapat beberapa kompenen yaitu : 1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, 2) kelas /semester, 3) identitas tema/subtema, 4) pembelajaran ke, 5) muatan pelajaran terkait, 6) alokasi waktu, 7) kompetensi inti, 8) kompetensi dasar, 9) tujuan pembelajaran, 10) materi

pembelajaran, 11) pendekatan dan metode pembelajaran, 12) media, alat dan sumber pembelajaran, 13) langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan 14) penilaian.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian dibuat untuk enam pembelajaran. Setiap pembelajaran memiliki alokasi waktu 5x35 menit pada setiap harinya. RPPTH ini memiliki desain yang rinci tetapi sederhana dan mudah dipahami oleh guru untuk pembelajaran. Setiap pembelajaran dibuat langkah-langkah yang baik dan kegiatan pembelajaran disusun dengan pendekatan saintifik. Kegiatan dibuat dengan menarik agar siswa lebih aktif untuk mencari tahu sendiri mengenai materi pembelajaran sehingga guru hanya berperan sebagai fasilitator.

Lembar kerja siswa juga merupakan salah satu lampiran dari RPPTH. Lembar kerja siswa yang dikembangkan pada penelitian ini adalah lembar kerja siswa untuk siswa kelas I SD yang mengacu pada tematik integratif dan pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Lembar kerja siswa disusun semenarik mungkin sehingga dapat mengatifkan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu pendidikan karakter juga diterapkan pada kegiatan pembelajaran seperti sikap percaya diri, bertanggung jawab, menghargai perbedaan serta sikap spritual yang berhubungan anatara pribadi siswa dengan Tuhan.

Lembar kerja siswa juga berisikan tujuan pembelajaran, petunjuk dan kegiatan yang akan dilakukan siswa. Pada kegiatan lembar kerja siswa

terdapat soal-soal yang harus dikerjakan siswa. Kegiatan yang dirancang pada lembar kerja sesuai dengan kegiatan yang dirancang pada RPPTH. Evaluasi yang terdapat pada akhir pembelajaran bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah diberikan. Selain evaluasi yang terdapat pada akhir lember kerja siswa juga terdapat refleksi. Pada bagian refleksi siswa dapat menyimpulkan meteri yang telah dipahami pada pembelajaran tersebut, selain itu siswa juga mengungkapkan perasaan dan sikap yang telah silakukan pada pelajaran tersebut. Di dalam lembar kerja siswa juga terdapat kerjasama dengan orang tua. Kerjasama dengan orang tua bertujuan untuk mengajak orangtua ikut berperan dalam belajar siswa, sehingga orangtua ikut berperan dalam tugas rumah siswa. Pada akhir pembelajaran keenam terdapat ulangan/evaluasi. Ulangan/ evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat memahami materi pembelajaran yang diberikan dalam satu subtema. Guru dapat mengukur tingkat kesulitan dan pemahaman yang dialami siswa, sehingga siswa dapat mengulang kembali.

Pedoman penilaian pada setiap muatan pelajaran. Pedoman penilaian ini berisi instrumen penelitian setiap muatan pelajaran. Setiap muatan berisi penilaian berdasarkan Kompetensi Inti 1 sampai Kompetensi Inti 4. Pedoman penilaian ini dicantumkan di setiap akhir pembelajaran. Setiap jenis penilaian berisikan indikator, teknik penilaian, instrumen, rubrik penilaian dan pedoman pensekoran sesuai dengan rubrik berdasarkan pencapaian indikator. Penilaian ini berisi empat aspek yang dinilai yaitu penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan, penilaian sikap sosial dan

penilaian sikap spritual. Penilaian kognitif (pengetahuan) menilai kemampuan siswa dalam akademik sehingga instrumennya berisi soal maupun tugas. Penilaian keterampilan berisi penilaian tentang keterampilan yang terkait dengan kinerja siswa berupa produk-produk yang dihasilkan. Penilaian sikap terdiri dari penilaian sosial dan spritual. Penilaian sikap dilakukan dengan melihat karakter siswa atau sikap siswa dengan sesama dan juga dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Daftar pustaka berisikan kajian pustaka yang digunakan peneliti dalam menyusun lembar kerja siswa. Daftar pustaka ini memuat urutan buku-buku yang disusun berdasarkan urutan abjad nama depan pengarang buku. Daftar pustaka yang digunakan bukan hanya buku akan tetapi berasal dari sumber lain seperti internet.

C. Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi Produk

Produk yang telah disusun dalam bentuk perangkat pembelajaran kemudian diberikan kepada dua orang pakar Kurikulum 2013 dan dua orang guru kelas I Sekolah Dasar untuk divalidasi. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan oleh peneliti.

Pakar Kurikulum 2013 yang menjadi validator dalam perangkat pembelajaran ini adalah RS dan GK. Produk divalidasi satu kali pada tanggal 19 Januari 2015. Aspek yang dinilai dari perangkat pembelajaran adalah (1) RPP, (2) lembar kerja siswa, (3) instrumen penilaian, dan (4) bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi pada kedua komponen tersebut memperoleh rata-rata 3,81 dan. 3,81 dengan kategori “baik” perangkat

pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan/diuji coba dengan revisi sesuai saran. Kedua pakar Kurikulum 2013 tersebut memberikan komentar berisi masukan untuk perbaikan perangkat pembelajaran pada aspek 1) RPP, 2) lembar kerja siswa, 3) instrumen penilaian, serta penggunaan EYD dan pengetikan. Pada aspek RPP pakar Kurikulum 2013 memberikan komentar yaitu ada indikator yang tidak mengacu kompetensi dasar. Pada aspek lembar kerja siswa pakar Kurikulum 2013 memberikan komentar yaitu lembar kerja siswa dilengkapi serta disesuaikan dengan indikator dan kegiatan belajar. Sedangkan pada aspek instrumen penilaian, pakar Kurikulum 2013 memberikan tiga komentar yaitu: (a) beberapa rubrik penilaian kurang operasional, (b) ada skoring yang kurang operasional, dan (c) beberapa kunci jawaban kurang sesuai dengan soal. Beberapa komentar lainnya mengenai EYD dan pengetikan harus diperhatikan. Hasil validasi secara rinci ada di lampiran 4 halaman 99.

Produk yang telah divalidasi oleh kedua pakar Kurikulum 2013 direvisi sesuai dengan komentar. Komentar serta revisi akan dijabarkan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel 9. Komentar Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi No

Aspek

Aspek yang dinilai Komentar Pakar Revisi A. RPPTH

1.

Kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar/kompetensi inti

Ada indikator yang tidak mengacu kompetensi dasar Indikator dirumuskan sesuai dengan kompetensi dasar

B. Lembar Kerja Siswa 3 Kesesuaian kegiatan

pembelajaran dengan indikator

Lembar kerja siswa dilengkapi serta disesuaikan dengan

Lembar kerja siswa dilengkapi dan disesuaikan dengan

indikator dan kegiatan belajar indikator serta kegiatan belajar C. Penilaian 5 Instrumen penilaian aspek pengetahuan dilengkapi dengan kunci jawaban dan panduan skoring

Beberapa kunci jawaban kurang sesuai dengan soal

Menyesuaikan kunci jawaban dengan soal 6 Panduan skoring aspek pengetahuan mencerminkan keadilan (sesuai dengan tingkat kesulitan dan kekomplekan soal Ada penduan

skoring yang kurang operasional Mengubah panduan skoring yang kurang operasional menjadi skoring operasional 8 Instrumen penilaian keterampilan dengan deskriptor/ kriteria penilaian yang jelas dan sesuai atau tepat

Beberapa rubrik penilaian kurang operasional Mengganti rubrik penilaian yang kurang operasional menjadi operasional

D.Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I yang Sudah Melaksanakan Kurikulum 2013 dan Revisi

Peneliti juga melakukan validasi produk perangkat pembelajaran kepada dua orang guru SD kelas I yang sudah melaksanakan Kurikulum 2013. Guru yang menjadi validator yaitu Ibu Us dan Ibu IP, kedua validator ini adalah guru kelas I SD Negeri Kalasan 1, Sleman, Yogyakarta. Validasi ini dilakukan secara bersamaan tepatnya pada tanggal 19 Januari 2015. Berdasarkan validasi dengan guru tersebut, Ibu Us memberikan skor rata-rata 4,25 dengan kategori “sangat baik” dan perangkat pembelajaran dapat dinyatakan layak untuk digunakan/ uji coba lapangan tanpa revisi. Sedangkan skor rata-rata yang diberikan oleh Ibu IP yaitu 3,97 dengan kategori “baik” dan perangkat pembelajaran layak digunakan / uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

Pada validasi dengan Ibu Us tidak ada saran dan masukan untuk perbaikan karena perangkat pembelajaran sudah dapat dinyatakan layak digunakan/ uji coba lapangan tanpa revisi. Sedangkan pada validasi dengan Ibu IP ada dua aspek yang mendapatkan komentar untuk perbaikan. Aspek-aspek tersebut yaitu (1) RPP dan (2) lembar kerja siswa. Pada Aspek-aspek RPP guru SD kelas I memberi komentar yaitu indikator sikap dirumuskan secara operasional, sedangkan pada aspek lembar kerja siswa komentar guru yaitu rumusan petunjuk lembar kerja siswa diperhatikan lagi, petunjuk lembar kerja siswa harus jelas dan lengkap. Hasil validasi kedua guru secara rinci ada di lampiran 5 halaman111. Komentar serta revisi akan dijabarkan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel 10. Komentar Guru SD Kelas I yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 dan Revisi

No Aspek

Aspek Saran Revisi

A. RPPTH 3. Indikator

dirumuskan secara operasional

Kata kerja harus operasional

khusunya pada sikap spritual

Mengganti kata kerja yang operasional pada sikap spritual

B. Lembar Kerja Siswa

2

Rumusan

petunjuk/instruksi jelas, sederhana dan mudah dipahami

Petunjuk dalam lembar kerja siswa harus jelas

Mengubah dan menambahkan kata-kata yang kurang jelas pada petunjuk lembar kerja siswa

E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

Produk akhir diperoleh dari saran perbaikan yang diberikan oleh kedua validator Pakar Kurikulum 2013 dan kedua guru kelas I SD yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Peneliti melakukan revisi pada produk awal, revisi dilakukan sesuai dengan saran perbaikan yang diberikan oleh para validator. Revisi bertujuan untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dari pada peroduk awal. Produk awal dikemas menjadi satu jilid Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian beserta penilaian dan lembar kerja siswa untuk kelas I SD.

1. Kajian Produk Akhir

Produk akhir yang dihasilkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) yaitu telah direvisi sesuai dengan saran perbaikan oleh validator. Peneliti menambah dan memperbaiki RPPTH beserta penilaian sesuai dengan saran yang diberikan. Komponen yang terdapat pada RPPTH yaitu 1) Identitas RPPTH, 2) Kompetensi Inti, 3) Kompetensi Dasar dan Indikator, 4) Tujuan Pembelajaran, 5) Materi Pembelajaran, 6) Metode dan Pendekatan, 7) Media, Alat dan Sumber Belajar, 8) Langkah-langkah Pembelajaran, 9) Penilaian.

Pertama, identitas RPPTH berisikan nama satuan instansi, kelas, tema/subtema, pembelajaran ke-, muatan pelajaran terkait dan alokasi waktu. Kedua, adalah kompetensi inti, kompetensi inti merupakan gambaran mengenai kompetensi yang harus dipelajari dalam sikap sosial dan spritual, pengetahuan dan keterampilan.

Ketiga, kompetensi dasar dan indikator. Kompetensi dasar adalah kemampuan khusus yang mencakup sikap sosial dan spritual, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan indikator dikembangkan sesuai karakter siswa dan digunakan sebagai alat untuk penilaian. Kompetensi dasar dan indikator disusun dengan urutan kompentensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap sosial dan spritual.

Keempat, tujuan pembelajaran disusun berdasarkan kompetensi dasar dan menggunakan kata kerja yang operasional sehingga dapat diukur dan diamati. Tujuan pembelajaran mengandung ABCD yaitu Audience, Behavior, Condition, dan Degree. Kelima, adalah materi pembelajaran hanya dituliskan materi pokok saja. Keenam, metode pembelajaran dan pendekatan. Metode pembelajaran dituliskan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik.

Ketujuh, yaitu media, alat dan sumber belajar yang digunakan pada setiap pembelajaran berbeda-beda sesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kedelapan, langkah-langkah pembelajaran yaitu urutan skenario pembelajaran mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Kesembilan, yaitu penilaian berisi jenis/teknik penilaian, bentuk instrumen dan pedoman pensekoran. Penilaian yang lebih rinci dijadikan lampiran pada RPPTH.

Peneliti melakukan revisi pada lembar kerja siswa sesuai dengan saran perbaikan yang diberikan oleh validator. Lembar kerja siswa

dibuat dengan menggunakan pendekatan tematik integratif dan pendekatan saintifik. Pada lembar kerja siswa terdapat beberapa muatan pelajaran yang digabungkan menjadi satu pembelajaran. Perpindaham muatan pelajaran tidak tampak pada kegiatan pembelajaran. Kegiatan yang dibuat dalam lembar kerja siswa mencerminkan pendekatan saintifik yang dapat mengaktifkan siswa, sehingga guru hanya berperan menjadi fasilitator dan memberi penegasan pada materi yang belum dipahami siswa.

Pada lembar kerja siswa juga terdapat refleksi. Refleksi berisikan beberapa pertanyaan untuk siswa yang bertujuan sebagai sarana siswa untuk menuangkan apa yang dirasakan dan apa yang telah dilakukan pada pembelajaran tersebut. Selain itu pada lembar kerja siswa juga terdapat evaluasi. Evaluasi dilakukan pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan. Pada setiap akhir pembelajaran juga terdapat kerjasama orang tua yang berupa kegiatan yang dilakukan siswa di rumah dengan bantuan orang tua. Dalam pembelajaran keenam terdapat ulangan evaluasi formatif pada akhir pembelajaran. Ulangan evaluasi formatif tersebut dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi dalam satu subtema. Daftar pustaka juga disertakan pada lembar kerja siswa. Daftar pustaka berisikan mengenai buku-buku dan referensi lain yang digunakan dalam pembuatan lembar kerja siswa yang mengacu Kurikulum 2013.

Dokumen terkait