• Tidak ada hasil yang ditemukan

HS 4420 Wood marquesty and inlaid wood, caskets and case for

II. Potensi produk kayu Indonesia di pasar Taiwan

2.1. Data Perdagangan dan Potensi Pasar

2.1.2 HS 4420 Wood marquesty and inlaid wood, caskets and case for

2.1.2 HS 4420 Wood marquesty and inlaid wood, caskets and case for jewellery or cutlery, statuettes and other ornaments of wood – Tatakan kayu dan hiasan atau kotak / peti dari kayu untuk perhiasan, Patung kayu dan ornament lainnya.

Pada Tabel 4, berdasarkan data departemen perdagangan Taiwan, untuk eksportir patung kayu yang termasuk kedalam HS 4420 pada periode

tahun 2001-2013 RRT menjadi negara pemasok patung kayu atau kotak perhiasan dari kayu dengan pangsa pasar sebesar 55,9% senilai USD 6,161,989, diikuti oleh Vietnam (14,509 %). Indonesia sendiri berada di posisi tiga, dengan pangsa pasar 9,043% sebesar USD 996.808 dengan Thailand berada pada posisi empat dengan persentase sebesar 5,167% senilai 569.574 USD (Tabel 4).

Tabel 4. Negara Eksportir Patung Kayu, Kotak perhiasan dari kayu dan lainnya (HS 4420) ke Taiwan, periode 2001-2013

Rank Country Amount (US$) Share (%) Weight (mix) Avg Price (US$/mix) Global Country 11,023,318 100 6,235,670 1.768

1 RRT 6,161,989 55.9 4,675,966 1.318

2 VIETNAM 1,599,395 14.509 533,022 3.001

3 INDONESIA 996,808 9.043 749,557 1.33

4 THAILAND 569,574 5.167 52,899 10.767

5 JEPANG 393,231 3.567 16,279 24.156

6 PERANCIS 245,449 2.227 4,177 58.762

7 ITALIA 149,790 1.359 4,540 32.993

8 INDIA 123,111 1.117 20,904 5.889

9 JERMAN 115,893 1.051 1,866 62.108

10 AMERIKA 107,136 0.972 10,624 10.084

Gambar 3. Fluktuasi nilai impor patung kayu atau kotak perhiasan dari kayu lainnya (HS 4420) Taiwan

Sejarah Taiwan menunjukkan pada tahun 1960 – 1970 Industri kerajinan kayu di Taiwan memasuki proses mekanisasi seperti menggunakan pahat, gergaji dan peralatan pertukangan yang lain. Peralatan untuk keperluan pemahatan patung dan barang seni lainnya didatangkan dari Jepang, dan di Taiwan, Lu Gang merupakan daerah yang terkenal dengan patung kayunya. Banyak terdapat patung Buddha atau tokoh kepercayaan lainnya di kuil-kuil yang berada di daerah tersebut karena masyarakat Taiwan percaya bahwa patung tersebut merepresentasikan dewa atau dewi berdasarkan kepercayaan mereka.

Mayoritas penduduk Taiwan menganut kepercayaan kepada semua roh yang mendiami semua benda atau pemujaan terhadap roh nenek moyang (animism dan dinamisme)

Gambar 4. Fluktuasi nilai impor patung kayu Taiwan dari Indonesia periode 2005-2013

Terlihat seperti data yang diperoleh, Gambar 4 menunjukkan bahwa impor patung kayu asal Indonesia ke Taiwan terus mengalami peningkatan sejak tahun 2007. Indonesia sendiri merupakan negara yang terkenal dengan kerajinan kayunya, daerah seperti Desa Singakerta di Ubud dan Jepara merupakan wilayah yang terkenal dengan kerajinan kayu motif tokoh dan binatang. Proses kerajinan kayu di Indonesia merupakan perpaduan antara kemampuan keterampilan tangan dan alat-alat mesin.

2.2. Analisis Persaingan produk kerajinan atau patung kayu di Pasar Taiwan

Pada bagian ini dilakukan perbandingan dan analisis persaingan terhadap 4 negara pengekspor produk kayu dan turunannya seperti patung, bingkai, dan kotak perhiasan serta ornament lain dari kayu (HS 4414, HS 4420)

(RRT, Vietnam, Thailand, dan Jepang) yang berperan cukup besar terhadap pasar produk kayu di dunia pada umumnya dan Taiwan khususnya.

RRT

RRT merupakan pemain utama di pasar hasil hutan global baik sebagai produsen dan konsumen. Pasar RRT untuk industri kayu, pulp dan kertas adalah yang terbesar kedua di dunia. RRT juga memilki sumber daya hutan yang terbatas dan telah mengalami penurunan sejak tahun 1995, di beberapa daerah di RRT terdapat penurunan yang drastis terhadap hasil hutan dikarenakan bencana alam, contohnya banjir sungai YangTze pada tahun 1998 yang merupakan salah satu dari bencana besar di dunia yang terjadi pada saat itu telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan hutan yang berimpact pada penurunan hasil hutan dan lahan pertanian. Pada tahun 2000, RRT berhasil melakukan penanaman untuk meningkatkan luas hutan sebesar 17.5% dari total luas lahan di RRT dan pada tahun 2020 diperkirakan RRT akan memilki 23% hutan dari total luas daratan. Perumahan dan infrastruktur konstruksi merupakan industri yang menarik permintaan terbesar dari pasar kayu domestik di RRTdiikuti dengan peralatan tulis, kapal, industri kertas, dan kerajinan tangan. Sejak masa dinasti Han, mulai ditemukan karya seni dari kayu berupa patung dan peti dari pahatan kayu yang menjadi titik awal kerajinan kayu di RRT. Misionaris dari India dan peziarah juga membawa pengaruh kepada patung Buddha di RRT. Data nilai ekspor dari RRT dapat terlihat di gambar 5 dibawah ini.

Commodity 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Statuettes & oth.

ornaments, of wood $371,412,811 $316,898,340 $260,653,650 $252,164,428 $329,582,848 $368,061,814 Wood marquetry & inlaid

wood; caskets & cases for jewellery/cutlery, & sim.

$213,082,538 $204,832,704 $200,044,505 $154,702,626 $184,355,872 $191,964,158

Total $584,495,349 $521,731,044 $460,698,155 $406,867,054 $513,938,720 $560,025,972

Gambar 5 Nilai ekspor HS 4414 dan HS 4420 asal RRT

Vietnam

Industri manufaktur kayu Vietnam telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu eksportir produk kayu terbesar dunia seperti produk furniture, kerajinan tangan dan produk turunan lainnya.

Dengan terdapatnya lebih dari 2.000 pengolahan kayu dan 450 perusahaan ekspor kayu di Vietnam maka negara ini memerlukan pasokan kayu yang diimpor yang sebagian besar didapat dari Laos. Struktur rantai komoditas kayu antara Laos dan Vietnam sangat kompleks dengan sistem perijinan yang rumit dan terdapat banyak celah dalam kerangka hukum kehutanan.

Commodity 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Statuettes & oth. ornaments, of

wood $2,642,360 $3,683,123 $4,084,511 $20,736,228 $3,661,098 $4,880,964

Wood marquetry & inlaid wood;

caskets & cases for jewellery/cutlery, & sim. ...

$5,803,177 $8,117,583 $10,536,450 $618,124 $11,340,377 $15,224,201

Total $8,445,537 $11,800,706 $14,620,961 $21,354,352 $15,001,475 $20,105,165

Gambar 6. Nilai ekspor HS 4414 dan HS 4420 asal Vietnam

Industri pengolahan kayu vietnam telah menikmati pertumbuhan yang kuat selama 10 tahun terakhir dengan nilai ekspor meningkat sekitar 15.5% per tahun. Industri ini memperoleh 4.6 miliyar USD dan mengalami kenaikan setiap tahunnya sebesar 17.9% khususnya untuk produk furniture atau mebel asal Vietnam. Industri produk kayu di vietnam mengalami beberapa tantangan termasuk kekurangan bahan kayu dan terbatasnya kemampuan desain. Selain produk furniture, Vietnam juga menggunakan kayu untuk aksesoris (kotak kayu, dekorasi, lampu) atau patung kayu dan cinderamata lainnya. Bagi masyarakat Vietnam, hasil kerajinan kayu berupa patung menawarkan budaya etnis Vietnam, daerah seperti Pa Sy di Mang Den propinsi Kon Tum merupakan daerah di Vietnam yang kaya akan patung kayu berupa patung Budha atau patung hewan. Daerah lain di Vietnam yang juga terkenal dengan kerajinan kayu selama ratusan tahun ialah desa Nhi Khe di Thuong Tin distrik yang sering menyelenggarakan festival kebudayaan untuk memuja nenek moyang dari kerajinan ukiran kayu, berbagai macam benda ibadah dan berbagai macam patung.

Thailand

Diperkirakan sekitar 33% dari total luas lahan Thailand ditutupi oleh hutan akan tetapi produksi kayu dari hutan nasional Thailand terbatas dikarenakan larangan penebangan dari pemerintah. Produksi kayu jati dari kawasan hutan nasional hanya diperbolehkan dari lahan yang dikelola oleh negara dan industri kehutanan (Forest Industry Organization atau FIO).

Menurut FIO, lembaga yang mengelola sekitar 192.000 hektar lahan hutan dan

memiliki wewenang untuk menebang dan menjual kayu ini bisa menghasilkan sekitar 100.000 - 200.000 meter kubik kayu jati. Selain dari kayu jati, sumber terbesar dari kayu domestic di Thailand berasal dari kayu jenis Teak (sejenis tanaman karet) dan kayu Ma-Ka (Afzelia Xylocarpa Criab) yang umumnya dipakai sebagai bahan furniture atau produk kerajinan tangan lainnya.

Commodity 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Statuettes & oth.

ornaments, of wood

$23,067,354 $21,236,837 $17,611,159 $16,621,204 $13,252,402 $14,947,655 $13,933,107

Wood marquetry &

inlaid wood; $24,619,052 $30,133,675 $39,561,766 $44,265,310 $31,767,535 $38,521,167 $47,361,035

caskets & cases

Total $47,686,406 $51,370,512 $57,172,925 $60,886,514 $45,019,937 $53,468,822 $61,294,142

Gambar 7. Nilai ekspor HS 4414 dan HS 4420 asal Thailand

Agama Budha memiliki pengaruh yang besar pada seni dan budaya Thailand termasuk didalamnya mempengaruhi kerajian seni kayu dimana terdapat beberapa bentuk pengabdian seperti gambar Buddha, pahatan kayu Buddha (seperti patung dan kuil dari kayu) telah diakui sebagai komponen penting dari budaya Thailand. Sejak era Rattanakosin, masyarakat Thailand telah menciptakan bentuk seni estetika dari kayu yang diklasifikasikan sebagai seni klasik Thailand hingga sekarang dan masih sering dijumpai beberapa pahatan kayu yang memiliki dan merepresentasikan nilai budaya, seni dan agama Thailand.

Jepang

Sekitar 67% dari total luas lahan di Jepang ditutupi oleh hutan dan lebih dari 40% hutan tersebut dimiliki oleh pemerintah Jepang (termasuk kedalam kategori hutan publik). Penebangan hutan dilakukan pada hutan publik dan swasta akan tetapi Jepang terus berupaya untuk tidak melakukan penebangan hutan dengan mengimpor sebagian besar kayu yang agak besar dan mengolahnya menjadi produk akhir. Meskipun Jepang memiliki permintaan yang tinggi untuk produk kayu, hampir semua bahan produk berasal dari negara tetangga.

Commodity 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Statuettes & oth.

ornaments, of wood $1,208,747 $1,801,528 $4,136,311 $4,881,385 $2,848,416 $7,507,643 $5,628,958 Wood marquetry & inlaid

wood; caskets & cases for jewellery/cutlery, & s

$1,010,655 $792,921 $1,521,696 $1,349,304 $985,463 $1,587,148 $1,117,078

Total $2,219,402 $2,594,449 $5,658,007 $6,230,689 $3,833,879 $9,094,791 $6,746,036

Gambar 8. Nilai ekspor HS 4414 dan HS 4420 asal Jepang

Di Jepang sendiri seni ukir kayu memiliki tempat tersendiri karena bagi masyarakat Jepang seni ukir kayu merupakan pencapaian tertinggi dalam peradaban dan perkembangan seni di Jepang. Patung-patung kayu atau kuil yang terbuat dari kayu diukir secara proporsional dan karena karakteristik fisik dari Jepang (daerah gempa) melarang penggunaan bahan berat seperti dari

tembaga atau marmer sehingga kayu merupakan bahan terbaik yang digunakan untuk mengatasi gangguan seismik.

2.3. Standard dan Regulasi 2.3.1. Dokumentasi

Dokumen yang diperlukan untuk pengiriman ke / dari Taiwan termasuk faktur komersial (commercial invoice), bill pendaratan (airway bill), daftar packing (packing list), dan sertifikat asal (certificate of origin). Tagihan komersial harus menunjukkan nilai F.O.B, C&F, atau C.I.F.; asuransi; faktur pengangkutan. Selain informasi yang umumnya termasuk dalam standar bill of lading / airway bill, semua kode barang dan tanda pengiriman pada paket harus ditunjukkan. Bea Cukai di Taiwan tidak memungkinkan kode barang atau kelompok tanda pada pengiriman komoditi campuran. Untuk melakukan impor produk kayu di Taiwan perlu diberi perhatian lebih mengenai beberapa persyaratan diantaranya:

Persyaratan Hukum, sebagai importir atau agen yang ditunjuk, pengimpor harus terdaftar di komisi kehutanan dan harus memenuhi persyaratan tertentu seperti:

1. Memenuhi persyaratan yang diwajibkan oleh pemerintah Taiwan baik untuk dokumentasi atau berkaitan dengan kontrol atau jalur distribusi kayu

2. Daerah penyimpanan dan fasilitas pengiriman harus memenuhi standard komisi kehutanan dan tanaman

Dokumen untuk keperluan impor

Kecuali untuk impor melalui pos, para importir harus hadir dan berhadapan dengan inspektur dalam kurun waktu tiga hari setelah pendaratan materi dengan membawa beberapa dokumen penting seperti: Phytosanitary certificates untuk re-ekspor atau untuk keperluan industri. Berikut beberapa perincian atau detail mengenai dokumen yang diperlukan:

1. Sertifikat Phytosanitary harus menyatakan bahwa bahan yang diimpor:

telah resmi diperiksa di negara asal atau negara pengiriman (dalam hal ini Indonesia), memenuhi persayaratan perundang-undangan legal untuk masuk ke Taiwan, bebas dari hama dan penyakit karantina, bebas dari organism berbahaya. Selain itu sertifikat phytosanitary juga harus menjelaskan informasi mengenai spesies (nama ilmiah), deskripsi (tanda atau nomor lot) dan kuantitas dari materi dalam hal volume.

2. Sertifikat Phytosanitary untuk re-ekspor. Sertifikat ini diperlukan jika, setelah sertifikasi phytosanitary diterbitkan dalam negeri (negara asal), disimpan, kembali dikemas lalu dikirim ke negara lain sebelum masuk ke Taiwan.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam impor produk kayu ke Taiwan ialah persyaratan karantina untuk impor kayu (輸入木材檢疫條件) yang dikeluarkan oleh BAPHIQ (Bureau of Animal and Plant Health Inspection and Quarantine) serta COA (Council of Agriculture, Executive Yuan). Untuk isi dari dokumen dapat dilihat pada tautan berikut:

www.baphiq.gov.tw/public/Data/68151691871.doc

Secara ringkas produk yang diimpor ke Taiwan harus memiliki summary declaration yang ditujukan kepada petugas kepabeaan di tempat produk diturunkan. Produk kemudian berada dalam temporary storage procedure

(tidak lebih dari 20 hari atau 45 hari jika dikirim lewat laut). Produk tersebut berada dalam custom supervision sampai dikeluarkannya customs approved treatment or use. Customs approved tersebut terdiri dari: 1) release for free circulation, 2) transits procedure, 3) customs warehousing, 4) inward processing, 5) temporary admission, 6). Entry into a free zone or warehouse. Di Taiwan tidak terdapat a free zone guna penghematan pajak bila produk tersebut digunakan di pasar Taiwan.

Hal lain yang harus diperhatikan antara lain jenis kemasan dan ukuran kemasan. Informasi pada label produk harus menggunakan bahasa setempat dalam hal ini bahasa Mandarin / Chinese disamping bahasa internasional lainnya. Dual labeling dalam satuan metrik atau non-metrik juga diperkenankan. Taiwan memperketat peraturan tentang Chinese labeling untuk semua barang dari negara pengekspor, yang harus ditempelkan sebelum bea cukai.

2.3.2. Bea masuk, tariffs dan pajak

Tarif nominal rata-rata di Taiwan saat adalah 8,2% ; the trade-weighted adalah 2,5 %, keduanya turun sedikit mulai 1998. Banyak negara-negara pengekspor telah menyatakan keprihatinan tentang bea masuk yang dikenakan pada pengiriman ekspres tertentu memasuki Taiwan meskipun mereka akan merupakan jasa yang gratis jika dikirim melalui jasa pos. Pajak impor bervariasi, saat ini bea masuk untuk produk kayu berupa bingkai dan kotak perhiasan serta patung kayu berkisar antara 0-5%.

Untuk info lebih lengkap mengenai tarif dan bea masuk produk kayu dan turunannya, dapat dilihat di website Directorate General of Costum Taiwan,

dengan memasukan 4420 dan 4414 (yang merupakan HS CODE untuk produk yang diulas dalam market brief kali ini) pada Tariff database search system, (http://eweb.customs.gov.tw/RateWebEn/Search1.aspx ).

Barang yang masuk Taiwan oleh pengiriman barang atau paket pos dibebaskan dari biaya pelabuhan. Informasi biaya di atas adalah untuk referensi saja. Untuk informasi rinci tentang bea masuk, tarif, pajak, dan biaya lainnya yang berkaitan dengan proses bea cukai, kami sarankan agar berkomunikasi dengan importir anda atau freight forwarders di Indonesia

2.4. Saluran Distribusi Produk kayu, bingkai atau patung kayu dan turunannya di Taiwan

Secara umum saluran distribusi untuk produk kayu seperti bingkai, patung kayu dan turunannya dapat dibedakan menjadi menjadi beberapa jaluran distribusi yaitu seperti terlihat pada gambar 9 dibawah ini.

Gambar 9. Saluran Distribusi produk bingkai dan patung kayu di Taiwan

Jalur distribusi langsung dari produsen atau pengerajin kayu ke konsumen, tanpa campur tangan perantara (pada jalur merah) sedangkan jalur lainnya ialah produsen  pedagang besar / importir / grosir  pengecer  konsumen akhir, pada jalur ini produsen menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menyalurkannya ke konsumen. Pada umumnya produsen kayu di Taiwan menentukan pasar sasaran yang jelas agar produk kerajinan kayu seperti bingkai dan patung yang dihasilkan tepat sampai ke tangan konsumen yang berpotensi. Untuk itu diperlukan saluran distribusi yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen. Di dalam saluran distribusi ini terdapat distribusi langsung yaitu produsen yang menyalurkan produknya tidak melalui perantara dan konsumen langsung datang membeli produknya ke galeri kerajinan kayu.

Untuk saluran distribusi tidak langsung yaitu produsen atau pengrajin menggunakan perantara dalam menyalurkan produknya agar sampai ke tangan konsumen.

Pada umumnya para eksportir dari Indonesia dapat langsung berhubungan dengan para importir dari Taiwan melalui kegiatan pameran atau melakukan kontak pendahuluan dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Daftar para importir untuk setiap produk impor telah tersusun rapi di KDEI Taipei termasuk untuk produk ini. Para eksportir dari Indonesia dapat pula melakukan kontak dengan agent yang merupakan general trading company. Agen ini bertindak sebagai perantara yang akan

menghubungkan dengan para importir. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya informasi yang akurat terhadap profil dari importir yang akan kita hubungi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan, KDEI Taipei dalam hal ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi awal.

III. Peluang dan Strategi

3.1. Tren produk kayu seperti bingkai dan patung kayu di Taiwan

Di Taiwan saat ini terdapat beraneka ragam produk kayu seperti patung kayu, pada dasarnya motif pembuatan patung tersebut digolongkan ke dalam tiga golongan yaitu:

1. Patung kayu yang bermotif kepercayaan rakyat, seni patung yang bermotif kepercayaan rakyat dan dibuat dalam rangka upacara ritual seperti patung kayu berbentuk naga-singa yang menjaga kuil, patung naga dan motif lainnya

Gambar 10. Patung kayu bermotif kepercayaan

2. Patung kayu yang bermotif agama (Buddha – Taoisme), seni patung yang lahir atas dasar dorongan kepercayaan agama masyarakat biasanya berupa patung Buddha, dewa atau dewi kepercayaan masyarakat Taiwan.

Untuk patung kayu ini bisa berukuran besar dan kecil serta juga diletakkan di rumah atau kuil tempat beribadah

Gambar 11. Patung kayu bermotif keagamaan

3. Patung kayu yang bermotif modern, patung yang merupakan ekspresi seniman secara bebas, baik bersifat tradisional atau modern.

Gambar 12. Patung kayu bermotif modern

4. Untuk produk bingkai kayu atau kotak perhiasan dan ornament kayu lainnya umumnya masyarakat Taiwan menginginkan produk yang memilki tingkat kerumitan atau ukiran yang tinggi

Gambar 13. Produk bingkai kayu atau kotak perhiasan kayu

Selain patung kayu yang terbuat dari kayu gelondongan, masyarakat Taiwan juga menginginkan patung kayu yang terbuat dari kayu cendana atau gaharu dikarenakan aroma yang dihasilkan oleh kayu tersebut sehingga selain sebagai hiasan atau patung juga dapat meghasilkan efek rileksasi jika diletakkan sebagai pajangan di rumah.

3.2. AnalisisSWOT Strenght / Kekuatan

 Kekayaan hayati (keberagaman material) dan budaya Indonesia

(keberagaman desain) khususnya patung, bingkai kayu, dan ornamen hand made merupakan industri yang dikuasai secara turun temurun.

 Nilai seni yang tinggi pada produk kerajinan kayu Indonesia,

contohnya pada patung kayu atau kotak perhiasan, atau bingkai kayu asal Jepara.

 Harga produk kayu Indonesia yang relative lebih murah dibandingkan produk negara lain, karena rendahnya biaya produksi.

 Tersedianya tenaga kerja yang terampil dan memadai dalam industri kayu di Indonesia.

 Tersedianya sumber bahan baku alternative yang bisa dipakai pada

industri kayu Indonesia.

Weakness / Kelemahan

 Desain yang monoton dan kuno,masih kurang optimalnya dukungan R

& D di Industri kerajinan kayu Indonesia, ditambah kurangnya pemanfaatan teknologi karena sebagian besar kerajinan kayu masih dikerjakan secara manual dan memerlukan periode yang cukup lama.

 Kualitas patung / bingkai kayu atau ornament ketika sampai di tangan

konsumen tidak seperti yang diharapkan diakibatkan karena pengemasan ekspor yang kurang baik ditambah waktu pengiriman yang tidak tepat.

 Faktor bahasa yang akan menjadi masalah berarti dalam berkomunikasi dengan importir.

 Lemahnya hubungan dengan para importir di Taiwan, campur tangan

pemerintah yang belum maksimal dalam membangun hubungan berkepanjangan.

 Belum berkembangnya kerjasama antar pelaku bisnis alas kaki dalam

penerapan kemitraan. Serta kurangnya motivasi dari pengusaha yg salah satunya diakibatkan kurangnya modal. Termasuk biaya marketing dan biaya penetrasi pasar luar negeri.

 Kurangnya informasi terhadap kondisi pasar dan permintaan pasar luar negeri.

 Banyaknya negara pesaing untuk produk kayu di Taiwan seperti RRT, Thailand, Italia, Jerman, Amerika Serikat, dll.

Opportunities / Peluang

 Potensi permintaan Taiwan yang besar karena banyak masyarakat

Taiwan yang mengikut paham animism dan dinamisme, dengan banyaknya kuil-kuil yang membutuhkan patung Buddha dan patung bernuansa keagamaan.

 23 juta penduduk Taiwan merupakan konsumen yang potensial dan

kebanyakan sudah menjadi konsumen produk Indonesia akan tetapi mereka tidak mengetahui produk yang dibeli berasal dari Indonesia.

 Tingginya appresiasi pasar Taiwan terhadap produk kerajinan tangan

buatan Indonesia terutama untuk kelas High-end yang memiliki nilai seni tinggi.

Threat / Ancaman

 Penetrasi produk illegal di pasar domestik mengurangi daya saing industri di negeri sendiri.

 Distribusi produk ekspor di Taiwan biasanya melibatkan beberapa

lapisan perantara yang mengakibatkan kenaikan biaya dan mengurangi effisiensi.

 Banyak ditirunya desain khas Indonesia oleh negara lain (contohnya beberapa produk ukiran).

 Harga merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan

keputusan pembelian pada produk kerajinan tangan, terutama oleh importir lokal.

 Adanya boikot terhadap kayu tropis dan tuntutan ekolabel dari lembaga pecinta lingkungan yang mempengaruhi pembeli besar di negara-negara importer.

 Melemahnya daya saing industri dalam negeri karena kekurangan biaya dasar input disertai kenaikan harga BBM.

3.3. Strategi Pengembangan Industri dan Ekspor Produk Bingkai, kerajinan kayu berupa patung dan ornament lainnya

3.3.1. Strategi industri kerajinan kayu Dalam Negeri

 Mempelajari latar belakang atau budaya negara tujuan ekspor seperti

contohnya, patung Buddha memiliki beberapa jenis dan tergantung dari pengaruh India atau RRT, bentuk patung Buddha memilki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk kerajinan tangan lainnya seperti bingkai dan kotak perhiasan, pengrajin harus memperhatikan bentuk, desain dan warna serta corak yang universal.

 Pasar kerajinan kayu beserta produk turunannya merupakan salah

satu pasar yang potensial untuk meningkatkan ekspor Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

 Penerapan secara wajib SNI terhadap produk kayu yang dihasilkan.

 Restrukturisasi dan optimalisasi “galeri” atau tempat kerajinan atau pembuatan patung dan kerajinan lain yang masih menggunakan teknologi lama agar dapat bersaing dan membantu untuk memenuhi permintaan dalam dan luar negeri.

 Meningkatkan kemampuan SDM di bidang kerajinan kayu dan

meningkatkan keterampilan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

 Bekerja sama dengan Asmindo (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) atau Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo)

dan Kamar Dagang Indonesia untuk mempererat hubungan antara para pelaku usaha dan eksportir kerajinan kayu.

3.3.2. Strategi Pengembangan Ekspor kerajinan kayu Indonesia ke Taiwan

 Rutin untuk berpartisipasi di pameran produk kayu di Taiwan, pameran

dagang merupakan ajang penting untuk bertemu langsung dengan para importir atau distributor untuk memperkenalkan produknya ke pasar Taiwan, faktor penguasaan produk dan bahasa sangat penting untuk menghadiri pameran dagang.

 Peningkatan akses pasar. Strategi peningkatan akses pasar dilakukan

untuk meningkatkan daya tawar produk kayu asal Indonesia di dunia terutama di negara tujuan ekspor. Strategi peningkatan akses pasar dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia.

Strategi ini dilakukan dengan cara negosiasi dan kesepakatan dalam forum internasional baik regional, bilateral maupun multilateral.

Strategi ini dilakukan dengan cara negosiasi dan kesepakatan dalam forum internasional baik regional, bilateral maupun multilateral.

Dokumen terkait