• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

C. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu pernyataan yang keberadaannya bersifat sementara yang diajukan untuk memecahkan masalah atau menerangkan suatu gejala walaupun kebenarannya masih harus dibuktikan.

Dalam bentuk sederhana hipotesis mengemukakan pernyataan tentang harapan peneliti mengenai hubungan variabel-variabel suatu penelitian.

Hipotesis Penelitian ini adalah “Ada hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar”.

31 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model deskriptif korelasional, karena sesuai dengan tujuan dari penelitian yaitu melihat hubungan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif berupa angka-angka yang akan dianalisa dan hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Objek yang diteliti yaitu hubungan antara manajamen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar.

Creswell (Asmadi Alsa, 2003: 13) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nilai, peringkat atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang spesifik.

B. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Sugiyono (2014:61) menyatakan bahwa “variabel itu sebagai suatu atribut dari kelompok orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu”.

Penelitian ini mengakaji variabel bebas (independen) yaitu Manajemen Kelas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII sebagai variabel terikat (dependen).

2. Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan model deskriptif korelasional, yang bertujuan untuk melihat hubungan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Takalar.

Adapun model desain penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Keterangan :

X : Variabel bebas atau variabel sebab (Hubungan Manajemen Kelas) Y : Variabel terikat atau variabel akibat (Prestasi Belajar Siswa)

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sugiyono (2014:117) mengartikan “penelitian kuantitatif sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya”.

Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar tahun ajaran 2015/2016.

Berikut tabel populasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar:

X Y

Tabel 3.1 Populasi

No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Kelas VIII.1 19 16 35

2 Kelas VIII.2 10 24 34

3 Kelas VIII.3 15 19 34

4 Kelas VIII.4 15 21 36

5 Kelas VIII.5 20 17 37

Jumlah 84 92 176

Sumber: Administrasi Sekolah 2. Sampel

Menurut Sugiyono (2014 : 118) “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.

Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan teknik sampel random sampling (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam populasi itu.

Suharsimi Arikunto (2010:32) dalam bukunya Prosedur Penelitian menjelaskan, berdasarkan penetapan jika subjek berjumlah atau lebih dari 100 maka diambil antara 10-15 % atau 20-25 %. Tetapi apabila populasi kurang dari 100, maka diambil keseluruhannya.

Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa penilitian ini adalah dilakukan terhadap populasi siswa sebanyak

176X10% = 17,6 dibulatkan menjadi 18 responden. Dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 3.2 : Keadaan Sampel

No Kelas Populasi Statifikate sampling Jumlah

1 Kelas VIII.1 35

4 siswa

2 Kelas VIII.2 34

3 siswa

3 Kelas VIII.3 34

3 siswa

4 Kelas VIII.4 36

4 siswa

5 Kelas VIII.5 37

4 siswa

Jumlah 176 18 siswa

D. Definisi Operasional Variabel

Untuk lebih memahami secara komperehensif judul penelitian ini, maka penulis memberikan pengertian dan pemaknaan secara operasional yaitu : 1. Manajemen Kelas (X) merupakan kegiatan yang diperlukan agar peserta

didik merasa aman, nyaman dan senang berada di sekolah dan tentunya akan memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar yang akan dicapai oleh siswa.

2. Prestasi belajar siswa (Y) adalah hasil yang diraih oleh peserta didik dari aktivitas belajarnya yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diwujudkan dengan adanya perubahan sikap dan tingkah laku dan pada umumnya dinyatakan dalam bentuk simbol huruf atau angka-angka.

E. Instrument Penelitian

Purwanto, (2010: 9) mengartikan instrument penelitian sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data-data. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah angket tertutup yaitu angket yang telah dilengkapi dengan alternatif jawaban dan responden tinggal memilih. Angket tersebut digunakan untuk memperoleh informasi atau mendapatkan data dari responden mengenai hubungan manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar.

Adapun masing-masing aspek termuat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.3

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Variabel Aspek Indikator Jumlah

Pengelolaan Kelas (X)

Penataan ruang dan alat pelajaran

a. Penataan tempat duduk siswa sesuai dengan strategi yang digunakan b. Penataan alat pengajaran

c. Penataan kebersihan dan kenyamanan siswa

b. Menunjukkan sikap tanggap c. Memberi penguatan

c. Memotivasi siswa dalam melakukan berbagai kegiatan pembelajaran yang

a. Tindakan pencegahan: pembuatan tata tertib

b. Penindakan: memberi sangsi/hukuman

1

Pengembalian kondisi belajar yang optimal

a. Memodifikasi tingkah laku b. Melakukan tindakan korektif.

1 1 Alokasi waktu belajar

mengajar

a. Menentukan alokasi penggunaan waktu belajar mengajar

b. Tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran

1 1 Prestasi

Belajar (Y)

Nilai Raport Nilai Raport Semester Genap Kelas VIII Tahun 2015/2016

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam rencana penelitian ini, maka peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi.

1. Angket

Sugiyono (2014:199) menyatakan bahwa Angket/koesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Angket di buat dengan model likert yang mempunyai empat kemungkinan jawaban yang berjumlah genap. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kecenderungan responden bersikap ragu-ragu dan tidak mempunyai jawaban yang jelas. Angket yang digunakan dalam penelitian ini ialah angket tertutup langsung dengan metode pilihan (multiple choice).

2. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila di bandingkan dengan teknik wawancara dan kuesioner.

Karena observasi tidak selalu dengan obyek manusia tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi terhadap 3. Dokumentasi

Peneliti mencari data tentang prestasi belajar siswa, yaitu melihat nilai raport pada semua mata pelajaran yang telah di ujikan pada semester genap pada tahun pelajaran 2015/2016.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk menguraikan keterangan-keterangan atau data-data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami bukan oleh orang yang mengumpulkan data saja, tapi juga oleh orang lain. Adapun langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Analisis Deskriptif

Analisis ini digunakan untuk menggambarkan distribusi jawaban reseponden tentang Manajamen Kelas dengan menggunakan besaran presentase. Rumusan yang digunakan adalah:

(Anas Sudijono, 2004 : 43)

P =

Keterangan:

P : Presentasi F : Frekuensi

N : Number of Cases (banyaknya individu)

Adapun tingkat keabsahan sebagai data penunjang dalam pengolahan data ini ditentukan berdasarkan jumlah prosentase yang terbanyak atau yang tertinggi dari alternatif jawab pada setiap item, karena data tersebut

dijelaskan, maka untuk lebih tepatnya dan memudahkan dalammemberikan penafsiran data, penulis menggunakan istilah-istilah berdasarkan banyaknya prosentase yang diklasifikasikan sebagai berikut:

a. 100 % = Seluruhnya

b. 85 % - 99 % = Hampir seluruhnya c. 68 % - 84 % = Sebagian besar

d. 51 % - 67 = Lebih dari setengah e. 50 % = Setengah

f. 34 % - 49 % = Hampir setengah g. 17 % - 33 % = Sebagian kecil h. 1 % - 16 % = Sedikit

i. 0 % = Tidak ada 2. Analisis Mean

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya mean (rata-rata) nilaiangket tentang manajemen kelas yang dilakukan oleh guru dan prestasi belajar siswa. Rumusan yangdigunakan adalah:

(Anas Sudjiono, 2004 : 82-83) ∑

Keterangan :

MX = Mean yang kita cari X = Jumlah skor

N =Number of cases 3. Editing

Dalam pengolahan data yang pertama kali harus dilakukan adalah editing. Ini berarti bahwa semua angket harus diteliti satu persatu tentang kelengkapan dan kebenaran pengisian angket sehingga terhindar dari kekeliruan dan kesalahan

4. Scoring

Setelah melalui tahapan editing, maka selanjutnya penulis memberikan skor terhadap pertanyaan yang ada pada angket. Adapun pemberian skor

untuk tiap-tiap jawaban adalah :

Tabel 3.4

Skor alternatif jawaban

Variabel Pernyataan Skor

Manajemen Kelas

Selalu (SL) 4 Sering (SR) 3 Kadang-kadang (KK) 2 Tidak Pernah (TP) 1

5. Analisis Korelasional

Karena penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa, maka yang dipakai adalah rumus korelasi product moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

r

xy

=

(Sumber Sugiyono, 2014 : 225) Keterangan:

rxy : Koefisien korelasi dari hasil X dan Y N : Banyaknya sampel/responden

∑X : Jumlah skor variabel bebas

∑Y : Jumlah skor variabel terikat ƩXY : Jumlah hasil kali variabel X dan Y

Pengujian hipotesis pada penelitian ini dengen menggunakan Uji-t, dengan α=0,05.

Adapun rumus dari pengujian hipotesis adalah sebagai berikut :

(Sumber Sugiyono 2014:257) Dimana :

: Nilai t

r : Nilai Koefisien korelasi dari hasil X dan Y n : Jumlah sampel

Hipotesis statistik dari penelitian ini sebagai berikut:

Ho: µ= 0 (tidak ada hubungan) Ha: µ≠ 0 (ada hubungan) Keterangan:

Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar.

Ha: Ada hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar.

41 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

A. Deskripsi Data

Dari hasil jawaban responden penilaian manajemen kelas yang dilakukan oleh guru dapat di deskripsikan dengan tabel-tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1

Guru menata tempat duduk sesuai dengan strategi yang digunakan

Alternatif Jawaban F %

Selalu 3 16,66

Sering 8 44,44

Kadang-kadang 7 38,90

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 3 responden (16,66%) menyatakan guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran selalu menata tempat duduk sesuai dengan strategi yang digunakan, 8 responden (44,44%) menyatakan sering, 7 responden (38,90%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran tidak pernah menata tempat duduk sesuai dengan strategi yang digunakan. Hal ini menunjukkan hampir setengah responden menyatakan bahwa setiap guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran sering menata tempat duduk sesuai dengan strategi yang digunakan.

Tabel 4.2

Guru melibatkan siswa dalam menata media pengajaran

Alternatif Jawaban F %

Selalu 0 0

Sering 9 50

Kadang-kadang 9 50

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 0 responden (0%) menyatakan bahwa guru selalu melibatkan siswa dalam menata media pengajaran, 9 responden (50%) menyatakan sering, 9 responden (50%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah melibatkan siswa dalam menata media pengajaran.

Tabel 4.3

Siswa dilibatkan dalam menata keindahan dan kebersihan kelas

Alternatif Jawaban F %

Selalu 7 38,89

Sering 6 33,33

Kadang-kadang 5 27,78

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 7 responden (38,89%) menyatakan bahwa siswa selalu dilibatkan dalam menata keindahan dan kebersihan kelas, 6 responden (33,33%) menyatakan sering, 5 responden (27,78%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan siswa tidak pernah dilibatkan dalam menata keindahan dan kebersihan kelas. Hal ini menunjukkan

hampir setengah responden menyatakan bahwa siswa selalu dilibatkan dalam menata keindahan dan kebersihan kelas.

Tabel 4.4

Guru memberikan respon atas setiap pertanyaan siswa tanpa mengabaikan siswa lain

Alternatif Jawaban F %

Selalu 0 0

Sering 6 33,33

Kadang-kadang 11 61,11

Tidak Pernah 1 5,56

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 0 responden (0%) menyatakan guru selalu memberikan respon atas setiap pertanyaan siswa tanpa mengabaikan siswa lain, 6 responden (33,33%) menyatakan sering, 11 responden (61,11%) menyatakan kadang-kadang, dan 1 responden (5,56%) menyatakan guru tidak pernah memberikan respon atas setiap pertanyaan siswa tanpa mengabaikan siswa lain.

Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden menyatakan bahwa guru kadang-kadang memberikan respon atas setiap pertanyaan siswa tanpa mengabaikan siswa lain.

Tabel 4.5

Guru memberikan masukan, perhatian, dan nasihat terhadap masalah yang dihadapi siswa

Alternatif Jawaban F %

Selalu 6 33,33

Sering 9 50

Kadang-kadang 3 16,67

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 6 responden (33,33%) menyatakan guru selalu memberikan masukan, perhatian, dan nasihat terhadap masalah yang dihadapi siswa, 9 responden (50%) menyatakan sering, 3 responden (16,67%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah memberikan masukan, perhatian, dan nasihat terhadap masalah yang dihadapi siswa. Hal ini menunjukkan setengah dari responden menyatakan bahwa guru sering memberikan masukan, perhatian, dan nasihat terhadap masalah yang dihadapi siswa.

Tabel 4.6

Guru memberi penghargaan dengan acungan jempol atau ucapan kepada kelompok kerja siswa yang telah melaksanakan tugas dengan baik

Alternatif Jawaban F %

Selalu 8 44,44

Sering 3 16,67

Kadang-kadang 7 38,89

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 8 responden (44,44%) menyatakan bahwa guru selalu memberi penghargaan dengan acungan jempol atau ucapan kepada kelompok kerja siswa yang telah melaksanakan tugas dengan baik, 3 responden (16,67%) menyatakan sering, 7 responden (38,89%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah memberi penghargaan dengan acungan jempol atau ucapan kepada kelompok kerja

siswa yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Hal ini menunjukkan hampir setengah responden menyatakan bahwa guru selalu memberi penghargaan dengan acungan jempol atau ucapan kepada kelompok kerja siswa yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Tabel 4.7

Guru menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar yang ada di dalam kelas

Alternatif Jawaban F %

Selalu 6 33,33

Sering 7 38,89

Kadang-kadang 5 27,78

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel di atas dapat diketahui 6 responden (33,33%) menyatakan bahwa guru selalu menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar yang ada di dalam kelas, 7 responden (38,89%) menyatakan sering, 5 responden (27,78%) menyatakan kadang-kadang, dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar yang ada di dalam kelas. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden menyatakan bahwa guru sering menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar yang ada di dalam kelas.

Tabel 4.8

Guru membentuk kelompok kerja disesuaikan dengan aneka ragam kecerdasan siswa

Alternatif Jawaban F %

Selalu 1 5,56

Sering 9 50

Kadang-kadang 8 44,44

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 1 responden (5,56%) menyatakan bahwa guru selalu membentuk kelompok kerja yang disesuaikan dengan keaneka ragaman kecerdasan siswa, 9 responden (50%) menyatakan sering, 8 responden (44,44%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah membentuk kelompok kerja yang disesuaikan dengan keaneka ragaman kecerdasan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa setengah responden menyatakan bahwa guru sering membentuk kelompok kerja yang disesuaikan dengan keaneka ragaman kecerdasan siswa.

Tabel 4.9

Guru memotivasi siswa dalam melaksanakan tugas individu maupun kelompok

Alternatif Jawaban F %

Selalu 6 33,33

Sering 7 38,89

Kadang-kadang 5 27,78

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 6 responden (33,33%) menyatakan bahwa guru selalu memotivasi siswa dalam melaksanakan tugas individu maupun kelompok, 7 responden (38,89%) menyatakan sering, 5 responden (27,78%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah memotivasi siswa dalam melaksanakan tugas individu maupun kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden menyatakan bahwa guru sering memotivasi siswa dalam melaksanakan tugas individu maupun kelompok.

Tabel 4.10

Guru melibatkan seluruh siswa untuk membuat tata tertib kelas

Alternatif Jawaban F %

Selalu 1 5,56

Sering 9 50

Kadang-kadang 6 33,33

Tidak Pernah 2 11,11

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 1 responden (5,56%) menyatakan bahwa guru selalu melibatkan seluruh siswa untuk membuat tata tertib kelas, 9 responden (50%) menyatakan sering, 6 responden (33,33%) menyatakan kadang-kadang dan 2 responden (11,11%) menyatakan guru tidak pernah melibatkan seluruh siswa untuk membuat tata tertib kelas. Hal ini menunjukkan bahwa setengah responden menyatakan bahwa guru sering melibatkan seluruh siswa untuk membuat tata tertib kelas.

Tabel 4.11

Guru memberi sanksi atau hukuman kepada siswa yang melanggar tata tertib kelas

Alternatif Jawaban F %

Selalu 8 44,44

Sering 8 44,44

Kadang-kadang 2 11,12

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 8 responden (44,44%) menyatakan bahwa guru selalu memberi sanksi atau hukuman kepada siswa yang melanggar tata tertib kelas, 8 responden (44,44%) menyatakan sering, 2 responden (11,12%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah memberi sanksi atau hukuman kepada siswa yang melanggar tata tertib kelas.

Tabel 4.12

Guru memodifikasi perilaku siswa yang menyimpang dari aturan kelas atau aturan sekolah

Alternatif Jawaban F %

Selalu 3 16,67

Sering 9 50

Kadang-kadang 6 33,33

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 3 responden (16,67%) menyatakan bahwa guru selalu memodifikasi perilaku siswa yang menyimpang dari aturan kelas

atau aturan sekolah, 9 responden (50%) menyatakan sering, 6 responden (33,33%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah memodifikasi perilaku siswa yang menyimpang dari aturan kelas atau aturan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa setengah responden menyatakan bahwa guru sering memodifikasi perilaku siswa yang menyimpang dari aturan kelas atau aturan sekolah.

Tabel 4.13

Guru melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa yang berprilaku negatif

Alternatif Jawaban F %

Selalu 2 11,12

Sering 8 44,44

Kadang-kadang 8 44,44

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 2 responden (11,12%) menyatakan bahwa guru selalu melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa yang berprilaku negatif, 8 responden (44,44%) menyatakan sering, 8 responden (44,44%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa yang berprilaku negatif.

Tabel 4.14

Guru melibatkan siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari

Alternatif Jawaban F %

Selalu 5 27,78

Sering 7 38,89

Kadang-kadang 6 33,33

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 5 responden (27,78%) menyatakan bahwa guru selalu melibatkan siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari, 7 responden (38,89%) menyatakan sering, 6 responden (33,33%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah melibatkan siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari. Hal ini menunjukkan bahwa setengah responden menyatakan bahwa guru sering melibatkan siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari.

Tabel 4.15

Guru tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran

Alternatif Jawaban F %

Selalu 1 5,56

Sering 10 55,56

Kadang-kadang 7 38,88

Tidak Pernah 0 0

Jumlah 18 100

Pada tabel diatas dapat diketahui 1 responden (5,56%) menyatakan bahwa guru selalu tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran, 10 responden (55,56%) menyatakan sering, 7 responden (38,88%) menyatakan kadang-kadang dan 0 responden (0%) menyatakan guru tidak pernah tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden menyatakan bahwa guru sering tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran.

B. Analisis Mean

Untuk melihat hasil skor angket penilaian manajemen kelas yang dilaksanakan oleh guru dan prestasi belajar yang diraih oleh siswa dilihat pada tabel analisis korelasi berikut ini :

Tabel 4.16

Analisis Korelasi Variabel X (Manajemen Kelas) dan Variabel Y (Prestasi Belajar Siswa)

N X Y X.Y

n1 41 92 1681 8464 3772

n2 44 90 1936 8100 3960

n3 40 91 1600 8281 3640

n4 43 90 1849 8100 3870

n5 42 90 1764 8100 3780

n6 39 87 1521 7569 3393

n7 39 90 1521 8100 3510

n8 44 90 1936 8100 3960

n9 44 91 1936 8281 4004

n10 45 93 2025 8649 4185

n11 45 91 2025 8281 4095

n12 47 92 2209 8464 4324

n13 48 94 2304 8836 4512

n14 42 91 1764 8281 3822

n15 45 92 2025 8464 4140

n16 42 90 1764 8100 3780

n17 35 89 1225 7921 3115

n18 41 86 1681 7396 3526

n = 18 ΣX = 766 ΣY = 1629 Σ X² = 32766 Σ Y² = 147487 ΣXY= 69388

Selanjutnya akan dicari mean dari skor angket penilaiana manajemen kelas guru, dengan rumusan sebagai berikut:

Berdasarkan pada perhitungan di atas, maka diperoleh bahwa nilai rata-rata penilaian manajemen kelas yang dilakukan oleh guru adalah 42,56. Untuk mengetahui kualifikasi hasil angket penilaian manajemen kelas guru di SMP Negeri 2 Takalar, maka penulis menyusun jumlah skor angket variabel manajemen kelas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.17

Klasifikasi Skor Angket Penilaian Manajemen Kelas

No Klasifikasi Kualifikasi

1 > 65,95 Baik

2 30,82 – 65,95 Cukup

3 < 30,88 Kurang

Setelah merujuk pada tabel di atas, maka dengan nilai rata-rata sebesar 42,56 yang berada pada klasifikasi 30,82-65,95, sehingga dapat diketahui bahwa penilaian manajemen kelas guru di SMP Negeri 2 Takalar termasuk dalam kategori cukup.

Berikut ini akan dicari mean dari prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar, dengan rumusan sebagai berikut:

Berdasarkan pada perhitungan di atas, maka diperoleh bahwa nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 90,5. Untuk mengetahui kualifikasi prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar, maka penulis menyusun jumlah skor angket variabel prestasi belajar siswa, sebagai berikut :

Tabel 4.18

Klasifikasi Skor Angket Penilaian Manajemen Kelas No Klasifikasi Jumlah Kualifikasi

1 > 90 15 Baik

2 61-89 3 Cukup

3 < 60 - Kurang

Jumlah 18

Setelah merujuk pada tabel di atas, maka dengan nilai rata-rata sebesar 90,5 yang berada pada klasifikasi > 90, sehingga dapat diketahui bahwa prestasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar termasuk dalam kategori baik.

C. Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan kriteria pengujian hipotesis yakni apabila harga sama atau lebih besar dari harga , maka hipotesis nol ( ) dinyatakan ditolak, dan sebaliknya hipotesis alternatif ( ) dinyatakan diterima. Oleh karena itu sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dibuat hipotesis kerja, yang dimaksud sebagai hipotesis alternatif (Ha)

dalam penelitian ini berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar”. Sedangkan hipotesis nol (Ho) dalam penelitian ini berbunyi “Tidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Takalar ”.

Berdasarkan rumusan hipotesis tersebut, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Dengan demikian persamaan koefisien korelasi ( r ) dapat digunakan untuk mengetahui hubungan manajemen kelas dengan prestasi belajar sebagai berikut:

= Variabel Y sebesar 0,634 yang berarti korelasi tersebut bertanda positif

Selanjutnya untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya hubungan itu, maka dapat digunakan pedoman seperti yang tertera pada tabel berikut ini :

Tabel 4.19

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

INTERVAL KOEFISIEN TINGKAT HUBUNGAN

Antara, 0,800 sampai dengan 1,000 Antara, 0,600 sampai dengan 0,800 Antara, 0,400 sampai dengan 0,600 Antara, 0,200 sampai dengan 0,400 Antara, 0,00 sampai dengan 0,200

Sangat kuat Kuat Cukup Kuat

Rendah Sangat Rendah Sumber: Ridwan dan Sunarto, pengantar statistika, 2013

Jika dilihat pada tabel di atas, nilai rxy yaitu 0,634 berada pada koefesien korelasi antara 0,600 sampai dengan 0,800 dengan interpretasi ”kuat”

Untuk hubungan antara variabel x dan variabel y dapat digunakan koefisien penentu (KP) dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasinya (KP = r2).

Jadi koefisien penentunya adalah positif yaitu “ada hubungan yang signifikan antara Manajemen Kelas dengan Prestasi Belajar” Sebesar 40,19%”

seperti di bawah ini : KP = r2

KP = (0.634)² x 100%

KP = 0,4019 x 100%

KP = 40,19%

Adapun uji hipotesis dalam penelitian ini untuk membuktikan hipotesis yang diterima ( ) dan hipotesisi yang di tolak ( ), maka peneliti

menggunakan rumus pengujian hipotesis dari penelitian ini yaitu menggunakan rumus Uji T :

t =

=

=

=

=

= 3,298

Dengan demikian didapat nilai sebesar 3,298. Selanjutnya melakukan interpolasi dengan menggunakan taraf kesalahan yang telah ditetapkan yaitu 5% dengan jumlah n = 18 dilakukan uji dua pihak dengan rumus : dk = n – 2 = 18 – 2 = 16 sehingga diperoleh nilai sebesar 2,120.

Setelah interpolasi dilakukan, ternyata harga 3,298 lebih besar dari harga 2,120. Dengan demikian terbukti bahwa Hubungan antara Manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa adalah linear (positif) dan

Setelah interpolasi dilakukan, ternyata harga 3,298 lebih besar dari harga 2,120. Dengan demikian terbukti bahwa Hubungan antara Manajemen kelas dengan prestasi belajar siswa adalah linear (positif) dan

Dokumen terkait