BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 4. Hasil Wawancara
HASIL WAWANCARA WALI KELAS Nama Guru : Mariana Sri Rahayu, S.Pd
Tempat : Ruang Tamu SD Muhammadiyah Bogor Waktu : 09.10 - 09.40
1. Apakah ibu mengetahui jika di kelas ibu terdapat siswa low vision?
- Oh iya mbak, si A to? Ya saya tahu, bagaimana?
2. Apakah ibu mengetahui seberapa besar keterbatasan siswa tersebut dalam mengikuti pembelajaran?
- Ya mbak, saya sedikit tahu tentang keterbatasan yang dimiliki A. 3. Apa keterbatasan siswa tersebut saat mengikuti pembelajaran di kelas ibu?
- A gampang capek jika mengikuti pembelajaran, kepalanya sering diletakkan di meja. Apabila saya kasih soal yang terlalu sulit dia sering mengeluh seperti menyerah.
4. Selain itu keterbatasan apalagi yang dimiliki A?
- Selain itu ketrbatasan penglihatan mbak. Dia memang sudah di asessmen dan sudah dinyatakan mengalami tunanetra low vision oleh dokter di Rumah Sakit YAP. Namun tingkat kerusakan matanya tidak parah. Dia masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti teman yang lainnya. Hanya saja untuk membaca huruf di papan tulis dia selalu memerlukan bantuan temannya untuk membacakan.
5. Bagaimana asesmen terhadap siswa tunanetra low vision dilakukan?
- Asesmen dilakukan oleh Rumah Sakit YAP Yogyakarta. Siswa diperiksa, kemudian hasil asesmen diberikan kepada pihak sekolah.
6. Bagaimanakah tindak lanjut dari hasil asesmen?
- Sejauh ini belum ada tindak lanjutnya mbak, hanya saja untuk mengetahui siswa itu low vision, Karena untuk laporan sekolah inklusi.
7. Apakah siswa tersebut menggunakan alat bantu penglihatan?
- Dulu waktu kelas 1,2,3 dia pernah memakai mbak. Namun katanya sama aja. Sejak saat itu sampai sekarang ABL tidak pernah menggunakan alat bantu.
8. Apakah siswa tersebut sering meminta bantuan?
- ABL sering dan hampir setiap hari selalu meminta bantuan kepada temannya dan dengan saya juga untuk membacakan tulisan di papan tulis. Tetapi jika tulisan di kertas dia membaca sendiri.
9. Apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai?
- Ya kalo itu kadang tercapai, kadang tidak. Tergantung materinya sama siswanya mbak. Kalau ABL termasuk yang mempunyai kemampuan akademik rendah, jadi sering mengulang materi dan soal mbak.
10.Apakah ibu mempunyai program pendidikan individual untuk siswa low vision?
- Tidak ada mbak, saya maupun guru pembimbing khusus tidak pernah membuat program pendidikan individual untuk ABL.Gimana ya. Jadi ABL itu memang berkebutuuhan khusus, namun dia sendiri yang tidak mau dibedakan dengan yang lainnya. Hanya saja memang untuk membaca dia butuh bantuan. Orang tuanya pun juga begitu mbak. Mereka pengennya ABL dianggap sama dengan yang lain.
11.Bagaimana program evaluasi yang diperuntukkan oleh ABL? Apakah ada perbedaan dengan siswa yang lainnya?
- Tidak ada yang berbeda dengan yang lainnya mbak. Soalnya yang mempunyai kemampuan akademik rendah di kelas ini tidak hanya ABL. Banyak juga yang lambat. Jadi evaluasinya ya ulangan, kalau tidak tuntas ya perbaikan seperti biasa. ABL pun juga sama seperti itu.
12.Bagaimana cara ibu mengajarkan dengan tulisan siswa low vision di dalam kelas?
- Cara yang saya lakukan adalah menulis dengan huruf yang sedikit lebih besar dibanding dengan biasanya.
13.Apakah ibu selalu memperbesar tulisan huruf di dalam kelas saat menerangkan?
- Tidak mbak, saya memperbesar huruf saat mengajar hanya kadang-kadang saja, karena suara saya sudah terlalu keras, jadi saya kira si ABL sudah menegrti.
14.Apakah ibu memberikan lembar kerja kepada ABL dengan huruf yang lebih besar dibanding yang lainnya?
- Tidak mbak, lembar jawab ataupun soal ulangan yang saya berikan ke ABL sama dengan yang lainnya. Nanti ABL sudah bisa membaca sendiri, tapi ya dengan nunduk banget gitu mbak. Menurut saya ya gag papa mbak, ABL nya juga tidak keberatan dan dulu pernah diberi tulisan besar dia gak terlalu tertarik juga.
15.Bagaimanakah ibu membuat media tiruan untuk mengajarkan materi kepada siswa low vision?
- Saya membuat media tiruan hanya pada beberapa mata pelajaran mbak, dan hanya di bab-bab tertentu.
16.Apakah ibu sering menggunakan benda nyata untuk menerangkan pelajaran? - Benda nyata, kalo yang memungkinkan untuk saya bawa ya kadang bawa
mbak. Nanti kalau yang materinya berkaitan dengan tubuh atau yang ada di sekitar bisa di berikan ke siswa.
17.Bagaimana cara ibu memberikan suatu obyek riil yang bercahaya kepada siswa?
- Cara itu tidak pernah saya lakukan sebelumnya kepada ABL mbak. Karena memberikan obyek yang bercahaya itu ribet dan saya kurang tau mau materi apa mbak.
18.Apakah ibu sudah memperhatikan arah pencahayaan terhadap siswa low vision?
- Ya, sudah mbak, sebisa mungkin saya tempatkan ABL pada tempat yang tidak membuat matanya silau dan yang jelas ABL bisa nyaman mengikuti pembelajaran saya.
19.Apakah ibu sudah menggunakan warna tulisan yang menarik untuk anak low vision?
- Warna yang menarik gimana mba? Saya selalu menggunakan warna hitam di setiap pembelajaran. Di papan tulis ya selalu menggunakan spidol hitam, pada soal ulangan juga dengan warna hitam. ABL bisa membaca
kok mbak saat saya kasih soal ulangan menggunakan kertas putih bertulisan hitam.
20.Bagaimanakah cara ibu untuk memberikan warna yang kontras supaya lebih mudah dibaca siswa?
- Ya kalau menurut saya warna yang kontras ya putih dan hitam itu mbak. Itu sudah termasuk kontras, dan si ABL bisa membaca tulisan dari saya. 21.Bagaimanakah cara ibu membuat outline dalam buku siswa low vision?
- Saya tidak pernah mbak membuat outline pada buku si ABL. 22.Bagaimana pengaturan tempat duduk siswa low vision di kelas ibu?
- A selalu saya tempatkan di barisan tempat duduk paling depan mbak, karena dengan itu pembelajarannyang saya berikan kepadanya jadi lebih mudah dimengerti ABL.
23.Bagaimanakah cara ibu mengatur tempat duduk siswa supaya pencahayaannya tepat?
- Siswa saya taruh posisi paling depan, dan barisan paling tengan mbak. Dengan begitu kan siswa dapat melihat papan tulis berda di depan mata siswa pas. Jadi tidak silau.
24.Apakah ibu selalu mengucapkan tulisan yang ibu tulis di papan tulis?
- Ya nggak selalu mbak, tapi sering sekali saya waktu menerangkan saat menulis juga sambil mengucap. Supaya lebih mengerti mbak. Bukan cuman untuk ABL tetapi juga untuk semua murid saya.
25.Apakah intonasi pengucapan kalimat yang ibu terangkan kepada ABL sudah benar?
- Ya kalo saya rasa sudah jelas mbak, untuk lebih jelasnya kadang malah pakai bahasa jawa.Hal ini saya lakukan supaya gampang dipahami maksut dari apa yang saya ucapkan.
26.Bagaimana cara ibu menggunakan media bersuara untuk siswa low vision? - Media bersuara jarang sekali saya berikan kepada siswa mbak tapi
beberapa kali saya pernah menggunakannya saat pelajaran bahasa Indonesia yang mendengarkan cerita.
27.Bagaimana ibu memberikan motivasi kepada siswa low vision selama dan sesudah kegiatan belajar?
- Ya saya memberikan motivasi untuk lebih giat lagi belajarnya. Biasanya malah di tengah-tengah pembelajaran saya memberikan motivasi kepada A.
28.Bagaimana cara ibu memberikan kata penyemangat oleh siswa low vision? - Ayo A semangat lagi belajarnya. Kalo di rumah sering-sering belajar ya…
seperti itu mbak.
29.Apakah ibu sering mengadakan kegiatan kerja kelompok di dalam kelas? Bagaimana aktivitas interaksi siswa low vision tersebut?
- Lumaya sering mbak Irma, saya sering menyuruh siswa melakukan kegiatan belajar kelompok. Aktifitas A sama kok mbak seperti yang lainnya. Dia juga tidak malas untuk menegerjakan, hanya saja sedikit lambat dalam prosesnya berfikir.
30.Apakah ibu sering menggunakan strategi belajar yang bervariasi?
- Saya sering menggunakan strategi yang bervariasi, kadang ada permainan di dalam kelas, kadang diskusi kelompok, kadang saya suruh presentasi bergantian. dan sepertinya siswa senang.
31.Bagaimana ibu merumuskan tujuan pembelajaran?
- Merumuskan tujuan pembelajaran saya sesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikatornya mbak. Untuk A saya rasa bisa mencapai tujuannya, hanya saja sedikit lebih lambat disbanding temannya. Ya mungkin karna keterbatasannya dalam membaca dan bergerak.
32.Apakah strategi yang ibu berikan sudah sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa?
- Saya rasa sudah sesuai mbak. Siswa butuh strategi yang bervariasi dalam proses pembelajaran.
33.Bagaimanakah nilai yang sering diperoleh oleh siswa low vision?
- Untuk nilai A memang berada di urutan empat terbawah mbak. Mungkin selain dipengaruhi keterbatasan mata, kemampuan berfikirnya juga rendah. Soalnya kalau saya terangkan memang susah masuk.
34.Apa tindak lanjut yang ibu berikan kepada siswa low vision jika nilainya rendah?
- Saya mengadakan remedial mbak. Nanti saya barengkan dengan siswa remidi yang lainnya. A memang ada keterbatasan penglihatan, tapi untuk membaca soal dari saya dia masih bisa. Hanya saja membacanya dekat sekali sampai nunduk-nunduk.
35.Apakah ada tindak lanjut yang hanya diperuntukkan khusus kepada siswa low vision tersebut?
- Tidak mbak. Tapi kadang saya mendatangi mejanya dan membantunya memahami soal. Sebenarnya ada guru GPK yg sering membantu menerangkan khusus untuk A, namun hanya 2X seminggu. Kebetulan sekarang baru cuti.
HASIL WAWANCARA GURU AGAMA Nama Guru : Atun Khasanah, S.Pd.I
Tempat : Perpustakaan SD Muhammadiyah Bogor Waktu : 07.30 – 08.15
1. Apakah ibu mengetahui jika di kelas V terdapat siswa low vision? - Iya mbak, A kan maksutnya?
2. Apakah ibu mengetahui seberapa besar keterbatasan siswa tersebut dalam mengikuti pembelajaran?
3. Apakah siswa low vision itu sering meminta bentuan saat pelajaran agama? 4. Apakah ibu mempunyai program khusus untuk siswa low vision tersebut? 5. Bagaimana cara ibu mengajarkan dengan tulisan siswa low vision di dalam
kelas?
- Caranya biasa saja mbak, nulis biasa di papan tulis.
6. Apakah ibu selalu memperbesar tulisan huruf di dalam kelas saat menerangkan?
- Tidak mbak, saya jarang menulis huruf dengan ukuran yang besar. 7. Lalu bagaimana cara A membaca jika tidak memperbesar tulisan bu?
- Ya nanti dia dibantu temannya. Dari dulu seperti itu.
8. Apakah ibu memberikan lembar kerja kepada ABL dengan huruf yang lebih besar dibanding yang lainnya?
- Tidak mbak, saya tidak pernah memberikan lembar jawab yang dibuat lebih besar untuk ABL.
9. Bagaimana cara ibu memberikan suatu obyek riil yang bercahaya kepada siswa?
- Tidak pernah mbak, kan guru agama. Guru kelas mungkin mbak.
10.Apakah ibu sudah memperhatikan arah pencahayaan terhadap siswa low vision?
- Sudah mbak. Sudah sesuai saya kira. Karena ABL sudah duduk di barisan tengah dan depan. Jadi kan pas.
11.Apakah ibu sudah menggunakan warna tulisan yang menarik untuk anak low vision?
- Ya warnanya hitam putih aja mbak. Nggak tak buat macem-macem. 12.Bagaimanakah cara ibu untuk memberikan warna yang kontras supaya lebih
mudah dibaca siswa?
- Ya hitam dan putih itu mbak sudah kontras.
13.Bagaimanakah cara ibu membuat outline dalam buku siswa low vision?
- Saya tidak membuat yang seperti itu mbak. A saya perlakukan sama karena dia low visionnya tidak parah.
14.Bagaimana pengaturan tempat duduk siswa low vision di kelas ibu? - Tempat duduknya A selalu paling depan mbak.
15.Bagaimanakah cara ibu mengatur tempat duduk siswa supaya pencahayaannya tepat?
- Itu diatur sama wali kelas mbak. Tapi pemilihan tempat duduk untuk A saya rasa juga sudah sesuai karna di depan dan paling tengan. Jadi tidak silau.
16.Apakah ibu selalu mengucapkan tulisan yang ibu tulis di papan tulis?
- Iya mbak, tapi saya jarang menulis. Lebih sering menerangkan yang ada di buku. Setiap siswa juga mempunyai buku paket agama.
17.Apakah intonasi yang ibu ucapkan sudah benar dan dapat dipahami ABL? - Ya sebisa mungkin benar mbak, guru kan juga seneng kalo muridnya
paham dan mengerti. Untuk itu menurut saya sudah benar.
18.Bagaimana cara ibu menggunakan media bersuara untuk siswa low vision? - Media bersuara belum pernah saya pakai di kelas V mbak.
19.Bagaimana ibu memberikan motivasi kepada siswa low vision selama dan sesudah kegiatan belajar?
- Saya memberikan motivasi ya paling waktu mengajar, nanti kalo siswa mengerjakan, si A sering mengeluh tidak bisa. Kemudian saya semangati mbak.
20.Bagaimana cara ibu memberikan kata penyemangat oleh siswa low vision? - Saya memberikan motivasi ya paling belajar giat lagi ya A, supaya gak
ketinggalan dengan temannya.
21.Apakah ibu sering mengadakan kegiatan kerja kelompok di dalam kelas? Bagaimana aktivitas interaksi siswa low vision tersebut?
- Untuk pelajaran agama ini belum pernah saya mengadakan kegiatan kerja kelompok mbak.
22.Apakah ibu sering menggunakan strategi belajar yang bervariasi?
- Strategi yang cocok menurut saya ya dengan ceramah mbak, dan sehabis itu nanti penugasan.
23.Bagaimana ibu merumuskan tujuan pembelajaran?
- Saya merumuskan tujuan pelajaran sudah sesuai dengan KD dan indikator 24.Apakah strategi yang ibu berikan sudah sesuai dengan apa yang menjadi
kebutuhan siswa?
- Saya rasa sudah mbak. Siswa di SD ini cocoknya ya diterangke. Kalo ga pernah diterangin nanti complain.
25.Apakah ibu memberikan tindak lanjut kepada siswa low vision?
- Ya mbak, saya berikan tindak lanjut ketika dia memang bener-bener tidak bisa dan ketika nilai ulangannya di bawah rata-rata. Biasanya saya terangkan lagi, kemuadia saya kasih soal yang bobotnya lebih ringan.
HASIL WAWANCARA GURU OLAHRAGA Nama Guru : Suyadi, S.Pd
Tempat : Halaman Masjid SD Muhammadiyah Bogor Waktu : 08.10 – 09.00
1. Apakah Bapak mengetahui jika di kelas V ini terdapat siswa low vision? - low vision yang terganggu matanya mbak? Ya saya tau, A memang
mempunyai keterbatasan saat pelajaran olahraga.
2. Apakah bapak pernah melaksanakan pembelajaran di dalam kelas?
- Pernah mbak, ketika cuaca sedang hujan biasanya siswa saya kasih pelajaran di dalam kelas. Untuk semester ini baru dua kali saya melakukan pembelajaran di dalam kelas. Taunya siswa kalau olahraga itu ya di luar ruang kelas.
3. Apakah bapak mengetahui keterbatasan yang dialami oleh A saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas?
- Ya mbak. Keterbatasannya ya pada penglihatannya itu, dia tidak bisa melihat tulisan saya di papan tulis. Nanti biasanya temannya yang bantu membacakan.
4. Adakah strategi dari bapak yang berbeda dalam mengajarkan pelajaran pada siswa tersebut?
- Tidak ada perbedaan sih mbak, hanya sedikit memaklumi saja.
5. Bagaimana cara Bapak mengajarkan dengan tulisan siswa low vision di dalam kelas?
- Wah kalau itu biasa saja mbak, tidak saya bedakan dengan mengajar di kelas lain. Karena A sudah sering dibantu temannya.
6. Apakah Bapak selalu memperbesar tulisan huruf di dalam kelas saat menerangkan?
- Tidak mbak, saya tidak pernah memperbesar huruf.
7. Apakah Bapak memberikan lembar kerja kepada ABL dengan huruf yang lebih besar dibanding yang lainnya?
- Tidak pernah mbak, lhah wong saya tidak pernah ngasih soal secara tertulis. Jadi ujiannya praktek saja, nanti kadang saya kasih pertanyaan kepada anak-anak itu dengan lisan mbak.
8. Apakah bapak sudah memperhatikan arah pencahayaan terhadap siswa low vision?
- Ya, kalau saya masuk kelas tempat duduk sudah bukan saya yang ngatur to mbak. Saya kan hanya guru olahraga.
9. Apakah bapak sudah menggunakan warna tulisan yang menarik untuk anak low vision?
- Tidak mbak.Saya tidak menggunakan warna tulisan yang menarik. Ya hitam dan putih saja. ABL kan juga sudah kelas V. Ya to mbak.
10.Bagaimana pengaturan tempat duduk siswa low vision di kelas bapak? - Setahu saya A selalu duduk di barisan paling depan.
11.Apakah bapak selalu mengucapkan tulisan yang ibu tulis di papan tulis? - Ya karna cuman dua kali ngajar di kelas saya keraskan mbak suaranya 12.Bagaimana bapak memberikan motivasi kepada siswa low vision selama dan
sesudah kegiatan belajar?
- Kalo saya hanya bilang ayo ABL, semangat ABL! begitu mbak. Lalu apabila dia terlihat lemes dan tidak bersemangat nanti saya bilang “ Ayo ABL, “ora klentrak-klentruk”.
13.Saat olahraga di luar ruangan, apa yang sering bapak ajarkan untuk kelas V? - Saya mengajarkan olahraga kelas lima biasanya diawali dengan
pemanasan, kemudian nanti permainan, atau jalan sehat mengelilingi dusun Bogor ini mbak.
14.Untuk pembelajaran di lapangan, apa kesulitan yang bapak lihat dari A? - Kesulitan yang saya lihat itu gerakan si A terbatas ya mbak. Jadi jika
teman-temannya bisa cepat, nanti A lambat karena keterbatasan penglihatannya tersebut. Gerakan keseimbangannya pun juga tergolong kurang seimbang. Ya itu semua karena matanya ABL.
15.Bagaimana cara gerak ABL saat mengikuti kegiatan olahraga di lapangan? - Cara gerak ABL lambat dan tentunya berbeda dengan yang lainnya.
Namun keterbatasan penglihatannya tidak parah. Dia masih bisa berjalan normal tanpa meraba-raba depannya. Tapi ya hanya lambat mbak gerakanya. Itu perhatikan saja! Tidak jauh beda kok sama temannya.
Hanya kalau didekati memang matanya itu sedikit berbeda. Seperti gimana gitu lo mbak kalau dilihat.
16.Apakah ABL memerlukan bantuan temannya saat melakukan kegiatan?
- Untuk kegiatan pemanasan dia tidak pernah meminta bantuan kepada temannya. Kamarin saya suruh lompat tinggi, seet up, skot jump, jumping jap, dll. ABL tidak memerlukan bantuan. Tapi memang lambat. Jadi temannya sudah selesai 2 menit, nanti ABL bisa 5 menitan.
17.Bagaimana bapak merumuskan tujuan pembelajaran?
- Cara saya ya mengacu pada indikator yang telah ada, kemudian saya terapkan dalam pembelajaran. Selain itu juga saya perhatikan dengan kemampuan siswanya.
18.Apakah ada tindak lanjut kepada siswa low vision ketika nilainya rendah? -Ya ada mbak, bagi yang nilainya masih di bawah rata-rata nanti akan saya kasih tugas tambahan, contohnya saya suruh meringkas kegiatan olahraga selama dua minggu dalam bentuk laporan.
HASIL WAWANCARA SISWA LOW VISION Nama Siswa : ABL
Tempat : Ruang Kelas V Waktu : 09.15 – 09.35
1. Apakah guru mengenalmu dengan baik? - Iya mbak masak tidak.
2. Apakah guru mengetahui keterbatasan yang terjadi denganmu?
- Iya mbak, guru saya mengetahui banget keterbatasan yang terjadi denganku.
3. Apa keterbatasan yang kamu rasakan saat proses pembelajaran?
- Saya itu ada masalah dengan penglihatan mbak, kalau diterangin sama guru gak bisa baca tulisan yang ada di papan tulis. Selain itu susah mengerti kalau diterangin. Apalagi matematika dan IPS. “Marai mumet mbak!”
4. Apakah kamu menggunakan alat bantu penglihatan?
- Tidak mbak kalau sekarang, tapi dulu awal masuk SD ini saya dapat kacamata dari RumahSakit. Tapi kacamatanya tidak membantu, jadi ya gak pernah pakai mbak.
5. Apakah kamu sering meminta bantua kepada teman atau guru saat terjadi proses pembelajaran?
- Iya mbak, saya dibantu teman dan guru saat pembelajaran. Paling sering ya dibantu membaca tulisan di papan tulis. Tapi selain membantu membaca saya sering minta bantuan kalau belum paham dengan pembelajaran.
6. Bagaimana cara guru menerangkan di dalam kelas?
- Cara menerangkannya lucu, dan suaranya sangat keras.
7. Apakah guru memperbesar tulisan huruf di dalam kelas saat menerangkan? - Iya mbak, kadang-kadang tulisannya dibuat besar, kadang ya biasa aja. 8. Kalau biasa saja bagaimana kamu bisa melihat?
9. Apakah kamu sering diberi lembar kerja siswa yang hurufnya besar dan terbaca?
- Tidak mbak, saya bisa membacanya walau harus kerja extra.
10.Apakah guru sering menggunakan media tiruan untuk menerangkan pelajaran kepadamu?
- Tidak sering mbak, tapi pernah. Pernah memakai globe, sama alat peraga yang IPA itu.
11.Apakah guru sering membawa benda nyata untuk diperlihatkan kepadamu? - Tidak sering mbak, tapi dulu pernah waktu pelajaran IPA membawa
barang yang digunakan untuk menerangkan.
12.Apakah guru pernah membawa benda yang bercahaya untuk menerangkan pelajaran kepadamu?
- Belum pernah mbak. Benda yang dibawa belum pernah bercahaya. Kalau bawa LCD proyektor gitu malah pernah, tapi ya tetap aja gak bisa lihat mbak.
13.Apakah guru sudah mengatur pencahayaan terhadap kamu supaya kamu mudah mengerti?
- Ya mbak.. asalkan di depan terus cahaya gag mengenai papan tulis, saya duduknya di tengah itu sudah gag silau.
14.Apakah warna tulisan yang digunakan guru sudah menarik perhatianmu? - Biasa saja, warnanya hitam putih kok, itu juga sudah lumayan menarik. 15.Apakah tulisan yang sudah diberikan guru sudah dapat kamu baca dengan
lebih mudah ?
- Ya mbak, lumayan mudah. Tapi ya nggak bisa secepet temen-temen. 16.Bgaimana posisi tempat dudukmu? Apakah membantumu?
- Saya duduk di bagian paling depan mbak, dan di tempatkan di tengah. Terbantu mbak, soalnya kalau mau melihat tulisan yang kurang jelas jadi gampang ke depannya.”
17.Apakah pengaturan luas jarak pandang yang diberikan untuk kamu sudah sesuai?
18.Apakah guru sering mengucapkan suara yang dituliskan? - Sering banget kalau itu mbak. Suaranya jelas banget.
19.Apakah intonasi kalimat yang diucapkan oleh guru sudah dapat kamu pahami? - Ya sudah mbak. Menurut saya jelas sekali.
20.Apakah guru pernah menggunakan media yang bersuara saat pembelajaran?