• Tidak ada hasil yang ditemukan

6. Metode Penilaian Kinerja

2.4. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan pada penelitian terdahulu, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian di atas maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:

Chandra (2013) dalam penelitian “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan PD. Wonoagung Sejahtera di Gresik” hasil penelitian ini menunjukan bahwa komitmen organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja dimana kinerja karyawan akan meningkat dengan adanya komitmen organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja, dimana dengan komitmen karyawan yang tinggi, berdampak positif terhadap kinerja karyawan, serta kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini berpengaruh secara langsung, namun memiliki hubungan yang signifikan karena hasil riset menunjukan hasil positif. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen terhadap kepuasan, komitmen terhadap kinerja dan kepuasan terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada

penambahan variabel disiplin kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H1: Ada pengaruh komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja secara parsial

Agusta dan Supartha (2013) dalam penelitian “Pengaruh Kepemimpinan, Hubungan Kerja, dan Disiplin Kerja terhadap Kepuasan Kerja karyawan pada PT. Bintang Bali Indah Denpasar” hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi dan kinerja, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Sudiyanto (2015) dalam penelitian “Pengaruh Disiplin, Budaya Kerja, dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja pegawai pada Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Palembang” hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi dan kinerja, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Arina (2015) dalam penelitian “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Displin Kerja terhadap Kepuasan Kerja karyawan Pada CV. Yamaha Siteba Padang”

hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada CV. Yamaha Siteba Padang. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi dan kinerja, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H2: Ada pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja secara parsial Mulyanto & Mini S (2013) dalam penelitian “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Kepusaan Kerja dalam upaya meningkatkan Kinerja Pegawai RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta” hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja pegawai. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meniliti pengaruh komitmen organisasional dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai. Perbedannya terletak pada objek yang diteliti, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H3: Ada pengaruh komitmen organisasional dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja secara simultan

Nydia (2012) dalam penelitian “Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Lapangan SPBU COCO Pertamina MT Haryono,” hasil penelitian menunjukan bahwa komitmen organisasi yang terdiri dari komitmen afektif, berkelanjutan dan normative berpengaruh secra simultan terhadap karyawan lapangan SPBU COCO Pertamina MT Haryono. Secara

parsial komitmen afektif, komitmen berkelanjutan positif dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan komitmen normative tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan lapangan SPBU COCO Pertamina MT Haryono. Komitmen berkelanjutan yang merupakan salah satu jenis variabel komitmen organisasi memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan lapangan SPBU COCO Pertamina MT Haryono. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel disiplin kerja dan kepuasan kerja, obyek yang diteli juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Nanda (2014) dalam penelitian “Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Pengendalian Internal, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan” (Studi Empirin Pada AJB Bumi Putera 2912 Kantor Cabang Solo Gladag) hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel disipilin kerja dan kepuasan kerja, obyek yang diteli juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Taurisa dan Ratnawati (2012) dalam “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasional dalam meningkatkan Kinerja Karyawan” (Studi pada PT. Sido Muncul Kaligawe Semarang) hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi komitmen

organisasional dalam diri karyawan PT. Sido Muncul, maka semakin tinggi tingkat kinerja karyawannya dan terdapat pengaruh yang searah antara kepuasan kerja dan kinerja karyawan, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan PT. Sido Muncul, semakin tinggi kinerja karyawannya. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja dan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel disiplin kerja, obyek yang diteli juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Utomo (2011) dalam penelitian “Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai” (Studi pada pegawai Setda Kabupaten Pati) hasil penelitian ini menunjukan bahwa komitmen organisasi dengan dimensi afektif, normative, dan continuance terbukti secara signifikan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Pati dengan item paling bagus adalah yang diperoleh dalam organisasi, yaitu pegawai merasa akan banyak memperoleh manfaat jika tetap bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel disiplin kerja dan kepuasan kerja, obyek yang diteli juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Argensia et.al (2014) dalam penelitian “Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Intervening” (Studi pada kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai tipe madya pabean B Medan) hasil penelitian ini menunjukan bahwa komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai KPPBC TMP B Medan. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel disiplin kerja dan kepuasan kerja, obyek yang diteli juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H4: Ada pengaruh komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan secara parsial

Hidayati (2014) dalam penelitian “Analisis Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Kemilau Indah Permana Kebakkramat Karanganyar” hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Kemilau Indah Permana Kebakkramat Karanganyar. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Baihaqi (2013) dalam “Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Moderating” (Studi kasus pada Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Jayanti (2014) dalam “Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kontrak Psikologis, Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan RSUD Kota Semarang” hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dan kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel yang dilakukan penulis yaitu adanya variabel komitmen organisasi, obyek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

Ardansyah dan Wasilawati (2014) dalam penelitian “Pengawasan, Disiplin Kerja, dan Kinerja Pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah” hasil penelitian ini menunjukan bahwa disiplin kerja

berpengaruh signifikan terhadap kinerja yang ditunjukkan oleh koefisien regresi b2 sebesar 0,568. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H5: Ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial

S. Timbuleng & J.S.B. Sumarauw (2015) dalam penelitian “Etos Kerja, Disiplin Kerja dan Komitmen Organisasi Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Manado” hasil penelitian ini menunjukan bahwa Komitmen Organisasional dan Disiplin Kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan oleh penulis adalah sama-sama meniliti pengaruh komitmen organisasional dan disiplin kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel kepuasan kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H6: Ada pengaruh komitmen organisasional dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan

Putri dan Latrini (2013) dalam penelitian “Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan sektor publik, dengan In-role Performance dan Innovative Performance sebagai Variabel Mediasi” hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif sebesar 0,111 terhadap kinerja. Ini berarti kepuasan kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar

11,1 persen dalam artian semakin baik kepuasan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel komitmen organisasi dan disiplin kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama

Ciptodihardjo (2013) dalam penelitian “Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional dan Kinerja Karyawan pada karyawan PT. Smartfren, Tbk di Surabaya” hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja bepengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 0,259, artinya setiap peningkatan kepuasan kerja sebesar satu satuan makan akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,259. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel komitmen organisasi dan disiplin kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama

Umar (2011) dalam penelitian “Pengaruh Upah, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pekerja pada Industri Manufaktur di Kota Makassar” hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan pekerja, maka kinerja pekerja pada industri manufaktur di kota Makassar cenderung meningkat. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meneliti pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Perbedaannya terletak pada penambahan variabel komitmen organisasi dan

disiplin kerja, objek yang diteliti juga berbeda, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama

H7: Ada pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial

Mulyanto & Mini S (2013) dalam penelitian “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Kepusaan Kerja dalam upaya meningkatkan Kinerja Pegawai RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta” hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap kinerja dibandingkan pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meniliti pengaruh komitmen organisasional dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai. Perbedannya terletak pada objek yang diteliti, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H8: Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan komitmen organisasional terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan PT. Arief Nirwana Utama.

Mulyanto & Mini S (2013) dalam penelitian “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Kepusaan Kerja dalam upaya meningkatkan Kinerja Pegawai RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta” hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung disiplin kerja terhadap kinerja lebih dominan dibandingkan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja yang melalui kepuasan kerja. Persamaan peneliti ini dengan peneliti yang dilakukan penulis adalah sama-sama meniliti pengaruh komitmen

organisasional dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai. Perbedannya terletak pada objek yang diteliti, peneliti meneliti di PT. Arief Nirwana Utama.

H9: Ada pengaruh tidak langsung yang signifikan disiplin kerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan PT. Arief Nirwana Utama.

Dokumen terkait