• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORITIS

E. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dibahas ini maka diajukan hipotesis sebagai berikut :

Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong Batu Ajung.

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong Batu Ajung.

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang penulis lakukan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan rancangan penelitian korelasional bermaksud untuk mengungkapkan hubungan antar variabel. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan fungsional yang berdasarkan teori dan logika berfikir dapat diterima, sehingga korelasi yang dimaksud bukan hanya menghubungkan dua data yang tidak memiliki makna. Korelasi mengacu pada kecenderungan bahwa adanya variasi suatu variabel tertentu. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan paling tidak dua variabel.

Menurut Arikunto, penelitian korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif adalah penelitian menggunakan pendekatan yang data-datanya numerikal dan diolah dengan menggunakan statistik. Dengan teknik korelasional peneliti dapat mengetahui hubungan sebuah variabel dengan variabel lain.29

B. Lokasi Penelitian

29 Arikunto,S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Penulis melakukan penelitian ini di salah satu desa yang ada di Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, yakni Jorong Batu Ajung.

Penulis tertarik melakukan penelitian di sini karena tidak memungkinkan bagi penulis mencari tempat lain di saat kondisi covid-19 yang sampai saat ini masih merajalela sehingga penulis mengambil desa terdekat dari rumah agar penelitian ini dapat terselesaikan.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian berupa kumpulan atau merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Ketika menarik populasi peneliti mengambil objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu.

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang ada di Jorong Batu Ajung.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, dengan kata lain sampel merupakan sebagian dari populasi yang akan diambil sebagaai sumber data dan dapat mewakili keseluruhan populasi (sebagaian atau wakil populasi yaang

diteliti).30 Dapat di pahami bahwa sampel adalah wakil dari populasi yang akan diteliti. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, seperti pendapat Sugiyono bahwa purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.31

Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah sampel dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.1 Sampel penelitian

Remaja Umur Total

Remaja madya

16 12

17 9

18 10

Jumlah 31

Dari tabel diatas dapat dipahami bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang remaja. Alasan penulis memilih sampel ini karena penulis hanya mengambil remaja yang kreatif saja baik itu

30Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualotatif, dan R&D, .... h.118

31Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualotatif, dan R&D, .... h.124

perempuan maupun laki-laki. Maka dari itu penulis mengambil remaja madya yang berusia 16 – 18 tahun.

D. Prosedur Penelitian

Secara umum prosedur penelitian dapat dibagi atas tiga tahap yaitu:

1. Tahap Persiapan

a. Melakukan observasi awal untuk mengumpulkan data yang akan bisa diteliti.

b. Menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk penelitian, berupa angket.

c. Mengurus surat-surat perizinan.

d. Mempersiapkan hal-hal lain yang dirasa perlu dan dapat menunjang penelitian, seperti waktu, kesempatan, dan dana.

2. Tahap pelaksanaan

a. Melakukan pendekatan kepada anak untuk membicarakan waktu yang dirasa tepat untuk menyebarkan dan mengadministrasikan angket.

b. Melaksanakan dan mengadministrasikan angket kepada siswa.

3. Tahap penyelesaian

a. Mengolah data yang telah didapat selama penelitian

b. Menerima surat keterangan bahwa sudah selesai melakukan penelitian kepada pihak sekolah.

E. Teknik Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa angket yang diberikan kepada remaja di Jorong Batu Ajung. Angket adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan mengajukan suatu daftar pertanyaan tertulis kepada sejumlah individu-individu yang diberikan daftar pertanyaan tersebut untuk memberikan jawaban secara tertulis pula. Melalui format yang sudah disiapkan yaitu lembaran angket, responden tinggal memberi tanda check list (√) pada lembar instrumennya. Angket ini disusun berdasarkan kisi-kisi dan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan responden.

Angket yang digunakan adalah angket tertutup, yang mana angket tertutup penulis maksud adalah angket yang jawabannya telah penulis siapkan sedangkan respondennya hanya mengisi jawaban yang sesuai pada jawaban yang sudah penulis siapkan. Menurut Wayan Nurkancana32 angket tertutup adaalah apabila pertanyaan-pertanyaaan yang diajukan telah disediakan sejumlah alternative jawaban, dan responden tingggal memilih salah satu alternative jawaban yang telah disediakaan tersebut.

Dapat dipahami bahwa pada angket tertutup responden hanya mengisi alternative jawaban yang telah disediakan penulis, namun kelemahannya adalah responden terikat dengan jawaban yang ada, sehingga tidak memungkinkan adanya pilihan jawaban yang lain.

Tabel 3.2

32Wayan Nurkancana, Pemahaman Individu, (Jakarta: Usaha Nasional, 1993), Hal. 45

Alternatif Jawaban Untuk Pernyataaan Positif NO Alternatif Jawaban Skor Kategori

1 Selalu (SL) 5 Sangat tinggi

2 Sering (SR) 4 Tinggi

3 Kadang-kadang (KD) 3 Sedang

4 Jarang (JR) 2 Rendah

5 Tidak pernah (TP) 1 Sangat rendah

Tabel 3.3

Alternatif Jawaban Untuk Pernyataan Negatif NO Alternatif Jawaban Skor Kategori

1 Selalu (SL) 1 Sangat rendah

2 Sering (SR) 2 Rendah

3 Kadang-kadang (KD) 3 Sedang

4 Jarang (JR) 4 Tinggi

5 Tidak pernah (TP) 5 Sangat tinggi

F. Variabel penelitian

Menurut Sugiyono33 variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,

33Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan;Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), Hal. 124

kemudian ditarik kesimpulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel Bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Kreativitas (X).

2. Variabel Terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (Arikunto,1998). Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Aktualisasi Diri (Y).

G. Metode Analisis Instrumen 1. Validitas instrumen

Validitas merupakan suatu instrumen berkaitan dengan kemampuan instrumen itu untuk mengukur atau mengungkapkan karakteristik dari variabel yang dimaksudkan untuk diukur.34 Validitas melihat seberapa jauh instrumen itu benar-benar mengukur apa yang telah diukur. Skala dinyatakan valid jika telah dilakukan uji validitas dalam hal ini penulis menggunakan dua uji validitas yaitu uji validitas konstruk dan uji validitas empiris.

Uji validitas konstruk biasa digunakan untuk instrumen-instrument yang dimaksudkan mengukur variabel-variabel konsep, baik yang sifatnya performansi tipikal seperi instrument untuk

34 Febri Endra, Pengantar Metodologi Penelitian, (taman Sidoarjo, Zifatama Jawara,2017), hlm 132

mengukur minat, konsep diri, lokus kontrol, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi dan lain-lain.35

Validasi konstruk ditentukan melalui expert Judgment, yaitu pendapat para ahli (pakar keilmuan) tentang isi materi. Sebuah instrumen dapat dikatakan valid apabila mampu mengkur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Ahli yang penulis temui untuk uji validitas isi adalah dosen bimbingan dan konseling yaitu bapak Dodi Pasila Putra M.Pd (V1) dan bapak Rici Kardo M.Pd (V2) serta Nurhasnah.,M.Pd (V3).

Tabel 3.4

No Aspek Penelitian Validator Keterangan V1 V2 V3

35 Djaali, Pudji Muljono, Pengukur dalam bidang Pendidikan, (Jakarta:Made Putrawan, 2007)hlm 51

mencangkup semua aspek kreativitas dan aktualisasi diri

b. kebenaran isi angket 3 3 2 3. Aspek bahasa

a. Kalimat yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang benar

Setelah dilakukan validitas konstruk, selanjutnya dilaksanakan validitas empiris yaitu dengan melakukan uji coba kepada selain sampel penelitian yang memiliki karakteristik yang sama dengan sampel penelitian. Dalam hal ini penulis berikan kepada beberapa orang remaja yang bukan sampel peneliti.

Untuk menganalisa terhadap butir-butir pernyataan penelitian memanfaatkan teknik analisa product moment icorrelation dengan memperhatikan korelasi antar skor butir dan skor total.36 Untuk melakukan uji validitas empiris ini peneliti menggunakan aplikasi SPSS 25. Setelah diperoleh nilai rxy selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai Rhitung apabila >Rtabel maka skala dikatakan valid.

36 A Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Padang: UNP Press, 2013). Hlm 234

Dari hasil uji coba instrumen kreativitas terdapat 9 item pernyataan tidak valid dan 35 item pernyataan valid dari 44 item pernyataan. Pada variabel aktualisasi diri ada 2 item pernyataan tidak valid dan 22 item pernyataan valid dari 24 item. Dengan demikian item valid dapat digunakan untuk penelitian sedangkan item pernyataan tidak valid tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi syarat. Jadi pada penelitian ini item yang layak digunakan adalah item 35 item untu kreativitas dan 22 item untuk aktualisasi diri. Hasilnya dapat dilihat pad tabel 3.4.

Tabel 3.4

Variabel Keterangan Nomor Item Jumlah

Kreativitas Valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 20, 22, 24, 25, 27, 28, 30, 32, 33, 34, 35, 35, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44,

35

Tidak valid 10, 14, 18, 19, 21, 23, 26, 29, 31 9 Aktualisasi

Diri

Valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 22, 23, 24

22

Tidak Valid 17, 21 2

2. Realiabilitas Instrumen

Reabilitas (keandalan) merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuosioner. Untuk mencari atau menentukan tingkat reabilitas dari alat ukur (instrument penelitian) dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus alpha cronbach.37

π‘Ÿπ‘₯𝑦= [ π‘˜

(π‘˜βˆ’1)] [1 βˆ’Ξ£πœŽ2 𝑏

𝜎2 𝑑] Keterangan :

π‘Ÿπ‘₯𝑦 : Koefisien reliabilitas instrumen

π‘˜ :Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal Σ𝜎2𝑏 :Jumlah varians butir

𝜎2 𝑑 :Varians total antara 0,80 sampai dengan 1,0 = sangat tinggi Untuk mendapatkan hasil analisis yang tepat dan akurat serta menghindari kemungkinan resiko kesalahan yang lebih tinggi dengan perhitungan maka dalam hal ini, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS 25. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 3.5 dan tabel 3.6.

Tabel 3.5

Reabilitas Instrument Penelitian Kreativitas

37Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta Rineka Cipta, 1998) hlm 196

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,896 44

Tabel 3.6

Reabilitas Instrument Penelitian Aktualisasi Diri

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,900 24

Dari hasil uji reliabilitas diatas di dapatkan dari nilai alpha cronbach pada variable kreativitas sebesar 0,896 > 0,60 artinya variabel tersebut reliabel, dan untuk variabel aktualisasi diri di dapatkan dari nilai alpha cronbach sebesar 0,900 > 0,60 artinya reliabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua instrument dalam penelitian ini tergolong reliable.

H. Teknik Pengolahan Data

Setelah semua data yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan dari lapangan, kemudian penulis mengolah data tersebut dan menganalisisnya dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Editing, yaitu penulis memeriksa jawaban yang diberikan responden sehingga mendapatkan pedoman yang jelas tentang data tersebut.

2. Coding, yaitu mengklasifikasikan data atau jawaban responden menurut kriteria atau macam-macam yang telah ditentukan.38

3. Tabulasi, yaitu memasukan data ke dalam tabel.39

4. Pengolahan data, teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik statistik sederhana dengan mencari skor mean, standar devisasi, range, skor minimum dan skor maksimum dengan formula :

a) Mean 𝑀 =βˆ‘ 𝐹𝑋

𝑁

Keterangan : M = mean

βˆ‘ 𝐹𝑋 = jumlah responden yang memilih (frekuensi) X nilai tengah pada setiap interval.

𝑁= jumlah responden b. Range, yaitu : STβˆ’SR

5 Keterangan :

ST = Skor Tertinggi SR = Skor Terendah

c. Menghitung frekuensi (F) dari setiap item.

d. % Skor yaitu : Skor perolehan Skor Ideal x 100

38 Amir Hadi, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 1998), Hal. 144

39 Amir Hadi, β€œMetode Penelitian Pendidikan”, (Bandung: Pustaka Setia, 1998) hlm 148

Setelah data diolah menggunakan rumus statistik sederhana, kemudian kedua variabel data di klasifikasikan ke dalam kategori interpretasi skala, sebagai berikut :

Tabel 3.7

Pedoman interpretasi skala

Kategori Interval

Selalu (SL) 81-100 %

Sering (SR) 61-80 %

Kadang-kadang (KD) 41-60 %

Jarang (J) 21-40 %

Tidak Pernah (TP) 0-20 %

5. Interval data : STβˆ’SR

K

Keterangan :

ST = Skor Tertinggi SR = Skor Terendah K = Kelas Kategori 6. Standar deviasi

SD= √ βˆ‘ 𝑓π‘₯2

𝑁

Keterangan :

SD : Standar deviasi

βˆ‘ 𝑓π‘₯ : jumlah hasil perkalian antara frekuensi masing-masing sko dengan deviasi skor yang telah dikodratkan.

N : Number of cases40

Setelah data diolah dengan menggunakan rumus statistik sederhana, kemudian ke dua variabel maka data diklasifikasikan ke dalam kategori interpretasi skala.

I. Prasyarat Uji Analisis d. Uji normalitas

Penelitian uji data yang peneliti lakukan adalah uji normalitas.

Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Jika analisis menggunakan metode parametrik maka syarat normalitas harus terpenuhi yaitu berasal dari distribusi normal. Dalam penelitian ini peneliti product moment dengan pengolahan data menggunakan statistical product and sevice solution SPSS 25.

e. Uji linearitas

Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak. Data yang sebenarnya terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Perhitungan linearitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 25. Uji linearitas dalam penelitian ini dengan melihat nilai deviation from linearity. Jika nilai sig.

Deviation from linearity > 0.05 maka data adalah linear, sebaliknya jika sig deviation from linearity < maka tidak benar.

40Suharsimi Arikunto, β€œManajemen Penelitian”, (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), hal 97

J. Pengujian Hipotesis

Untuk melihat keeratan hubungan variabel, maka langkah selanjutnya dilakukan analisa data dengan menggunakan analisis korelasi product moment.

Adapun rumus product moment correlation yang digunakan adalah : Rxy =

N βˆ‘ XY-(βˆ‘ X)(βˆ‘ Y)

√[N βˆ‘ 𝑋2βˆ’ (βˆ‘ 𝑋2)(N βˆ‘ π‘Œ2)βˆ’(βˆ‘ π‘Œ2)]

Keterangan :

N : Jumlah responden

Rxy : Koefisien korelasi antara X dan Y X : Skor mentah variabel X

Y : Skor mentah variabel Y

βˆ‘ xy : Jumlah hasil penelitian tiap skor asli variavel X dan Y

βˆ‘ x : Jumlah variabel X

βˆ‘ Y : Jumlah variabel

f. Setelah melakukan perhitungan di atas, maka selanjutnya melakukan interpretasi dengan menggunakan tabel β€œr” product moment dengan langkah :

1. Jika nilai rhitung > rtabel maka Ha diterima H0 ditolak, artinya terdapat hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri di Jorong Batu Ajung.

2. Jika nilai rhitung < rtabel maka H0 diterima Ha ditolak, artinya tidak terdapat hubungan antara akreativitas dengan aktualisasi diri di Jorong Batu Ajung.

3. Menginterpretasikan dengan tabel β€œr” product moment sebagai berikut :

Tabel 3.8 Interpretasi rxy

Besarnya β€œr” Product Moment (rxy)

Interpretasi

0 Tidak berkorelasi

0.01-0.199 Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelas itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan Y).

0.20-0.399 Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi yang lemah atau rendah.

0.40-0.599 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi sedang atau cukup.

0.60-0.799 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.

0.0-1.00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi.

g. Selanjutnya menguji determinasi untuk mengetahui seberapa besar variabel X (kreativitas) mempengaruhi variabel Y (aktualisasi diri).

Untuk menentukan koefisien determinasi antar variabel dilakukan dengan rumus :

D = (rxy)2 x 100% atau R= (rxy)2 x 100%

Keterangan :

D/R= koefisien determinasi

R2 = koefisien determinasi product moment kuadrat 100 konstanta h. Lankah selanjutnya ialah melakukan interpretasi dengan melihat

tabel koefisien korelasi (r) pearson dengan menggunakan rumus : Df = N-nr

Keterangan :

Df = ketetapan nilai dengan melihat tabel β€œr”

N = jumlah individu

Nr = jumlah variabel yang dikorelasikan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penelitian diperoleh berdasarkan pengumpulan data dari instrumen berupa pemberian skor. Pemaparan tersebut meliputi variabel-variabel penelitian yaitu hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja yang mencangkup mean, median mode, standar deviasi, (rentang skor) range, skor minimum dan skor maximum.

Adapun perolehan data variabel penelitian dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut :

Tabel 4.9

Skor Data Empirik Variabel Penelitian Statistics

Kreativitas Aktualisasi Diri

N Valid 31 31

Missing 0 0

Mean 127,00 82,87

Std. Error of Mean 3,108 1,988

Median 123,00 80,00

Mode 112 74

Std. Deviation 17,307 11,069

Variance 299,533 122,516

Range 68 41

Minimum 103 65

Maximum 171 106

Sum 3937 2569

Sumber : Hasil pengolahan data dari aplikasi SPSS versi 25

Berdasarkan tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa skor data empirik variabel kreativitas pada bagian mean 127,00 pada median 123,00 pada bagian minimum 103 pada bagian maximum 171 pada bagian std deviasi 17,307. Selanjutnya, skor data empirik pada variabel aktualisasi diri bagian mean 82,87 pada bagian median 80,00 pada bagian minimum 65 pada bagian maximum 106 pada bagian std deviasi 11,069.

Kemudian untuk mengetahui deskripsi mengenai hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong Batu Ajung maka peneliti mengumpulkan dengan skala kreativitas dan aktualisasi diri yang disusun sendiri oleh peneliti yang di bagikan kepada sampel penelitian sebanyak 31 remaja madya di Jorong Batu Ajung. Untuk memperoleh penjelasan yang rinci berkenaan tentang kreativitas dengan

aktualisasi diri remaja madya di Jorong Batu Ajung, maka peneliti jabarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan pada tanggal 31 januari 2021 yaitu sebagai berikut :

1) Kreativitas

Data tentang kreativitas dikumpulkan dengan menggunakan skala kreativitas yang peneliti sebarkan kepada sampel penelitian berjumlah 31 orang. Remaja memilih dengan alternatif jawaban Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (J) dan Tidak Pernah (TP). Untuk jawaban positif Selalu (SL) diberi skor 5, Sering (SR) diberi skor 4, Kadang-kadang (KD) diberi skor 3, jarang (J) diberi skor 2, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 1. Sedangkan untuk jawaban negatif Selalu (SL) diberi skor 1, Sering (SR) diberi skor 2, Kadang-kadang (KD) diberi skor 3, Jarang (J) diberi skor 4, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 5

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang rinci berkenaaan dengan kreativitas dapat diketahui bahwa skor untuk keseluruhan adalah skor tertinggi yang diperoleh 171, skor terendah diperoleh adalah 103. Berikut ini kreativitas remaja di Jorong Batu Ajung :

Grafik 4.1

Distribusi Frekuensi Kreativitas Remaja di Jorong Batu Ajung

2) Aktualisasi Diri

Data tentang aktualisai diri dikumpulkan dengan menggunakan skala aktualiasi diri yang peneliti sebarkan kepada sampel penelitian sejumlah 57 orang. Siswa bisa memilih dengan alternatif jawaban Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-Kadang (KD), Jarang (J), dan Tidak Pernah (TP). Untuk jawaban positif Selalu (SL) diberi skor 5, Sering (SR) diberi skor 4, Kadang-kadang (KD) diberi skor 3, Jarang (J) diberi skor 2, dan Tidak Pernah (TP) diberi Skor 1. Sedangkan untuk jawaban negatif Selalu (SL) diberi skor 1, Sering (SR) diberi skor 2, Kadang-kadang (KD) diberi skor 3, Jarang (J) diberi skor 4, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 5.

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang rinci berkenaan dengan aktualisasi diri dapat diketahui bahwa jumlah skor untuk keseluruhan remaja adalah skor tertinggi yang diperoleh 106, skor terendah yang diperoleh adalah 65. Berikut grafik 4.2 mengenai distribusi frekuensi aktualisasi diri remaja di Jorong Batu Ajung.

Grafik 4.2

Distribusi Frekuensi Aktualisasi diri di Jorong Batu Ajung

B. Uji Prasayarat Analisis 1. Uji Normalitas

Uji normalitas yang peneliti lakukan dengan menggunakan uji kolmogorof-smirnof dengan bantuan SPSS versi 25 jika nilai significance correlation (sig) pada hasil perhitungan besar dari alpha (0.05), maka data dapat dikatakan bertrisdibusi normal. Sebaliknya, jika nilai Significance correlation (sig) pada hasil perhitungan kecil sama dari alpha (0.05), maka dapat dikatakan tidak bedistribusi normal.

Uji normalitas yang peneliti dapatkan dalam jumlah sampel 31 orang yaitu menggunakan SPSS 25 sebagai berikut :

a. Kreativitas

Tabel 4.10

Hasil Uji Normalitas Variabel Kreativitas N=31

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Kreativitas ,145 31 ,095 ,918 31 ,021 a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan tabel 4.10 di atas dapat diketahui hasil uji normalitas pada kolom Kolmogorog-Smirnov dan Shapiro-Wilk untuk menginterpretasikan normalitas data pada penelitian ini peneliti menggunakan hasil tes dari Kolmogorog-Smirnov. Berdasarkan interpretasi SPSS 25 for window untuk uji normalitas. Jika nilai signifikan pengujian >

dari alpha (0.05) maka data berdistribusi normal.

Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikan normalitas Kolmogorog-Smirnov yaitu (0.095) > dari alpha (0.05) sehingga data berdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 4.11 berikut :

Grafik 4.3

Hasil Uji Normalitas Variabel Kreativitas

Berdasarkan grafik 4.3 diatas dapat diketahui bahwa penyebaran data mendekati garis normal, sehingga data dapat diasumsikan berdistribusi normal.

b. Aktualisasi diri

Tabel 4.11

Hasil Uji Normalitas Variabel Aktualisasi Diri N=31

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statisti

c df Sig.

Statisti

c df Sig.

Aktualisasi Diri

,154 31 ,060 ,933 31 ,051

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan tabel 4.11 di atas dapat diketahui hasil uji normalitas pada kolom Kolmogorog-Smirnov dan Shapiro-Wilk untuk menginterpretasikan normalitas data pada penelitian ini peneliti menggunakan hasil tes dari Kolmogorog-Smirnov.

Berdasarkan interpretasi SPSS 25 for window untuk uji normalitas.

Jika nilai signifikan pengujian > dari alpha (0.05) maka data berdistribusi normal.

Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikan normalitas Kolmogorog-Smirnov yaitu (0.060) > dari alpha (0.05) sehingga data berdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 4.13 berikut :

Grafik 4.4

Hasil Uji Normalitas Variabel Aktualisasi Diri

Berdasarkan grafik 4.4 diatas dapat diketahui bahwa penyebaran data mendekati garis normal, sehingga data dapat diasumsikan berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas bertujuan untuk membuktikan apakah variabel kreativitas mempunyai hubungan dengan variabel aktualisasi diri.

Adapun uji yang ditemukan yaitu : Tabel 4.12 Hasil Uji Liniaritas

Kreativitas dengan Aktualisasi Diri Remaja Di Jorong Batu Ajung

N=31

ANOVA Table

Berdasarkan tabel 4.12, hasil uji linearitas di atas dapat dilihat nilai signifikansi deviation of linearity adalah linear sebesar 0.236 yang menyatakan linearity > dari Ξ± (0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel kreativitas dengan variabel aktualisasi diri.

3. Uji Hipotesis Korelasi Sederhana

Uji hipotesis penelitian diarahkan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu β€œterdapat hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di jorong Batu Ajung. Uji hipotesis ini menggunakan teknik analisis dengan menggunakan program SPSS versi 25 for window.

Tabel 4.13 Hasil Uji Hipotesis

Variabel Kreativitas dengan Aktualisasi Diri N=31

Correlations

Kreativitas

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Setelah melakukan perhitungan, berdasarkan tabel 4.13 diperoleh hasil bahwa nilai korelasi antara kreativitas dengan aktualisasi diri bernilai 0,759** untuk mengkorelasikan kedua variabel tersebut dicari df=n-2 (31-2) maka df=29. Kemudian dilihat r tabel korelasi product moment pada signifikan ∞ 0,05 dengan df 29=0,3550. Berdasarkan pedoman interpretasi, jika nilai rhitung > rtabel maka ada hubungan yang signifikan.

Pada hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa rhitung 0,759*** >

rtabel 0.3550, maka dapat diketahui bahwa terdapat korelasi (hubungan) yang signifikan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong Batu Ajung. Jika dilihat pada tabel pedoman interpretasi product moment dapat disimpulkan bahwa 0,759** terletak (0,60-0,799) yaitu variabel X dan Y berkorelasi kuat.

a. Uji Hipotesis

Berdasarkan tabel 4.16 uji korelasi di atas, dapat diketahui bahwa hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong

Berdasarkan tabel 4.16 uji korelasi di atas, dapat diketahui bahwa hubungan antara kreativitas dengan aktualisasi diri remaja di Jorong

Dokumen terkait