• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Deskrsipsi Lokasi Penelian

5.1 Deskripsi Hasil Penelitian

5.1.1 Hasil Wawancara

Wawancara merupakan cara pengumpuan data dengan melakukan sesi tanya jawab antara peneliti dengan informan.untuk memperoleh data dan

informasi mengenai objek penelitian. Dalam hal ini peneliti 2memilih 2 informa kunci yang terdiri dari Ketua Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia dan Kepala Asrama Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia. Peneliti juga memilih 2 informan utama yang terdiri dari 2 orang anak asuh yang berada di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia, dan 1 informan tambahan yaitu orang tua/wali dari anak asuh yang berada di Pati Asuhan Advent Peduli Indonesia. Berikut hasil dari wawancara terhadap para informan :

A, Ketua Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia

Ketua panti asuhan saat ini adalah Ibu Marselli br Bangun, S.Th.. Beliau berasal dari Kota Kabanjahe, ditempatkan di panti asuhan sejak awal berdirinya Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia pada bulan April 2005 lalu. Beliau sudah berkeluarga dan dikarunia 3 (tiga) orang anak. Suami dan anak-anak beliau juga ikut membantu Ibu Marselli sebagai etua panti asuhan dan tinggal bersama di dalam panti asuhan.

Ketua panti asuhan sebagai informan kunci dalam peneltian ini dianggap sebagai orang yang mengetahui dan memiliki informasi pokok yang dibutuhkan dalam penelitian. Berikut adalah informasi yang diperoleh dari ketua panti asuhan melalui hasil wawancara:

1. Sejarah bedirinya Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia didasari oleh rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim piatu dan terlantar yang terkena bencana alam. Atas dasar inilah maka muncul keinginan dari para pendiri panti asuhan untuk mendirikan sebuah

tempat yang mampu menjadi wadah untuk melindungi dan menaungi para anak-anak yang kurang beruntung.

“Sejarah awal mula beridirinya panti asuhan ini sebenarnya ga bisa delepaskan atau berkaitan sekali dengan bencana alam yang terjadi di Aceh dulu. Saat dulu itu seperti yang kita tau bersama kan ada terjadi suatu bencana yang amat dahsyat dan merenggut banyak nyawa. Bencana alam tsunami di Aceh inilah tang juga trupanya meembuat banyak sekali orang-orang kehilangan anggota keluarganya. Ada yang kehilangan ibu, ada yang kehilanagan bapak, ada yang kehilangan anak atau saudara, dan bahkan ada yang kehilangan seluruh anggota keluarga. Bapak Dr. Jonathan Kuntara adalah orang yang sangat ingin mendirikan panti asuhan untuk dapat menampung para korban bencana alam, terutama para anak yang kehilangan orang tuanya dan terlantar. Bapak Dr Jonathan Kuntara pun memutuskan untuk mencari lokasi yang bisa dijadikan sebagai tempat mendirikan panti asuhan. Awalnya mau didirikan di daerah Simbolan sana namun tidak kesampaian, kemudian direncanakan lagi mau dibangun di sekitar Tanah Karo tapi ga jadi juga batal karena beberapa hal. Nah, terakhirnya jadi dibuatlah di Kota Medan, atau yang berlokasi di tempat sekarang ini yaitu Jalan Air Bersih inilah. Di bulan April 2005 lah akhirnya Bapak Johanes Kuntara berhasil mendirikan panti asuhan, yang diberikan nama Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia dan saya dipercayakan menjadi ketua panti asuhan ini dari awal dulu sampai sekrang, ya kurang lebih sudah hampi 15 tahun lah ya berarti saya menjadi bagian dari panti asuhan ini.”

2. Visi dan Misi Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah sebagai berikut

“Visi : Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak berlandaskan kasih

Misi : menyelamatkan anak-anak terlantar dari bencana kehilangan masa depan di wilayah Indonesia dengan membangun infrastruktur dan memberikan fasiitas pendidikan, kerohanian, sosial dan mental.”

3. Tujuan dari Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah untuk menyelenggarakan pelayanan yang tertuju kepada para anak asuh dengan cara yang benar dan berlandaskan kasih.

“Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia ini selalu berusaha untuk bisa jadi wadah juga tempat yang baik untuk tiap anak asuh. Kita selalu berpikir seperti itu tiap harinya karena itulah tujuan didirikannya panti asuhan ini.

Dengan kasih terhadap sesama kita percaya bahwa tujuan yang kita miliki ini pasti bisa dicapai, kalua bukan dengan kasih maka akan kesulitan karena memang dasarnya sejak awal itu adalah kasih.”

4. Struktur kepengurusan Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia terdiri dari strutur pengurus inti panti asuhan dan struktur dewan pengurus yang merupakan perwakilan dari gereja yang menaungi panti asuhan.

“Strukur kepengurusan panti asuhan terdiri dari pengurus inti dan dewan pengurus. Maksudnya dewan pengurus ini karena panti asuhan kita ini berada dibawah naungan Gereja Advent, makanya diperlukan adanya dewan pengurus. Kalau pengurus inti panti asuhan itu hanya ada kami

bertiga saja untuk saat ini.Memang ada anjuran dari pemerintah supaya menambah pegawai panti asuhan tapi karena situasi yang lagi sulit seperti ini juga ada banyak anak asuh yang juga butuh biaya untuk melanjutkan sekolahnya tentu membuat kami kesulitan untuk menambah pegawai saat ini. Sebelumnya ada sekitar 2 orang pegawai yang bertugas di panti sebagai pengasuh namun awal tahun ini mereka tidak lanjut lagi. Tapi sekarang ini ada juga beberapa anak asuh kitayang sudah dewasa dating kemari untuk membantu kita dalam mengasuh sehingga pekerjaan dan pelayanan yang ada disini bisa tetap terlaksana dengan baik.”

Berikut struktur kepengurusan Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia :

 Ketua Panti Asuhan : Marseli br Bangun, S.Th

 Sekertaris : Hety Meinarni

 Bendahara : Peterzon Karo-Karo

 Kepas : Peterzon Karo-Karo

 Kerohanian : Marseli br Bangun, S.Th

 Konselor : Hety Meinarni

 Kepala Dapur : Peterzon Karo-Karo

Berikut struktur kepengurusan Dewan Pengurus Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia :

 Ketua : Ferdinand Iskandar

 Anggota : Jonathan Kuntaraf Suwandi Wijaya Doli Simorangkir

Petronius Saragih Sugih Sitorus

5. Program dan kegiatan yang ada di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah bagian dari pelayanan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan hak akan asuh yang ada di panti asuhan. Terutama hal-hal seperti kebutuhan pokok berupa kebuthan sandang, papan, dan juga pangan.

Pemenuhan kebutuhan ini sangat relevan terhadap kondisi para anak asuh yang ada di panti asuhan.

“Disini kita sangat memperhatikan pemenuhan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh tiap anak-anak asuh. Terutama yang pasti sangat penting adalah bagaiaman kebutuhan pokoknya ya seperti makanan, tempat tinggal, pakaian itu adalah kebutuhan yang sudah pasti dibutuhkan oleh semua anak asuh kita. Makanan juga pastinya harus yang bernutrisi agar anak asuh sehat dan kuat dalam beraktivitas, gitu juga pakaian dan tempat tinggal harus disediakan dengan baik untuk para anak asuh, bisa dibilang harus senyaman mungkinlah dirasakan. Karena tentu pemenuhan kebutuhan anak tidak hanya ini saja, tapi ada banyak juga yang lainnya.

Makanya kita berangkat dari pemenuhan kebuthan pokok ini supaya bisa lanjut ke pemenuhan kebutuhan anak lainnya.”

6. Pelayanan juga dilakukan melalui kegiatan dan program yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan hak dasar serta pengembangan nilai maupun potensi para anak asuh. Adapun rangkaian kegiatan dan program seperti dengan melakukan kebaktian bersama, belajar bersama, sharing dan diskusi, pengembangan bakat menjahit, kerajinan tangan, kesenian, rekreasi,

dan juga belajar berkebun juga bercocok tanam ditujukan sebagai wadah pengembangan potensi anak asuh dan pembekalan ilmu keterampilan kepada para anak asuh agar memiliki modal ilmu disaat kelak sudah dewasa. Rangkaian kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terjadwal dengan baik.

“Kalau mengenai program dan kegiatan tentu ada ya. Mulai dari program belajar, pembekalan keterampilan juga, pengembangan potensi anak asuh, dan juga pemberian pengetahuan cara bercocok tanam. Untuk program belajar biasanya kita lakukan bersama-sama diruangan belajar atau kadang diruangan berkumpul. Disitu anak juga akan mengerjakan PR dari sekolahnya atau kalo tidak ada PR maka akan membaca buku-buku yang dilemari tentu sesuai dengan pelajaran yang ada disekolah. Kita juga paham tentang potensi anak termasuk suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.Untuk itulah saat kami melakukan acara kebaktian bersama, maka tiap anak asuh akan mengambil peran masing-masing dalam kegiatan kebatkian seperti menyanyi, membacakan firman, dan memimin doa sesuai dengan umurnya dan juga bergantian setiap harinya. Sehingga potensi anak dalam bersinteraksi, berpendaat, dan berekspresi dapat terpenuhi.

Nah juga tidak kalah penting pastinya pembekalan skil dan keterampilan.

Mulai dari ketermapilan menjahit, menyanyi, membuat kerajinan tangan, dan skil lainnya kami ajarkan juga pada anak asuh sesuai dengan jadwal yang ada. Begitu juga dengan bercocok tanam, kami berikan pengetahuan tentang bagaimana cara yang benar dalam menanam, menuai, dan merawat tanaman. Mudah-mudahan saja kelak ilmu ini dapat mereka pakai dan

bermanfaat bagi mereka dan orang lain ketika sudah dewasa. Nah, ditengah rangkaian kegiatan yang ada, anak juga diberikan waktu untuk bermain setiap harinya, dan juga biasanya kita akan membawa anak asuh untuk liburan, seperti pergi ke tempat pemandian air hangat Sibiru-biru, juga ke pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi lainnya agar anak terhibur dan senang,”

7. Prosedur dalam proses melakukan penerimaan anak asuh di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah dengan memastikan status dari anak yang hendak diasuh lalu kemudian menawarkan kepada orang tua atau wali anak untuk diasuh di panti asuhan. Status dan latar belakang anak menjadi hal yang paling penting untuk diketahui secara detail sebelum menerima anak asuh menjadi bagian dari panti asuhan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak merupakan anak yatim, piatu, anak terlantar, atau anak dari latar belakang ekonomi yang lemah. Sehingga dengan demikian proses penerimaan anak asuh dapat dilaksanakan dengan tepat yaitu kepada para anak asuh yang memang yatim, piatu, terlantar atau dari keluarga ekonomi lemah.

“Ya pasti ada prosedurnya sebelum menerima anak asuh di panti. Pertama kita memastikan dan mencek latar belakang anak, seperti asal usulnya, kondisi keluarganya, apakah yatim atau piatu, dan juga riwayat kesehatannya kita tanyakan dan cek dengan lengkap. Biasanya akan kita tulis di dalam case record untuk menjadi data anak yang kita simpan.

Karena kan kita tidak tahu bagaimana latar belakang si anak sebelumnya, nah hal ini tidak boleh sampao terlupakan karena nanti kita bisa kesulitan

dalam emmahami kebutuhan dan karakter si anak. Supaya ga terjadi hal seperti itu maka kami sangat memperhatikan latar belakang si anak agar tidak salah dalam memahami karakter si anak yang hendak di asuh.”

8. Para anak asuh yang berada di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari latar belakang anak yatim piatu, broken home, keluarga ekonomi lemah, dan anak terlantar. Sedangkan untuk usia anak asuh juga berbeda-beda, mulai dari anak yang masih berusia dini sampai anak usia sekolah menengah atas.

“Sebenarnya anak asuh yang ada disini memilki banyak latar belakang, bisa dibilang beragam ya. Karena kan bukan hanya anak yatim atau piatu saja tapi juga kana ada yang di asuh di panti ini karena keluarganya kurang mampu ekonominya. Atau ada juga yang keluarganya broken home jadi dititipkanlah oleh orang tuanya di panti ini untuk diasuh. Jadi memang sangat beragam latar belakang mereka dan kita tetap membuka diri untuk semua jenis latar belakang selama mereka memang membutuhkan bantuan dan pengeasuhan maka akan tetap kita bantu dan asuh.

9. Pelayanan kepada anak asuh dilakukan melalui bentuk pemenuhan terhadap kebutuhan dasar anak seperti kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Selain itu kegiatan seperti kesenian, belajar bersama, kebaktian, bercocok tanam, diskusi, pembiayaan penidikan, bimbingan belajar, bermain, dan kerajinan tangan merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap anak dengan tujuan mengembangkan potensi anak dan sebagai proses pemenuhan hak anak dalam bertumbuh, berkembang, berpatispasi, dan bersosialisasi.

“Untuk pelayanan yang dilakukan disini selalu diperbuat dengan dasar kasih. Maksudnya seperi ini, kalau kita ingin anak asuh bisa bertumbuh dan berkembang dengan sehat dan baik maka tentu harus dipenuhi kebutuhan dasar dan juga hak-haknya. Makanya pelayanan dilakukan untuk berfokus kepada pemenuhan kebutuhannya anak asuh. Mulai dari makanannya, kesehatan rohani dan jasmani, pendidikan, keterampilan, dan pengembangan potensi anak adalah kebutuhan yang kita penuhi sebagai bentuk pelayanan dengan dasar kasih. Juga kita selalu berusaha untuk membuat anak asuh itu senang dan ceria melalui kegiatan bermain, jalan-jalan ketempat wisata, juga sesekali mengajak pergi ke mall. Nah dengan melakukan hal seperti inilah kita berusaha memenuhi kebutuhan dan hak yang dipunyai anak asuh.”

10. Jumlah anak asuh yang dimiliki Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia saat ini yaitu berjumlah 22 anak asuh.

“Untuk saat ini total ada sekitar 24 anak yang diasuh di Panti Asuhan Advent Indonesia ini, sedangkan anak asuh yang saat ini berada di panti asuhan berjumlah 8 orang, itu karena sebagian anak asuh lagi pulang ke kampungnya masing-masing karena situasi pandemi wabah virus corona ini.”

11. Sumber pendanaan yang dimiliki oleh Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia berasal dari yayasan dan para donator yang memberikan bantuan berupa dana dan bahan-bahan kebutuhan pokok seperti beras, tempe, minyak goreng, dan bahan launnya. Selain donator yang membantu pendanaan ada juga beberapa kolam dan kebun yang dimafaatkan hasil

panennya sebagai salah satu sumber pendanaan walau jumlahnya tidak sebesar bantuan yang berasal dari para donator. Untuk donator itu sendiri terdiri dari kelompok, perorangan, dan juga korporasi.

“Sumber dana kita selama ini berasal dari para donator. Kita sangat terbantu sekalilah oleh uluran tangan mereka. Donatur ini ada yang perorangan, ada juga kelompok seperti lembaga atau organisasi ya, dan korporasi atau pengusaha. Biasanya kalau donatur itu mengasih bantuan seperti sembako dan dana. Selain bantuan donator kita juga dibantu yayasan, kan kita juga dinaungi oleh yayasan. Nah ada juga kadang sedikit hasil dari panen di kebun dan kolam ikan, itu kita pakailah untuk menambah0nambah sumber pendanaan walau hasil panennya tidak menentu tapi lumayanlah untuk menambahi.”

B. Kepala Asrama

Kepala Asrama Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia merupakan salah satu informan yang dianggap mengetahui dengan baik segala proses pelayanan yang dilakukan di Panti Asuhuhan Advent Peduli Indonesia terhadap para anak asuh. Oleh karena itu Kepala Asrama Panti ASuhan Davent Peduli Indonesia dipilih menjadi salah satu informan kunci dalam objek penelitian. Berikut hasil wawancara yang kami lakukan dengan informan utama tersebut :

1. Kepala asrama panti asuhan saat ini adalah Bapak Peterzon Karo-Karo.

Bapak Peterzon Karo-Karo sendiri telah mejadi kepala asrama panti asusan ini selama kurang lebih 15 Tahun. Begitu juga dengan pelayanan yang telah

dilakukan selama kurang lebih 15 Tahun ini berfokus kepada pemenuhan kebutuhan anak seperti kebuuhan sandang, pangan, papan.

“Disini kita memebrikan pelayanan itu dengan cara membuat anak-anak itu tercukupi selalu ya kebutuhan-kebutuhannya, apalagi kan kebutuhan anak itu tidak sama ya pastinya berbedalah anak satu sama anak lain, tapi kita tidak terkendala kita tetap mampu memberikan kebutuhan yang anak perlukan. Paling dasar ya sehari-harinya lah pasti ya makanan, tempat tinggal, juga pakaian itu wajib dipenuhi. Kemudian setelah itu juga pendidikan, seperti bersekolah ya kita penuhi juga. Kesehatan juga kebutuhan yang kita penuhi disini, kalua ada anak yang sakit akan langsung kita rawat di RS Advent Medan yang satu yayasan dengan kita. Anak juga kan butuh bermain, kita penuhi juga dengan sarana yang ada seperti lapangan didepan kita pakai untuk bermain, ada yang bermain permainan tradisional, atau main bola juga. Hal seperti ini selalu kita lakukan tiap harinya karna anak-anak butuh ya makanya selalu kita usahakan supaya anak itu senang dan sehat.”

2. Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia ini sudah berdiri sejak tahun 2004 dan bersamaan juga dengan didirkannya asrama panti asuhan. Bapak Peterzon Karo-Karo adalah Kepala Asrama Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia sejak awal didirikan sampai sekarang.

“Oh iya betul itu asrama ini didirikan tahun 2004 juga sama dengan beridirinya Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia. Jadi bisa dibilang saya ada sejak awal berdirinya panti asuhan ini ya. Kalua dihitung udah lebih

lah pasti 15 Tahun saya menjadi kepala asrama disini, sudah cujkup lamalah.”

3. Kegiatan pelayanan anak asuh di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia dan asrama dilakukan dengan cara pengasuhan yang penuh kasih sebagaimana mengasihi anak sendiri. Para anak asuh dieprhatikan dibawah pengawasan para pengurus dan perangkat panti asuhan dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Setiap harinya gambaran pelayanan dilakukan dengan cara demikian dan berulang.

“Anak asuh di panti asuhan ini kami anggap seperti anak sendiri. Kalau anak sendiri pasti kita kasihi kan, itulah kenapa kami bisa memenuhi kebutuhan anak asuh karna kami membuat pelayanan itu sebagai bentuk kasih lah. Kasih orang tua sama anak-anaknya. Jadi ya dibimbing terus tiap harinya, sama lah setiap harinya ga kurang dikit pun lah perhatian itu.

Karna kita mau anak itu bagus rohaninya, juga sehat fisiknya dan cerdas pikirannya. Dari pagi mulai kegiatan aktivitas sampai malam aktivitas usai terus kita perhatikan dan pantau. Ya sebagaimana orang tua lah pada umumnya pasti terus kan untuk merawat anak-anaknya, sma kita juga kayak gitulah terhadap para anak asuh ini.”

4. Pelayanan yang dilakukan di Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk merawat anak, mengasuh, dan memberikan bekal rohani dan bekal ilmu akademik serta keterampian untuk anak asuh dengan harapan dapat berguna untuk anak asuh sebagai bekal dan modal dalam menjalani kehidupan ketika sudah dewasa nanti.

“Ya karenakita pastilah ingin anak-anak ini punya masa depan yang baik kelak, makanya sedari masih sempat kita sangat perhatikan pendidikannya, kesehatan, dan kerohaniannya. Kalau ketiga hal ini dapat kita beri untuk anak-anak asuh pasti kedepannya mereka sudah mampu untuk hidup mandiri setidaknya. Kita juga harus membuat anak asuh itu merasa mampu ya, untuk itulah penting kerohanian tadi. Mereka harus sadar kalua pertolongan dari Tuhan itu selalu ada untuk setiap orang sehingga mereka bisa tumbuh jadi pribadi yang baik dan kuat.

5. Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia memiliki sebanyak 22 anak asuh yang berada di panti asuhan. Saat ini ada sekitar 9 anak yang tinggal di panti asuhan sedangkan sisanya sedang berada di rumah keluarganya di kampong.

“Sekarang ini ada 22 anak asuh yang kita rawat di panti asuhan ini. Kalau usianya juga ada yang masih sekolah dasar, ada yang menegah pertama, juga atas. Tapi kalua yang tsekarang inggal disini setiap hari ada 9 anak yak arena yang lain lagi pulang kampong ke tempat keluarganya, juga kan baru tahun baru ya makanya ada yang pulang kampong.”

6. Kriteria anak yang diterima Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia untuk diasuh adalah anak yang yatim, piatu, terlantar, broken home, dan berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin yang sangat membutuhkan bantuan.

“Ada, kalau kita yang penting itu kriterianya anak itu harus benar-benar membutuhkan bantuan pengasuhan lah ya seperti anak yatim, piatu, atau pun yang terlantar, miskin, dan broken home. Anak-anak seperti kita terima

di panti asuhan sebagai anak asuh karena mereka sangat butuh untuk diasuh dan dapat perlindungan.”

7. Hambatan yang kerap dialami pengasuh dalam merawat dan memberikan pemenuhan kebutuhan terhadap anak asuh yaitu kecendrungan anak asuh-anak yang sangat suka bermain dan selalu ingin bergerak aktif setiap saat.

Hal ini membuat pengasuh harus lebih ekstra dalam melakukan bimbingan belajar dan kegiatan pelayanan lainnya.

“Ya nama juga anak-anak ya pasti sukanya bermain terus, apalagi kalua usia yang masih dalam tahap pertumbuhan kayak skearang ini anak-anak selalu lari-lari main kejar-kejaran sama kawannya yang lain.Inilah kadang yang jadi kendala untuk kita. Sulitlah terkadang untuk anak itu berdiam diri dengan tenang. Jadi harus lebih sabar lagi kita ini untuk mengasuh mereka karna wajarlah anmanya juga anak-anak pasti sukanya bermain dan bergeak terus.”

8. Data dan identitas anak asuh yang dimiliki Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah data mengenai diri dan latar belakang anak seperti surat keterangan miskin, foto keluarga, dan surat kematian salah satu orang tua

8. Data dan identitas anak asuh yang dimiliki Panti Asuhan Advent Peduli Indonesia adalah data mengenai diri dan latar belakang anak seperti surat keterangan miskin, foto keluarga, dan surat kematian salah satu orang tua

Dokumen terkait