BAB III METODOLOGI PENELITIAN YANG DIPAKAI
K. Hipotesis statistik
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1) = 1= 1 : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar Ekonomi siswa kelas X semester 2 SMA Nusa Putra Tangerang dengan menggunakan metode pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching).
2) = 1 ≠ 2 : Terdapat perbedaan hasil belajar Ekonomi siswa kelas X semester 2 SMA Nusa Putra Tangerang dengan menggunakan metode pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching).
Keterangan : : Hipotesis Nol : Hipotesis Alternatif
1 : Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Think
Talk Write(TTW)
2 : Hasil Belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching)
65
A. Deskripsi Data
1. Gambaran Umum SMA Nusa Putra Tangerang a. Profil SMA Nusa Putra Tangerang
Awal berdirinya SMA Nusa Putra Tangerang ini berdiri pada tahun 1992, diatas tanah seluas 2800 m2. Sekolah ini berdiri dengan prakarsa Bpk. Drs. H. M. Syamsuri dan Bpk. H. Astura yang kemudian mengajak serta rekan-rekannya yaitu Bpk. H. Ramdji (ABRI), Bpk. H. Astra (Pensiunan Agraria), Bpk. H. Muslihat Cakradiredja (Peg. Pemda), Bpk. H. E. Kustam Sanusi (Pensiunan Agraria). Pada tahun 1980 mereka mendirikan sekolah dengan nam SMP Pembangunan dengan jumlah siswa sebanyak 1 kelas dan menempati ruang di SD INPRES Cimone Tangerang dengan Kepala Sekolah Bpk. H. Astura.
Pada tahun 1982 pindah ke lokasi yang sekarang, yaitu jalan Teuku Umar nomor 12 Tangerang dengan Kepala Sekolah Drs. H. Syamsuri. Baru pada tahun 1992 berdirilah SMA Nusa Putra di bawah pimpinan Bpk. Yayat Ruchiyatna.
SMA Nusa Putra dalam perjalanannya pernah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, yaitu :
Tabel 4.1
Periode Kepemimpinan Di SMA Nusa Putra Tangerang No Periode Kepemimpinan Nama Pimpinan
1 Tahun 1993 s/d 1997 Bpk. Yayat Ruchiyatna, B. A
2 Tahun 1997 s/d 1998 Ibu Dra. Helly Prihatiningsih
3 Tahun 1998 s/d 2000 Bpk Tunggul Mangir
4 Tahun 2000 s/d 2004 Bpk. Didin Komarudin
5 Tahun 2004 s/d 2010 Bpk Muntap Suyatno, S.Pd
6 Tahun 2010 s/d 2012 Bpk. Nurhendi
b. Visi dan Misi SMA Nusa Putra Tangerang
Visi dari SMA Nusa Putra Tangerang yaitu mewujudkan Sekolah Menengah Atas yang unggul dalam prestasi, mandiri, professional dan memberikan pelayanan Paripurna berdasarkan Iman dan Taqwa.
Misi dari SMA Nusa Putra Tangerang itu sendiri antara lain yaitu: 1) Mencetak kader-kader bangsa yang berdisiplin tinggi, berakhlak mulia,
berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa dapat berkembang dengan optimal sesuai bakat, minat dan potensinya.
3) Membentuk peserta didik dengan IMTAQ dan IPTEK serta modalitas kecakapan hidup (life skill) agar mampu mandiri serta memiliki daya serap tinggi di Perguruan Tinggi Negeri.
4) Mengembangkan bakat siswa baik secara akademis maupun non-akademis agar siswa dapat berkembang secara optimal.
5) Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penghayatan dan pengalaman terhadap ajaran agama serta budaya bangsa sendiri.
6) Menumbuhkan semangat keunggulan pada peserta didik maupun seluruh warga sekolah.
7) Menumbuhkan bekal keterampilan yang menjadi tuntutan zaman di era globalisasi yang sedang berkembang secara pesat sekarang ini.
8) Memberlakukan manajemen partisipatif untuk menampung kreatifitas warga sekolah.
Adapun tujuan SMA Nusa Putra Tangerang yakni guna meningkatkan profesionalisme para guru agar dapat memberikan layanan yang maksimal kepada para siswa melalui pelatihan-pelatihan, penataran, MGMP, seminar dan sebagainya. Diantara lain yaitu:
1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan pada setiap akhir tahun pelajaran.
2) Menyiapkan bekal akademis bagi siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan memberikan kecakapan khusus bagi siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi.
3) Menyiapkan tim olahraga, seni, sains dan lain-lain untuk mengikuti lomba tingkat Kota, Provinsi maupun Nasional dengan target memperoleh juara.
4) Membebaskan seluruh siswa maupun warga sekolah dari segala bentuk tindak kriminalitas maupun penyalahgunaan NAZA (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif).
5) Membangun kerjasama dengan komite sekolah dalam pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana.
Adapun sasaran SMA Nusa Putra Tangerang, antara lain:
1) Meningkatkan profesionalisme para guru agar dapat memberikan layanan secara maksimal kepada para siswa melalui pelatihan-pelatihan, workshop, MGMP, seminar dan sebagainya.
2) Meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan setiap akhir tahun pelajaran.
3) Menyiapkan bekal akademik bagi siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan memberikan kecakapan khusus bagi siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi.
4) Menyiapkan Tim olahraga, seni, sains dan lain-lainnya untuk mengikuti lomba tingkat Kota, Provinsi dan Nasional dengan target memperoleh juara.
5) Membebaskan seluruh siswa maupun warga sekolah dari segala bentuk tindak kriminalitas maupun penyalahgunaan NAZA (Narkotika Alkohol dan Zat Adiktif).
6) Membangun kerjasama dengan komite sekolah dalam pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana
c. Data Sekolah SMA Nusa Putra Tangerang
1) Nama Sekolah : SMA Nusa Putra Tangerang
2) Alamat : Jl. Teuku Umar No. 12 Kel. Nusa Jaya Kec. Karawaci Kota Tangerang No. Tlp/Fax : 021-5513662
3) Status Sekolah : Negeri / Swasta
4) Jenjang Akreditasi : Disamakan / Diakui / Terdaftar atau A / B / C Tahun 2006 s.d 2011 Tanggal Akreditasi Terakhir : 27 Juni 2006.
5) Nama Yayasan/Pengelola : Yayasan Pendidikan Nusa Putra 6) Nomor Statistik Sekolah : 302026401017
7) Nomor Induk Sekolah : 300100
8) Luas Tanah : 2750 m2. Luas Bangunan Lantai Bawah : 1224 m2
9) Status Tanah & Bangunan : Milik Sendiri/ Menyewa / Menumpang
10) Jumlah Ruang Belajar : 9 (Sembilan) Lokal Kelas 11) Waktu Belajar : Pukul 07.00 s.d 12.40 WIB 12) Jenis Muatan Lokal : Budi Pekerti
13) Jenis-jenis Pengembangan Diri/Ekstra Kurikuler : a) Bola Basket b) Sepak Bola c) Bola Voli d) Futsal e) Tari f) Paduan Suara g) English Club h) Karate i) Paskibra j) Pramuka
k) Marawis l) Band
14) Di lokasi ini terdapat juga TK / SD / SMP / SMK *) yang dikelola oleh Yayasan yang sama.
d. Struktur Organisasi SMA Nusa Putra Tangerang Tahun Pelajaran 2013-2014
Tabel 4.2
KOMITE SEKOLAH KEPALA SMA
KEPALA TU LABORAN SISWA PKS HUMAS KOORDINATOR BP PKS KURIKULUM PKS SARANA PRASARAN PKS KESISWAAN PUSTAKAWAN DEWAN GURU UKS
USMAN H. IDRIS DARTINI, M. Pd
EVA KISHUMI INDIYANI, S. E
BAMBANG H, M. Pd
INDRA G, S. Kom
DERRY S, S. Pd SITI LELIWARNI, S. E Drs. H. ASIM JAHRO YUSNANI, S. Pd ARIES SUSANTO BAHARUDIN, M. Pd
2. Praktik Pembelajaran
a. Praktik Pembelajaran MetodeThink Talk Write(TTW)
Dalam penerapan metode Think Talk Write (TTW) ini siswa terlibat langsung dalam mempelajari dan memahami suatu materi secara bersama-sama dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi dan kemudian membuat laporan hasil presentasi. Dalam metode
Think Talk Write(TTW) diawali dengan guru. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil, terdiri dari 3-5 orang. Kemudian guru membagikan teks bacaan atau memperlihatkan gambar sesuai dengan materi yang akan disampaikan yang memuat situasi masalah dan petunjuk serta prosedur pelaksanaan. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sebelum pelaksanaan metode ini guru memberikanpretest.
Tahap pertama, penerapan metode Think Talk Write (TTW) pada materi Memahami Kebijakan Pemerintah Dalam Bidang Ekonomi di kelas X-1. Tahap kedua, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 orang. Tahap ketiga, guru membagikan teks bacaan atau memperlihatkan gambar sesuai materi ajar yang akan disampaikan yang memuat situasi masalah dan petunjuk serta prosedur pelaksanaan. Tahap keempat, siswa membaca teks atau melihat dan memperhatikan dengan seksama gambar yang telah disajikan guru kemudian mempelajarinya serta membuat catatan dari hasil bacaannya secara individual, untuk dibawa ke forum diskusi kelompok (think). Tahap kelima, siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas isi catatan yang telah dibuat (talk). Dalam posisi ini guru berperan sebagai mediator lingkungan belajar. Tahap keenam, siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan sebagai hasil kolaborasi berupa catatan kelompok dan rangkuman hasil belajar (write). Kemudian tahap ketujuh, siswa melaporkan hasil diskusi dari kelompoknya masing-masing dan kelompok yang lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi dari kelompok yang sedang berpresentasi. Tahap terakhir dari metode Think Talk Write (TTW) adalah guru
memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bertanya, kemudian guru menyimpulkan materi bersama-sama dengan siswa. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, setelah pelaksanaan metode Think Talk Write(TTW), guru memberikanposttest.
b. Praktik Pembelajaran Model Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching)
Pada awal penerapan model pembelajaran terbalik guru menginformasikan tentang model pembelajaran terbalik, menjelaskan tujuan, manfaat dan prosedur pembelajaran.
Berikutnya adalah langkah-langkah yang harus dilakukan guru sebagai pedoman aplikasi model pembelajaran terbalik ini, terbagi dalam komponen-komponen berikut ini:
1. Menjelaskan (Eksplanation)
Ketika memulai pembelajaran dengan model pembelajaran terbalik, guru menjelaskan siswa tentang strategi-strategi yang terdapat pada model pembelajaran terbalik yaitu merangkum, membuat pertanyaan, mengklarifikasi dan memprediksi.
2. Mengarahkan (Instruction)
Selain menjelaskan, guru juga memberikan arahan tentang setiap strategi yang akan dilakukan siswa dalam memahami materi, serta memberikan contoh mengenai keempat strategi itu.
3. Memodelkan (Modelling)
Setelah menjelaskan dan mengarahkan secara singkat tentang keempat strategi yang akan digunakan dalam model pembelajaran terbalik, guru membantu siswa dalam menyelesaikan apa yang diminta dari tugas yang diberikan.
4. Membimbing (Guided Practice)
Komponen ini berperan ketika siswa mulai aktif berdiskusi guna menumbuhkan rasa tanggung jawab mereka. Guru melakukan tanggung jawab tentang materi yang dibahas untuk membantu siswa
mengembangkan resppon analitis dalam memahami materi. Selanjutnya siswa yang memimpin tanya jawab dengan atau tanpa adanya guru.
5. Memberi Pujian (Praise)
Pujian sangat diperlukan yang berfungsi untuk memberikan dorongan atau motivasi kepada siswa agar dalam menggunakan ke empat strategi bisa lebih teliti atau akurat dan menjadikan siswa terbiasa dengan pengajaran model pembelajaran terbalik.
6. Pertimbangan Guru (Teacher Judgment)
Guru bertindak sebagai fasilitator dengan memberikan penilaian berkenaan dengan penampilan siswa dan mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam tanya jawab ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Data Hasil Belajar Siswa
a. Data Hasil Belajar Ekonomi Siswa Pada Kelas Eksperimen 1 (Think-Talk-Write)
1) HasilPretestPada Kelas Eksperimen 1 (Think-Talk-Write) Nilai yang diperoleh siswa dari pretest yang dilakukan pada Kelas Eksperimen 1 (Think-Talk-Write) dapat ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 4.3
Data HasilPre testSiswa KelompokThink Talk Write(TTW) N Jumlah
Nilai
Nilai Terendah
Nilai
Tertinggi Mean Median Modus Varians
Simpangan Baku
43 841 13 24 19.558 20.00 22.00 7.68 2.771
2) HasilPosttestPada Kelas Eksperimen 1 (Think-Talk-Write) Nilai yang diperoleh siswa dari posttestyang dilakukan pada Kelas Eksperimen 1 (Think-Talk-Write) dapat ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Data HasilPost testSiswa KelompokThink Talk Write(TTW) N Jumlah
Nilai
Nilai Terendah
Nilai
Tertinggi Mean Median Modus Varians
Simpangan Baku
43 2963 43 80 68.907 70.00 73.00 76.42 8.742
b. Data Hasil Belajar Ekonomi Siswa Pada Kelas Eksperimen 2 (Reciprocal Teaching)
1) HasilPretestPada Kelas Eksperimen 2 (Reciprocal Teaching) Nilai yang diperoleh siswa dari prestest yang dilakukan terhadap kelompok model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dapat ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Data HasilPre testSiswa Kelompok Model Pembelajaran Terbalik N Jumlah
Nilai
Nilai Terendah
Nilai
Tertinggi Mean Median Modus Varians
Simpangan Baku
45 2721 50 77 63.279 63.00 60.00 53.35 7.304
2) HasilPosttestPada Kelas Eksperimen 2 (Reciprocal Teaching) Nilai yang diperoleh siswa dari posttest yang dilakukan terhadap kelompok model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dapat ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 4.6
Data HasilPost testSiswa Kelompok Model Pembelajaran Terbalik N Jumlah
Nilai
Nilai Terendah
Nilai
Tertinggi Mean Median Modus Varians
Simpangan Baku
45 3209 67 83 74.628 73.00 73.00 73.00 4.370
B. Uji Persyaratan Analisis Data
1. Uji Normalitas Dataa). Uji Normalitas DataPre testKelompokThink Talk Write
Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas (Liliefors).
Kriteria uji normalitas adalah Ho diterima jika, L0 ≤ Ltabel. Dengan
diterimanya H0 berarti data dalam penelitian berasal dari populiasi
berdistribusi normal, jika H0 ditolak berarti data berasal dari populasi
tidak normal.
Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh L0 Pre test kelompok Think Talk Write sebesar 0,775. Jika dikosultasikan dengan table Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N = 43 diperoleh Ltabel0.135. dengan demikian H0 ditolak karena L0 > Ltabel. (0.775 > 0.135). dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompokThink Talk Writeberdistribusi tidak normal.
b). Uji Normalitas DataPost testKelompokThink Talk Write
Setelah dilakukan perhitungan L0post test kelompok Think Talk Write
sebesar 0,192. Jika ikosultasikan dengan table Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N = 43 diperoleh Ltabel 0.135. dengan demikian H0
ditolak karena L0≥ Ltabel. (0.192≥0.135). dapat disimpulkan bahwa data
post testkelompokThink Talk Writeberdistribusi tidak normal.
c). Uji Normalitas Data Pre test Kelompok Pembelajaran Terbalik (Recipocal Teaching)
Setelah dilakukan perhitungan L0 pre test kelompok metode
pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) sebesar 0,161. Jika dikosultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N = 45 diperoleh Ltabel 0.132. Dengan demikian H0ditolak karena L0> Ltabel.
(0.161 > 0.132). Dapat disimpulkan bahwa data pretest kelompok metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) berdistribusi tidak normal. d). Uji Normalitas Data Post test Kelompok Pembelajaran Terbalik
(Recipocal Teaching)
Setelah dilakukan perhitungan L0 post test kelompok metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching)sebesar 0,179. Jika ikosultasikan dengan tabel Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 dan N = 45 diperoleh Ltabel 0.132. Dengan demikian H0ditolak karena L0> Ltabel. (0.179 > 0.132). dapat disimpulkan bahwa datapost testkelompok metode pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) berdistribusi tidak normal.
2. Uji HomogenitasPre test
a) Uji Homogenitas DataPre test
Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen atau tidak, maka dilakukan uji homogenitas dengan uji Fisher. Kriteria uji homogenitas adalah H0diterima jika Fhitung ≤Ftabelatau H0 ditolak jika Fhitung ≥ Ftabel. Dengan diterimanya H0berarti data dalam penelitian berasal dari populasi yang homogen, jika H0ditolak berarti data berasal dari populiasi yang tidak homogen.
Hasil perhitungan uji homogenitas data pretest diperoleh Fhitung
sebesar 0,14 Jika dikonsultasikan dengan Ftabelpada taraf signifikansi 0,05 dengan db penyebut 42 dan db pembilang 44 diperoleh Ftabelsebesar 1,65.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data pretest berasal dari populasi yang homogen, karena Fhitung <Ftabel(0,14 < 1,65).
b) Uji Homogenitas DataPost test
Hasil perhitungan uji homogenitas data post test diperoleh Fhitung
sebesar 1,04 Jika dikonsultasikan dengan Ftabelpada taraf signifikansi 0,05
dengan db penyebut 42 dan db pembilang 44 diperoleh Ftabelsebesar 1,658.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data post test berasal dari populasi yang homogen, karena Fhitung< Ftabel(1,04 < 1,65).