Sub bab ini akan memaparkan hipotesis dan variabel penelitian. Hipotesis merupakan reduksi dari latar belakang, permasalahan, dan teori dalam penelitian.
Pentingnya hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk memberikan kerangka berpikir terkait dugaan-dugaan atas persoalan sambutan pembaca terhadap karya yang teliti. Variabel dalam penelitian ini merupakan aspek-aspek atau batasan yang diasumsikan memiliki korelasi dengan penilaian para pembaca terhadap karya terkait dengan aspek-apek penilaian dan efek yang dihadirkan.
1.6.1. Hipotesis
Meski penilaian para informan hanya dilakukan terhadap aspek tekstual di dalam novel, namun faktor eksternal teks yaitu aspek internal masing-masing informan yang digeneralisasi sebagai pengalaman empiris dan estetis memiliki korelasi dengan penilaian mereka terhadap novel. Kaitan lain dalam hal penilaian pembaca terhadap novel, tentu didasari oleh pemahaman mereka terhadap bahasa yang ada di dalam novel dan dalam hal tingkat kompetensi sastra masing-masing informan. Di sisi lain, mengingat karya ini merupakan karya sastra Indonesia dengan tokoh utama orang Indonesia di Belanda, kategori informan dalam penelitian ini yang memiliki hubungan dengan Indonesia dan Belanda dapat memberikan penilaian secara komprehensif karena mereka memiliki kompetensi dalam memberikan penilaian dan memiliki pengalaman yang setipe dengan pengalaman tokoh di dalam novel. Signifikansinya adalah, baik mahasiswa Indonesia maupun keturunan Indonesia tentu memiliki hubungan emosional dan pemahaman budaya dengan Indonesia dan Belanda sehingga memudahkan
37
mereka dalam memberikan deep analism terhadap karya tersebut. Bagi mahasiswa keturunan Indonesia, lebih pada aspek pemahaman, pengalaman, dan penilaian mereka terhadap orang-orang Indonesia, di mana karya tersebut merupakan cerminan keberadaan mahasiswa atau orang Indonesia di Belanda. Posisi mahasiswa Indonesia di Belanda, lebih pada pengalaman mereka terkait kondisi-kondisi yang ada di Belanda sebagaimana diceritakan di dalam novel.
Berkaitan dengan faktor-faktor yang diasumsikan mempengaruhi penilaian informan terhadap aspek tekstual novel, dapat dihubungkan dengan konsepsi diri.
Bagaimana mereka melakukan evaluasi dan interpretasi terhadap novel, diasumsikan memiliki korelasi dengan cerminan identitas diri. Dalam hal ini, penilaian para informan memiliki kaitan dengan pengalaman mereka mengenai Belanda yang dikonseptualisasi melalui narasi dalam novel. Hal ini berkaitan dengan ingatan pembaca, mengkaitkan persoalan persepsi yang bergantung pada sensasi, atensi, kesadaran, dan posisi memori jangka pendek saat menerima stimulus dalam proses membaca dan keberadaan memori jangka panjang yang dapat menjelaskan persoalan-persoalan yang dinarasikan di dalam novel. Dengan demikian, para informan dapat memberikan jawaban dan penjelasan terkait pertanyaan di dalam kuesioner mengenai hal-hal di dalam karya yang diteliti.
Meski studi ini mengenai penilaian yang dikemukakan oleh para informan dalam melihat unsur-unsur instrinsik di dalam novel dan memberikan penilaian melalui lembar evaluasi, namun dengan mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian terhadap unsur-unsur di dalam novel, menjadikan penilaian tersebut untuk melihat korelasi penilaian dengan identitas para informan.
38
1.6.2. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikat adalah permasalahan formal yang diangkat dalam penelitian. Variabel bebas adalah faktor-faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap variabel terikat atau berpengaruh terhadap permasalahan yang diteliti dalam penelitian. Variabel bebas merupakan asumsi yang harus dibuktikan kebenarannya. Variabel terikat adalah permasalahan yang akan diteliti dalam sebuah penelitian. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh Wirawan dalam Faruk (2012: 22) yang menjelaskan bahwa pernyataan yang sekaligus mengandung konsep-konsep yang terdapat di dalam perumusan masalah dan relasi antar konsep tersebut. Apabila konsep-konsep itu “dapat mewujud ke dalam dua atau lebih kesatuan dari variasi hitungan atau ukuran” atau dapat dikonversi menjadi demikian, konsep-konsep itu dapat disebut sebagai variabel. Adapun relasi antar konsep akan menentukan kedudukan masing-masing variabel, apakah termasuk variabel bebas ataukah variabel terikat, variabel berpengaruh atau dipengaruhi.
Variabel bebas yang dapat diasumsikan berkorelasi dengan variabel terikat dalam penelitian ini meliputi; 1. Pemahaman atau kompetensi pembaca terhadap bahasa dalam karya; 2. Kompetensi pembaca dalam memahami karya sastra; dan 3. Pengalaman empiris informan terkait narasi dalam novel yang bisa disebut sebagai struktur kultural terkait pengalaman mereka dalam memahami hal yang dinarasikan di dalam novel yaitu mengenai Belanda.
Ketiga variabel bebas tersebut direduksi dari vitur-vitur teori yang digunakan oleh Segers yaitu terkait tanda, komunikasi, pengalaman atau
39
wawasan, aspek-aspek, dan kesan atau wirkung. Penjabaran bagan variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut.
Variabel Bebas Variabel Terikat
Cara menghubungkan ke tiga variabel bebas dengan variabel terikat di atas adalah melalui beberapa uji kompetensi dan metode. Pertama, dalam hal kompetensi bahasa dalam karya, perlu dilihat mengenai proses pemerolehan dan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia terutama untuk kategori informan keturunan Indonesia. Sedangkan untuk kategori mahasiswa Indonesia dianggap secara keseluruhan termasuk dalam kategori ini. Informasi mengenai kapasitas dalam hal kemampuan berbahasa Indonesia digunakan sebagai dasar untuk memastikan mereka bisa bergabung dalam penelitian karena akan berkorelasi dengan pemahaman informan terhadap persoalan di dalam novel, di mana Rien T.
Segers mensyaratakan kriteria tertentu ketika membahas permasalahan ini.
Pemahaman pembaca terhadap bahasa dalam karya sastra
Kompetensi pembaca dalam memahami karya sastra
Pemahaman dan penilaian pembaca terkait narasi di dalam karya sastra
Sambutan pembaca terhadap aspek tekstual di dalam karya sastra
40
Ke dua, dalam hal kompetensi sastra, hal yang harus dilihat adalah kemampuan dan pengalaman informan dalam memahami karya sastra. Dalam hal ini, bisa dilihat dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti; apakah informan tersebut menyukai karya sastra?; berapakah karya sastra yang sudah dibaca?;
apakah informan tersebut pernah melakukan analisis terhadap karya sastra?;
apakah informan tersebut pernah menulis karya sastra?; dan apakah informan tersebut sedang atau pernah mengambil studi sastra?.
Ke tiga, berkaitan dengan aspek biografi para informan melalui kuesioner instrumental yang berhubungan dengan pengalaman empiris dan motivasi masing-masing informan. Seperti dalam konsep Segers, peniliti memiliki asumsi bahwa hal tersebut berkorelasi dengan pengalaman mereka terhadap hal-hal yang dinarasikan di dalam novel yaitu tentang Belanda yang dimungkinkan memiliki korelasi dengan penilaian mereka terhadap aspek tekstual di dalam novel.
Ketiga variabel bebas di atas akan terangkum dalam sebuah instrumen penelitian yaitu kuesioner instrumental. Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui aspek-aspek biografi atau aspek latar belakang informan yang diasumsikan berpengaruh terhadap putusan nilai dan interpretasi terhadap novel.
Melalui kuesioner instrumental dapat difungsikan pula untuk menjabarkan klasifikasi informan beserta karakteristiknya. Hal itu akan dibahas secara khusus pada bab 3 dalam penelitian ini.
Ketiga variabel bebas di atas diasumsikan memiliki korelasi dengan variabel terikat di dalam penelitian ini yaitu sambutan para informan terhadap
41
aspek tekstual di dalam novel. Dalam hal ini, perlu dibuktikan bahwasanya bagaimana korelasi antara variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Perlu dibuktikan bahwasannya ada dan tidaknya pengaruh dari variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat dalam penelitian ini dan bagaimana bentuk pengaruh yang muncul akibat variabel-variabel bebas tersebut.