BAB II TINJAUAN PUSTAKA
H. Kerangka Pikir
I. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya maka hipotesis yang diajukan:
Diduga bahwa ekuitas merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian Mobil merek Toyota Avanza pada PT. Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo Makassar.
PT HADJI KALLA CABANG URIP SUMOHARJO MAKASSAR
PEMASARAN MOBIL TOYOTA AVANZA
EKUITAS MEREK
KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
III. METODE PENELITIAN
A. Lokasidan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Makassar pada PT. Hadji Kalla Kantor Cab.Urip Sumoharjo, tepatnya di Jl. Urip Sumoharjo No. 110 Sementara waktu penelitian ini diperkirakan 2 (dua) bulan yang direncanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan april.
B. Variable dan Defenisi Opersional 1. Variable Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara satu variable dengan variable lainnya secara berurutan yaitu variable bebas dan variable terikat,
Variabel bebas yaitu Ekuitas Merek (X) dengan indikator-indikatornya adalah kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek sedangkan variable terikat yaitu Keputusan Pembelian (Y) dengan indikator-indikatornya adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative dan keputusan pembelian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema hubungan antar variabel berikut:
Keputusan Pembelian
Y
- Pengenalan masalah - Pencarian informasi - Evaluasi alternatif - Keputusan pembelian
Gambar 2. Skema Variabel 2. Defenisi Operasional
Definisi operasional adalah melekatkan arti pada suatu variable dengan cara menetapkan kegiatan atau tindakan yang perlu untuk mengukur variabel itu. Pengertian operasional variable ini kemudian diuraikan menjadi indikator empiris yang meliputi:
a. Ekuitas Merek (X) dengan indikator-indikatornya yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, serta loyalitas merek merupakan kualitas lebel kuat yang dapat membantu perusahaan dalam upaya menarik minat calon konsumen melalui produk yang tersedia, lalu mempromosikan kualitas, dan menawarkan harga serta meningkatkan upayapemberian nilai bagi perusahaan.
Ekuitas Merek
X
- Kesadaran merek - Asosiasi merek - Persepsi kualitas - Loyalitas merek
31
b. Keputusan Pembelian (Y) dengan indikator-indikator yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif serta keputusan pembeli merupakan penilaian dari berbagai tahapan kepuasan dan kemapuan konsumen untuk membeli.
C. Metode Pengumpulan Data
Adapun metodep engumpulan data pada penelitian ini adalah :
1. Kuesioner yaitu, metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan panduan kuesioner.
2. Wawancara yaitu, metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan serangkaian pertanyaan langsung kepada responden.
3. Dokumentasi yaitu, dengan menelaah dan mengkaji setiap data yang terdapat pada objek yang diteliti dan pada sumber lainnya yang mendukung penelitian ini.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan serta mengumpulkan kusioner dari konsumen berupa data yang berhubungan dengan data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini.
2. Data Sekunder, yaitu data yang dikumpulkan oleh penulis berupa informasi
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut pendapat sugiyono (2006:80), Populasi adalah wilayah yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi pada penelitian ini yang menjadi objek yaitu konsumen mobil Toyota Avanza Pada PT. Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo Makassar selama tahun 2013 yang berjumlah 2063 pelanggan (PT. Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo).
2. Sampel
Menurut Arikunto (1998: 71),Sampel adalah bagian dari populasi (sebagai atau wakil populasi yang di teliti). Sampel penelitian sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Berdasarkan pengertian diatas maka sampel dalam penelitian ini adalah konsumen mobil Toyota Avanza. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik Non-Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel dan dengan metode Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil objek penelitian yang selektif dan mempunyaiciri-ciri yang spesifikdengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu.Adapun kriteria tersebut :
a. Merupakanpenggunamobilmerek Toyota Avanza.
b. Pembeliataupunpelangganpadaperusahaan yang diteliti.
Berpedoman pada pendapat di atas maka dalam penelitian ini penetapan besarnya sampel dengan menggunakan metode Toro Yamane yang dikutip oleh Rahmat (1998:82) dalam Ridwan (2004:65) dengan nenggunakan formulasi sebagai berikut:
²
Dimana :
n = sampel
N= populasi yaitu jumlah total pelanggan pada PT. Hadji Kallacabang Urip Sumoharjo
e = nilai kritis (10%)
Dalam Penelitian ini jumlah populasi pelanggan dengan batas kesalahan yang diinginkan adalah 10%, diketahui jumlah total pelanggan PT.Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo Makassar adalah 2063 pelanggan yang terdiri dari 90%, maka N = 1856 orang . Maka dengan mengikuti perhitungan diatas hasilnya adalah :
n = 1856 / 1856 (0.1)2 + 1 = 94,88 dicukupkan menjadi 100 sampel.Sehingga, penetapan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah100 responden.
F. MetodeAnalisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Korelasi Product Moment.Analisi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Ekuitas Merek (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) pada PT Hadji Kalla cabang Urip Sumoharjo. Persamaan Korelasi Product Moment(Hadi 1983:193) dengan formulasi sebagai berikut:
r
xy∑
∑ ² ∑ ²
Untuk mengetahui pengaruh Ekuitas Merek (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) maka dapat menggunakan tabel Interpretasi Indeks Korelasi Product Moment(Riduan 2004:136) sebagai berikut:
Interval Koefesien Tingkat Hubungan
±0,80-1,00
Setelah digunakan teknik analisis Korelasi Product Moment, maka untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Variabel (X) dengan variable (Y)
digunakan analisis Koefesien Determinasi (Riduwan 2004:234) dengan formulasi sebagai berikut:
KP = x 100 %
Dimana: KP = Nilai Koefesien Determinasi = Nilai Koefesien Korelasi
BAB IV
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Sejarah Singkat
PT. Hadji Kalla, berdiri pada tahun 1952 dan bergerak di sector otomotif serta perdagangan. Tahun 1969, Hadji Kalla menjadi agen tunggal pemasaran mobil Toyota untuk daerah Sulawesi Selatan, Tengah dan Tenggara. Berkat prestasi yang dicapainya dalam penjualan kendaraan penumpang dan komersial, perusahaan ini sering memperoleh Triple Crown Award, dari Toyota Corporation, Jepang. Market share-nya pun tertinggi melampaui wilayah lain di Indonesia.
Melalui 18 cabang yang tersebar diseluruh Sulawesi, PT. Hadji Kalla menerapkan standar Toyota dalam beroprasi meliputi penjualan, servis dan penyediaan suku cadang atua yang lazim disebut 3S yaitu Sales, Service, dan Spare Parts. Bidang usaha lainnya adalah penyewaan mobil di beberapa wilayah Indonesia serta perdagangan umum impor maupun ekspor.
PT. Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo sendiri diresmikan pada tanggal 13 Februari 1976 dan saat ini dipimpin oleh Bapak Fery Irawan. Dengan dilengkapi pelayanan Showroom Penjualan, After sales, (Service, General Repair, dan Body Point)dan penjualan Suku Cadang, menjadikan Cabang Urip Sumoharjo salah satu cabang terlengkap di wilayah Sulawesi Selatan.
1. Visi dan Misi a. Visi
Visi Kalla Group adalah “menjadi panutan dalam
pengelolaan usaha secara profesional berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa”.
b. Misi
Agar visi tersebut terwujud, terdapat misi pokok yang diemban oleh seluruh Insan Kalla yang berkiprah dalam Kalla Group, yaitu:
Mewujudkan kelompok usaha terbaik dan unggul;
Bermula dari usaha perdagangan yang dirintis oleh Haji Kalla, saat ini Kalla Group telah mengelola berbagai jenis usaha, antara lain dibidang: agrobisnis, otomotif, properti, pengembang, konstruksi, tranportasi, energi dan pendidikan. Dengan keragaman usaha ini, Kalla Group berupaya mengelola seluruh usahanya secara profesional dan menjadi yang terbaik dan terunggul di kelasnya.
Berperan aktif dalam memajukan ekonomi nasional;
Bisnis-bisnis yang dilakukan oleh Kalla Group diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh stakeholder dan masyarakat, antara lain: menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya beli masyarakat.
Berperan aktif mewujudkan kesejahteraan masyarakat demi kemajuan bersama
Sejalan dengan tujuan dalam berbisnis yaitu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi stakeholder maka pertumbuhan dan perkembangan kalla Group dapat dirasakan oleh masyarakat.
B. Struktur Organisai, Tugas dan Tangung Jawab 1. Struktur Organisasi
Setiap perusahaan idealnya mempunyai struktur oeganisasi formal dimana didalamnya terlibat orang-orang serta sumber-sumber untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan secara keseluruhan. Dan salah satu persyaratan yang cukup penting bagi suatu organisasi agar dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapakan, yaitu apabila terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang dinyatakan dengan jelas, maka diharapkan dapat mendorong kerja sama yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta keinginan untuk melakukan sesuatu yang sempurna sehingga dapat melancarkan pekerjaan.
Hal ini penting karena adanya struktur organisasi yang baik akan menimbulakan kesimpangsiuran dalam melaksanakan kegiatan. Dengan kata lain, garis komando dalam struktur organisasi haruslah digambarkan dengan jelas agar setiap bagian dapat mengkoordinir semua bagian-bagiannya masing dengan baik sehinnga kemungkinan kerja sama yang baik akan mencapai tujuan yang diinginkan.
Struktur organisasi PT Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo Makassar Terdiri Dari:
a. Kepala Cabang
b. Pengawas Penjualan
Membawahi satu bagian yaitu bagian conter penjualan.
c. Kepala Administrasi
Membawahi tujuh bagian yang terdiri dari:
1) Kasir
2) Administrasi penjualan 3) Akuntan
4) Administrasi sorot kendaraan 5) Pergudangan
6) Administrasi penagihan d. Kepala Pelayanan
Membawahi tiga bagian yang terdiri dari:
1) Penasehat pelayanan 2) Mekanik
e. Kepala Personalia
Membawahi dua bagian yang terdiri dari:
1) Cleaning Service 2) Security / Satpam 3) Sopir
2.Tugas
Adapun uraian tugas dari masing-masing jabatan pada struktur
a. Kepala Cabang
Mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok sesuai kebijaksanaan pimpinan utama, secara garis besar dapat merumuskan kebijaksanaan, mengkoardinasikan, membina, dan mengendalikan tugas-tugas bawahan dalam perusahaan yang dipimpinnya. Dalam melaksanakan tugasnya, kepala cabang mempunyai fungsi:
1) Memimpin dan menentukan kebijakan dan tata tertib perusahaan.
2) Mengurus dan menjaga perusahaan, menerapkan tata tertib serta menjalankan perusahaan.
3) Mengusahakan hubungan baik antara perusahaan dengan pemerintah serta masyarakat setempat.
4) Mengusahakan rencana anggaran pendapatan dan belanja tahunan perusahaan.
5) Membuat kebijaksanaan perusahaan mengenai pemasaran dan penjualan mobil yang akan di jual.
b. Pengawas Penjualan
Pengawasan dalam penjualan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan tujuan penjualan. Pengawas penjualan mempunyai fungsi:
1) Menyusun rencana angka penjualan mobil dalam waktu yang telah ditentukan.
2) Membantu dalam menentukan standar dan keinginan pelanggan untuk mengukur ketepatan dalam rencana kegiatan penjualan mobil.
3) Mengukur dan mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar penjualan yang telah ditentukan.
Pengawas penjualan dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas dibantu oleh bagian yaitu:
a) Konter Penjualan
Konter penjualan mempunyai tugas melayani, meginformasika, dan menjelaskan skema pembelian kepada konsumen atau calon pembeli.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud di atas pada konter penjualan mempunyai fungsi:
(1) Menginformasikan atau menjelaskan skema atau prosedur pembelian pada konsumen atau calon pembeli.
(2) Melayani pelanggan dalam bentuk keluhan mengenai produk yang ada pada PT Hadji Kalla.
c. Kepala Administrasi
Mengelola semua kegiatan administrasi dan keuangan dalam lingkungan perusahaan untuk mendapatkan data yang benar dan akurat sehingga menghasilkan laporan dan informasi yang tepat waktu, relevan dan konsisten sebagai alat pengendalian, pengamanan aset dan sumber
Dalam melaksanakan tugasnya kepala administrasi mempunyai fungsi:
1) Merencanakan persiapan kegiatan pekerjaan, menerima data, laporan dan informasi dari seluruh bagian yang terkoordinasi.
2) Mengkoordinasi askep dalam administrasi rencana penyusunan anggaran tahunan.
3) Melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap gudang, kamar mesin dan laboratorium untuk memastikan bahwa pencatatan dan pelaporan data serta informasi mengenai produksi.
4) Mengawasi agar semua laporan harian, berkala dan insidentil telah disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disampaikan sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.
5) Menerima laporan bulanan maintenance mengenai kondisi dan produk maupun kondisi keuangan.
6) Mengevaluasi semua dokumen yang telah diterima.
7) Menandatangani surat pengantar/pengiriman barang.
Kepala administrasi dalam menyelenggarakan tugas sebagimana tersebut di atas dibantu oleh bagian yaitu:
a). Kasir
Dalam melaksanakan tugasnya kasir memiliki fungsi:
(1) Menerima dan mencatat semua pembayaran (2) Membuat persetujuan pembayaran/kredit cicilan (3) Mempersiapkan setoran uang harian
(4) Mempersiapkan laporan penerimaan harian pada bagian pembukuan.
(5) Menerima tanda terima kendaraan (6) Menandatangani kwitansi
(7) Membuat bukti pengeluaran kas
(8) Membayar pengeluaran kas yang telah disetujui b). Administrasi penjualan
Administrasi penjualan mempunyai tugas melakukan pengecekan terhadap berkas yang dibutuhakan oleh perusahaan untuk proses tahap pembelian produk yang akan dibeli oleh pelanggan atau calon pembeli.
Dalam melasanakan tugasnya administrasi penjualan mempunyai fungsi:
(1) Memeriksa kelengkapan berkas palanggan seperti, kartu keluarga, surat jaminan kekuasaan, status pekerjaan, kartu tanda penduduk, pemasukan rekening tiga bulan terakhir, dll.
(2) Memeriksa dan mengurus surat-surat yang berhubungan dengan kendaraan yang akan dibeli.
(3) Membuat persetujuan pembayaran/kredit cicilan.
(4) Menerima tanda terima kendaraan (5) Menandatangani kwitansi
c). Akuntan
Dalam melaksanakan tugasnya akuntan mempunyai fungsi:
(1) Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan (2) Dasar menentukan kebijakan yang akan ditempuh.
(3) Memperhitungkan pajak
(4) Menjelaskan keadaan perusahaan apabila suatu waktu memerlukan kredit dari bank atau pihak lain.
(5) Mengetahui perkembangan maju mundurnya perusahaan.
d). Pergudangan
Dalam melaksanakan tugasnya bagian pergudangan memiliki fungsi:
(1) Melakukan pemeriksaan cacat tidaknya kendaraan masuk (2) Memeriksa kelengkapan kendaraan masuk
(3) Mengawasi setiap kendaraan masuk
(4) Melayani pengambilan kendaraan yang akan di jual.
(5) Menandatangani materai pengambilan kendaraan yang akan dibeli.
e). Penagihan
Dalam melaksanakan tugasnya bagian pengelola penagihan memiliki fungsi:
(1) Melakukan rencana penagihan yang sistemastis dan efisien (2) Memeriksa daftar nama kreditur
(3) Memberikan surat pemberitahuan penagihan kepada kreditur
(4) Memeriksa bukti setoran bank (5) Memeriksa setiap kwitansi keluar
(6) Melakukan penagihan secara berkala pada pelanggan pada waktu yang telah di tentukan.
d. Kepala Pelayanan
Melalui konter penjualan kepala pelayanan melayani pelanggan internal maupun eksternal. Dalam melaksanakan tugasnya kepala pelayanan pempunyai fungsi:
1) Melayani setiap pelanggan/calon pembeli.
2) Melayani dalam bentuk keluhan mengenai produk penjulan maupun setelah pemakaian pada PT. Hadji Kalla cabang Urip Sumoharjo.
3) Melayani pelanggan/calon pembeli secara spesifik dari awal hingga akhir pembelian.
Kepala administrasi dalam menyelenggarakan tugas sebagimana tersebut di atas dibantu oleh bagian yaitu:
a). Penasehat pelayanan
Dalam melaksanakan tugasnya penasehat pelayanan memiliki fungsi:
(1) Mengumpulkan data melalui sebuah riset atau penelitian mengenai pelayanan konsumen dalam tiga tahun tarakhir.
(2) Menganalisis fakta-fakta atau informasi yang telah dikumpulkan mengenai pelayanan terhadap konsumen.
(3) Mengefaluasi dan memberi penilaian pada setiap pelayanan yang telah dilakukan.
(4) Memberi dan merumuskan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan dalam bentuk tertentu sehingga mudah dipahami oleh kepala pelayanan.
b). Mekanik
Bertanggung jawab dalam pengkoordinasian, dan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair mesin dan peralatan mekanik. Dalam melaksankan tugasnya mekanik memiliki fungsi:
(1) Memeriksa mesin kendaraan masuk maupun kendaraan yang akan di beli oleh calon pembeli.
(2) Menyusun jadwal pemelihraan dan perbaikan mesin, dan fasilitas pada perusahaan.
(3) Melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala pada fasilitas perusahaan.
(4) Melakukan pencatatan pengeluaran biaya-biaya yang terjadi pada setiap kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.
e. Kepala Personalia
Kepala personalia dalam perusahaan ini bertugas mencatat hal-hal yang terkait administratif, employee database mengenai karyawan seperti:
cleaning service, security, dan sopir.
Dalam melaksanakan tugasnya kepala personalia memiliki fungsi:
1) Merekrut karyawan di bagian, cleaning service (petugas kebersihan), security (petugas keamanan), dan drive (sopir).
2) Membuat administrasi data mengenai kelengkapan data karyawan dalam hal ini: cleaning service (petugas kebersihan), security (petugas keamanan), dan drive (sopir).
3) Membuat absensi dan menentukan jadwal kerja
4) Mengontrol kerja-kerja yang dilakukan oleh bawahannya.
5) Membuat catatan cuti tahunan.
Kepala administrasi dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas dibantu oleh bagian yaitu:
a). Cleaning service
Secara umum clening service (petugas kebersihan) adalah pelayan kebersihan, kerapihan dan higenisasi dari sebuah perusahaan.
Dengan program kerja, melap, menyapu, mengepel, mengisi toilet supplies, dan membuang sampah.
Dan lokasi pelayanan, ruang kerja, lobby, dinding kaca, dapur,
a). Satpam/security
Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan dalam rangka penyelenggaraan kemanan swakarsa di lingkunya kerja.
Fungsi satpam adalah:
(1) Melindungi kegiatan kerja dalam perusahaan (2) Mengamankan lingkungan/kawasan kerjanya.
(3) Mengantisipasi gangguan keamanan dari luar lingkungan kerja (4) Mengawasi setiap tamu atau pelanggan yang datang.
b). Sopir
Sopir pada umumnya merupakan seseorang yang mengendarai kendaraan beroda empat (4) yang bertugas mengantarkan barang dan jasa ke tempat tujuan tertentu. Dalam hal ini sopir memiliki fungsi:
(1) Mengantarkan barang atau mobil yang telah di beli oleh pelanggan
(2) Mengantar administarasi yang di perlukan oleh pelanggan maupun perusahaan terkait.
(3) Mengantar staf bagian penagihan
(4) Mengantar administrasi-adminisrtasi yang dip1erlukan baik itu di dalam maupun dari luar perusahaan terkait.
C. Kegiatan Usaha
Adapun kegiatan usaha PT Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo yaitu:
1. Perbengkelan
PT Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo meiliki usaha lain selain penjualan mobil yang ada pada showroom yaitu usaha perbengkelan yang mana usaha perbengkelan ini dibangun pada tanggal 13 september 2005.
Dibangun berdasarkan kesepakatan para kepala bagian PT Hadji Kalla cabang Urip Sumoharjo serta izin dari kepala departemen PT Hadji Kalla pabak Dr.
Alimuddin Yusuf.
Usaha ini dibangun bertujuan untuk mewujudkan kenyamanan pelanggan berdasarkan survey keluhan yang selama ini dianggap urjen untuk ditegaskan bahwa pelanggan tidak perlu lagi bingung terhadap kerusakan kendaraan yang dialami.
2. Toko penjualan peralatan dan suku cadang asli
Selain perbengkelan PT Hadji Kalla cabang Urip Sumoharjo juga memiliki usaha penjualan peralatan dan suku cadang asli yang mempunya tujuan yang sama dengan usaha perbengkelan yaitu mewujudkan kenyamanan bagi pelanggan dalam pembelian suku cadang asli Toyota.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif
Dalam penelitian ini, jenis data yang dipergunakan adalah data kualitatif data berupa keterangan-keterangan yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada pelanggan mobil Toyota Avanza, dan data kuantitatif yaitu data yang diperoleh berupa angka yang dapat dihitung jumlah pelanggan.
Sedangkan sumber data yang digunakan adalah data perimer yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan pihak kantor, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen serta sumber lainnya berupa infoemasi tertulis yang ada hungannya dengan penelitian ini. Dengan populasi adalah seluruh pelanggan Toyota Avanza pada PT Hadji Kalla Cabang Urip Sumuharjo.
1. Karakteristik Responden
a. Responden Berdasarkan Usia
Klasifikasi responden berikutnya yaitu berdasarkan usia. Berikut ini merupakan data responden berdasarkan usia.
Tabel 1.
Responden Berdasarkan Usia
Keterangan Jumlah Persentase (%)
21-30 tahun 32 32 %
31-40 tahun 44 44 %
41-50 tahun 13 13 %
Di atas 50 tahun 11 11 %
Total Responden 100 100 %
Sumber: Data Primer diolah, 2015
Berdasarkan usia
Berdasarkan data diatas dapat diperhatikan bahwa klasifikasi responden yang berusia antara 21 – 30 tahun sebesar 32% atau 32 orang.
0
41 – 50 tahun sebesar 13% atau 13 orang. Dan responden yang berusia di atas 50 tahun sebanyak 11% atau 11 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah responden terbanyak berusia 31 – 40 tahun yaitu sebanyak 44 orang.
Berdasarkan ekuitas merek keputusan pembelian mobil Toyota Avanza berbeda-beda sesuai dengan tingkat umur pelanggan. Mayoritas umur pelanggan adalah dalam usia produktif dan telah memiliki status keluarga/menikah.
b. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlam responden dalam penelitian ini adalah 100 orang. Berikut ini merupakan data responden berdasarkan jenis kelamin.
Table 2.
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Pria 74 74%
Wanita 26 26%
Total Responden 100 100%
Sumber: Data Primer diolah 2015
Berdasarkan jenis kelamin
Berdasarkan data di atas, dapat memperlihatkan bahwa responden jenis kelamin pria lebih banyak 74 orang (72%), sedangkan responden jenis kelamin wanita sebanyak 26 orang (26%). Perbedaan jumlah pelanggan antara pria dan wanita yang signifikan ini disebabkan perbedaan minat laki-laki dan hobbi serta kepentingan antara laki-laki dan perempuan dalam melaksanakan pekerjaan. Hal ini menyebabkan mereka pada umumnya menyandang jabatan sebagai kepala rumah tangga dan mencari nafkah, sehingga tingkat kepentingan laki-laki dalam minat pembelian lebih tinggi daripada wanita.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah responden pria lebih banyak daipada jumlah responden wanita.
c. Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Klasifikasi responden berikutnya ialah berdasarkan status pernikahan.
Berikut ini merupakan data responden berdasarkan status pernikahan.
0
Table 3.
Responden Berdasarkan Status Pernikahan Keterangan Jumlah Persentase (%)
Menikah 80 80%
Belum Menikah 20 20%
Total Responden 100 100%
Sumber: Data Primer dioleh, 2015
Status pernikahan
Mayoritas pelanggan PT Hadji Kalla Cabang Urip Sumoharjo berstatus sudah menikah sebesar 80% atau 80 orang, sedangkan pelanggan yang berstatus belum menikah sebesar 20% atau 20 orang. Pelanggan yang sudah menikah memilik tanggung jawab bukan hanya terhadap dirinya sendiri tetapi juga untuk keluarganya. Hal ini mendorong mereka
0
untuk bekerja lebih giat, sehingga membutuhkan kenyaman dalam bekerja dan untuk mempercepat waktu tempuh ketempat tujuan. Sehingga dalam pembelian mobil ini yang mendominasi adalah pelanggan yang telah memiliki status pernikahan dibanding pelanggan yang belum menikah.
d. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Klasifikasi responden berikutnya ialah berdasarkan tingkat pendidikan. Berikut ini merupakan data responden berdasarkan tingkat Pendidikan.
Table 4.
Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Keterangan Jumlah Persentase (%)
Sumber: Data Primer diolah, 2015
Tingkat pendidikan
Berdasarkan data di atas dapat diperhatikan bahwa klasifikasi responden berpendidikan SMA sebesar 5% atau 5 orang. Responden berpendidikan D3 sebesar 18% atau 18 orang. Responden berpendidikan S1 sebesar 69% atau 69 orang. Responden berpendidikan S2 sebesar 8%
atau 8 orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah responden terbanyak yaitu yang berpendidikan S1 sebanyak 69 orang.
Table 5.
Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Keterangan Jumlah Persentase (%)
Pns/Tni/Polri 22 0rang 22%
Wiraswasta 13 orang 13%
Karyawan 56 orang 56%
Petani/Nelayan 9 orang 9%
Total responden 100 0rang 100%
Total responden 100 0rang 100%