PENINJAUAN DENGAN MADILOG
Pasal 6. APAKAH YANG HIDUP DI BUMI LAIN-LAIN?
Satu persoalan yang berbahaya buat si penjawab. Karena pertanyaan semacam itu sudah dimonopoli jawabnya oleh ahli-kegaiban. Si penjawab pertanyaan semacam itu selalu berada disudut mata ahli-kegaiban, dan
penjawab boleh jadi sekali sekurangnya akan kehilangan gaji, kalau tiada
berlaku licin. Pertanyaan semacam itu sebetulnya tiada sukar dijawab kalau dua perkara sudah diketahui. Pertama mesti diketahui alat-adanya Hidup (Life). Kalau keadaan di Bumi lain itu. Kalau keduanya sudah diketahui oleh seseroang yang mempunyai “commonsense” artinya pikiran sehat yang sederhana saja, bisa menjawabnya. Pertanyaan
semacam itu boleh dipakai buat latihan murid sekolah menengah tinggi umpamanya.
Dr. Jones yang memajukan dan menjawab pertanyaan itu tiadalah mengemukakan persoalan luar biasa dan tiadalah pula memberi uraian dan jawab yang mengagumkan. Uraian dan jawab Dr. Jones Cuma satu ichtisar dari pendapatan para ahli Bintang Terkenal pada beberapa abad belakangan ini. yang menarik saya kepersoalan ini juga bukan karena keulungan persoalan dan jawabnya. Semata-mata hanya buat menaruh persoalan semacam itu dibawah suluhnya Madilog. Bagaimanakah bukti persoalan yang berhubungan dengan persoalan semacam itu tumbuh, hilang dan bersusun, ialah yang akan diperiksa dan menjadi pokok perkara.
Perkara: Alat adanya Hidup.
Dalam salah satu buku populer saja yang mestinya disebabkan oleh pemerintah zaman sekarang kita bisa baca diantaranya tiga barang yang perlu buat hidup kita manusia.: 1. Carbon-hydrates, seperti gula dan tepung; 2. Gemuk, minyak dan 3. Protein, yakni putih telur. Ketiga barang itupun sudah kita ketahui terdapat pada tumbuhan dan hewan. Kita tahu bahwa tebu dan ubi banyak mengandung gula, padi dan ubi banyak mendangdung tepung. Gemuk kita dapat pada kelapa, kacang, palm, dan hewan. Putih telur kita dapati terutama pada telur.
Ketiga barang tadi yakni carbon-hydrates, yang kita contohkan dengan tepung dan gemuk serta putih telur itulah yang menjadi satu tembok pembikin segala macam bangunan Yang Hidup: tumbuhan, dan hewan dan manusia.
Dalam Ilmu Kimia, yakni kimia bernama “Organic Chemistry”, kita bisa
pelajari bahwa zat-asli yang menjadi lantai 3 barangnya Yang Hidup itu ialah Carbon (arang). Zat-asli Carbon (C) ini besar sekali kecapannya buat bersusun dengan teman sejawatnya Carbon yang lain dan dengan zat asli yang lain. Bukan satu bentuk saja Sang Carbon ini bisa bikin, tetapi ratus ribuan bentuk. Bentuk dan sifat berlain-lain itu diperoleh dengan
emngubah banyaknya Atom C dan mengubah susunannya atom Carbon
itu saja. Tiga zat diatas yakni tepung, gemuk dan putih telur itu cuma beberapa susunan diantara ratus ribuan Sang Carbon itu.
Dahulu disangka bahwa tepung, gemuk dan putih telur itu cuma Yang hidup saja yang bisa membikinnya. Laboratorium disangka tidak cukup
dinamai Organic Chmistry, Kimia yang Hidup. Nama ini, walaupun Laboratorium sudah bisa membikinnya masih terus dipakai.
Bagaimana kita mendapatkan Carbon-arang yang bisa diperoleh dari
daerah dan tulang kita, animal charcoal dan boneblack, mudah sekali menerangkannya. Kita manusia ambil benda tadi dari tumbuhan atau hewan yang kita makan. Begitu jug ajalannya hewan mendapatkannya!
Tetapi tumbuhlah pabrik yang pertama membikin Carbon. Dia tidak
ambil Carbon itu, yakni tak langsung dari tumbuhan lain atau hewan yang digoreng, direbus, disoto atau sotokan seprti dilakukan manusia. Dia mesti ambil Carbon mentah dari alam dan tukar menjadi paduan baru. Bagaimana daun kayu menghisap CO2 (paduan C dan O, Carbon dan Oxigen dari udara) dan urat menghisap H2O (air, yakni paduan H dan O) dari tanah. Dengan adanya benda bernama Chlorophy dalam daun yang
hijau dan dengan memakai energy yakni kodrat-cahaya (sinar) sang
matahari, maka C-nya, Carbonnya CO2 dipegang dan O yakni Oxigennya
dilepaskan, ia kembali melayang keudara.
Buat yang mau dan bisa tahu lebih dalam dibawah ini dijelaskan bagaimana Laboratoriumnya daun kayu bekerja OH:
H2O + CO = CH2O2 + O atau OH – C --- O (melayang).
Disini nyata pula bahwa CO2 mestinya ada H2O (air) serta sinar Matahari mestinya ada. Baru tumbuhan dengan daun hijaunya bisa mengambil C dan udara melepaskan O ke udara. Udara (atmosphere) bumi kita ada punya CO2. Pada tiap-tiap 1000 ada 3-4 bagian. Jadi + 0,3 – 0,4/100. Udara kita tak akan kekurangan CO2 itu. Hari-hari CO2 terbang keduara, disebabkan pembakaran. Pembakaran itu ialah perpaduan C (Carbon berupa arang) dengan O (Oxigen). Lihatlah bagaimana kersnya nyala arang ditiup, lebih-lebih kalau ditiup dengan Oxigen sejati!. Perpaduan C dengan O itu mengeluarkan panas. Panas itu
ialah energy, kodrat yang kita manusia dan hewan dan mesin pakai buat
bergerak. Semua pergerakan memakai energy, memakai panas. Badan
kita dan hewan selalu kerja, selalu bergerak, selalu membutuhkan panas. Panas itu ialah satu bentuk dari kodrat itu , kita peroleh dari bakaran C yang ada dalam badan kita, manusia dan hewan (combustin, tak ada nyala!). Bakaran itu ialah paduan C dengan O, ini kita ambil dari udara. O ini seperti kita lihat diatas dilepaskan (dinapaskan) oleh tumbuhan. Anggota (organ) terkhusus dari hewan dan manusia mengambil O ini dari udara. Buat mendapatkan O untuk energy kodrat, hewan dan tumbuhan lama-kelamaan menjelmakan anggota terkhusus redahan seperti cacing
mengambil O dengan lubang kulitnya, ikan dengan insangnya, kita dengan paru-paru. O yang kita ambil dari udara dengan nafas kita itu berpadu dengan C yang ada dalam daerah kita. Dia menimbulkan bakaran seperti kereta api membakar arangnya buat menimbulkan kodrat bergeraknya: Uap, air, Paduan C dan O, yakni CO2 itu kita lepaskan dengan nafas keluar, terbang keudara. Jadi dengan nafas masuk kita ambil O, buat membakar C. Dan dengan nafas keuar kita lepaskan CO2. Disini nyata kebutuhan bolak-balik antara kita dengan tumbuhan. Tumbuhan mengambil CO2 dari udara: pegang C-nya dan lepaskan O- nya. Kita manusia (dan hewan) ambil O yang dipelaskan tumbuhan itu, pakai sebagai kodrat dengan perantaraan pembakaran, dan lepaskan CO2 ialah hasil pembakaran itu keudara buat diambil tumbuhan.
(Begitu juga zat lain yang ada pada tumbuhan kita pakai dan akhirnya kalau kita kembali ke-ibu kita, ke-bumi kita, zat kita diambil pula oleh tumbuhan itu! Demikian juga ada pertukaran rapat antara tumbuhan, hewan dan manusia tentangan zat asli).
Pertukaran zat asli antara ktia dan tumbuhan itu berlaku pada hawa yang cocok dan tepat buat semua yang hidup. Hawa atau iklim itu tak boleh terlampau tinggi dan tak boleh terlampau rendah. Semua paduan bisa dipisahkan pada hawa yang tinggi. Pada bintang yang paling panas tak bisa ada paduan, seperti CO2 dan H2O (air). Paduan seperti tepung, gemuk dan putih telur, ialah zatnya Yang Hidup sudah tentu sama sekali tak bisa dipikirkan disana. Pada hawa yang tinggi panasnya itu terdapat pada tingkat atom belaka. Pada matahari kita, yang berhawa lebih kurang 6000º C, cuma sedikit paduan teradpat yang bisa menolak perpisahan atom padanya. Disini cuma ada Silicon Fluoride (paduan pasir) dan Cyanogen. Pada satu bagian bernama “Sunepots”, bopengnya matahari, hawa itu turun sampai lebih-kurang 5.000 Cº. Disini terdapat paduan sederhana, seperti: Titanium Exide, Carbon Oxiden dan lain-lain. Pada bintang yang hawanya lebih kurang 3000 Cº, Spectra (warna sinarnya) membuktikan adanya paduan yang sederhana juga, seperti paduan dengan
Titanium, Sirconium Oxide, dsb. Paduan sederhana ini tak didapat pada tempat lain yang lebih panas. Ringkasnya lebih sulit susunan molekulnya. Sesuatu benda lebih mudah atomnya berpisah disebabkan panas yang tinggi. Susunan molekulnya semua yang Hidup itu sulit sekali. Sebab itu tak perlu tinggi sekali hawa, buat membatalkan adanya. Barangkali pada hawa lebih dari 655 Cº tak ada lagi Yang Hidup.
Buat kita manusia hawa beribu Cº itu tentulah perkara mustahil buat hidup. Pada 100 derajat C saja, air sudah mendidih! Walaupun pada hawa
semacam itu badan kita yang lemah ini belum akan lebur dan mendidih seperti air, tetapi pasti akan berpisah dari rohaninya. Dokter kita sudah menggeleng-geleng kepala kalau panas ditempatnya si sakit yang dirawatnya baru sampai ketingkat 42 drajat C saja. Hawa Jakarta yang 31 drajat C itu saja sudah menyebabkan penduduknya keluh kesah puntang- panting mencari lindungan, kipas dan air es, kalau teriknya sampai kepuncak.
Terlampau dingin, juga memustahilkan Yang Hidup. Hawa dingin tidak memisahkan paduan. Tetapi hawa sejuk itu menyebabkan jiwanya Yang Hidup itu latent, tidur. Kalau begitu semua proses, pekerjaan dalam badan Yang Hidup itu berhenti, seperti hewan yang hidup terus dalam musim dengan dikedua kutub di bumi kita. Kemajuan Jasmani tiada akan didapat.
Kemajuan kerjanya (proses) anggota yang hidup itu memerlukan kodrat, energi: Di bumi ini kodrat itu diperoleh dari matahari. Benda – 8 (38) . hijaunya daun kayu (krolofil), seperti kodrat diatas dengan kodrat matahari merebut Carbon (C) dari udara. Carbon ialah benda dasar kita dan hewan buat mengadakan kodrat panas, buat segala-gala pekerjaan. Panas itu berasal dari bakaran pula, yakni Paduan C tadi yang kita ambil dari tumbuhan tadi (makanan) dengan O (Oxigen) yang dinapas keluarkan oleh tumbuhan pula.
Ringkasnya kodrat kita manusia dan hewan berasal pada tumbuhan dan kodrat tumbuhan berasal pada Sang Matahari. Dewa Ra dalam arti Ilmu Bukti zaman modern. Kalau sinar yang diterima dari bumi lain dan bumi kita kurang panas, maka disana tumbuhan tak bisa hidup. Seterusnya hewan dan cucunya manusia itu, tak pula akan mendapat benda (C) dan kodrat (O) buat hidup. Dewa Ra umpamanya bisa mengeluarkan 13 firman dalam satu detik, pada matahari pastilah tumbuhan tak akan bisa timbul dan terus hidup janganlah lagi hewan atau manusia dua diantara beberapa.
Sekarang sudah kita ketahui zat-asli yang perlu buat Yang Hidup disesuatu bumi, diantara C dan O. Sayhdan kedua benda ini walaupun ada terdapat ditanah berpadu dengan zat asli lain-lainnya, cuma bisa diambil oleh tumbuhan dari udara saja. (Yang saya maksud dengan duara ialah atmoshere, bukan awang-awang, kosong, empty space!). Diudara C itu berpadu dengan CO2 dan O itu ada yang berpadu dengan CO2 tadi dan ada yang merdeka. Udara bumi kita pada tiap-tiap bulat 100, mempunyai 79 bagian Nitrogen (N). Lebih dari 20 bagian O (Oxigen), dan 0,3-0,4
bagian CO2, dan sedikit lagi zat asli lain seperti, Ozone, Helium, Neon, Argon dll. Dan juga awan mengandung air.
Kita sudah mempelajari, bahwa tak ada barang yang tetap di Alam kita ini. semunya dalam gerakan! Kalau ia berhenti, maka hal itu disebabkan setimbangnya kodrat menarik dan menolak. Satu saja elektron lepas dari setimbangannya itu, ida terus lolos dari alam atomnya yang terkecil itu. Gas yakni uapnya sesuatu barang cair atau beku itu oleh ahli bukti dianggap sebagai kumpulan molekul. Molekul ini walaupun “biasanya” paduannya berlainan atom masih barang kecil, tak bisa dipandang mata. Dalam satu kotak yang tiga sisinya masing-masing cuma 1 inchi, yakni 2 ½ cm, banyaknya molekul itu lebih kurang 500 juta milyar atau dengan angka 500.000.000.000.000.000.000 (camkanlah!).
Sang Molekul ini terus bergerak: “terbujur lalu terbelintang patah”.
Artinya kalau tak ada yang menghambat dia terus jalan lurus menurut hukum Newton. Kalau bertemu dengan yang lain, maka dia berpadu atau terus menolak, cocok dengan hukumnya tarik tolak. Molekul yang dikurung dalam satu botol, terus menghantam dan menerjang botol itu. Kalau banyaknya molekul bertambah 2 x, maka kuat terjangnya juga 2 x. Matematika yang mempelajari watak dan kuatnya molekul berkumpul inilah yang jadi pokok perkaranya kinetik, Teori Gas yaitu Undang
bergeraknya uap. Menurut Ilmu ini, maka Hydrogen lari dengan
kecepatan 1,15 mil dalam 1 detik. CO2 0,25 mil 1 detik: O 0,29 mil 1 detik dsb. (tetapi kecepatan itu tergantung kepada hawa-hawa, makin tinggi hawa makin cepat larinya!).
Berhubung dengan gerakan terus-menerus itu, pada alam atom, antara proton dan molekul, di dunia molekul yang selalu mau menerjang itu: pada Keluarga Matahari dimana Sang Bumi kelungkang-pukang mengedari Matahari, tentulah mestinya timbul pertanyaan dalam kepala kita: 1. Mengapa udara, atmosphere kita tak lolos dari bumi kita? 2. Kenapa zat asli C dan O itu tak lolos, lari dari udara kita? (yang 1 perkenaan sekali dengan 2).
Pertanyaan ini penting sekali. Kalau kedua zat asli saja yakni C dan O itu bisa lolos dari udara kita dan udara kita seluruhnya bisa lolos pula dari bumi kita, maka semua kemungkinan hidup dan hidupnya semua kemungkinan lolos pula.
Buat menjawab pertanyaan “kenapa udara kita tak lolos dari bumi kita” kita mengingat lagi Newton, yang mendapatkan hukumnya “bumi
menarik”, sesudah hidungnya ditimpa buah apel yang kecil itu. Dengan kodrat bumi kita menarik buah apel tadi, dengan kodrat itu pula bumi kita menarik udara bumi kita. Pegang teguh udara itu, bawa lari mengedari matahari pada lingkungan yang 337.000.000 Km panjangnya melalui awang-awang. Bagi yang keluaran sekolah menengah sudah tak asing lagi persoalan semacam ini.
Tetapi apakah di sekolah menengah sekarang sudah diajarkan “kenapa CO2, O dan lain-lain zat asli tak lolos dari udara kita”, saya tak tahu. Bagaimana juga tak ada salahnya buat diuraikan disini dengan sekedarnya. Karena inilah yang jadi salah satu kunci persoalan: Kalau
pada satu bumi tak ada CO2 atau O, yakni kalau mereka bisa lolos, maka
semua perkara perhubungan dengan yang hidup itu lolos pula. Tetapi sebaliknya “kelolosan persoalan semacam itu dalam pergaulan manusia” tidaklah menjadi tanggungan, bahwa tak ada CO2, O dll dibumi lain. Persoalan semacam itu lolos dari kepalanya Kaum Kegaiban. Meskipun begitu CO2 itu masih ada di dunia kita.
Sedikit diminta kesabaran para pembaca!
Andainya satu batu yang jatuh dari atas yang “tak berbatas” (infinitely) tingginya. Andaikan pula bumi ini, tunggal tak terpencil diawang-awang. Tak ada bintang yang menariknya, mempengaruhi jalannya dan kekuataannya menarik. Menurut hukum Newton maka batu tadi akan jatuh dengan kecepatan yang tetap naiknya. Pada satu tempo dia akan sampai ke tanah dengan sesuatu kecepatan (V). Kcepatan V ini akan mendapat nilai yang berbatas” (finite), walaupun “ketinggian” dari mana dia jatuh tak terbatas. “Para ahli menghitung” V dari formula:
V² = 2 CM/a
C = tarikan yang tetap oleh bumi. M = massa jumlah zatnya bumi
a = radius antara pusat kelingkaran, seperti jari roda.
Jadi kalau sebaliknya batu tadi dilemparkan keatas dengan kecepatan V, maka ia akan sampai ke atas yang tingginya tak berbatas pula. Karena ia diandaikan jatuh dari ketinggian yang tak berbatas pula. Sesudah sampai keatas yang tak berbatas tingginya tadi dilemparkan dengan kekuatan kurang dari V, dia tak akan sampai ketempat tak berbatas tadi. Dia akan berhenti sebentar seperti peluru ditembakkan dan “kembali” ke tanah ditarik bumi. Batu tadi tak bisa lolos dari bumi. Sebabnya, ialah semua
macam kecepatan yang “kurang” dari V itu sama dengan (=) atau “lebih” dari V (tak boleh kurang dari V). Sebab itulah maka V ini dinamai “Kecepatan batu bisa lolos” (velocity of escape). Kecepatan satu atom baru bisa lolos dari sesuatu bumi itu boleh juga kita namai kodrat bumi itu memegang atau menarik atom.
Sekarang kita bisa hitung “kecepatan melangkah yang perlu buat sesuatu benda supaya bisa lolos dari bumi kita”.
Pada formula V² = 2CM/a, diatas kita tahu C yakni constant, ketetapannya kodrat bumi kita menarik = 6,67: 10,8. Masa jumlah zatnya bumi, yakni M = 5,97 x 10 gram, a yakni radius bumi kita = 6,37 kali 10 pangkat 5 cm.
Begitulah kita peroleh V = 1,13 kali 10 pangkat 6 cM (detik = 11,3 Km); detik = 7,1 mil dalam satu detik.
Perhitungan diatas tak perlu dipelajari para pembaca yang tiada beruntung mendapat latihan cukup. Tetapi boleh dilupakan hasilnya perhitungan Sir James Jeans yang dibawah ini: Kalau kecepatan baru bisa lolos (V) itu pada satu bumi = 4 kali kecepatan molekul lari, maka bumi itu akan kehabisan udara dalam 50.000 tahun. Kalau kecepatan baru bisa lolos 4 ½ kali kecepatan molekul lari maka bumi ini akan kehilangan udara dalam 30.000.000 tahun. Kalau kecepatan baru bisa lolos = 5 kali kecepatan molekul lari perlu memakai tempo 25.000.000.000 tahun buat menghabiskan semua udara yang memalut bumi itu. Jadi dalam hal itu tak perlu takut kehilangan udara. Menurut perhitungan diatas maka kecepatan satu atom baru bisa lolos dibumi kita ini (V) ialah 7,1 mil dalam 1 detik. Jadi jauh lebih dari 5 kali kecepatan larinya O02 yang cuma 0,2 mil satu detik itu, ataupun O yang cuma 0,29 mil, satu detik itu. (Buat hitung menghitung mesti diperhatikan hawa). Pembaca tak perlu kekurangan tidur, takut Sang CO2 dan O yang mengandung zat dan kodrat yang hidup itu tak pula akan bisa lolos, walaupun kita manusia cukup lama tidur.
Sekarang tentang pengetahuan tentang alat O adanya Yang hidup itu kita bisa periksa pada para bumi, keluarga matahari kita, apakah disana terdapat semua alat adanya itu. Kalau terdapat, maka boleh jadi sekali Yang Hidup itu terdapat disana. Meskipun belum pasti, bagaimana, timbulnya” jiwa sejarahnya benda mati sampai benda-hidup, kita tak akan jauh dari kebenaran kalau berhak; jikalau alat-adanya Yang Hidup di bumi kita ini diperoleh di bumi lain, maka boleh jadi sekali disana ada
Yang Hidup, meskipun dalam garis kecilnya Yang Hidup disana itu berbeda dengan Yang Hidup dibumi kita.
Tetapi sebelumnya pemeriksaan dijalankan, baiklah kita beri ringkasan dari alat adanya Yang Hidup dibumi kita ini.
1. Hawa yang tak boleh lebih dari lebih-kurang 150 derajat F yakni 65,5
Cº, dan tidak pula banyak kurang dari itu.
2. Adanya air diudara sebagai awan atau ditanah sebagai sungai, danau
dan lautan. Taka da tampang yang bisa tumbuh pada tanah kering sema sekali. Badan kita, hewan dan tumbuhan perlu air. Perbandingan air dan tanah mesti cocok.
3. Cukup kodrat buat semua gerakan. Sinar matahari buat mengambul
Carbonnya CO2 diudara dan menghembuskan O2-nya keduara. Keduanya untuk hewan dan manusia buat menimbulkan kodrat panas dengan jalan perpaduan C dan O dalam badan ktia. Pendeknya CO2 dan O sebagai sumber kodrat Yang Hidup mesti ada diudara.
4. Ozon, O³ sebangsa dengan O juga, tetap banyak terdapat atomnya
berlainan sangat berbahaya, tetapi sangat pula perlu buat mansuia, maka Ozon terlampau banyak, manusia tak bisa hidup. Kalau tak ada Ozon, tak ada pula benda pengisap sinar berombak pendek namanya. Sinar yang berombak pendek ini membahayakan mata kita. Mujurlah Ozon yang berada lebih kurang 30 mil diatas kita itu memegang semua sinar berombak pendek itu. Sang Ozon janagan banyak dan jangan tak ada, begitulah mestinya! Selainnya dari itu CO2 dan O mesti bisa dipegang oleh udara bumi kita, jadi tak boleh lolos. Pendeknya bumi mesti cukup buat kodrat memegang kecepatan baru bisa lolos.
5. Zat racun seperti Amonia, Chlorine, dan CO (bukan CO2 yang
mempunyai 2 atom!) semuanya racun bua thewan dan manusia. Zat ini mesti berada dalam keadaan yang tidak membahayakan.
K E B U L A N
Dengan semua perkara ini diotak kita, marilah kita dngan kecepatan kilat terbang dari bumi ke bumi buat memeriksa keadaan di bumi lain pada keluarga
matahari kita, terbang dari bumi ke bulan.
Kalau tidak karena bulan dimana kan bintang terbit pagi. Kalau tidak karena tuan dimana kan “hamba datang disini”. (Pantun yang mashur di Indonesia dan Semenanjung Tanah Malaka).
“Beringin songsang dibulan! Tempatnya putri bertenun”. (Pemandangan pemuda Minangkabau dihutan itu).
Bergelanggang mata orang banyak. Bersuluhkan bulan dan matahari.
Jadinya umum, berterang-terang, disaksikan oleh ramai, merebut publik opinion, inilah salah satu sendinya Minangkabau masa demokratis, masa kuat
kedalam dan keluar. “Selama bulan dan matahari”. Sumpah di Semenanjung Tanah Malaka.
“Damarwulan” Mendang Kemulan, Dewi Nawangwulan, nama berseri gilang- gemilang, tetapi sejuk segar. Semangat Jawa masa dulu, akhirnya buat
diringkaskan saja.
“Pelajaran ke-Bulan”.
Karangan Jules Verne, bukan Joyoboyo, pengimpi ulung, melainkan Ahli Kisah berdasarkan: Ilmu Buti pada masanya, atau Ilmu Bukti yang didasarkan atas pengetahuan nyata pada masanya.
Demikianlah peramai dan pentingnya bulan, bagi Rakyat Indonesia dan Eropa dan tentu juga bagi penduduk lain dibagian lainnya bumi kita ini, terutama buat penyair putra dan putri muda remaja.
Memang bulan, paling dekat pada kita, sinarnya menyegarkan badan. Kalau Sang Bulan ketika Purnama Raja mengintip dari celah daunnya pohon yang rimbun, atau dari puncak gunung memancarkan cahanyanya keatas sungai, danau dan laut, terlebih-lebih pada alam Indonesia ini, timbullah pikiran melayang membayangkan keterima kasihan kesukaan dan kekaguman. Ada pula ahli yang menyangka bahwa bulan mesti mempunyai Yang Hidup, dari tumbuhan sampai manusia.
Pemeriksaan sekarang boleh dibilang cukup, memberi kecewa sekali pada penyair, pemuda dan ahli
Jauhnya bulan cuma 250.000 mil dari bumi kita. Satu kapal terbang melayang nonstop, tak berhenti, dengan kecepatan 400 mil satu jam, bisa
sampai kesana tiga setengah minggu. Tetapi seoarang scientist akan ketawa! Tak ada apa-apa akan dijumpai disana, dan dia selalu dalam