• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis Tindakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian di atas, maka hipotesis dalam penelitian tindakan kelas sebagai jawaban dari permasalahan yang dilakukan adalah sebagai berikut: ”Jika Penerapan model pembelajaran Problem Tebuka OE (Open Ended) digunakan dalam proses pembelajaran maka hasil kemampuan menganalisis majas sindiran pada cerpen remaja siswa kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar meningkat.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Jenis penelitian ini dapat dilakukan di dalam bidang pengembangan organisasi, manajemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya.

Di dalam bidang pendidikan, peneliti ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata pelajaran.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menganalisis majas sindiran melalui model problem terbuka (open ended) siswa kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar yang berjumlah 31 siswa. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. PTK adalah penelitian yang dirancang untuk membantu guru menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran yang terjadi di kelas. Dalam pelaksanaannya guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Ciri khas penelitian ini adalah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, obsevasi-evaluasi, dan refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah.

21

Dadang Yudhistira, (2013:25) manyatakan PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang ditujukan untuk memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan selama proses pemelajaran, serta untuk memperbaiki kelemahan-kelamahan yang masih terjadi dalam proses pemelajaran dan untuk melakukan upaya perbaikan guna mewujudkan tujuan-tujuan dalam proses pemelajaran tersebut.

John Elliot (dalam Dadang Yudhistira, 2013:27) “menyatakan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (elliot, 1982)”.

Carr dan Kemmis (dalam Dadang Yudhistira, 2013:27) menyatakan PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi (dan lembaga-lembaga) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karena penekanannya kepada kegiatan (tindakan) dengan menguji cobakan suatu ide ke dalam praktik atau situasi nyata dalam skala makro yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Penelitian tindakan ini dilaksanakan di dalam kelas. Fokus penelitian ini dipilih karena masalah utama muncul dari praktik pembelajaran di kelas sebagai upaya meningkatkan pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja melalui model pembelajaran problem terbuka (open ended).

C. Tempat dan Subjek Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 26 Makassar tahun pelajaran 2014/2015 selama dua bulan, sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VII.c

berjumlah 31 orang, yang terdiri dari 15 laki-laki dan 16 perempuan, yang terdaftar pada tahun pelajaran 2014/2015.

D. Prosedur Penelitian

Rencana

Pelaksanaan Tindakan

Refleksi

Siklus II

Rencana

Pengamatan/

Evaluasi Refleksi

Pengamatan / Evaluasi

Pelaksanaan

Siklus I

Siklus N

Gambaran Umum Siklus I

Siklus I dilaksanakan selama tiga kali pertemuan termasuk satu kali tes pada siklus I. Hal-hal pokok yang dilakukan sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini adalah sebagai berikut:

a. Menelaah kurikulum dan mempersiapkan materi pelajaran.

b. Membuat skenario pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem terbuka (open ended)

c. Menyiapkan lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas pada saat pelaksanaan tindakan.

d. Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah pemahaman konsep telah dimengerti dengan baik oleh siswa.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Adapun langkah-langkah pada tindakan ini adalah sebagai berikut:

a. Melaksanakan tindakan berdasarkan rencana pembelajaran yang telah disiapkan.

b. Membentuk kelompok sesuai dengan kemampuan siswa

c. Memantau dan mengobservasi tindakan yang dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi.

d. Mengevaluasi

3. Tahap Observasi

Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang memuat catatan-catatan tentang situasi yang terjadi di dalam kelas selama tindakan berlangsung.

4. Tahap Refleksi

Dari hasil observasi dikumpul dan dianalisis pada tahap ini. Dari hasil yang didapatkan, peneliti dapat merefleksi diri dengan melihat hasil observasi apakah kegiatan yang dilakukan telah dapat meningkatkan keterampilan menganalisis cerpen siswa.

Hasil refleksi pada siklus I ini dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat perencanaan pada tahap siklus II, sedangkan hal-hal yang sudah baik akan dipertahankan.

Gambaran Umum Siklus II

Siklus II dilaksanakn selama tiga kali pertemuan. Hal-hal pokok yang dilakukan adalah:

1. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini langkah-langkah yang dilakukan adalah:

a. Melanjutkan aktivitas yang telah dilakukan pada siklus I b. Memperbaiki dan membenahi kelemahan siklus I.

c. Merencanakan kembali skenario pembelajaran merujuk dari hasil refleksi I.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini, tindakan yang dilakukan sesuai dengan perbaikan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Langkah-langkah yang dilakukan relatif sama dengan pelaksanaan pada siklus I dengan mengadakan perbaikan pada metode mengajar yang diterapkan.

3. Tahap Observasi dan Evaluasi

Pada prinsipnya, observasi yang dilaksanakan pada siklus II hampir sama dengan observasi yang dilakukan pada siklus I.

4. Tahap Refleksi

Dari hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi dikumpul dan dianalisis. Dari hasil yang didapatkan, penulis dapat membuat kesimpulan atas pembelajaran problem terbuka (open ended) yang dilakukan selama II siklus.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini adalah bentuk tes dan nontes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes tertulis, dan tes lisan. Sedangkan bentuk nontes berupa observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian ini merupakan komponen utama dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Format RPP yang digunakan dalam pembelajaran menganalisis majas sindiran melalui model problem terbuka (open ended) mengikuti format yang sesuai standar sebagimana pada lampiran.

F. Teknik pengumpulan data

Instrumen penelitian bentuk tes digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif berupa kemampuan membaca kritis siswa. Tes keterampilan membaca

kritis digunakan untuk mengungkap kemampuan siswa dalam menganalisis sebelum dan setelah tindakan dilaksanakan. Selain data kuantitatif, juga digunakan data kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen nontes dalam bentuk observasi, dan studi dokumentasi.

Observasi digunakan untuk mengamati latar kelas tempat berlangsungnya pembelajaran menganalisis. Teknik ini dilakukan dengan mengamati aktivitas belajar mengajar dan interaksi yang terjadi di dalam kelas selama kegiatan pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan observasi adalah lembar observasi.

Dokumentasi digunakan untuk mengkaji data perencanaan pembelajaran, yang berupa satuan pembelajaran dan untuk mengkaji data perencanaan pembelajaran adalah pedoman analisis data perencanaan pemebelajaran.

Sedangkan instrumen untuk mengkaji evaluasi hasil berupa kriteria penilaian hasil pembelajaran.

G. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh melalui bentuk tes akan dianalisis secara kuantitatif, sedangkan data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi akan dianalisis secara kualitatif. Lembar observasi aspek yang dinilai dalam menggunakan model pembelajaran problem terbuka (open ended) dalam menganalisis majas sindiran sebagai berikut.

No .

Aspek yang dinilai (guru dan siswa) Keterlaksanaan

Ya Tidak

1. Siswa yang hadir dalam pembelajaran

2. Siswa yang memperhatikan materi 3. Keaktifan siswa pada saat proses

belajar mengajar berlangsung 4. Siswa yang menyelesaikan tugas 5. Siswa yang mempresentasekan hasil 6. Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran 7. Pemberian motivasi

8. Guru memberikan contoh materi 9. Guru membimbing siswa yang

mengalami kesulitan 10. Guru membuat rangkuman

Adapun pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja adalah sebagai berikut.

Interval Tingkat Penguasaan Kategori Nilai Keterangan

85-100 A Baik Sekali

75-84 B Baik

60-74 C Cukup

40-59 D Kurang

0-39 E Kurang Sekali

(Nurgiyantoro, dalam Sabar 2012: 38)

Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan kualifikasi tingkat keberhasilan siswa dalam persentase adalah sebagai berikut:

Jumlah skor yang diperoleh siswa x 100%

Jumlah skor maksimal

Sedangkan untuk menentukan nilai rata-ratanya dapat digunakan rumus berikut ini:

Nilai komulatif siswa x 100%

Jumlah siswa H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan penelitian adalah apabila hasil tes siswa sudah menunjukkan peningkatan siswa yang tuntas belajar. Siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor minimal 75 dari skor ideal 100, dan tuntas Klasikal 80 % dari jumlah siswa yang telah tuntas belajar.

Indikator tambahan bila terjadi perubahan aktivitas siswa selama siklus I dan siklus ke II telah dilaksanakannya proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran problem terbuka (open ended).

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada Bab ini membahas tentang hasil-hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia melalui model pembelajaran problem terbuka oe (open ended) pada Siswa Kelas VII.cSMP Negeri 26 Makassar setelah diterapkan melalui model pembelajaran problem terbuka oe (open ended) dari siklus I ke siklus II. Adapun yang dianalisis adalah skor hasil belajar siswa yang diberikan setiap akhir siklus secara deskriptif, data mengenai perubahan sikap siswa yang diambil dari rekaman pengamatan dan tanggapan serta refleksi yang diberikan oleh siswa baik yang tertulis maupun komentar secara lisan. Hasil tersebut akan dibahas dengan menggunakan analisis kuantitatif untuk data hasil tes, dan analisis kualitatif untuk data hasil observasi. Dalam penerapan model problem terbuka OE (Open Ended), Nilai rata-rata yang diperoleh siswa meningkat dari 77,61 pada siklus I menjadi 81,83 pada siklus II. Sementara persentase ketuntasannya meningkat dari 80,64% pada siklus I menjadi 100%

pada siklus II.

1. Siklus I a. Perencanaan

Perencanaan dilakukan berdasarkan permasalahan yang muncul saat observasi awal melalui wawancara terhadap guru, yaitu masih kurangnya kemampuan siswa dalam menganalisis majas sindiran dalam cerpen . Pada tahap ini, guru dan peneliti melakukan perencanaan.

30

Pertama, guru dan peneliti Menelaah kurikulum dan mempersiapkan materi pelajaran, membuat skenario pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem terbuka (open ended), menyiapkan lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas pada saat pelaksanaan tindakan, membuat alat evaluasi untuk melihat apakah pemahaman konsep telah dimengerti dengan baik oleh siswa. Kedua, guru dan peneliti merancang prosedur kerja siswa selama tindakan berlangsung. Ketiga, guru dan peneliti menyusun dan mempersiapkan instrumen penelitian. Keempat, peneliti melakukan diskusi bersama dengan guru untuk menyamakan persepsi dan memberi penjelasan tentang prosedur dan tata cara pelaksanaan model pembelajaran problem terbuka oe (open ended) pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam sebuah cerpen . b. Pelaksanaan

Pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja melalui model problem terbuka oe (open ended) dilaksanakan pada hari Selasa, 02 September 2014. Siswa yang menjadi subjek penelitian ialah siswa kelas VII.c yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

Siklus pertama diadakan 3 kali pertemuan, 2 kali pertemuan untuk pelaksanaan tindakan dan 1 kali pertemuan untuk memberikan evaluasi akhir pada pembelajaran siklus I. Adapun pelaksanaan ini, terbagi dalam tiga tahap yaitu:

1) Pada tahap pendahuluan, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa agar lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam cerpen.

2) Pada tahap pelaksanaan, guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rumusan pembelajaran yang telah dibuat, membimbing siswa yang mengalami kesulitan, menyimpulkan materi, dan memberikan penguatan-penguatan kepada siswa sebagai penutup pembelajaran.

3) Pada tahap evaluasi, guru memberikan tes kepada siswa untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam menganalisis majas sindiran dalam cerpen .

Hal ini dilihat dari siswa yang masih banyak yang tidak membuat pertanyaan yang telah mereka ajukan. Begitu pula dalam membimbing siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang ada serta mengingat materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya dan menganalisis majas sindiran sebelum pembahasan masih perlu ditingkatkan. Hal ini juga terjadi saat siswa dibimbing untuk mendapatkan jawabanya kembali dengan meminta siswa menjawab pertanyaan yang kurang memuaskan belum terlalu maksimal.

Dalam kegiatan penutup peneliti sudah cukup baik dalam membimbing siswa untuk menganalsis majas sindiran dalam cerpen dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya serta membuat rangkuman jawaban mengenai pertanyaan yang telah diajukan. Hasil refleksi yang belum memadai ini digunakan sebagai acuan untuk pelaksanaan siklus berikutnya.

c. Pengamatan dan Evaluasi

Tahap ini diperoleh data kuantitatif hasil tes menganalisis majas sindiran dan data kualitatif hasil observasi aktivitas siswa.

a. Hasil tes

Pada siklus ini dilaksanakan tes menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada siswa kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar. Adapun analisis deskripsi skor perolehan siswa setelah diterapkan model pembelajaran melalui model problem terbuka oe(open ended) selama siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 1 Statistik Skor Hasil Kemampuan menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada Siswa Kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar pada Tes Siklus I

Statistik Nilai Statistik Subjek

Skor ideal Skor minimum Skor maksimum

Skor rata-rata

31 100

75 95 77,61

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil tes menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja setelah diterapkan model pembelajaran problem terbuka oe(open ended) pada siklus I adalah 77,61. Dari 31 siswa 6 orang yang mendapatkan nilai 70, 7 orang mendapatkan nilai 78, dan 18 orang yang mendaptkan nilai 80. Skor hasil tes kemampuan menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja siswa tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori maka diperoleh distribusi frekuensi seperti disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4. 2 Statistik Frekuensi Skor Hasil Tes pada Siklus I

Interval Kategori Nilai Frekuensi Keterangan

85-100 A - Sangat baik

75-84 B 25 Baik

60-74 C 6 Cukup

40-59 D - Kurang

0-39 E - Sangat kurang

Jumlah 31

Kemampuan siswa menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada tes siklus I dianalisis maka persentase ketuntasannya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Ketuntasan Belajar Siswa pada Tes Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0-74 Tidak Tuntas 6 19,35

75-100 Tuntas 25 80,64

Jumlah 31 100

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa tes pada siklus I, persentase ketuntasan siswa sebesar 80,64% yaitu 25 orang dari 31 siswa yang mengikuti tes, sedangkan persentase 19,35% yaitu 6 orang termasuk dalam kategori tidak tuntas. Artinya, sepertiga dari jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti tes siklus I belum memenuhi standar ketuntasan, dan memerlukan perbaikan pada siklus II.

Oleh karena itu kegiatan ini masih perlu dilanjutkan dengan mengadakan perbaikan-perbaikan tertentu dalam pelaksanaan proses pembelajaran berdasarkan hasil analisis data dalam pelaksanaan pembelajaran, adalah beberapa hal yang harus diperbaiki dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat belajar dengan baik.

Perbaikan yang dimaksud adalah:

1. Menekankan pada siswa menggunakan materi pelajaran yakni menganalisis majas sindiran dalam cerpen untuk memecahkan masalah-masalah yang ada.

2. Membuat rangkuman jawaban mengenai pertanyaan yang telah diajukan.

3. Menekankan kepada siswa untuk membuat kesimpulan hasil analisis majas dalam cerpen sesuai yang telah di jelaskan.

b. Data aktivitas siswa

Data aktivitas siswa pada siklus I diperoleh melalui hasil pengamatan aktivitas dan sikap siswa selama proses pembelajaran di setiap pertemuan.

Adapun deskripsi aktivitas siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 4

Lembar Observasi Guru dan Siswa pada Pembelajaran Menganalisis Majas Sindiran dalam Cerpen Remaja melalui Model Problem Terbuka OE(Open

Ended) pada Siswa Kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar pada Siklus I

No. Aspek yang dinilai (guru dan siswa) Penilaian KET

A B C

1. Siswa yang hadir dalam pembelajaran 2. Siswa yang memperhatikan materi 3. Keaktifan siswa pada saat proses

belajar mengajar berlangsung

4. Siswa yang menyelesaikan tugas

5. Siswa yang mempresentasekan hasil 6. Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran

7. Pemberian motivasi

8. Guru memberikan contoh materi

9. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan

10. Guru membuat rangkuman

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada sklus I, ternyata hanya empat dari sepuluh aspek yang dinilai masuk kategori penilaian A. Maka dari itu, masih perlu dibenahi pada siklus II nanti.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi yang menjadi rekaman pelaksanaan tindakan pada siklus I dapat dipaparkan perubahan-perubahan sikap yang terjadi didalam realisasi tindakan yang tehadap proses aktivitas belajar di kelas selama kegiatan berlangsung. Sejak pertemuan pada minggu pertama sikap siswa masih

menunjukan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran bahkan sebagian siswa merasa berat dengan menganalisis majas sindiran dalam cerpen.

Namun setelah kegiatan berlangsung sampai minggu terakhir siklus I sudah nampak perubahan yang terjadi, hal ini ditunjukan dengan minimnya siswa melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan proses belajar mengajar.

Siswa menunjukan antusias untuk mengikuti pelajaran, di dalam mengerjakan soal tugas yang diberikan sudah tampak kemandirian.

Kendala utama dalam pelaksanaan siklus I karena kurangnya minat siswa dalam menganalsisis majas sindiran dalam cerpen. Oleh karena itu perlu upaya selanjutnya untuk memperbaikinya. Namun diakhir siklus ini interaksi siswa terhadap melalui model pembelajaran problem terbuka oe (open ended) yang diberikan menunjukan perubahan positif, hal ini dilihat dari refleksi dimana mereka mulai menyenangi strategi pembelajaran itu, akifitas yang dibentuk dalam melalui model pembelajaran problem terbuka oe (open ended) mereka anggap sebagai wadah melatih diri untuk mandiri dalam menganalisis majas sindiran dalam cerpen. Selain itu, dapat mandiri dalam memahami hasil analisis yang dipelajari tanpa harus bergantung kepada guru sebagai salah satu sumber informasi. Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkanya pelaksanaan tindakan kesiklus II dengan mengupayakan perbaikan melalui model pembelajaran problem terbuka oe (open ended), serta menekankan kepada siswa menggunakan materi pelajaran menganalisis majas sindiran untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, membuat rangkuman jawaban mengenai pertanyaan yang telah diajukan, menekankan kepada siswa untuk membuat hasil analisis yang

telah di berikan guru. Sebagian besar siswa juga belum berani mengungkapkan pendapatnya.

Secara umum, nilai hasil tes siswa pada siklus I dikategorikan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 77,61 atau hanya selisih sedikit dari KKM yang telah ditentukan. Meskipun secara umum nilai rata-rata yang diperoleh sudah memenuhi standar ketuntasan, namun masih ada 6 orang siswa yang belum tuntas atau sekitar 19,35%. Artinya, siswa yang tuntas hanya 80,64%, dan belum memenuhi indikator keberhasilan.

Kurangnya hasil tes yang diperoleh siswa ini dikarenakan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar masih kurang. Selain itu, sebagian besar siswa belum memahami dengan baik tentang menganalisis majas sindiran dalam cerpen.

Karena hasil yang didapat pada siklus I belum menujukkan hasil yang optimal dan model pembelajaran yang digunakan belum terserap dengan baik pada siswa maka perlu dilakukan pembenahan dalam pembelajaran pada siklus II.

2. Siklus II a. Perencanaan

Pada siklus II, perencanaan dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. berdasarkan hasil refleksi siklus I, perlu diadakan pembenahan pada siklus II, terutama menyangkut aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung.

Selain itu, pemahaman kalimat dalam menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja juga perlu dipertegas agar siswa memahaminya dengan baik. Dalam pembelajaran siklus II ini, diharapkan siswa mampu menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja lebih baik dari pembelajaran siklus I. Pada pembelajaran

siklus II, siswa harus mampu menerapkan pemahaman yang mereka peroleh selama proses pembelajaran berlangsung.

Adapun hal-hal yang dilakukan pada tahap perencanaan siklus II hampir sama dengan pembelajaran siklus I. (1) guru dan peneliti menyusun rancangan tindakan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran, seperti merumuskan pembelajaran, memilih dan menetapkan materi, merencanakan dan menetapkan KBM, memilih dan menetapkan media/sumber belajar, dan merencanakan evaluasi. (2) guru dan peneliti merancang prosedur kerja siswa selama tindakan berlangsung. (3) guru dan peneliti menyusun dan mempersiapkan instrumen penelitian. (4) peneliti melakukan diskusi bersama dengan guru untuk menyamakan persepsi dan memberi penjelasan tentang prosedur dan tata cara pelaksanaan model pembelajaran problem terbuka OE(Open Ended) dalam pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja.

b. Pelaksanaan

Pembelajaran menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 September 2014.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan pembelajaran siklus I. Pada siklus II ini, pembelajaran lebih difokuskan pada menganalisis majas sindiran dalam cerepen, mengingat masih kurangnya pemahaman siswa terhadap menganalisis majas sindiran. Selain itu, guru juga lebih sering bertanya kepada siswa berkaitan dengan materi. Hal ini dilakukan untuk lebih memastikan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Pelaksanaan tindakan pada siklus II adalah mengulangi langkah kerja pada pembelajaran

sebelumnya yaitu siklus I yang telah mengalami perbaikan dan pengembangan dan disesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I.

Begitu pula dalam membimbing siswa untuk memecahka masalah-masalah yang ada serta mengingat materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya dan menganalisis majas sindiran dalam cerpen dari seluruh pembahasan juga mengalami peningkatan.

Hal ini juga dapat dilihat dalam kegiatan penutup peneliti berada dalam kategori sangat baik dalam membimbing siswa untuk mengnalisis majas sindiran dalam cerpen dan menghubungkanya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya serta membuat rangkuman jawaban mengenai pertanyaan yang telah diajukan.

c. Pengamatan dan Evaluasi

Pada tahap ini diperoleh data kuantitatif hasil tes menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja dan data kualitatif hasil observasi aktivitas siswa.

a. Hasil tes

Pada siklus ini dilaksanakan tes menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada siswa kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar. Adapun analisis deskripsi skor perolehan siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem

Pada siklus ini dilaksanakan tes menganalisis majas sindiran dalam cerpen remaja pada siswa kelas VII.c SMP Negeri 26 Makassar. Adapun analisis deskripsi skor perolehan siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem

Dokumen terkait