• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIET PENY. HATI DAN KANDUNG EMPEDU

HATI Definisi

• Hati/liver merupakan organ paling besar dan paling berat yang ada dalam tubuh. Bertnya sekitar 1,3 kg

• Letaknya berada di bagian atas sebelah kanan abdomen dan dibawah tulang rusuk

Fungsi Hati

• Untuk menyaring segala sesuatu yang dikonsumsi maupun dihirup manusia termasuk yang diserap dari prmukaan kulit

• Untuk menetralkan dan menghancurkan substansi beracun • Membantu menghambat infeksi

Penyakit Hati

• Ada dua jenis penyakit hati – Hepatitis

– Sirosis hati

Hepatitis

• Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh keracunan toksin tertentu atau karena infeksi virus.

• Penyakit ini disertai anoreksia, demam, rasa mual, dan muntah, jaundice (kuning), kencing berwarna gelap dan pembesaran pada hati

Sirosis Hati

• Kerusakan hati yang disebabkan oleh hepatitis kronis, alkohol, penyumbatan saluran empedu dan beberapa kelainan metabolisme

• Gejalanya: kelelahan, kehilangan berat badan, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, pembesaran hati dan limpa, dll

Terapi

• Pada kasus penyakit hati, terapi yang umumnya dilakukan oleh dokter adalah pengobatan simtomatik yang dikombinasikan dengan pemberian suplemen gizi yang berkhasiat sebagai pelindung hati seperti fosfolipid,lesitin,metionin formula enteral khusus,preparat antibodi dan antivirus

Tujuan Terapi Diet Penyakit Hati

• Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal tanpa memberatkan fungsi hati

• Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut • Mencegah katabolisme protein

• Mencegah penurunan berat badan

• Mencegah/mengurangi asites,varises esophagus,dan hipertensi portal • Mencegah koma hepatik

Prinsip diet yang harus di perhatikan

• Pemberian suplemen vitamin mineral untuk memberikan 100-200% AKG • Pembatasan garam bila terdapat asites dan edema

• Higiene makanan dan minuman juga perlu diperhatikan karena salah satu penyebab peningkatan amonia

Syarat diet penyakit hati

• Energi tinggi untuk mencegah pemecahan protein yang diberikan secara bertahap sesuai kemampuan pasien yaitu 40-45 kkal/kgBB

• Lemak cukup,yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam bentuk mudah dicerna

• Protein agak tinggi, yaitu 1,25-1,5 g/kgBB agar terjadi anabolisme protein • Vitamin dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi.

• Natrium diberikan rendah tergantung tingkat edema dan asites • Cairan diberikan lebih dari biasa

• Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah atau makanan biasa sesuai kemampuan saluran cerna

• Menghindari pemberian makanan yang merangsang

Jenis diet khusus penyakit hati

• Hal ini didasarkan pada gejala dan keadaan penyakit pasien • Jenis diet penyakiy hati tersebut adalah

– Diet hati I (DH I) – Det hati II (DH II) – Diet hati III (DH III)

– Selain itu juga menyertakan diet garam rendah

• Diet garam rendah diberikan kepada pasien dengan edema,asites atau hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak menambahkan garam dapur. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya

• Kadar natrium pada diet rendah garam I adalah 200-400 mg Na

Diet hati I

• Diet hati I diberiakan bila pasien dalam keadaan akut. Melihat keadaan pasien makanan diberikan dalam bentuk cincang/lunak, pemberian protein dibatasi (30g/hari)dan lemak diberikan dalam bentuk mudah dicerna

Diet hati II

• Diet hati II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet hati I kepada pasien dengan nafsu makannya cukup. Menurut keadaan pasien makanan diberikan dalam bentuk lunak/biasa

• Protei diberikan ig/kgBB

• Lemak sedang 20-25% dari kebutuhan energi total dalam bentuk mudah dicerna

Diet hati III

• Diet hati III diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet hati II

• Menurut kesanggupan pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini cukup energi, protein, lemak, mineral dan vitamin tapi tinggi karbohidrat

• Bahan makanan yang dibatasi untuk diet hati I,II dan III adalah dari sumber lemak,yaitu semua makanan dan daging yang banyak mengandung lemak dan santan serta bahan makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, kol,sawi, lobak, ketimun,durian dan nangka.

• Sedangkan bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk diet hati I,II,III adalah makanan yang mengandung alkohol, teh atau kopi kental

Fungsi Kandung Empedu

 Fungsi utama kandung empedu adalah untuk mengkonsentrasikan dan menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati

 Cairan empedu mengandung garam empedu dan kolesterol

 Empedu membantu pencernaan serta absorpsi lemak dan vitamin larut lemak,mineral besi, dan kalsium

Penyakit kandung Empedu

 Penyakit kandumg empedu umumnya terdiri atas  Infeksi (kolesistitis)

 Batu empedu (kolelitiasis)

Kolesistitis

 Peradangan kandung empedu, penyebab utamanya adalah batu empedu yang menyumbat saluran empedu

 Penyakit ini dapat disertai jaudice, karena cairan empedu tidak bisa masuk ke saluran cerna berubah warna menjadi bilirubia yang berwarna kuning dan masuk ke peredaran darah

Kolelitiasis

 Terbentuknya batu empedu yang bila masuk ke dalam saluran empedu menimbulkan penyumbatan dan kram

 Penyaluran empedu ke duodenum terganggu sehingga mengganggu absorpsi lemak

 Untuk mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dan memberi istirahat pada kandung empedu dengan cara:

 Mengendalikan berat badan  Membatasi asupan lemak <30%  Membatasi konsumsi gula murni

 Menghindari program penurunan berat badan  Membatasi makanan yang menyebabkan kembung

Prinsip diet kandung empedu

 Makanan untuk sarapan pagi jangan terlalu banyak lemak  Gunakan susu rendah lemak atau susu skim

 Gunakan pengganti gula seperti aspartam  Beli makanan cemilan rendah lemak

 Makan sayuran yang tidak menimbulkan gas

 Lakukan olahraga santai seperti berjalan atau bersepeda

Syarat-syarat diet penyakit kandung empedu

 Energi sesuai kebutuhan

 Protein agak tinggi, yaitu 1-1,25 g/kgBB

 Pada keadaan akut lemak tidak diperbolehkan sampai keadaan akutnya mereda, sedangkan pada keadaan kronis dapat diberikan 20-25% dari kebutuhan energi

 Bila perlu berikan suplemen vitamin A,D,E,dan K  Serat tinggi terutama dalam bentuk pektin

 Hindari bahan makanan yang dapat menimbulkan rasa kembung  Diet harus baik dan seimbang

 Diet tidak boleh mengandung makanan yang merangsang dan menimbulkan gas

 Diet rendah lemak dapat dianjurkan selama 4-6 minggu

 Dalam keadaan akut, biasanya pasien mendapatkan cairan serta elektrolit lewat infus

Jenis diet khusus penyakit kandung empedu

 Terdapat 3 jenis diet khusus penyakit kandung enpedu  Diet lamak rendah I

 Diet lamak rendah II  Diet lemak rendah III

Diet lemak rendah I

 Diet lemak rendah I diberikan kepada pasien kolesistitis dan kolelitiasis dengan kolik akut

 Makanan yang diberikan berupa buah-buahan dan minuman manis  Makanan ini rendah energi dan semua zat gizi kecuali vitamain A dan C

Diet lemak rendah II

 Diet lemak rendah II diberikan secara berangsur bila keadaan akut dapat diatasi dan perasaan mual sudah berkurang

 Menurut keadaan pasien makanan diberikan dalam bentuk cincang, lunak atau biasa.

 Makanan ini rendah energy, kalsium dan tiamin

 Diet lemak rendah III di berikan kepada pasien penyakit kandung empedu yang tidak gemuk dan mempunyai nafsu makan

 Menurut keadaan pasien makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa  Makanan ini cukup energi dan semua zat gizi

 Bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk diet penyakit kandumg empedu adalah semua makanan dan daging yang mengandung lemak, gorengan, dan makanan yamg menimbulakan gas seperti ubi, kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun, durian, dan nangka.

Dokumen terkait