BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN
E. Hasil Wawancara Siswa
1. Rangkuman Hasil Wawancara
Setelah melakukan wawancara penulis kemudian merangkum jawaban dari beberapa pertanyaan yang hasilnya mendukung kuat gagasan penelitian. Rangkuman dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini, sedangkan daftar pertanyaan untuk wawancara dan transkrip hasil wawancara dengan siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.14. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.1
Pertanyaan : Apakah kamu belajar dengan “membaca” dengan bersungguh -sungguh?(mencoba memahami, menggarisbawahi atau menghafalkan)
Kelas Kode
Siswa Jawaban
XI IPS1
A1
membaca sambil menulis dan merangkum, lalu diberi warna-warna supaya menarik
A2 membaca dan merangkum, di-stabilolalu dihafalkan B1 membaca dan menggaris bawahi...
B2 membaca dan menggaris bawahi.. C1 hanya dibolak-balik saja..
C2 biasanya membaca sambil menulis... XI IPS3
A3 membaca sambil dihafalkan lalu menggarisbawah.. B3 membaca, menggaris bawahi, dan dihafalkan... B4 membaca, menggaris bawahi, dan dihafalkan... C4 membaca dan menggaris bawahi...
Penulis menanyakan hal ini untuk mengetahui kualitas membaca siswa sebagai usahanya untuk menyerap atau memahami materi. Membaca dengan tepat suatu materi akan menghasilkan pemahaman yang baik pula bagi pembacanya seperti yang telah dibahas pada bab II.
Dari hasil wawancara tersebut seorang siswa mengaku hanya membolak-balik halaman saja atau tidak membaca dengan
sungguh-sungguh, tiga siswa mengaku membaca sambil menggaris bawahi, lainnya mengaku membaca, menggaris bawahi sambil menghafalkan bahkan membuat rangkuman atau catatan-catatan tertentu.
Tabel 4.15. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.4
Pertanyaan : Apakah kamu selalu mengerjakan setiap kali ada tugas atau PR dari guru, baik yang dikumpulkan maupun tidak.
Kelas Kode
Siswa Jawaban
XI IPS1
A1 Sering, tapi tidak selalu A2 pasti (selalu)
B1 tidak selalu B2 Kadang-kadang
C1 Malas, jadi hanya kadang-kadang (jarang) C2 kadang-kadang
XI IPS3
A3 selalu
B3 Kadang-kadang, tergantungmood B4 kadang-kadang tergantung suasana hati C4 tidak, malas.
Penulis menanyakan hal ini untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap pekerjaan rumah atau tugas yang diberikan oleh guru. PR atau tugas diberikan supaya siswa dapat berlatih soal secara mandiri untuk mengasah kemampuannya. Dari jawaban siswa, diketahui jawaban siswa dari grup A di kedua kelas adalah selalu dan sering. Grup B menjawab kadang-kadang. Dan grup C menjawab kadang-kadang dan tidak (malas).
Tabel 4.16. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.5
Pertanyaan : Apakah kamu suka berlatih soal sendiri? Mencoba-coba mengerjakan soal yang ada di buku pelajaran atau LKS ?
Kelas Kode
Siswa Jawaban
XI IPS1
A1 iya.. sukasih.
A2 iya... pastingerjainsoal. B1 Kalau mau UTS saja.. B2 kadang-kadang.. C1 tidak.. C2 tidak.. XI IPS3 A3 kadang-kadangngerjain B3 tidak.. B4 tidak.. C4 tidak..
Penulis menanyakan hal ini untuk mengetahui sejauh mana siswa merasa tertantang untuk latihan mengerjakan soal-soal secara mandiri tanpa diperintah oleh guru. Dari jawaban siswa di peroleh Grup A menjawab : ya ( XI IPS1) dan kadang-kadang (XI IPS3); grup B kadang-kadang ( XI IPS1) dan tidak (XI IPS3); grup C: tidak.
Tabel 4.17. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.10, No.11 Dan No.12
Pertanyaan : 10.Apakah kamu mengikuti les atau bimbingan belajar (matematika) 11.Jika tidak mengikuti bimbel, apakah kamu memiliki kakak, saudara
atau tetangga yang bisa menjadi tutor belajar?
12.Apakah kamu selalu bertanya pada tutor tersebut jika mengalami kesulitan dalam belajar?
Kelas Kode
Siswa Rangkuman Jawaban
XI IPS1
A1 tidak mengikuti les tapi memiliki tutor belajar, termasuk untuk matematika. Selalu bertanya pada tutor tersebut. A2 mengikuti les privat matematika 2 kali seminggu. Selalu
bertanya pada guru les jika menemui kesulitan belajar. B1
mengikuti les privat matematika sekali seminggu. Selalu bertanya pada guru les jika mengalami kesulitan.
B2
tidak mengikuti les tapi memiliki kakak yang dapat menjadi tutor belajar, kadang-kadang bertanya pada kakak jika mengalami kesulitan (tidak selalu bertanya)
C1 tidak mengikuti les apapun, tidak ada tutor belajar lain. C2
tidak mengikuti les matematika, ada kakak sebagai tutor belajar lain, kadang-kadang bertanya pada tutor.
XI IPS3
A3
mengikuti privat matematika tetapi jadwal tidak tentu, memiliki tutor belajar selain guru les, selalu bertanya pada tutor tersebut jika mengalami kesulitan.
B3 tidak mengikuti les apapun, tidak ada tutor belajar lain. B4
tidak mengikuti les tapi memiliki paman yang dapat menjadi tutor belajar, kadang-kadang bertanya pada paman jika mengalami kesulitan (tidak selalu bertanya) C4
tidak mengikuti les matematika, tidak ada tutor belajar lain.
Penulis menanyakan hal ini sesuai dengan landasan teori tentang Belajar dengan Bimbingan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan belajar siswa sehingga lebih optimal.. Dari jawaban yang diberikan siswa, diketahui semua siswa pada grup A mengikuti les privat matematika dan atau memiliki tutor belajar lain yangselalumereka tanyai saat mereka mengalami kesulitan belajar. Siswa pada grup B sebagian besar tidak mengikuti bimbingan belajar privat matematika (kecuali B1 yang mengikuti privat matematika), namun B2 dan B4 memiliki tutor belajar yang kadang-kadang mereka tanyai saat menemui kesulitan. Kecuali B1yangselalubertanya pada guru les, dan B3yangtidakmemiliki tutor belajar. Sedangkan semua siswa pada grup C mengaku tidak mengikuti bimbingan belajar untuk mata pelajaran matematika, dan tidak memiliki tutor belajar lain, kecuali C2 yang memiliki kakak sebagai tutor belajar yangkadang-kadangia tanyai saat mengalami kesulitan belajar.
Dari jawaban siswa di masing-masing grup, telah dapat dilihat bahwa siswa pada grup A belajar dengan bimbingan yang cukup intensif melalui les privat atau tutor belajar yang selalu dapat mereka tanyai, sedangkan
pada grup B dan C hanya ada 1 siswa yang belajar dengan bimbingan yang cukup intensif, siswa lainnya tidak selalu mendapatkan bimbingan belajar dan sisanya sama sekali tidak mendapat bimbingan belajar.
Tabel 4.18. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.14
Pertanyaan : Apakah kamu sering hang-out*? Seberapa sering? *)bermain-main, jalan-jalan, keluar dengan teman-teman Kelas Kode
Siswa Jawaban
XI IPS1
A1 sekitar 3 kali seminggu, tapi tidak pada jam belajar A2 hanyaweekend, untuk refreshing
B1 Jarang, kalau ada uangaja.. B2 Kalau libur saja...
C1 seringbanget..
C2 sering.. biasanyanongkrong gitusamatemen-temen XI IPS3
A3 nggaksih.. hanya keluar makan... B3 kadang-kadang..
B4 kadang-kadang..
C4 jarang, karena peraturan asrama
Penulis menanyakan hal ini untuk mengetahui apakah siswa lebih sering bermain-main ketimbang belajar. Sisa waktu yang dimiliki siswa diluar jam belajar di sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler hanyalah sore hingga malam hari. Jika siswa sering bermain atau jalan-jalan keluar (kecuali pada akhir pekan atau libur) maka dapat disimpulkan siswa tersebut belum meluangkan waktu yang cukup untuk belajar secara pribadi. Dari hasil wawancara grup A menjawab: jarang (kecuali A1 namun ia tidak memakai jam belajarnya di malam hari, hanya pergi pada sore hari saja) . semua siswa pada grup B menjawab kadang-kadang, dan grup C menjawab sering, kecuali C3yang terbentur peraturan asrama.
Tabel 4.19. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.25
Pertanyaan : Apakah dalam mempersiapkan ujian kamu mebaca materi yang lalu dan mempelajari latihan soal yang pernah dibahas sebelumnya?
Kelas Kode
Siswa Rangkuman Jawaban
XI IPS1
A1
membaca materi, membaca contoh-contoh soal dan mengerjakan latihan soal kembali
A2 membaca materi dan mengerjakan latihan soal kembali B1
membaca materi, kadang-kadang mengerjakan soal kembali.
B2
membaca materi dan membaca latihan soal, jarang mengerjakan soal kembali.
C1 hanya membaca-baca saja.. C2 membaca-baca saja..
XI IPS3
A3
membaca materi dan membaca latihan soal (tidak mengerjakan soal kembali)
B3 membaca materi dan contoh soal, mengerjakan latihan soal kembali
B4 membaca-baca materi dan latihan soal yang lalu
C4 membaca-baca, hanya mengerjakan latihan soal yang mudah-mudah saja.
Penulis menanyakan hal ini untuk mengetahui bagaimana persiapan siswa dalam menghadapi ujian atau tes. Jawaban siswa pada grup A dan grup B hampir sama. Beberapa siswa grup A dan B memiliki keunggulan yaitu dengan mencoba mengerjakan latihan soal lagi. Sedangkan siswa
grup C mengaku hanya ‘membaca-baca’ saja, yang dimaksud siswa adalah
hanya membaca catatan yang berisi materi dan contoh atau latihan soal saja, tanpa mengerjakan kembali latihan-latihan soal kecuali C4 yang mengaku hanya mengerjakan soal-soal yang mudah saja.
Tabel 4.20. Rangkuman Jawaban Siswa Untuk Pertanyaan Wawancara No.26
Pertanyaan : Apakah kamu memiliki metode belajar lain yang efektif bagimu? Seperi apakah metode itu?
Kelas Kode
Siswa Rangkuman Jawaban
XI IPS1
A1
1. Meringkas saat membaca dan memberi warna-warni pada ringkasan supaya lebih menarik, khususnya untuk pelajaran yang tidak disukai sehingga menumbuhkan semangat belajar.
2. Membuat semacam notes yang berisi materi yang penting lalu ditempelkan pada dinding supaya selalu teringat.
A2
1. Menjadikan materi pelajaran seperti sebuah cerita, menjadi reporter bagi diri sendiri dengan berbicara sendiri di depan cermin.
2. Membuat kartu-kartu yang membantu dalam hafalan khususunya untuk mata pelajaran dengan banyak rumus dan hafalan (matematika termasuk)
3. Membuatnotesyang berisi rumus yang penting untuk dihafalkan lalu ditempelkan di dinding sehingga selalu terlihat.
B1
Belajar dengan berbicara sendiri, mondar-mandir sekeliling kamar supaya cepat hafal.
B2 tidak punya. C1 tidak punya. C2 tidak punya.
XI IPS3
A3
memberi highlight atau tanda pada bagian penting dan bicara pada diri sendiri.
B3 tidak punya. B4 tidak punya. C4 tidak punya.
Penulis menanyakan hal tersebut untuk mengetahui variasi cara belajar pribadi yang dilakukan siswa. Dari 10 orang responden, hanya ketiga siswa dari grup A, dan 1 siswa dari grup B yang mengaku memiliki cara belajar pribadi atau metode belajar pribadi yang khas dan efektif bagi mereka seperti telah dituliskan di atas. Sedangkan sebagian besar siswa grup B dan semua siswa grup C tidak memiliki metode belajar pribadi yang khas mereka.
2. Pemberian Skor(Scoring)
Jawaban yang diberikan oleh siswa kemudian diberi skor sesuai dengan kriteria kemungkinan jawaban. Dengan skor maksimum 5 dan skor minimum 1, sebagai berikut:
Tabel 4.21. Skoring Hasil Wawancara Siswa
Grup Kode Skor pertanyaan no. Total Skor 1 4 5 10,11,12 14 25 26 A 1 5 4 4 4 4 5 5 31 2 5 5 5 4 5 5 5 34 3 4 5 3 4 4 3 3 26 B 1 3 3 2 4 4 3 3 22 2 3 3 3 3 5 3 1 21 3 4 3 1 1 3 4 1 17 4 4 3 1 3 3 3 1 18 C 1 1 2 1 1 1 2 1 9 2 3 3 1 3 2 2 1 15 3 3 1 1 1 3 2 1 12
3. Deskripsi dan Analisis Data
Berikut ini perolehan rata-rata skor per item pertanyaan dari masing-masing grup untuk mengetahui perbandingan rata-rata skor dari tiap-tiap grup.
Tabel 4.22. Rata-Rata Skor Per Item Pada Tiap Grup Item No.
Grup A Grup B Grup C
Total Skor Rata-rata Total Skor Rata-rata Total Skor Rata-rata 1 14 4,67 14 3,5 5 1,67 4 14 4,67 12 3 6 2 5 12 4 7 1,75 3 1 10,11, 12 12 4 11 2,75 5 1,67 14 13 4,3 15 3,75 6 2 25 13 4,3 13 3,25 6 2 26 13 4,3 6 1,5 3 1
Berikut ini adalah gambar diagram yang menunjukkan perbandingan skor hasil wawancara antara grup A, grup B dan Grup C pada tiap-tiap item soal.
Gambar 4.7.Diagram Batang Perbandingan Skor Hasil Wawancara Siswa
Dari tabel dan gambar diagram diatas, tampak jelas bahwa di tiap-tiap item pertanyaan, Grup A selalu menempati angka tertinggi disusul grup B kemudian grup C. Dari pola hasil wawancara yang tampak pada diagram, penulis menyimpulkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang memiliki skor lebih tinggi pada wawancara. Jika kesimpulan ini dikembalikan pada ketujuh item pertanyaan yang terpilih, akan diperoleh kesimpulan dari masing-masing item pertanyaan sebagai berikut:
a. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.1 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang belajar dengan cara membaca yang lebih baik seperti bersunguh-sungguh
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 1 4 5 10,11, 12 14 25 26 A B C
dalam membaca, menggaris bawahi, membuat ringkasan dan mencoba menghafalkan bagian-bagian penting.
b. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.4 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang lebih rajin mengerjakan tugas atau PR dari guru.
c. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.5 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang lebih rajin mengerjakan latihan-latihan soal secara mandiri.
d. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.10,11,12 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang mendapatkan bimbingan belajar yang lebih intensif.
e. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.14 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang tidak suka bermain-main ketimbang belajar atau siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa siswa yang meluangkan waktu yang cukup untuk belajar mandiri.
f. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.25 menunjukkan bahwa siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik adalah siswa yang mempersiapkan ujian dengan lebih baik seperti membaca materi, mempelajari latihan soal yang telah dibahas sebelumnya, dan mencoba mengerjakan kembali latihan-latihan soal.
g. Hasil wawancara siswa pada pertanyaan No.26 disimpulkan bahwa siswa grup A dengan prestasi belajar yang paling unggul memiliki
metode cara belajar pribadi yang khas. Sedangkan sebagian besar siswa grup B dan semua siswa grup C dengan prestasi belajar yang lebih rendah tidak memiliki metode belajar pribadi yang khusus.
Selanjutnya untuk menentukan predikat untuk keseluruhan hasil wawancara, penulis menentukan kriteria menggunakan Patokan Acuan Standar (PAP) tipe II dengan batas kriteria “Cukup” adalah 56%. Skor maksimum yang bisa diperoleh dari ketujuh soal yang terpilih adalah 5×7=35, sedangkan skor minimum adalah 5×1=5 sehingga selisih antara skor maksimum dan skor minimum adalah 30. Pada bab III telah disebutkan bahwa batasan skor = persentase × (skor maksimum – skor minimum), sehingga diperoleh kategori sebagai berikut:
Tabel 4.23. Kategorisasi Skor Hasil Wawancara Siswa
Tingkat Cara Belajar Pribadi Siswa
Dari Hasil Wawancara Kategori
5 + 81% × 30 sampai 5 + 100% × 30 Sangat Baik
5 + 66% × 30 sampai 5 + 80% × 30 Baik
5 + 56% × 30 sampai 5 + 65% × 30 Cukup Baik
5 + 46% × 30 sampai 5+ 55% × 30 Tidak Baik
kurang dari 5 + 46% × 30 Sangat Tidak Baik
Tabel 4.24. Interval Skor Hasil Wawancara dan Kategori Cara Belajar Pribadi Siswa
Skor Kategori
29,3 - 35 Sangat Baik
24,8–29,2 Baik
21,8–24,7 Cukup Baik
18,8–21,7 Tidak Baik
Tabel 4.25. Kategorisasi Cara Belajar Pribadi Siswa dari Hasil Wawancara
Grup Jumlah
Peserta Total Skor
Rata-rata Skor Kategori A 3 91 30,33 Sangat Baik B 4 78 19,5 Tidak Baik C 3 36 12 Sangat Tidak Baik
Berdasarkan tabel kategorisasi diatas, diperoleh bahwa siswa-siswa pada grup A memiliki kategori cara belajar pribadi rata-rata “sangat baik”,
siswa-siswa pada grup B “tidak baik”, sedangkan siswa-siswa pada grup C
“sangat tidak baik”. Dengan demikian dari hasil wawancara keseluruhan
diperoleh kesimpulan: “siswa dengan prestasi belajar yang lebih baik
adalah siswa yang memiliki cara belajar pribadi yang lebih baik” atau dapat dikatakan: “ada korelasi yang positif antara cara belajar pribadi dengan prestasi belajar siswa siswa kelas XI IPS SMA Santa Maria
Yogyakarta”.