HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Analisis Asumsi Regresi Klasik (BLUE / Best Linier Unbiased Estimator ).
4.3.1. Uji Hipotesis Secara Simultan
Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji F dengan langkah – langkah sebagai berikut :
Tabel 8: Analisis Varian (ANOVA) Sumber
Varian
Jumlah Kuadrat Df Kuadrat Tengah F hitung F
tabel
Regresi 2E+017 4 5,170E+016 3,576 3,48
Sisa 1E+017 10 1,445E+016
Total 4E+017 14
Sumber: Lampiran 3 dan 6
1. Untuk menguji pengaruh secara simultan (serempak) digunakan uji F dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Secara keseluruhan variabel bebas tidak ada pengaruh terhadap variabel terikat.
Hi : 12 34 0
Secara keseluruhan variabel bebas ada pengaruh terhadap variabel terikat.
b. = 0,05 dengan df pembilang = 4
df penyebut = 10 c. F tabel ( = 0,05) = 3,48 d. F hitung = Rata - rata kuadrat regresi
Rata - rata kuadrat sisa
5,170E+016
= --- = 3,576 1,445E+016
e). Daerah pengujian
Gambar 12.
Distribusi Kriteria Penerimaan/Penolakan Hipotesis Secara Simultan
atau Keseluruhan 3,576 3,48 Daerah Penerimaan H0 Daerah Penolakan H0 tabel
Ho diterima apabila F hitung ≤ 3,48 Ho ditolak apabila F hitung > 3,48
f) . Kesimpulan
Oleh karena F hitung = 3,576 > F tabel = 3,48 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa secara keseluruhan faktor–faktor variable
bebas yaitu Kurs Valuta Asing (X1), Pendapatan Perkapita (X2),
Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Penduduk (X4), berpengaruh secara
simultan dan nyata terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y).
Uji Hipotesis Secara Parsial
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas Kurs Valuta Asing (X1), Pendapatan Perkapita (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan
Jumlah Penduduk (X4). Hasil penghitungan tersebut dapat dilihat dalam analisis
sebagai berikut :
Tabel 9 : Hasil Analisis Variabel Kurs Valuta Asing (X1), Pendapatan Perkapita
(X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Penduduk (X4) terhadap Impor
Kendaraan Bermotor.
Variabel Koefisien
Regresi t hitung t tabel
r2 Parsial
Kurs Valuta Asing (X1) -46237,938 -2,395 2,228 0,364
Pendapatan Perkapita (X2) 13,174 0,507 2,228 0,024
Tingkat Inflasi (X3) -1599684,5 -0,800 2,228 0,060
Jumlah Penduduk(X4) 1811,803 0,267 2,228 0,007
Variabel terikat : Impor Kendaraan Bermotor Konstanta : 300191514
Koefisien Korelasi ( R ) : 0,767 R2 : 0,589 Sumber: Lampiran 3 dan 6
Selanjutnya untuk melihat ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel terhadap variable terikatnya, dapat dianalisa melalui uji t dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Pengaruh secara parsial antara Kurs Valuta Asing (X1) terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y)
Langkah-langkah pengujian :
ii. = 0,05 dengan df = 4 iii. t hitung = ) (β Se β 1 1 = -2,395
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228
v. pengujian
Gambar 13.
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Faktor Kurs Valuta Asing (X1) terhadap
Impor Kendaraan Bermotor (Y)
2,228 -2,228
Daerah Penerimaan Ho
Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
-2,395
Sumber : lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -2,395 > t-tabel sebesar -2,228 Ho ditolak, pada level signifikan 5 %, sehingga secara
parsial Faktor Kurs Valuta Asing (X1) berpengaruh secara nyata dan
negatif terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y). Hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Kurs Valuta Asing (X1) sebesar 0,038 yang
lebih kecil dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Kurs Valuta Asing sebesar 0,364
yang artinya bahwa Kurs Valuta Asing (X1) secara parsial mampu
menjelaskan variabel terikat Impor Kendaraan Bermotor (Y) sebesar 36,4 %, sedangkan sisanya 63,6 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
b) Pengaruh secara parsial antara Pendapatan Perkapita (X2) terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y)
Langkah-langkah pengujian :
i. Ho : 2 = 0 (tidak ada pengaruh)
Hi : 2 0 (ada pengaruh) ii. = 0,05 dengan df = 4 iii. t hitung = ) (β Se β 2 2 = 0,507
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228
v. pengujian
Gambar 14.
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial faktor Pendapatan Perkapita (X2) terhadap
Impor Kendaraan Bermotor (Y)
Daerah Penerimaan Ho
Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
0,507 2,228 -2,288
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar 0,507 < t tabel sebesar 2,228 maka Ho diterima dan Ha di tolak, pada level signifikan 5
%, sehingga secara parsial Faktor Pendapatan Perkapita (X2) tidak
berpengaruh secara nyata positif terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Pendapatan Perkapita (X2) sebesar 0,623 yang lebih besar dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Pendapatan Perkapita sebesar 0,024
yang artinya bahwa Pendapatan Perkapita (X2) secara parsial mampu
menjelaskan variabel terikat Impor Kendaraan Bermotor (Y) sebesar 2,4 %, sedangkan sisanya 97,6 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
c) Pengaruh secara parsial antara Tingkat Inflasi (X3) terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y)
Langkah-langkah pengujian :
i. Ho : 3 = 0 (tidak ada pengaruh)
Hi : 3 0 (ada pengaruh) ii. = 0,05 dengan df = 4 iii. t hitung = ) (β Se β 3 3 = -0,800
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228
v. pengujian
Gambar 15.
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Tingkat Inflasi (X3) terhadap
Impor Kendaraan Bermotor (Y)
2,228 -0,800 - 2,228 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -0,800 < t tabel sebesar -2,228 maka Ha diterima dan Ho ditolak, pada level signifikan 5
%, sehingga secara parsial Faktor Tingkat Inflasi (X3) tidak berpengaruh
secara nyata negatif terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y).hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Tingkat Inflasi (X3) sebesar
0,442 yang lebih besar dari 0.05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Tingkat Inflasi sebesar 0,060 yang
artinya Tingkat Inflasi (X3) secara parsial mampu menjelaskan variabel
terikat Impor Kendaraan Bermotor (Y) sebesar 6 %, sedangkan sisanya 94 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
d) Pengaruh secara parsial antara Jumlah Penduduk (X4) terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y)
Langkah-langkah pengujian :
vi. Ho : 4 = 0 (tidak ada pengaruh)
Hi : 4 0 (ada pengaruh) vii. = 0,05 dengan df = 4 viii. t hitung = ) (β Se β 4 4 = 0,267
ix. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228
x. pengujian
Gambar 16.
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Jumlah Penduduk(X4) terhadap
Impor Kendaraan Bermotor (Y)
2,228 -0,267 - 2,228 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar 0,267 < t tabel sebesar 2,228 maka Ho di terima dan Ha di tolak, pada level signifikan 5
%, sehingga secara parsial Faktor Jumlah Penduduk (X4) tidak
berpengaruh secara nyata positif terhadap Impor Kendaraan Bermotor (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Jumlah Penduduk (X4)
sebesar 0,795 yang lebih besar dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Jumlah Penduduk sebesar 0,007
yang artinya Jumlah Penduduk (X4) secara parsial mampu menjelaskan
variabel terikat Impor Kendaraan Bermotor (Y) sebesar 50,1 %, sedangkan sisanya 42,9 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
Kemudian untuk mengetahui variabel mana yang berpengaruh paling dominan empat variabel bebas terhadap Impor Kendaraan Bermotor
di Indonesia : Kurs Valuta Asing (X1), Pendapatan Perkapita (X2),
Tingkat Inflasi (X3), dan Jumlah Penduduk (X4) dapat diketahui dengan
melihat koefisien determinasi parsial yang paling besar, dimana dalam perhitungan ditunjukkan oleh variabel Kurs Valuta Asing dengan koefisien determinasi parsial (r2) sebesar 0,364 atau sebesar 36,4 %.
4.3.3. Pembahasan
Dengan melihat hasil regresi yang didapat maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk Impor Kendaraan Bermotor :
Kurs Valuta Asing berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap Impor Kendaraan Bermotor. Hal ini disebabkan karena naik turunnya Kurs Valuta Asing
akan mempengaruhi nilai harga kendaraan bermotor yang di promosikan dealer terhadap konsumen.
Pendapatan Perkapita tidak berpengaruh secara nyata (tidak signifikan) terhadap Impor Kendaraan Bermotor. Hal ini disebabkan karena naik turunnya pendapatan perkapita tidak mempengaruhi konsumen yang membeli kendaraan bermotor dari negara Jepang di karenakan penduduk di Indonesia telah fanatik merk dari Jepang dari pada dari negara Cina maupun dari negara eropa.
Tingkat Inflasi tidak berpengaruh nyata (tidak signifikan) terhadap Impor Kendaraan Bermotor. Hal ini disebabkan karena naik turunnya inflasi tidak berpengaruh terhadap pembelian kendaraan bermotor dari negara jepang hal ini disebabkan kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada konsumen untuk membeli motor dengan berbagai cara yakni dengan memberikan uang muka didalam membeli motor, banyak lising yang masuk di Indonesia sehingga mempermudah untuk membeli motor, persyaratan untuk membeli juga tidak begitu sulit sehingga banyak konsumen yang membeli kendaraan bermotor.
Jumlah Penduduk tidak berpengaruh nyata (tidak signifikan) terhadap Impor Kendaraan Bermotor . Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk di Indonesia fanatik dengan merk kendaraan bermotor dari Jepang dan semakin mudahnya untuk membeli kendaraan bermotor sehingga penduduk lebih mudah untuk mendapatkan kendaraan bermotor.
BAB V