ANALISA DAN PEMBAHASAN
IV.5. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman yaitu :
rho = ) 1 ( 6 1 2 2 − −
∑
N N dDengan menggunakan analisa Spearman melalui aplikasi SPSS 16.0, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 32
Hasil Uji Korelasi Spearman
Correlations Majalah Fashion Cosmogirl Pengetahuan terhadap fashion Spearman's rho Majalah Fashion
Cosmogirl Correlation Coefficient 1.000 .783(**) Sig. (2-tailed) . .000 N 87 87 Pengetahuan terhadap fashion Correlation Coefficient .783(**) 1.000 Sig. (2-tailed) .000 . N 87 87
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel IV.24 di atas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,783. Berdasarkan skala Guilford, hasil 0,783 menunjukkan hubungan yang tinggi; kuat.
Tanda korelasi pada koefisien korelasi menghasilkan (+)0,783, yang menunjukkan arah hubungan yang sama antara variabel X terhadap variabel Y. Dengan kata lain, hal ini berarti semakin tinggi intensitas membaca majalah fashion Cosmogirl maka semakin tinggi pula pengetahuan mengenai bidang fashion. Maupun
sebaliknya semakin rendah intensitas membaca majalah fashion Cosmogirl maka semakin tinggi pula pengetahuan mengenai bidang fashion. Signifikansi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan tanda */** (flag of significant ) diberikan SPSS. Jika probabilitas > 0,005, maka Ha ditolak, jika probabilitas < 0,005 maka Ha diterima. Pada bagian output korelasi di atas terlihat pasangan data yang berkorelasi secara signifikan, yaitu antara kemampuan konsultan menyampaikan tujuan maksud sosialisasi dan tindakan menerapkan keputusan (probablilitas 0,001 yang lebih kecil dari 0,005 atau 0,001 < 0,005)
Selanjutnya dapat dilihat pada variabel isi rubrik dari majalah Cosmogirl terhadap pengetahuan mengenai bidang fashion yang menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi secara signifikan.
Berdasarkan analisa di atas, dapat dirangkum bahwa hasil uji hipotesis pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah 0,783. Sesuai kaidah dalam Spearman rs koefisien bahwa jika rs > 0 maka hipotesis diterima. Signifikan korelasi diketahui dari probabilitas yang lebih kecil dari 0,005 (0,001 < 0,005) dan tanda * (flag of significant) yang menunjukkan kedua variabel berkorelasi secara signifikan, maka hubungannya adalah signifikan. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan.
IV.6. Pembahasan
Setelah menganalisis setiap data dari kuesioner, maka dilanjutkan dengan menguji hipotesis yaitu pengukuran tingkat hubungan diantara dua variabel yang linear dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman. Spearman rs menjelaskan hubungan antara variabel X dan Y yang tidak diketahui sebaran data dan sebaran tidak normal.
Dengan hipotesis yang diajukan, diharapkan dapat menunjukkan hubungan antara majalah fashion Cosmogirl terhadap pengetahuan mengenai bidang fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Pengujian hipotesis dimulai dengan membuat ranking dari nilai-nilai jawaban responden (para mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara) pada kuesioner, yang telah diberi skor terlebih dahulu untuk setiap pertanyaan. Berdasarkan analisa SPSS, maka diperoleh koefisien korelasi rs sebesar 0,783. Berdasarkan pernyataan rs > 0, maka hipotesis diterima. Karena probabilitas lebih kecil dari 0,005 maka hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha (hipotesis alternatif), yaitu terdapat hubungan antara peran majalah wanita Cosmogirl terhadap pengetahuan fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi USU. Sekaligus juga menolak hipotesis yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara peran majalah wanita Cosmogirl terhadap pengetahuan fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi USU.
Dari hasil yang diperoleh dapat dinarasikan nilai 0,783 dikarenakan pesan yang disampaikan melalui rubrik fashion tersebut menarik dan juga sangat mengikuti tren dalam bidang fashion wanita.
Kemudian untuk mengetahui tingkat signifikan hasil hipotesis tersebut, dilakukan dengan membandingkan probabilitas dengan nilai probabilitas 0,005. Maka diperoleh hasil 0,001 < 0,005 yang menunjukkan signifikansi, maka dinyatakan bahwa hubungannya signifikan. Artinya antara majalah fashion Cosmogirl memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan mengenai dunia fashion pada mahasiswi fakultas ekonomi USU. Tingkat signifikan tergantung dari ada tidaknya hubungan antara variabel X dan Y.
Selanjutnya untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan digunakan skala Guilford. Hasil rs = 0,783 pada skala 0,71 – 0,90. Hal ini menunjukkan = Hubungan yang tinggi; kuat antara rubrik di majalah Cosmogirl terhadap peningkatan pengetahuan mengenai dunia fashion pada mahasiswi fakultas ekonomi USU. Hubungan yang tinggi/kuat merupakan sebuah pengertian dimana dengan rubrik fashion di majalah Cosmogirl akan dapat meningkatkan pengetahuan bidang fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi yang nantinya akan mengikuti pola fashion yang sedang tren saat ini.
Kemudian tahap selanjutnya adalah mencari besarnya kekuatan hubungan antara variabel X dan Y, yaitu dengan rumus :
Kp = (rs)2 x 100% Kp = (0,783)2 x 100% Kp = 0,483 x 100% Kp = 61,3%
Hal ini berarti bahwa kekuatan hubungan antara variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 61,3%.
Hasil uji hipotesis merupakan hasil akhir dari keseluruhan analisa data. Setelah seluruh nilai-nilai diperoleh, maka akan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan dan saran pada BAB V.
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan penyajian dan analisis data yang telah dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang dituntun dan telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Isi materi dari majalah wanita Cosmogirl berupa artikel yang lebih terfokus pada
dunia fashion seperti tren fashion terbaru, konsultasi seputar gaya hidup khususnya
bidang fashion dan juga produk-produk fashion rancangan dunia yang sedang
popular di masyarakat luas.
2. Tingkat pengetahuan fashion pada mahasiswi yang menjadi responden dalam
penelitian ini cukup baik, karena mereka selalu mengetahui tren busana apa yang
sedang hangat dan juga sesuai dengan bentuk tubuh mereka sehingga mereka akan
selalu tampak menarik ketika berpenampilan di setiap kesempatan.
3. Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel 32 di atas, maka diketahui besar
korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,783. Berdasarkan skala Guilford, hasil
0,783 menunjukkan hubungan yang tinggi/kuat artinya terdapat pengaruh antara
majalah wanita Cosmogirl terhadap peningkatan pengetahuan fashion pada
V.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang telah peneliti peroleh selama melakukan penelitian, maka peneliti mengajukan sejumlah saran sebagai berikut:
1. Agar para mahasiswi tidak terlalu habis-habisan mengikuti tren busana yang sedang tren saat ini, karena pada umumnya mereka akan menjadi konsumtif dalam membelanjakan uang saku mereka untuk hal-hal demikan dan terkadang cenderung melakuka n pemborosan berlebihan.
2. Kepada pihak Cosmogirl agar disetiap edisinya tidak terlalu memfokuskan terhadap tren fashion dunia, karena banyak info budaya lokal yang layak dijadikan tren berbusana, sehingga dapat membantu meningkatkan rasa kecintaan para remaja wanita terhadap produk fashion lokal.