• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan Hasil Analisis Data 1. Hipotesis Pertama

3. Hipotesis Ketiga

Berdasarkan hasil perhitungan pada analisis variansi dua jalan dengan ukuran sel tak sama, untuk sumber variansi interaksi pendekatan pembelajaran dengan kreativitas diperoleh nilai Fab = 4,9561 > 3,040 = F0,05;2,205, sehingga Fab DK. Oleh karena itu H0AB ditolak, ini berarti terdapat interaksi antara faktor pendekatan pembelajaran dan faktor kreativitas mahasiswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi persamaan kuadrat.

a. Dari uji komparasi rerata antar sel dengan metode Scheffe’ pada kegiatan tutorial dengan pendekatan CTL (baris 1) diperoleh hasil sebagai berikut:

1) F11-12 = 12,5508 > 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F11-12 DK sehingga H0 ditolak

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi kegiatan tutorial dengan pendekatan CTL terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas tinggi adalah 75,2381 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas sedang adalah 59,3333.

Karena rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial dengan pendekatan CTL, mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang.

2) F11-13 = 10,0473 < 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F11-13 DK sehingga H0 diterima.

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi pembelajaran dengan pendekatan CTL tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas tinggi adalah 75,2381 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas rendah adalah 60,7143.

Walaupun rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah, tetapi karena hasil uji komparasi rerata antar sel pada baris yang sama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial

dengan pendekatan CTL, mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar yang sama dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah.

3) F12-13 = 0,0783 < 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F12-13 DK sehingga H0 diterima.

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi pembelajaran dengan pendekatan CTL tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas sedang adalah 59,333 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas rendah adalah 60,7143.

Walaupun rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang, tetapi karena hasil uji komparasi rerata antar sel pada baris yang sama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial dengan pendekatan CTL, mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang mempunyai prestasi belajar yang sama dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah.

Dengan demikian pada uji komparasi antar sel pada baris pertama (pembelajaran dengan pendekatan CTL), dapat diambil kesimpulan bahwa pada pembelajaran CTL, mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang. Sedangkan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang dan rendah, serta kreativitas tinggi dan rendah mempunyai prestasi belajar yang sama.

b. Dari uji komparasi rerata antar sel dengan metode Scheffe’ pada pembelajaran tutorial dengan pendekatan mekanistik (baris 2) diperoleh hasil sebagai berikut:

1) F21-22 = 0,0504 < 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F21-22 DK sehingga H0 diterima.

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi pembelajaran tutorial dengan pendekatan mekanistik tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas tinggi adalah 69,0000 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas sedang adalah 70,0000.

Walaupun rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi, tetapi karena hasil uji komparasi rerata antar sel pada baris yang sama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial dengan mekanistik, mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar yang sama dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang.

2) F21-23 = 12,9662 > 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F21-23 DK sehingga H0 ditolak.

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi kegiatan tutorial dengan pendekatan mekanistik terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas tinggi adalah 69,0000 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas sedang adalah 52,5000.

Karena rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial dengan

pendekatan mekanistik, mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah.

3) F22-23 = 12,7132 > 11,2906 = 5F0,05;2,94, maka F22-23 DK sehingga H0 ditolak.

Hal ini berarti, pada kelas yang diberi kegiatan tutorial dengan pendekatan mekanistik terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah. Dengan melihat Tabel 4.13 diperoleh bahwa rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas tinggi adalah 70,0000 dan rerata yang diperoleh mahasiswa dengan kreativitas sedang adalah 52,5000.

Karena rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih tinggi dari rerata yang diperoleh mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah, maka dapat disimpulkan bahwa pada kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran tutorial dengan pendekatan mekanistik, mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas rendah.

Dengan demikian pada uji komparasi antar sel pada baris kedua (pembelajaran tutorial dengan pendekatan mekanistik), dapat diambil kesimpulan bahwa pada pembelajaran tutorial dengan pendekatan mekanistik, mahasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar yang sama dengan mahasiswa yang mempunyai kreativitas sedang. Prestasi belajar mahasiswa dengan kreativitas tinggi lebih baik dari prestasi belajar mahasiswa dengan kreativitas rendah, dan prestasi belajar mahasiswa dengan kreativitas sedang lebih baik dari prestasi belajar mahasiswa dengan kreativitas rendah.

Dokumen terkait