• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

H. Kerangka konsep

I. Hipotesis

Dalam skripsi Muhammad Fachrul Razi. M (2019) dengan judul Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan pemeriksaan pajak terhadap peneriman di kantor pelayanan pajak pratama. Dengan hasil penelitian menunjukan bahwa kepatuhan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak, pemeriksaan pajak berpengaruh sgnifikan terhadap penerimaan pajak. Hal ini menunjukan Berdasarkan tijauan pustaka dan kerangka konsep, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H₁ = Diduga kepatuhan wajib pajak berpengaruh terhadap penerimaan pajak bumi bangunan pedesaan dan perkotaan Desa pemana

Kab. Sikka Desa Pemana

Pajak Bumi dan Bangunan

Kepatuhan Wajib

Pajak Penerimaan PBB

Uji Hipotesis

Temuan Penelitian

21

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang mana adalah penelitian yang memecahkan masalahnya dengan menggunakan data empiris. Penelitian saat proses pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif yang diungkap dengan subjek melalui ucapan kata-kata atau tulisan maka tentu data tersebut telah dipengaruhi oleh jalan pemikiran subjek sesuai pengertian yang diketahuinya karena itu ungkapan tersebut lebih tepat disebut informasi.

B. Tempat dan waktu penelitian

Adapun lokasi dalam penelitian inidilakukan di Desa pemanaselain itu dilakukan pulapenelitian lapangan yaitu pada masyarakat dan padaKantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA). Waktu penelitian ini akan ditempuhkurang lebih selama dua bulan.

C. Devenisi Operasional Variabel Penelitian 1. Defenisi operasional variabel

Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, atau nilai dari orang objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2014). Dengan demikian defenisi operasional adalah yang disusun berdasarkan apa yang dapat diamati dan diukur tentang variabel dalam penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan dua variabel , yaitu:

a. Kepatuhan (x)

kepatuhan wajib pajak patuh dan mempunyai kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

 Indikator kepatuhan wajib pajak a. Tidak adanya denda

b. Tidak adanya tagihan c. Tidak adanya teguran b. Penerimaan PBB (Y)

Meningkatnya jumlah arus kas masuk/keluar bagi ekonomis yang rendah dalam potensi tagihan pajak PBB.

 Indikator Penerimaan PBB

a. Meningkatnya penerimaan PBB b. Tidak adanya tunggakan PBB 2. Skala Pengukuran

Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala likert. Menurut Siregar (2015) skala likert adalah skala yang digunakan mengukur sikap, pendapat, dan prsepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Dalam menjawab skala likert ini, responden hanya perlu memberi tanda, misalnya cheklis atau tanda silang pada jawaban yang dipilih sesuai pernyataan. Kuesioner yang telah diisi responden perlu dilakukan penyekoran. Pernyataan diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1. Bentuk jawaban skala likert dari sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Berikut ini bobot penilaian skala likert.

23

Tabel 3.1

PERYATAN SKALA LIKERT

No Pernyataan Skor

1 Sangat Setuju 5

2 Setuju 4

3 Ragu 3

4 Tidak Setuju 2

5 Sangat Tidak Setuju 1

D. Populasi dan sampel 1. Populasi

Menurut Bugin (2013) populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusi, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Dalam penelitian ini, Populasi pada penelitian ini adalah wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang terdaftar di Desa Pemana pada Tahun 2020. Jumlah populasi di Desa Pemana adalah 968 Wajib Pajak.

2. Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan pendapat Sugiyono (2010) yang mengatakan bahwa apabila populasi besar lebih dari 100 dan tidak diketahui jumlahnya maka pengambilan sampel dihitung dengan formula 5-10X ekstimate parameter (jumlah pernyataan variabel). Berdasarkan hal tersebut maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 X 5 = 50 sampel. Adapun teknik sampel menggunakan teknik simple random sampling.

Tabel 3.2 Kriteria Responden

Kriteria Jumlah

Populasi 968

Membayar Pajak 968

Tanpa SPT (918)

Sampel 50

E. Teknik pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan kuesioner. Menurut Sirager (2015) Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempejari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama didalam organisasi, yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau sistem yang sudah ada. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden, baik pertanyaan yang sifatnya tertutup maupun terbuka.

Adapun uji instrumen yang digunakan pada penelitian ini, terdiri dari : 1. Uji Validitas

Menurut Imam Ghozali (2013), uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Penentuan validitas dapat dilakukan dengan mencari nilai korelasi skor masing-masing item skor dengan skor total item untuk setiap variabel.

Pengukuran validitas dilakukan dengan membandingkan antar r hitung dengan 0,05 :

25

r hitung >0,05 ( valid ) r hitung <0,05 ( tidak valid ) 2. Uji Reliabilitas

Uji reabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah stabil atau konsisten dari waktu ke waktu. Suatu variabel dikatakan handal apabila nilai croandbach alpha lebih besar dari 0,05.

Namun apabila nilai croandbach alpha lebih kecil dari 0,05 maka kuesioner dianggap kurang handal sehingga apabila dilakukan penelitian ulang terhadap variabel-variabel tersebut pada waktu dan dimensi yang berbeda, kesimpulannya akan berbeda. Imam Ghozali (2013).

F. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif. Dengan metode analisis regersi sederhana. Analisis data kuanitatif merupakan suatu metode untuk mengukur besarnya pengaruh dari perubahan satu atau beberapa kejadian secara kuantitatif dengan menggunakan alat analisis statistik melalui beberapa tahap, yaitu meliputi pengelolaan data, pengorganisasian data dan penemuan hasil.

Terdapat beberapa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Uji Linear Sederhana

Menurut Sugiyono (2012) regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Analisis regresi dalam hal ini digunakan untuk melihat

seberapa besar pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan. Menurut (Sugiyono,2012) Rumus regresi linear sederhana adalah sebagai berikut :

X = Kepatuhan Wajib Pajak

Y = Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan a = Nilai Konstan

b = Koefisien Regresi 2. Uji Statistik

a. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terkait. Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi.

Penggunaan tingkat signifikasinya beragam, tergantung keinginan peneliti, yaitu 0,01 (1%); 0,05 (5%) dan 0,01 (10%).

Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig. Sebagai contoh, kita menggunakan tarif signifikansi 5%(0,05), jika nilai probabilitas

< 0,05, maka dapat dikatakan terhadap pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Namum jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Y = a+bX

27

b. Uji t

Uji t dilakukan untuk mengetahui besarnya pangaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel Coefficientsa. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen, dilakukan dengan membandingkan p-value pada kolom Sig.

masing-masing variabel independen dengan tingkat signifikan yang digunakan 0,05. Jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sebaliknya jika p-value lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima ( Nugroho,2005).

c. Koefisien Determinasi ( R²)

Menurut Ghozali dalam Sujarweni (2015) tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepatuhan wajib pajak (X) terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan (Y) nilai R² menunjukan seberapa besar populasi dalam total variasi variabel tidak bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel penjelasnya. Semakin tinggi nilai R² maka semakin besar proporsi dari total variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen.

28

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Desa Pemana

Desa Pemana secara geografis berada disebelah utara ibukota Kecamatan Alok dan ibukota Kabupaten Sikka. Dimana posisinya terpisah dari pulau besar. Dengan jarak ± 39 km atau ± 19 mil perjalanan dengan menggunakan kapal motor laut. Sehingga waktu tempuh melalui laut secara normal bisa dicapai dalam waktu 120 menit atau 2 (dua) jam.

Penduduk Desa Pemana berjumlah kurang lebih 4.029 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.120KK. Jumlah penduduk yang ada mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Kemudian disusul petani dan selebihnya memiliki pekerjaan sebagai pedagang.

Desa Pemana dengan posisi letaknya yang jauh dari pusa ibukota kabupaten dan kecamatan, tentu memiliki masalah yang tidak sederhana.

Masalah Pemana bukan saja menyangkut aspek geografis. Tetapi demografi dan topografi juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masalah.

Topografi Desa Pemana berupa dataran rendah dan sebagian wilayah berbukit. Selain itu, Desa Pemana juga memiliki luas wilayah 223,5 Ha. Sementara wilayah administrasi pemerintah desa terdiri dari 9 RW dan 19 RT, yang meliputi Dusun Melati, Dusun Mole, Dusun Mawar serta Dusun Buton dengan batas – batas sebagai berikut :

29

 Utara berbatasan dengan Laut Flores

 Selatan berbatasan dengan Laut Flores

 Timur berbatasan dengan Laut Flores

 Barat berbatasan dengan Desa Gunung Sari 2. Jumlah Penduduk Secara Umum PerDusun :

Dalam tata kepemerintahan eksistensi Dusun sebenarnya merupakan cakupan wilayah desa yang memiliki ruang lingkup terkecil.

Pembagian wilayah kepemerintahan desa ke dalam beberapa dusun pada prinsipnya untuk mempermudah proses penataan pembangunan desa, daerah dan nasional. Salah satu aspek pemetaan adalah membagi dusun sesuai dengan populasi atau jumlah penduduk.

Untuk mengetahui jumlah penduduk desa Pemana per-Dusun.

Pada tabel 4.1, menunjukkan bahwa jumlah penduduk paling banyak terdapat pada Dusun Buton yakni sebanyak 1.397 jiwa dengan jumlah Laki – laki : 723 jiwa dan Perempuan : 674 jiwa yang terdiri dari 393 KK, urutan kedua terdapat pada Dusun Mole dengan jumlah 1.038 jiwa yakni laki – laki : 536 jiwa dan perempuan : 502 jiwa dari 279 KK, urutan ketiga terdapat pada Dusun Melati sebanyak 996 jiwa dengan jumlah Laki – laki : 480 jiwa dan perempuan : 516 jiwa, yang terdiri dari 277 KK dan terakhir Dusun Mawar merupakan dusun dengan jumlah penduduk paling sedikit, yakni jumlah Laki – laki : 295 jiwa dan Perempuan : 303 jiwa yang terdiri dari 171 KK. Dapat dilihat pada tabel 4.1 berkut.

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Secara Umum Per Dusun

No Dusun

Jumlah Penduduk Jumlah Jiwa Jumlah KK Laki - laki Perempuan

1 Mawar 295 303 598 171

2 Mole 536 502 1.038 279

3 Melati 480 516 996 277

4 Buton 723 674 1.397 393

Jumlah 2.034 1.995 4.029 1.120

Sumber Data : Kantor Desa Pemana September Tahun 2020.

3. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Komposisi penduduk berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelompok umur memiliki fungsi urgen dalam menampilkan karakteristik Penduduk pada suatu wilayah tertentu. Untuk mengetahui lebih jelas tentang komposisi penduduk berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelompok Umur pada Desa Pemana Kecamatan Alok – Kabupaten Sikka.

Pada tabel 4.2 dapat disimpulakan,perkembangan terakhir penduduk di Desa Pemana dilihat dari Jenis Kelamin dan Kelompok Umur ternyata yang paling dominan jumlahnya adalah penduduk 26–55 tahun dengan jumlah sebanyak 1.523 jiwa, kelompok umur 7 – 18 tahun dengan jumlah 1.040 jiwa, kelompok umur 18-25 dengan jumlah 461 jiwa.

Penduduk yang sedang jumlahnya ada pada Kelompok Umur 0 – 6 tahun dengan jumlah sebanyak 668 jiwa. Sementara penduduk yang jumlahnya paling sedikit adalah Kelompok Umur ≤ 55 tahun dengan jumlah 337 jiwa.Maka dapat dilihat dalam uraian pada tabel 4.2 berikut.

31

TABEL 4.2

Jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur

No Umur

(Tahun)

Jenis Kelamin Jumlah

Laki – laki Perempuan

Sumber Data : Kantor Desa Pemana,September 2020 B. Analisis Deskriptif karakteristik Responden

Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 responden yang berhubungan dengan tiap-tiap variabel yang diteliti. Berikut ini akan dideskripsikan identitas responden meliputi jenis kelamin, dan pekerjaan.

Pengungkapan identitas responden semata dimaksudkan untuk menggambarkan berbagai karakteristik responden dalam penelitian ini.

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel 4.3 responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 35 orang atau 75%, dan perempuan sebanyak 15 orang atau 25%. Maka dapat dilihat dalam uraian pada tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden Jumlah Presentase

Laki-Laki 15 25%

Perempuan 35 75%

Jumlah 50 100%

Sumber Data : Kantor Desa Pemana,September 2020

b. Pekerjaan

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukan bahwa karakteristik pekerjaan responden ibu rumah tangga sebanyak 24 orang atau 50%, Nelayan 10 orang atau 18%, ASN Guru 6 orang atau 12%, Perangkat Desa 5 orang atau 10%, ASN Desa 5 orang atau 10%. Maka dapat dilihat dalam uraian pada tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Responden Jumlah Presentase

Ibu Rumah Tangga 24 50%

Nelayan 10 18%

ASN Guru 6 12%

Perangkat Desa 5 10%

ASN Desa 5 10%

Jumlah 50 100%

Sumber Data : Kantor Desa Pemana,September 2020 C. Hasil Penelitian

1. Uji validitas

Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikandengan membandingkan nilai r hitung. Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dengan r tabel dengan tarif signifikan 0,05. Apabila r hitung > r tabel maka butir instrumen dapat dikatalan valid, akan tetapi jika r hitung < r tabel maka dikatakan bahwa instrumen tersebut tidak valid.

Berdasarkan tabel 4.5 dapat disimpulakan bahwa semua pernyataan kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak bumi dan bangunan dikatakan valid karena nilai korelasi mempuyai nilai diatas 0,273.

33

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas Instrumen

No Variabel T hitung r tabel Keterangan

1 Denda (X1₁) 0,632 0,273 Valid

Tagihan (X1₂) 0,633 0,273 Valid

Teguran (X1₃) 0,779 0,273 Valid

2 Meningkat penerimaan

PBB (Y1) 0,793 0,273 Valid

Tidak ada denda (Y2) 1 0,273 Valid

Sumber: Data primer Diolah (2021) 2. Uji Reliabilitas

Untuk Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai cronbach’s jika nilai cronbach’s > 0,5 maka dapat dinyatakan reliabel.

Hasil uji reliabilitas pada tabel 4.6 menunjukan bahwa indikator dari variabel kepatuhan wajib pajak (X) yaitu denda mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,920, tagihan sebesar 0,916, teguran sebesar 0,899 dan indikator dari variabel peneriman pajak bumi dan bangunan (Y) yaitu meningkat penerimaan mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar sebesar 0,903, tidak ada denda sebesar 0,911. Berdasarkan nilai Cronbach’s Alpha tersebut dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dalam penelitian ini reliabel atau konsisten, berarti setiap item mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pertanyaan itu diajukan kembali akan memperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya. Adapun reliabilitas dari hasil penelitian tersebut dapat dipaparkan pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6

Hasil Uji Reliabilitas Data

NO Variabel Cronbach’s

Alpha Keterangan

1 Denda (X1₁) 0,920 Reliabel

2 Tagihan (X1₂) 0,916 Reliabel

3 Teguran (X1₃) 0,899 Reliabel

4 Meningkat penerimaan

PBB (Y1) 0,903 Reliabel

5 Tidak ada denda (Y2) 0,911 Reliabel Sumber: Data primer Diolah (2021)

D. ANALISIS DATA

1. Analisis Regresi Linear Sederhana

Untuk lebih jelas pada hasil pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan. Pada penelitian ini menggunakan analisis teknik linear sederhana dan regresi linear digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan untuk pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel tidak bebas digunkan analisis regresi sederhana.

Pembuktian dimaksud untuk menguji variabel suatu model regresi yang digunakan dalam menerapkan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) perhitungan dengan bantuan SPSS 24 diperoleh sebagai berikut:

Pada tabel 4.7, maka hasil yang diperoleh dimasukan dalam persamaan:

Y = 1,022 + 0,745 X.

Dari rumus tersebut maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Konstanta sebesar 1,022. Artinya apabila variabel X nilainya 0, maka nilai Y adalah 1,022

35

b. Variabel kepatuhan wajib pajak memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,745 jika nilai kepatuhan dinaikan satu satuan, maka penerimaan pajak akan meningkat sebesar 0,745 satuan.

Tabel 4.7 Uji Hipotesis

Model B Std. Error Beta T Sig.

Constant 1,022 0,321 3,181 0,003

X 0,745 0,084 0,787 8,825 0,000

Sumber : data primer Diolah (2021)

2. Uji T

Uji T pada tabel 4.7 menunjukkan sigifikansi sebesar 0,00 denganlai uji sebesar 8,825, atau lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05), maka kepatuhan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan, di terima.

3. Uji F

Berdasarkan tabel 4.8 menunjukan signifikansi uji F sebesar 0,000 F, 77,884 dimana signifikansi <0,05 jadi model penelitian ini dapat

Sumber : data primer Diolah (2021)

4. Koefisien Determinasi ( R²)

Berdasarkan tabel 4.9 besarnya R Square adalah 0,619. Hal ini berarti bahwa penerimaan PBB dipengaruhi oleh kepatuhan wajib pajak sebesar 61,9% variabel (X) terhadap variabel (Y). Sedangkan 38,1%

dipengaruhi oleh variabel lain.

Tabel 4.9

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²)

Model R R Sumber: Data primer Diolah (2021).

E. Pembahasan

Kepatuhan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan. Berarti semakin meningkat kepatuhan wajib pajak untuk membayar pajak maka semakin besar pula penerimaan pajak bumi dan bangunan. Hal tersebut disebabkan karena adanya denda keterlambatan membayar pajak, dikeluarkannya SPT PBB lebih awal pada bulan Maret setiap tahun, dan teguran jika terlambat membayar pajak.

Berdasarkan temuan penelitian bahwa kepatuhan wajib pajak menentukan penerimaan PBB karena sebagai berikut:

1. Adanya ancaman denda terhadap keterlambatan membayar PBB tepat waktu, sehingga mendorong wajib pajak untuk menghindari denda, dan membayar pajaktepat waktu.

2. Wajib pajak akan mendapatkan surat teguran jika tidak membayar pajak PBB tepat waktu sehingga wajib pajak patuh pada aturan membayar pajak tepat waktu.

37

3. Dikeluarkannya surat tagihan kepada wajib pajak, hal tersebut memotivasi wajib pajakuntuk membayar pajak PBB

Cara untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan cara memberikan surat SPT PBB lebih awal, bila wajib pajak belum juga membayar pajak bumi dan bangunan maka kantor bapenda memberikan surat tagihan kepada wajib pajak tersebut, apabila wajib pajak belum juga membayar pajak maka akan dikenakan denda.

Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh.

Nia Murniati(2019)bahwa kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak bumi bangunan berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan. Siti Salmah (2018) kepatuhan wajib pajak cukup patuh dalam me njalani kewajiban perpajakannya. Vanli Tuwo (2016) sikap dan kesadaran m emiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap kepatuhan wajib pajak secara simultan. Pernama Artha (2016) kurangnya pemahaman dan

kesadaran wajib pajak terhadap pentingnya peran pajak bagi pembangunan daerah. Imam oktafiyanto (2015) kesadaran berpengaruh posiif dansignifikan terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Muhammad Fachrul Razi. M (2019) kepatuhan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. R. Agoes Kamaroellah (2017)kepatuhan wajib pajak cukup patuh terhadap kewajibannya membayar pajak. Muhammad Ardy Utami (2018) bahwa berdasarkan data tersebut wajib pajak terus bertambah dari tahun ke tahun dan realisasi penerimaan juga cenderung meningkat kecuali di tahun 2015 karena terjadi penurunan. Nutrianna

Indah Sari (2020)kepatuhan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak PBB-P2,

Secara empiris kondisi wajib pajak PBB Desa Pemana tahun 2015 sampai tahun 2020 dapat ditunjukkan pada tabel 4.10

Tabel 4.10. Kondisi Wajib Pajak PBB Desa Pemana Tahun 2015-2020

Tahiun

Sumber: Desa Pemana Tahun 2020

Hal teresebut juga ditunjukkan secara grafis bahwa wajib pajak yang menunggak cenderung konstant, hal tersebut terjadi karena banyak wajib pajak yang meninggalkan rumahnya dan merantau sehingga tertunggak pembayaran pajaknya. Hal lain yang sering terjadi pada wajib pajak petani dan nelayan, dimana pada kondisi tertentu tidak tersedia dana untuk membayar pajak sehingga menunggak pembayaran pajaknya.

Walaupun demikian akan dibayar pada beberapa saat kemudian sehingga dapat dikatakan bahwa wajib pajak sebenarnya sangat patuh terhap aturan PBB tetapi terkendala dalam masalah keuangan.

39

Gambar 4.1

0%

50%

100%

1 2 3 4 5 6

Kondisi Wajib Pajak PBB Desa Pemana Tahun 2015-2020

Tahiun Potensi Wajib Pajak Wajib Pajak Menunggak Denda PBB

Surat Teguran

40

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan masalah pokok dan hasil analisi data, maka dapat disimpulkan bahwa kepatuhan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan. Berarti semakin meningkat kepatuhan wajib pajak untuk membayar pajak maka semakin besar pula penerimaan pajak bumi dan bangunan. Hal tersebut disebabkan karena wajib pajak patuh disebabkan karena menghindari adanya denda keterlambatan membayar pajak, kemudian mendapat peringatan dengan dikeluarkannya SPT PBB lebih awal pada bulan Maret setiap tahun, dan mendapat teguran jika terlambat membayar pajak.

B. SARAN

berdasarkan kesimpulan dari penelitia diatas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut:

1. Bagi pemerintah Desa Pemana, agar penerimaan PBB semakin efektif dan tunggakan wajib pajak semakin menurun maka dapat melakukan sosialisasi batas waktu pembayaran PBB, atau dengan melakukan kunjungan ke warga desa. Cara lain juga dengan memasang spanduk di setiap pojok desa atau jalan utama agar setiap warga dapat membacanya.

2. Untuk peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lainya yang berhubungan dengan penerimaan pajak bumi dan bangunan yang tidak hanya ditinjau dari pengaruh kepatuhan wajib pajak tetapi dapat mengangkjat variabel lain, atau pada onbjek yang sama dapat menngambil beberapa tahun yang berbeda dengan penelitian ini.

41

DAFTAR PUSTAKA

Agung Nugroho, (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistic Penelitian Dengan SPSS, Andi Jogyakarta.

Bungin, Burhan H.M (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi, Jakarta:

Kencana Pranada Media Group Diana, A, & Setiawati, L, (2014).

Perpajakan-Teori Dan PeraturanTerkini.Yogyakarta:Andi

Dwi, A. Y, Wilopo, Yuniadi. M, (2016). Potensi Pajak Bumi Dan Bangunan Disektor Pedesaan Dan Perkotaan (Pbb-P2), Jurnal Perpajakan, Vol. 8, No. 1,

Ghoni, (2012). Pengaruh Motivasi Dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Daerah. Jurnal Akuntansi Unesa Vol.1 No.1,

Imam Ghozali. Imam (2013). “Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 24”. Yogyakarta : Universitas Yogyakarta

Halim, Abdul. (2004). Akuntansi Keunagn Daerah. Jakarta: Salemba Empat Herawati, H., & M. T. ismail (2019). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Kepatuhan Wajib Pajak. FORUM KEUANGAN DAN BISNIS.

Harjowiryono, M. (2019). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Bendahara Pemerintah Dalam Penyetoran Pajak. Jurnal Perbenaharaan, Keuangan, dan Kebijakan Publik

Lovihan (2013). Pengaruh Kesadaran Membayar Pajak, Pengetahuan Dan

Lovihan (2013). Pengaruh Kesadaran Membayar Pajak, Pengetahuan Dan

Dokumen terkait