BAB 3. KERANGKA TEORI, KONSEP PENELITIAN DAN
3.3 Hipotesis
Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I, Kecamatan. Pagar Merbau.
Pengetahuan ibu
Imunisasi pada balita
Sikap ibu
BAB 4
METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I,Kecamatan Pagar Merbau.
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamandi Hilir Dusun I,Kecamatan. Pagar Merbau. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli sehingga Disember 2016.
4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I,Kecamatan. Pagar Merbau.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian ini adalah bagian dari populasi ibu yang di Desa Sukamandi Hilir Dusun I,Kecamatan. Pagar Merbau .
4.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi a. Kriteria Inklusif
- Ibu yang tinggal di Desa Sukamandi Hilir Dusun I, Kecamatan. Pagar Merbau yang mempunyai anak balita tahun pada bulan April hingga Desember 2016.
b. Kriteria Ekslusi
- Subjek yang tidak mengisi lengkap dalam kuesioner.
4.5 Teknik pengumpulan data 4.5.1 Cara Kerja
1. Mengumpulkan populasi yang memenuhi kriteri inklusi iaitu ibu-ibu yang mempunyai anak di Desa Sukamandi Hilir I,Kecamatan.Pagar Merbau.
2. Ibu-ibu dikumpulkan di Balai Desa Sukamandi Hilir I, Kecamatan. Pagar Merbau.
3. Menjelaskan kepada ibu-ibu di balai desa tentang penelitian dan cara kerja.
4. Meminta izin kepada ibu-ibu untuk dijadikan sampel dalam penelitian.
5. Mengedarkan kuesioner kepada ibu-ibu dan mengisi kuesioner tersebut.
6. Memandu ibu-ibu dalam mengisi kuesioner.
4.5.2 Alur Penelitian
Populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi
Pengisian kuesioner oleh ibu
Pengetahuan ibu Sikap ibu
Imunisasi
4.6.2 Definisi Operasional
No Variable Definisi operasional Cara Ukur Alat ukur Hasil ukur Skala ukur 1. Pengetahuan ibu Pengetahuan adalah segala
informasi yang diketahui oleh ibu tentang imunisasi dasar lengkap pada balita.
Kuesioner Pendidikan rendah :Tidak bersekolah dan orang, atau suatu objek.
Yang ingin diteliti adalah
Kuesioner Total skor untuk penilaian terhadap sikap adalah 10 dan dilakukan penilaian sebagai berikut : a. Baik ; apabila total skor sikap > nilai median
sikap ibu terhadap imunisasi dasar lengkap pada balita.
b. Kurang ; total skor sikap < nilai median
4.7 Pengolahan dan Analisa Data 4.7.1 Pengolahan data
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapat dari pengisian kuesioner oleh golongan ibu.
4.7.2 Analisis Data
Data diambil dari kuesioner yang telah diisi oleh golongan ibu di Desa Sukamandi Hilir Dusun I, Kecamatan. Pagar Merbau. Data dikumpulkan ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk mengamati hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita dengan mengunakan uji chi square apabila tidak memenuhi syarat digunakan uji Fisher.
4.8 Etika penelitian
Penelitian dimulai dengan usulan penelitian yang disetujui oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Pada peserta diberi penjelasan mengenai tujuan dan cara penelitian dilakukan setelah peserta menyatakan persetujuan sukarela.
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau. Pagar Merbau adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. Pengumpulan data berdasarkan kriteria ibu yang tinggal di Desa Sukamandi Hilir I Kecamatan Pagar Merbau yang mempunyai anak balita dan melakukan imunisasi pada bulan Juli sampai dengan Desember dan bersedia sebagai responden.
5.1.2 Deskripsi Frekuensi Responden berdasarkan Karakteristik
Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 orang. Mereka yang bersedia menjadi responden dalam penelitian ini adalah yang telah memenuhi kriteria inklusi yang diperlukan.
Distribusi frekuensi karakteristik responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.1.
Karakteristik Responden berdasarkan Umur di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Umur Frekuensi Persentase (%)
1 18-20 tahun 6 8.0
2 20-40 tahun 54 72.0
3 40-45 tahun 15 20.0
Total 75 100.0
Dari tabel 5.1 di atas dapat diketahui bahwa ibu yang memiliki golongan umur kurang dari 20 tahun ada 6 orang (8%), diikuti golongan umur 20-40 tahun sebanyak 54 orang (72%), dan selanjutnya golongan umur lebih dari 40 tahun
sebanyak 15 orang (20%). Dapat disimpulkan bahwa ibu yang memiliki anak balita lebih banyak berada pada golongan umur 20-40 tahun.
Tabel 5.2
Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
1 Pendidikan Rendah 30 40.0
2 Pendidikan Sedang 38 50.7
3 Pendidikan Tinggi 7 9.3
Total 75 100.0
Dari tabel 5.2 di atas dapat diketahui bahwa ibu berpendidikan rendah atau tidak bersekolah sebanyak 30 orang (40%), diikuti ibu dengan pendidikan sedang yaitu SMP atau SMA sebanyak 38 orang (50,7%) dan selanjutnya ibu dengan pendidikan tinggi yaitu D3 atau Sarjana ada 7 orang (9,3%). Dapat disimpulkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan sedang dalam hal ini pendidikan SMP atau SMA lebih banyak dibandingkan ibu dengan tingkat pendidikan rendah atau pendidikan tinggi.
Tabel 5.3
Karakteristik Responden berdasarkan Pengetahuan terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I
Kecamatan Pagar Merbau
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Kurang Baik 19 25.3
2 Baik 34 45.3
3 Sangat Baik 22 29.3
Total 75 100.0
Dari tabel 5.3. di atas dapat diketahui bahwa ibu dengan pengetahuan kurang baik ada 19 orang (25,3%), diikuti ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 34 orang (45,3%) dan selanjutnya ibu dengan pengetahuan sangat baik sebanyak 22 orang (29,3%). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan pengetahuan terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan tingkat pengetahuan baik.
Tabel 5.4.
Karakteristik Responden berdasarkan Sikap terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Sikap Frekuensi Persentase (%)
1 Kurang Baik 15 20.0
2 Baik 15 20.0
3 Sangat Baik 45 60.0
Total 75 100.0
Dari tabel 5.4. di atas dapat diketahui bahwa ibu dengan sikap kurang baik dan sikap baik memiliki jumlah yang sama yaitu masing-masing ada 15 orang (20%) dan selanjutnya ibu dengan sikap sangat baik ada 45 orang (60%). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan sikap terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan sikap sangat baik.
Tabel 5.5.
Karakteristik Responden berdasarkan Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Imunisasi Frekuensi Persentase (%)
1 Kurang Baik 7 9.3
2 Baik 29 38.7
3 Sangat Baik 39 52.0
Total 75 100.0
Dari tabel 5.5. di atas dapat diketahui bahwa imunisasi pada balita yang dilakukan ibu di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau katagori kurang baik ada 7 orang (9,3%), diikuti imunisasi dalam katagori baik sebanyak 29 orang (38,7%) selanjutnya imunisasi dalam katagori sangat baik sebanyak 39 orang (52%). Dapat disimpulkan bahwa imunisasi yang dilakukan ibu pada balita lebih banyak pada katagori sangat baik.
5.1.2.1 Jawaban Responden berdasarkan Pengetahuan
Tabel 5.9
Jawaban Responden Berdasarkan Pengetahuan terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Pernyataan Salah Kurang
tepat Benar Jumlah
f % f % f % f %
1
Menurut ibu, apakah yang dimaksudkan dengan imunisasi?
12 16.0 8 10.7 55 73.3 75 100.0
2
Dimana ibu bisa
mendapatkan imunisasi untuk anak anda?
2 2.7 15 20.0 58 77.3 75 100.0
3 Menurut ibu, apa saja yang
termasuk imunisasi dasar? 14 18.7 18 24.0 43 57.3 75 100.0
4 Menurut ibu, apakah tujuan
pemberian imunisasi BCG? 12 16.0 17 22.7 46 61.3 75 100.0
No Pernyataan Salah Kurang
tepat Benar Jumlah
f % f % f % f %
5 Menurut ibu, kapan imunisasi
BCG diberikan ? 15 20.0 24 32.0 36 48.0 75 100.0 6 Menurut ibu, apakah tujuan
pemberian imunisasi DPT? 7 9.3 22 29.3 46 61.3 75 100.0 7 Menurut ibu, kapan imunisasi
DPT diberikan? 4 5.3 35 46.7 36 48.0 75 100.0 8 Menurut ibu, apakah tujuan
pemberian Imunisasi Polio? 26 34.7 12 16.0 37 49.3 75 100.0 9 Menurut ibu, kapan imunisasi
Polio-0 diberikan? 17 22.7 32 42.7 26 34.7 75 100.0
11 Menurut ibu, kapan imunisasi
Campak diberikan? 20 26.7 20 26.7 35 46.7 75 100.0
12
Menurut ibu, apakah tujuan pemberian imunisasi Hepatitis B?
15 20.0 18 24.0 42 56.0 75 100.0
13
Menurut ibu, kapan pertama kali imunisasi Hepatitis B diberikan?
10 13.3 15 20.0 50 66.7 75 100.0
Dari tabel 5.9 di atas pertanyaan yang paling banyak dijawab benar adalah pertanyaan nomor 2 ‘dimana ibu bisa mendapatkan imunisasi untuk anak anda’, yaitu sebanyak 58 orang (77,3%) diikuti pertanyaan nomor 1 ‘Menurut ibu, apakah yang dimaksudkan dengan imunisasi’ yaitu sebanyak 55 orang (73,3%),
selanjutnya pertanyaan nomor 13 ‘Menurut ibu, kapan pertama kali imunisasi Hepatitis B diberikan’ yaitu sebanyak 50 orang (66,7%).
Berdasarkan pertanyaan yang paling banyak dijawab kurang tepat terdapat pada pertanyaan nomor 7 ‘Menurut ibu, kapan imunisasi DPT diberikan’ yaitu sebanyak 35 orang (46,7%), diikuti pertanyaan nomor 9 ‘Menurut ibu, kapan imunisasi Polio-0 diberikan’ yaitu sebanyak 32 orang (42,7%) selanjutnya pertanyaan nomor 10 ‘Menurutibu, apakah tujuan pemberian imunisasi Campak’
yaitu sebanyak 27 orang (36,0%).
Sedangkan pertanyaan yang paling banyak dijawab salah terdapat pada pertanyaan nomor 8 ‘Menurut ibu, apakah tujuan pemberian Imunisasi Polio’
yaitu sebanyak 26 orang (34,7%), diikuti pertanyaan nomor 20 ‘Menurut ibu, kapan imunisasi Campak diberikan’ yaitu sebanyak 20 orang (26,7%).22
5.1.2.2 Jawaban Responden berdasarkan Sikap
Tabel 5.10
Jawaban Responden Berdasarkan Sikap terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
No Pernyataan
1 Imunisasi diberikan agar
anak terhindar dari penyakit 0 0 0 0 75 100.0 75 100.0
2
Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari pemberian imunisasi
2 2.7 0 0 73 97.3 75 100.0
No Pernyataan imunisasi dasar cukup sekali saja.
6 Imunisasi BCG tidak dapat
mencegah penyakit TBC. 2 2.7 9 12.0 64 85.3 75 100.0
8 Imunisasi Polio dapat
mencegah kelumpuhan. 32 42.7 0 0 43 57.3 75 100.0
9 Imunisasi Campak dapat
mencegah penyakit campak. 29 38.7 0 0 46 61.3 75 100.0
10
Imunisasi Hepatitis B dapat mencegah penyakit
Hepatitis.
29 38.7 1 1.3 45 60.0 75 100.0
Dari tabel 5.10 di atas responden dengan sikap setuju responden paling banyak terdapat pada pernyataan nomor 1 ‘Imunisasi diberikan agar anak terhindar dari penyakit’ yaitu sebanyak 75 orang (100%), diikuti pernyataan nomor 2 ‘Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari pemberian imunisasi’ yaitu sebanyak 73 orang (97,3%), dan selanjutnya pada pernyataan nomor 5 ‘Pemberian imunisasi memerlukan biaya yang besar’ yaitu sebanyak 72 orang (96%).
Berdasarkan sikap tidak setuju responden paling banyak terdapat pada pernyataan nomor 4 ‘Pemberian imunisasi dapat menyebabkan anak tidak sehat’
yaitu sebanyak 31 orang (41,3%).
Sedangkan sikap tidak tahu responden paling banyak terdapat pada pernyataan nomor 3 ‘Pemberian masing-masing imunisasi dasar cukup sekali saja’ yaitu sebanyak 72 orang (96%), diikuti pernyataan nomor 8 ‘Imunisasi Polio dapat mencegah kelumpuhan’ yaitu sebanyak 32 orang (42,7%).
5.1.3 Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau 5.1.3.1 Pengetahuan Ibu terhadap Imunisasi pada Balita
Distribusi hubungan antara pengetahuan ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau adalah sebagai berikut:
Tabel 5.11
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
Pengetahuan
Dari tabel 5.11 di atas, dapat diketahui bahwa dari 19 responden tingkat pengetahuan kurang baik ada 7 orang (9,3%) dengan katagori imunisasi pada balita kurang baik, selanjutnya sebanyak 12 orang (16%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan tidak ada responden dengan katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dari 34 responden tingkat pengetahuan baik tidak ada responden dengan katagori imunisasi pada balita kurang baik, ada 15 orang (20%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan selanjutnya sebanyak 19 orang (25,3%) dengan katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dan dari 22 responden tingkat pengetahuan sangat baik tidak ada responden yang memiliki katagori imunisasi pada balita kurang baik, ada 2 orang (2,7%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan selanjutnya sebanyak 20 orang (26,7%) dengan katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa ibu dengan tingkat pengetahuan sangat baik memberikan imunisasi kepada balita dengan sangat baik.
Hasil uji statistik menunjukkan p-value sebesar 0.000 (p<0,05), artinya ada pengaruh signifikan antara pengetahuan ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau.
Tabel 5.12
Hubungan Sikap Ibu terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
Sikap
Dari tabel 5.12 di atas, dapat diketahui bahwa dari 15 responden dengan sikap kurang baik ada 7 orang (9,3%) dengan katagori imunisasi pada balita
kurang baik, selanjutnya sebanyak 8 orang (10,7%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan tidak ada responden dengan katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dari 15 responden dengan sikap baik tidak ada responden memiliki katagori imunisasi pada balita kurang baik, sebanyak 12 orang (16%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan selanjutnya ada 3 orang (4,0%) memiliki katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dan dari 45 responden dengan sikap sangat baik tidak ada responden yang memiliki katagori imunisasi pada balita kurang baik, ada 9 orang (12%) dengan katagori imunisasi pada balita baik dan selanjutnya sebanyak 36 orang (48%) dengan katagori imunisasi pada balita sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa ibu dengan sikap sangat baik memiliki memberikan imunisasi kepada balita dengan sangat baik.
Hasil uji statistik menunjukkan p-value sebesar 0.000 (p<0,05), artinya ada pengaruh signifikan antara sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau.21
5.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukadamai Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau terhadap 75 orang ibu yang memiliki anak balita diperoleh sebagai berikut :
Berdasarkan tabel 5.1 diketahui bahwa ibu yang memiliki golongan umur kurang dari 20 tahun ada 6 orang (8%), diikuti golongan umur 20-40 tahun sebanyak 54 orang (72%), dan selanjutnya golongan umur lebih dari 40 tahun sebanyak 15 orang (20%). Dapat disimpulkan bahwa ibu yang memiliki anak balita lebih banyak berada pada golongan umur 20-40 tahun. Usia reproduksi adalah usia dimana wanita sudah berpotensi untuk melahirkan, yaitu antara umur 15-49 tahun. Sedangkan usia reproduksi sehat yaitu antara umur 20-35 tahun.
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang. Seseorang yang menjalani hidup secara normal dapat diasumsikan
bahwa semakin lama hidup maka pengalaman semakin banyak, pengetahuan semakin luas, keahliannya semakin mendalam dan kearifannya semakin baik dalam pengambilan keputusan tindakannya.
Berdasarkan tabel 5.2 diketahui bahwa ibu berpendidikan rendah atau tidak bersekolah sebanyak 30 orang (40%), diikuti ibu dengan pendidikan sedang yaitu SMP atau SMA sebanyak 38 orang (50,7%) dan selanjutnya ibu dengan pendidikan tinggi yaitu D3 atau Sarjana ada 7 orang (9,3%). Dapat disimpulkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan sedang dalam hal ini pendidikan SMP atau SMA lebih banyak dibandingkan ibu dengan tingkat pendidikan rendah atau pendidikan tinggi.
Berdasarkan tabel 5.3. diketahui bahwa ibu dengan pengetahuan kurang baik ada 19 orang (25,3%), diikuti ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 34 orang (45,3%) dan selanjutnya ibu dengan pengetahuan sangat baik sebanyak 22 orang (29,3%). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan pengetahuan terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan tingkat pengetahuan baik.
Berdasarkan tabel 5.4. diketahui bahwa ibu dengan sikap kurang baik dan sikap baik memiliki jumlah yang sama yaitu masing-masing ada 15 orang (20%) dan selanjutnya ibu dengan sikap sangat baik ada 45 orang (60%). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan sikap terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan sikap sangat baik.
Berdasarkan tabel 5.5. diketahui bahwa imunisasi pada balita yang dilakukan ibu di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau katagori kurang baik ada 7 orang (9,3%), diikuti imunisasi dalam katagori baik sebanyak 29 orang (38,7%) selanjutnya imunisasi dalam katagori sangat baik sebanyak 39 orang (52%). Dapat disimpulkan bahwa imunisasi yang dilakukan ibu pada balita lebih banyak pada katagori sangat baik.
5.2.1 Pengetahuan Ibu terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
Dari tabel 5.11 distribusi jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pengetahuan sangat baik memberikan imunisasi kepada balita dengan sangat baik pula. Hal ini sesuai dengan tingkat pendidikan ibu yang lebih banyak berpendidikan tinggi dibandingkan ibu dengan pendidikan rendah maupun menengah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p-value sebesar 0.000 (p<0,05), artinya ada pengaruh signifikan antara pengetahuan ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitin yang dilakukan Siti Umaroh yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo (p=0,039).21
Juga didukung penelitian Deni yang menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap kepatuhan pemberian imunisasi pada bayi dengan nilai koefisien kontingensi 0,556 dengan taraf signifikan p=0,01 (p<0,05).22
Dari hasil jawaban responden berdasarkan tingkat pengetahuan ibu terhadap imunisasi pada balita ibu mengetahui bahwa untuk mendapatkan imunisasi pada balita ibu bisa ke posyandu, puskesmas, rumah sakit bersalin, atau rumah sakit umum. Ibu mengerti imunisasi itu adalah suatu usaha untuk meningkatkan kekebalan aktif seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh bayi dan anak. Dan ibu mengetahui bahwa imunisasi pertama kali adalah imunisasi hepatitis B dan imunisasi ini diberikan sejak bayi lahir.22
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses belajar ini
dipengaruhi berbagai faktor dari dalam, seperti motivasi dan faktor luar berupa sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya.22
5.2.2 Sikap Ibu terhadap Imunisasi pada Balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau
Dari tabel 5.12 distribusi jawaban responden berdasarkan sikap menunjukkan bahwa ibu dengan sikap sangat baik memberikan imunisasi kepada balita dengan sangat baik pula. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p-value sebesar 0.000 (p<0,05), artinya ada pengaruh signifikan antara sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Siti Umaroh yang menyatakan bahwa ada hubungan antara sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo (p=0,001).
Penelitian ini juga didukung Emmy Isnaini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar.23
Dari hasil jawaban responden berdasarkan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita ibu setuju bahwa imunisasi diberikan agar anak terhindar dari penyakit dan banyak manfaat yang dapat diambil dari pemberian imunisasi terhadap balita.
Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya.24
Reaksi yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus disebut sikap.
Sikap belum merupakan suatu tindakan nyata, tetapi masih berupa persepsi dan kesiapan seseorang untuk bereaksi terhadap stimulus yang ada di sekitarnya.
Sikap dapat diukur secara langsung dan tidak langsung. Pengukuran sikap merupakan pendapat yang diungkapkan oleh responden terhadap objek .25
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 75 responden di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat pendidikan ibu lebih banyak berpendidikan sedang dalam hal ini pendidikan SMP atau SMA iaitu (50.7%).
2. Dapat mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan tingkat pengetahuan baik iaitu (45.3%).
3. Dapat mengetahui sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau lebih banyak ibu dengan sikap sangat baik iaitu (60.0%).
4. Imunisasi yang dilakukan ibu pada balita lebih banyak pada katagori sangat baik iaitu (52.0%).
5. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi pada balita di Desa Sukamandi Hilir Dusun I Kecamatan Pagar Merbau dengan p-value (<0,05).
6.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
1. Ibu yang mempunyai balita
a. Hendaknya berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dengan mencari sumber informasi tentang pemberian imunisasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi pada balita.
b. Pendidikan kesehatan sangat diperlukan dalam perawatan kesehatan anak khususnya tentang imunisasi sehingga ibu mengetahui kapan bayi harus diimunisasi dengan tepat
2. Pelayan kesehatan
Hendaknya memberikan dukungan yang positif serta informasi kepada ibu untuk meningkatkan motivasi dan keinginan untuk membawa bayinya imunisasi tepat sesuai jadwal supaya bayi dapat terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
3. Peneliti Lain
Dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian tentang imunisasi
DAFTAR PUSTAKA
1. Pulungan, Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di Kelurahan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
2. Nurul H, Gambaran Pengetahuan, Sikap & Perilaku Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Ciputat, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta (2009).
3. Queensland Government. Updated 2014. available at :(https://www.qld.gov.au/health/conditions/immunisation/benefits/index.html) 4. Soedjatmiko, Hartono G, Sekartini R dan Endyarni B. Intisari Imunisasi
Edisi ke-2.Program Imunisasi Nasional Departmen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2015. H 1-81.
5. Ranuh G, Hariyana Suyitno, Sri Rezeki S Hadinegara, Cissy B Kartasasmita, Ismoedijanto, Soedjatmiko.Pedoman Imunisasi Di Indonesia Edisi Kelima Tahun 2014. Dasar-dasar Imunisasi. (Satgas Imunisasi Dokter Anak Indonesia) H 1-24 .
6. World Health Organization. Imunization. Update 2014, available at
:(https://www.who.int/topics/).
7. World Health Organization. Smallpox. Update 2014 available at :(https://www.who.int/csr/disease/smallpox/en/)
.
8. Ranuh G, Hariyana Suyitno, Sri Rezeki S Hadinegara, Cissy B Kartasasmita, Ismoedijanto, Soedjatmiko.Pedoman Imunisasi Di Indonesia Edisi Kelima Tahun 2014. Jadwal Imunisasi. (Satgas Imunisasi Dokter Anak Indonesia) H 54 .
9. Akib AAP, Endaryanto A, Siregar SP, Matondang CS, Aspek Imunilogi Vaksinasi. Pedoman Imunisasi di Indonesia. H 24-44.
10. Siegrist CA. Vaccine immunology. Dalam: Plotkin SA, Orenstein W, Offit
10. Siegrist CA. Vaccine immunology. Dalam: Plotkin SA, Orenstein W, Offit